ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 73


__ADS_3

“Ya sudah kamu tunggu di sini”ucap Alex.


Setelah itu,Alex pun keluar dari kamarnya,ia pun berjalan menuruni tangga.


“Tolong buatkan teh untuk sherly”perintah Alex kepada Rani,saat ia telah berada di lantai dasar


Rani yang awalnya hendak ke dapur,ia yang mendengar perintah Alex itu,hanya mengangguk sebagai jawaban.


Setelah itu,Alex pun berjalan keluar mansion,


dan tak lama, ia pun telah berada di luar mansion,ia pun langsung menelepon Doni,agar secepatnya datang ke mansion miliknya.


Tak lama setelah itu,mobil yang doni kendarai pun masuk ke dalam gerbang mansion milik Alex.


Doni pun langsung turun,ia pun membuka kan pintu untuk Alex,dan mempersilahkan Alex masuk.


Dan setelah Alex dan Doni masuk,mobil tersebut pun langsung berjalan meninggalkan mansion.


“Kita ke mana tuan?”tanya Doni


“Supermarket terdekat,atau toko terdekat”


ucap Alex menjelaskan.


Setelah itu,tak lama mobil tersebut pun berhenti di supermarket terdekat.


Doni yang awalnya hendak turun,tapi suara Alex membuatnya mengurungkan niatnya itu.


“Kamu tunggu di sini!”perintah Alex.


Setelah itu,Alex pun memakai penutup wajah untuk menutupi setengah wajahnya.


Setelah selesai,Alex pun membuka pintu mobil,dan ia pun keluar dari dalam mobil.


Setelah keluar Alex berjalan masuk ke dalam supermarket tersebut,tak lama setelah masuk,Alex pun berjalan menuju rak-rak yang berjejer rapi itu,ia mencari-cari barang yang akan di belinya.


Tak lama setelah itu,ia sampai di rak yang menampung banyaknya pembalut dengan berbeda merk.


Alex yang melihat itu,ia pun menjadi bingung,tapi setelah itu,ia pun langsung mengambil handphone miliknya,dan menyalakannya.


Alex mencari tahu di dalam artikel tentang wanita yang sering ia baca,dan akhirnya Alex menemukan tentang merk pembalut yang cocok dan bagus untuk wanita,setelah itu Alex pun langsung mengambil merk pembalut yang bagus itu.


Walaupun sebenarnya banyak para wanita yang menatap ke arahnya,tapi Alex tetap berusaha untuk mengabaikan itu.


Tak lama setelah itu,Alex pun sampai di depan kasir.


Penjaga kasir yang merupakan seorang wanita itu,ia sempat terkesima sejenak saat melihat penampilan Alex.

__ADS_1


“Tolong hitung semua ini”ucap Alex menyerahkan banyak pembalut yang akan ia beli.


Kasir tersebut akhirnya tersadar,ia pun langsung menghitung semua pembalut yang di beli Alex


“Semuanya jadi seratus ribu tuan”ucap penjaga kasir sedikit malu-malu,karena ia yakin di balik wajah,yang tertutup penutup penutup wajah,tersimpan wajah yang sangat tampan dan rupawan.


Dan Ternyata Alex juga membeli pembalut cukup banyak,mungkin cukup untuk beberapa bulan


Alex pun mengambil ATM miliknya itu,dan menyerahkan kepada kasir tersebut


“Terima kasih tamu yang terhormat, silahkan datang ke sini lagi”ucap kasir tersebut dengan sopan


Karena kasir itu tahu jika Alex bukan orang yang bisa di singgung.


Dan tanpa lama-lama lagi,Alex pun langsung membawa plastik berisi pembalut itu,ia pun berjalan keluar dari supermarket.


“Tuan,kenapa tidak saya yang belikan saja? kenapa harus anda?”tanya Doni yang telah berdiri di samping mobil.


“Sudahlah kamu tidak akan mengerti kenapa saya melakukan ini,ya sudah ayo kita pulang”ucap Alex mengalihkan topik.


Doni yang mendengar itu,ia pun langsung membuka kan pintu untuk Alex.


Dan setelah Alex dan Doni telah masuk, akhirnya mobil tersebut pun berjalan meninggalkan supermarket.


Dan tak lama setelah itu,mereka pun sampai di depan mansion.


Doni turun terlebih dahulu,dan membuka kan pintu untuk Alex,dan tak lama Alex pun turun.


" Tok tok tok "tiba-tiba pintu kamar mandi di ketuk.


Sherly yang mendengar itu,ia pun membuka pintu kamar mandi,dan saat ia telah membuka pintu,ternyata orang yang mengetuk pintu adalah Rani.


“Nyonya,saya di perintahkan tuan Alex untuk membawa minuman ini untuk anda”ucap Rani.


“Taruh di lemari kecil dekat kasur”ucap Sherly menjelaskan disertai nada perintah.


“Eh tunggu!,bukannya kamu di suruh Lexi eh maksudnya Alex untuk beli pembalut untuk saya ya?”tanya Sherly heran.


“Pembalut?,tidak nyonya! saya hanya di perintahkan tuan Alex untuk membuat teh untuk anda”ucap Rani menjelaskan.


Setelah selesai menaruh teh tersebut,sesuai dengan yang di perintahkan Sherly,Rani pun keluar dari kamar Sherly.


Dan tak lama setelah Rani keluar,Alex pun masuk ke dalam kamar,ia berjalan menuju kamar mandi.


“Ini pembalut yang kamu minta”ucap Alex sambil menyerahkan plastik yang berisi banyaknya pembalut.


Sherly yang awalnya hendak menutup pintu,

__ADS_1


tetapi tidak jadi saat melihat kedatangan Alex.


Sherly pun menerima kantung plastik itu,ia melihat merk pembalut yang memang cocok dengan keinginannya,tapi ini terlalu banyak untuknya.


“Kamu yakin ini buat aku semua?,ini banyak banget loh”ucap Sherly dengan tatapan tak percaya.


“Ya,itu buat kamu semua,anggap saja untuk keperluan beberapa bulan ke depan”ucap Alex santai.


“iya sih,tapi tetap aja,kalau beli-beli apa-apa itu seperlunya aja,tapi ya sudahlah terima kasih”ucap Sherly.


setelah itu,Sherly pun langsung menutup pintu kamar mandi.


Dan tak lama setelah itu,Sherly keluar dari dalam kamar mandi.


“Ayo sini,kami minum teh ini,agar perut kamu merasa lebih hangat,dan merasa lebih baik lagi”ucap Alex yang duduk di pinggir ranjang.


Sherly yang mendengar itu,ia pun berjalan menghampiri Alex.


Kemudian Sherly pun duduk di samping Alex,dan setelah itu,Alex pun meminumkan teh itu ke dalam mulut Sherly,dengan hati-hati.


“Sekarang kamu tidur dan berbaring!”ucap Alex dengan nada perintah.


“Buat apa?”tanya Sherly heran.


“Sudah,ayo berbaring!”perintah Alex.


Kemudian setelah itu,Sherly pun berbaring di kasur,dan Alex pun menaruh kembali gelas berisi teh itu di tempatnya.


Setelah itu,Alex pun ikut berbaring di samping Sherly.


Alex pun berbaring sambil menghadap ke arah Sherly.


“Kamu pasti merasa sakit saat datang bulan”ucap Alex.


“Ya sudah,kalau begitu aku usap perut kamu,agar kamu merasa lebih baik kan”ucap Alex.


Setelah itu,Alex pun mengusap perut Sherly dengan pelan dan lembut menggunakan tangan kanannya


“Kamu yang beli pembalut itu kan?,bukan Rani iya kan?”tanya Sherly menatap ke arah Alex.


“Iya,karena aku ingin menjamin jika itu benar-benar baik untuk kamu,karena aku yakin jika aku memperlakukan kamu dengan sepenuh hati,suatu saat nanti kamu pasti akan mencintaiku juga dengan sepenuh hati”ucap Alex sambil mengusap jidat Sherly menggunakan tangan kiri nya.


“Terima kasih”ungkap Sherly,ia tak tahu harus berkata apa lagi.


Dan setelah itu,Sherly pun tertidur dengan pulas,dan di susul Alex yang ikut tertidur sambil memeluk Sherly.


***

__ADS_1


Maaf bila ada salah kata.


Mohon dukungannya.


__ADS_2