ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 7


__ADS_3

Di kantin


Saat ini Sherly dan kedua sahabatnya itu,mereka sedang mengobrol sambil memakan makanan yang di jual di kantin tempat Sherly kuliah.


“Sumpah,tadi itu pelajaran yang paling sulit


yang pernah aku hadapin”ungkap citra memulai pembicaraan,ia membahas tentang


materi yang di berikan oleh dosen.


“Semua pelajaran juga kamu bilang sulit”jawab Bella menimpali ucapan Citra.


“Ya iyalah susah,emang nya aku itu pinter kayak kamu?,ya pasti susahlah orang otak aku juga pas-pasan”jawab citra dengan nada sebalnya.


Citra memang tidak terlalu pandai seperti Sherly dan Bella,tapi sikap dan kepolosan nya itu yang membuat kedua sahabatnya tulus sayang padanya.


Mereka bertiga merupakan sahabat dari kecil, dan mereka juga sudah mengenal dan mengerti akan sifat masing-masing.


“Udah lah,kalian ini ribut aja,dimakan dong makanan nya!,nggak enakkan kalau udah dingin”sherly menengahi pertengkaran kedua sahabat nya.


Dari pada terjadi keributan yang tidak di inginkan,lebih baik jika ia mencegah keributan itu,itu menurut pendapat Sherly,karena ia membenci akan keributan.


Citra dan Bella pun menurut,mereka pun mulai memakan makanan yang sudah mereka pesan tadi,dan mereka pun hanya fokus untuk memakan makanan yang ada.


Setelah mereka selesai memakan makanan


yang ada di meja.


Tiba-tiba Citra bangkit dari duduknya.


“Aku bayar makan ini dulu ya”ucap Citra pada Bella.


“Ya udah sana!,sekalian bayarin punya aku dan Sherly ya”jawab Bella langsung.


“Dih giliran traktiran aja langsung ijo”ucap Citra dengan nada mendumel.


“Kayak kamu nggak aja”Sindir Bella.


Tanpa menjawab ucapan Bella,Citra pun langsung berjalan menuju kasir,untuk membayar makanan milik nya beserta kedua sahabat nya itu.


Sedangkan Sherly yang saat ini hanya diam, sambil melamun itu,ia seakan tak sadar dengan perdebatan Bella dan Citra.


Dan Bella yang melihat sahabat nya melamun,ia pun mulai bertanya - tanya di dalam benaknya.


‘Sherly kenapa ya?’pikir Bella heran.


Bella pun mulai melambaikan tangannya di depan wajah Sherly,dan memanggil nama Sherly.


“Sherly”bella memangil nama Sherly.


Tetapi entah apa yang di pikirkan


Sherly,hingga ia tidak menghiraukan panggilan Bella.


Tangan kiri Sherly saat ini ia gunakkan untuk menopang dagunya,tatapan matanya pun terlihat kosong,sambil menatap mangkuk baso bekas ia makan dan mengaduk-aduk kuah baso tersebut menggunakan tangan kanan nya.


Sherly dia tetap melamun,bahkan panggilan


dan lambaian tangan Bella serasa hanya angin lewat baginya.


Sebenarnya Sherly saat ini sedang melamun kan perkataan yang kemarin ayahnya ucapkan.


‘Aku ingin sekali dapat hidup dengan bebas,

__ADS_1


tapi aku tidak bisa untuk melakukan itu,karena bukan hanya aku yang menderita, tetapi ibu juga akan terbawa menderita,dan hal itu yang paling aku takutkan’pikir Sherly, wajahnya terlihat bingung seperti memiliki banyak beban.


‘Sekarang apa yang harus aku lakukan?,dulu aku selalu bermimpi untuk menikah dengan seseorang yang mencintaiku dengan tulus, begitupun sebaliknya,aku juga akan mencintai orang yang akan menikah denganku nanti dengan tulus,aku hanya ingin keluarga yang harmonis dengan penuh


kasih sayang,dan cinta,bukan karena keterpaksaan seperti ini’Pikir Sherly bimbang.


Sherly seakan harus memilih antara kebahagiaannya,atau kebahagiaan keluarganya.


‘Aku ingin sekali bersikap egois,tapi jika aku egois,bukan hanya aku yang menderita,tapi ibu juga akan menderita,dan hal itu yang tidak bisa aku lakukan,sudahlah mungkin aku harus menerima perjodohan ini’pikir Sherly lagi,seakan pasrah dengan takdirnya.


‘Semoga ini yang terbaik ’batin Sherly,ia berusaha menguatkan dirinya sendiri.


Tiba-tiba Sherly tersadar dari lamunannya, saat ada seseorang menepuk bahunya,ia pun menoleh ke samping,rupanya citra yang menepuk bahunya tadi.


Citra orang yang menyadarkan Sherly dari lamunan nya,karena saat diri nya sudah kembali dari kasir,ia melihat Sherly sedang


melamun,padahal Bella tadi memanggil nama Sherly berkali-kali,dan itu membuat kedua sahabatnya khawatir terhadap sherly.


“Kamu kenapa sherly?,ada masalah?,ayo cerita”tanya Citra dengan raut wajah khawatir yang terlihat jelas di wajah imutnya.


Sherly awalnya sempat terkejut sejenak akan hal itu,tapi ia pun berusaha untuk menetralkan detak jantungnya,akibat keterkejutan yang ia alami.


Dan sebelum menjawab pertanyaan Citra,Sherly menarik nafas panjang,kemudian ia keluarkan perlahan,ia berusaha bersikap biasa saja,agar kedua sahabatnya tidak curiga.


“Enggak,aku cuman lagi mikirin toko kue milik aku itu yang akhir-akhir ini lagi ramai banget pembeli”ucap Sherly ia beralasan akan tokonya yang rame.


‘Untunglah aku ingat tentang laporan salah satu karyawan yang memberi tahu masalah toko yang akhir-akhir ini selalu rame,


semoga dengan alasan itu kedua sahabatku percaya dan tidak curiga’.batin Sherly.


Bella yang mendengar alasan Sherly itu,ia pun mulai berkomentar.


“Justru kalau toko kamu itu rame,kamu harusnya merasa,bukan malah dilamunin kayak gini”ucap Bella mengomentari ucapan Sherly,Bella sedikit curiga jika Sherly sedang menyembunyikan masalah lagi dari mereka.


masalah untuk kedua sahabatnya itu dengan masalah pribadinya,dan ia juga butuh privasi.


Saat Sherly mendengar komentar Bella,ia pun langsung menatap kearah Bella.


Sherly pun langsung menegakkan kepalanya dan membetulkan posisi duduknya,lalu setelah itu ia mulai angkat suara.


“Iya aku merasa senang akan hal itu,tapi yang jadi masalahnya itu,aku berniat membuka toko baru untuk cabang kedua dari toko kue milikku ini”ucap Sherly setelah ia ingat tentang pokok utama permasalahan tokonya.


“Ya,kenapa harus kamu pusingin tinggal buka cabang aja,gitu aja pusing”ucap Citra mengutarakan pendapatnya tanpa pikir panjang.


Dan setelah mengatakan itu,Citra pun langsung berjalan ke arah kursi dekat Sherly, dan ia pun duduk tanpa beban.


Sedangkan Sherly dan Bella yang mendengar itu,mereka pun langsung menatap kearah Citra dengan tatapan tidak


suka akan jawaban Citra tadi.


‘bener-bener ya,untung sahabat kalau bukan


udah aku buang ke laut kali ’ batin Sherly dan Bella sebal akan jawaban Citra tadi.


“kenapa pada liatin aku kayak gitu sih?,iya aku tau aku cantik,tapi gak segitu nya juga kali liatin nya,baru liat cewek cantik sih ya”ucap Citra dengan penuh percaya diri.


'dasar'umpat Sherly dan Bella dalam hati.


“Udahlah gak usah didengerin ucapan Citra,sekarang yang jadi masalah adalah tentang toko kamu yang berniat untuk buka cabang baru gitu?”tanya Bella kepada sherly.


Bella mengalihkan pembicaraan dari ucapan Citra tadi,karena menurutnya percuma jika berbicara dengan Citra.


Sherly pun menggangukkan kepalanya,untuk menjawab pertanyaan Bella.

__ADS_1


“Oke,itu sih gampang nanti aku cari lokasi yang cocok buat kamu,kalau udah nanti aku


kasih tahu ke kamu tempatnya”lanjut Bella memberi saran kepada sherly.


Sebenarnya Bella masih belum yakin akan alasan Sherly melamun,tetapi mungkin Sherly butuh privasi dan Bella mencoba memahami kondisi Sherly saat ini.


“Oke”jawab Sherly mengiyakan saran bella.


Setelah menyelesaikan obrolannya itu,mereka pun bangkit dan berjalan keluar dari kantin,mereka berjalan sambil mengobrol.


“kalian pada ikut ngga?,aku akan ke toko kue milikku sekarang nih”ucap Sherly memulai pembicaraan terlebih dahulu.


Sherly berniat mengajak ke dua sahabat nya untuk berkunjung ke toko kue miliknya,karena ke dua sahabat nya sering berkunjung ke toko


miliknya,entah itu hanya mampir ke toko kue,atau hanya sekedar membeli


kue di tokonya,bahkan ke dua sahabat nya


sering membantu dirinya melayani pembeli.


“Enggak”jawab citra dan Bella kompak


“Kenapa?”tanyanya penasaran


“Ada urusan soalnya”jawab Bella


“Kalau aku malas ah,pengen tidur”lanjut citra ikut menimpali.


Untuk jawaban Bella Sherly maklumin,tapi untuk jawaban citra ia anggap angin lalu.


“Oke,kalau gitu sampai jumpa besok”ucap Sherly.


Mereka pun keluar dari kantin,dan


berjalan menuju parkiran yang berbeda, karena ke dua sahabat nya menggunakan mobil,dan parkiran mobil itu terpisah dari parkiran motor,jadi ia pun berjalan terpisah dengan kedua sahabat nya.


Saat sampai di parkiran khusus motor,Sherly pun langsung menaiki motornya,dan ia mulai menyalakan mesin


motornya.


Tak lama motor itu menyala dan ia mulai membelah jalanan.


Sherly hari ini pulang siang hari,kebetulan karena hanya sedikit materi yang di berikan oleh dosen,mungkin karena dosennya memiliki urusan lain,dan itu Sherly gunakkan untuk mengunjungi toko nya,biasa nya ia hanya akan mengunjungi toko kue miliknya itu dua Minggu sekali,kadang juga bila ada waktu luang ia akan sering-sering mampir ke toko kue milik nya.


Akhirnya Sherly pun sampai di toko milik nya,ia langsung memarkirkan motor nya,dan berjalan masuk ke dalam tokonya.


Saat masuk ke toko miliknya yang pertama kali ia lihat adalah para pekerja yang bekerja di toko kue milik nya sedang melayani


para pembeli.


“Ternyata benar apa yang di katakan salah satu karyawanku,karena terbukti hari ini toko terlihat ramai pembeli seperti yang dilaporkan waktu itu”ucap Sherly pada dirinya sendiri.


Di tokonya itu,Sherly menjual kue-kue


beraneka ragam bentuk dan rasa,dan juga ada kue-kue yang sudah di bungkus dan disimpan di etalase.


Sherly yang merasa jika ia sudah cukup lama hanya diam mematung,ia pun memilih menghampiri salah satu karyawan yang tidak terlalu sibuk.


“Gimana keadaan toko?,ada masalah?” tanya Sherly,setelah sampai di hadapan karyawan tersebut.


Sherly bertanya seperti itu,karena ia takut, bila ada pelanggan yang kurang puas dengan toko kue miliknya


“Baik,semua pelanggan puas dengan kue-kue kita,mungkin karena kue yang kita jual harganya terjangkau dan enak”jawab salah satu pelayan toko yang di tanya Sherly,ia seakan mengerti kekhawatiran Sherly,karena itulah yang selalu Sherly tanya kan pertama kali.

__ADS_1


__ADS_2