ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 113


__ADS_3

Dan setelah kepergian Rendi itu,suasana di ruangan Alex itu hanya hening tanpa ada yang berani bersuara.


Dan tiba-tiba di tengah keheningan Roy memanggil Alex.


“Tuan”panggil Roy.


Sontak Alex yang mendengar itu,ia pun langsung menatap kearah Roy.


Alex menatap kearah Roy dengan diam, tatapan mata yang ia layangankan kearah Roy seolah memiliki makna tak peduli.


“Iya”jawab Alex cuek,ia berkata dengan nada datar miliknya.


“Kenapa anda memanggil saya kesini?”tanya Roy yang sedang berdiri.


Alex yang mendengar itu,ia pun tiba-tiba tersenyum dingin kearah Roy.


“Bukankah aku menyuruh kamu kesini hanya agar kamu bisa bertemu dengan orang yang kamu benci,dan sekarang dia sudah pergi jadi untuk apa kamu masih ada di sini?”tanya Alex datar,ia berkata seolah langsung pada intinya,karena Alex merasa malas untuk berbasa-basi dengan Roy.


Dan Roy yang mendengar perkataan Alex yang seolah mengusir dirinya itu,ia pun menundukkan kepalanya.


“Tuan saya tau mungkin anda sangat benci terhadap saya,karena perlakuan saya yang tidak adil terhadap anak-anak saya di masa lalu,tapi tuan saya sudah menyadari kesalahan saya itu,dan tolong izinkan saya untuk bertemu dengan anak saya Sherly”ucap Roy disertai dengan permohonan.


Alex yang mendengar Roy mengaku jika Sherly anaknya,ia pun langsung melayangkan tatapan sinis miliknya kearah Roy.


‘Anak?,dia baru saja mengakui jika Lili itu anaknya?!,tapi kenapa baru sekarang dia sadar jika Lili itu anaknya?,dan tadi apa yang dia katakan?,oh ya dia mengatakan jika dia sadar akan kesalahannya yang telah berlaku tidak adil kepada Lili.Tapi kenapa baru sekarang?!,kenapa?!!,dan memangnya ke mana saja dia dulu hingga ia tak menyadari perlakuan buruknya kepada Lili selama ini?!!!,aku benar-benar tak tahu apakah dia benar-benar tulus meminta maaf,atau hanya


ingin dekat dengan Lili agar dia bisa memanfaatkann Lili,yang jelas aku tak akan biarkan siapapun untuk menyakiti Lili'.Batin Alex yakin


Alex pun hanya diam untuk beberapa saat,dengan tangan yang mengepal erat.


Setelah lama Alex hanya diam,akhirnya ia pun membuka suaranya.

__ADS_1


“Kamu bilang ingin bertemu dengan anak kamu?!,anak yang mana?,anak yang selama ini telah kamu perlakukan tidak adil!,dan apakah kamu pantas untuk disebut ayah oleh Lili oh maksudku Sherly,apakah kamu pantas untuk itu?,Saya saja yang mengetahui jika kamu ayah dari Sherly sudah membuat saya marah dan kecewa,kenapa harus kamu ayah dari Sherly?,bahkan ada ribuan laki-laki yang lebih baik dan lebih pantas untuk menjadi ayah dari anak sebaik Sherly?,tapi kenapa harus kamu?!!,bahkan kamu sudah merelakan anak kamu hanya demi perusahaan,apakah itu yang namanya ayah?!”ucap Alex panjang lebar,ia berkata dengan nada sangat datar dan terdengar sangat dingin di telinga Roy.


Roy yang mendengar perkataan Alex itu,ia pun hanya diam,ia seperti tak bisa untuk berkata-kata lagi,ia seolah sedang merenung kesalahan yang telah ia perbuat dulu.


Ya benar! Roy telah menyerahkan anaknya kepada Alex hanya agar perusahaannya tetap aman,dan juga bukannya Alex dulu pernah bilang jika Roy ingin perusahaan miliknya tetap aman,maka ia tidak bisa bertemu dengan Sherly lagi,tapi entah kenapa tiba-tiba Roy memohon agar bertemu dengan Sherly.


“Saya hanya ingin melihat anak saya saja tuan,karena saya benar-benar telah menyadari kesalahann saya,dan saya sangat menyesal dan merasa malu atas semua kesalahan saya dulu”ucap Roy dengan nada penuh penyesalan.


Lagi-lagi Alex yang mendengar itu,ia pun tersenyum sinis kearah Roy.


“Bukannya jika kamu merasa malu atas perbuatan kamu ini,maka kamu tidak akan berani untuk bertemu Sherly lagi?”ucap Alex menyebut nama Sherly langsung,karena ia tahu jika Roy tidak mengetahui jika dirinya memanggil Sherly dengan sebutan Lili.


Dan Roy yang mendengar ucapan Alex itu,ia pun kembali terdiam.


‘Benar,aku memang merasa malu jika harus bertemu dengan Sherly,tapi entah kenapa aku ingin sekali bertemu dengannya,dan bahkan aku ingin memeluknya dengan erat dan penuh kasih sayang'.batin Roy yang hanya diam mematung.


Disatu sisi Roy merasa ingin bertemu Sherly,tapi disisi lain,ia juga malu jika bertemu Sherly lagi.


Roy yang mendengar itu,ia pun langsung keluar dari ruangan Alex.


Dan setelah kepergian Roy,tiba-tiba Doni angkat suara


“Tuan kenapa tidak anda biarkan Roy untuk menemui anaknya”tanya Doni.


Alex yang mendengar itu,ia pun langsung menatap kearah Doni tanpa berkata apa-apa,setelah hanya diam sambil menatap Doni,Alex pun angkat bicara dengan nada cuek dan datar miliknya.


“Kamu juga pasti tahu jawabannya”jawab Alex datar.


Doni yang mendengar itu,ia akhirnya paham dan tidak bertanya lagi.


“Oh ya mungkin dalam beberapa hari kedepannya aku akan sibuk banget dengan pekerjaanku ini,jadi tolong kamu buatkan jadwal cuti untuk beberapa hari,karena aku ingin mengajak Lili untuk berlibur di vila milikku”ucap Alex dengan nada perintah.

__ADS_1


“Baik tuan”jawab Doni patuh


“Dan tolong selidiki siapa sebenarnya Mark itu,kita sepertinya tidak bisa gegabah dalam menghadapi masalah ini,walau sebenarnya aku ingin agar masalah ini cepat berakhir,tapi ternyata tidak semudah yang aku duga”ucap Alex sambil kembali menandatangani dokumen yang ia pegang.


“Baik tuan akan saya lakukan”jawab Doni.


“Dan apa kamu sudah mendapatkan setengahnya lagi bukti kejahatan Rendi?”tanya Alex.


“Belum tuan, sepertinya itu memerlukan tambahan waktu,apalagi Rendi memiliki sekutu untuk bekerjasama dengannya,tapi bukan tidak mungkin untuk kita mendapatkan bukti itu tuan”jawab Doni yakin.


“Hmm sepertinya ucapan Rendi itu bukan hanya ancaman belaka saja,ternyata dia bekerjasama dengan orang yang lebih kuat dari dirinya”ucap Alex terlihat berfikir.


“Siapapun itu,tetap saja karena dia telah membantu Rendi maka jangan salahkan aku jika aku akan menyeret dia ke penjara”ucap Alex lagi sambil tersenyum dingin.


Sementara itu di tempat lain


Sherly,Bella,dan citra sedang makan di kantin.


“Nanti kalau kalian sudah lulus kalian mau lanjut kuliah S2 di mana?”tanya Citra memulai pembicaraan.


“Mungkin aku akan kuliah di luar negeri”jawab Bella santai.


“Yah sama,karena aku juga akan melanjutkan kuliah di luar negeri”ucap Citra lagi.


“Kalau aku tidak tahu,kalian kan tahu jika aku keadaannya tidak seperti dulu lagi,jadi mungkin aku harus mengubur impianku itu”jawab Sherly dengan sedikit sedih.


“Sabar sher,kami ngerti kok tapi tenang aja kan kamu tidak sendiri ada tuan Alex yang temani kamu jadi jangan khawatir akan hal itu”ucap Bella menenangkan.


“Benar juga apa yang kamu katakan,aku harus semangat dan nggak boleh ngeluh,lagi pula masih banyak orang lain yang lebih menderita dibandingkan aku,jadi aku harus lebih bersyukur lagi”.Ucap Sherly dengan nada semangat.


“Untuk masa depan cerah kita,ayo kita berjuang!”ucap Citra sambil mengarahkan jus miliknya ke atas seolah mengajak bersulang.

__ADS_1


“Semangat!”jawab Sherly dan Bella menimpali sambil ikut mengangkat jus mereka ke atas,seolah bersulang.


__ADS_2