
Keesokan harinya.
Saat ini Sherly sedang sarapan bersama Alex yang ada dihadapannya.
Sherly terlihat sedang termenung sambil memakan makanannya.
“Kenapa?,kok kamu melamun terus?”tanya Alex saat melihat Sherly makan sambil melamun.
Dan Sherly yang mendengar ucapan Alex,itu ia pun langsung tersadar dari lamunannya itu.
“Eh nggak,mungkin aku hanya terlalu fokus melihat kearah makanannya jadi kamu melihat aku seperti melamun”ucap Sherly beralasan.
Sherly berusaha tersenyum kearah Alex,agar Alex tidak merasa khawatir kepadanya.
Tiba-tiba saat mata Sherly dan Alex saling bertemu,Sherly pun segera menghindar dari tatapan Alex,ia pun langsung menatap kearah makanannya itu.
‘Duh aku teringat kejadian kemarin,aku kan pas tidur balas memeluk dia,dan apa dia sadar saat aku balas memeluknya ya’.batin Sherly dengan wajah merona.
“Kenapa kok nggak di lanjutin makanannya sih?,ayo di makan nanti kalau dingin rasanya nggak enak”ucap Alex yang membuat Sherly lagi-lagi tersadar dari lamunannya itu.
Sherly pun langsung mulai memakan makanannya itu,dan tak lama acara makan pun selesai.
Alex yang lebih dulu menyelesaikan acara makannya itu,ia pun langsung berdiri dari kursinya.
“Ayo!”ajak Alex.
“Ayo kemana?”tanya Sherly heran.
“Nanti juga kamu bakal tahu”ucap Alex terdengar misterius di telinga Sherly.
‘Kebiasaan setiap ditanya bukannya di jawab malah bilang nanti juga tahu’.batin Sherly kesal akan jawaban Alex tadi.
Tapi meski begitu Sherly pun bangkit dari kursinya,dan ia pun berjalan mengikuti kemana Alex pergi.
Tak lama setelah cukup jauh melangkah,Alex pun berhenti.
“Loh bukannya ini seperti tempat di belakang villa ya,kok kita bisa ada di sini sih?”tanya Sherly heran.
“Iya kita sekarang ada di belakang villa,dan coba kamu lihat kearah sana”ucap Alex sambil sedikit menggeser kesamping agar Sherly dapat melihat kearah yang di tunjuk.
Sherly yang mendengar ucapan Alex itu,ia pun langsung menatap kearah depan.
Dan apa yang Sherly lihat saat ini adalah hamparan bunga yang indah,di sana ada dua macam bunga yang mekar dengan indah yaitu bunga mawar dan matahari.
Sherly yang melihat itu,ia pun tak sadar jika kakinya melangkah maju ke depan,ia pun mulai menginjak rumput hijau yang diapit oleh dua macam bunga itu.
“Bagus banget”ucap Sherly dengan takjub.
“Gimana apa kamu suka dengan ini?”tanya Alex yang sudah ada di samping Sherly.
Sherly yang awalnya sedang memperhatikan hamparan bunga di kedua sisi itu,ia pun langsung menatap kearah Alex.
__ADS_1
“Iya bagus banget,kok kamu tahu tempat yang bagus begini,dan lagi tempatnya sangat sejuk,aku juga suka banget dengan tempat ini”ucap Sherly dengan semangat.
Alex yang melihat itu,ia pun hanya tersenyum kecil.
Memang beginilah sifat Sherly,ia tahu Sherly sangat menyukai suasana damai,tenang,dan terasa nyaman seperti ini.
“Baguslah kalau kamu suka,memang ini villa aku,karena dulu ibuku pernah ke sini,dan ia yang menanam bunga-bunga ini,karena hobinya adalah berkebun”ucap Alex memberitahu.
“Oh hebat banget,dulu aku juga sering belajar menanam bunga bareng ibu untuk di taruh di halaman rumah,tapi sayangnya kak Mira nggak suka bunga,jadi kami nggak pernah lagi untuk menanam bunga”ucap Sherly dengan nada sedikit sedih.
“Tapi sekarang ada aku,dan aku bakal izinkan kamu untuk menanam bunga sebanyak yang kamu mau”ucap Alex dengan nada yakin.
“Benar?”tanya Sherly meyakinkan.
Alex yang mendengar itu,ia pun mengangguk yakin.
Sherly yang melihat itu,ia pun ingin berteriak girang,tapi ia tahan karena malu di sangka anak kecil di depan Alex
Karena entah kenapa Sherly selalu ingin terlihat baik di depan Alex,dan Alex yang melihat respon Sherly itu,ia pun hanya diam sambil menatap Sherly.
'Mungkin dia malu jika harus berteriak seperti anak kecil'pikir Alex tepat sasaran.
“kenapa hanya diam?,apa kamu ingin kita cari tempat baru?”tanya Alex,yang langsung mendapatkan gelengan cepat dari Sherly.
“Nggak usah,aku suka tempat ini,dan makasih ya sudah ajak aku kesini”ucap Sherly sambil tersenyum.
Setelah mengatakanitu,Sherly pun menghadap kearah hamparan bunga yang ada di kanan,di sana ada sekitar satu petak bunga mawar yang di tanam dan mekar dengan sangat indah.
Dan kemudian Sherly pun berbalik,ia pun menatap kearah hamparan bunga di sebelah kiri yang terdapat banyak sekali bunga matahari,luasnya juga sama dengan tanaman bunga mawar.
Alex yang melihat itu,ia pun ikut duduk di samping Sherly dengan posisi membelakangi.
“Ibu kamu hebat banget bisa menanam segini banyaknya bunga”ucap Sherly sambil menatap kearah bunga matahari yang ada di hadapannya itu.
“Nggak bukan hanya ibuku sendiri saja yang tanam bunga ini ,tapi juga aku,dan..”tiba-tiba Alex menghentikan ucapannya itu.
Karena Alex teringat akan ayahnya dan kakaknya yang telah meninggal.
Sherly yang mendengar nada sedih diakhiri kata ucapan Alex itu,ia pun langsung menatap kearah Alex.
“Kalau kamu merasa sedih,dan nggak ingin menceritakan masa lalu kamu,nggak apa-apa,nggak usah dipaksa juga,karena aku bisa ngertiin itu kok”ucap Sherly sambil tersenyum.
Dan Alex yang melihat senyum Sherly itu,ia pun ikut tersenyum.
Tiba-tiba saat Sherly telah mengalihkan pandangannya kearah depan,ia merasakan jika Alex yang duduk dibelakang nya itu,telah bersandar kearahnya,hingga punggung mereka saling bersentuhan.
"Deg" jantung Sherly seakan berdetak tidak karuan.
’Kenapa sih ini jantung,selalu saja begitu apa aku sakit ya’.pikir Sherly.
Dan tiba-tiba saat punggungnya tidak merasakan punggung Alex lagi,Sherly pun menatap ke belakang.
__ADS_1
Sherly melihat Alex sedang memetik setangkai bunga mawar,dan membersihkan tangkai itu dari durinya.
Dan tak lama setelah itu,Alex pun mendekat kearah Sherly.
Kemudian Alex pun langsung memberikan setangkai bunga mawar yang telah ia bersihkan dari durinya itu.
“ini untuk kamu”ucap Alex menyerahkan bunga itu kepada Sherly.
“Untuk apa?,bukannya lebih bagus dibiarkan tumbuh ya,kan dengan begitu bunganya nggak akan layu”ucap Sherly sambil menatap Alex.
“Kamu itu seperti bunga ini,cantik tapi sulit untuk di dapat,tapi seberapa sulitnya aku untuk mendapatkan hati kamu,aku yakin aku akan bisa mendapatkan hati kamu itu dan aku akan berusaha dan berjuang lebih keras lagi”ucap Alex menjelaskan.
“Terima kasih”ucap Sherly sambil menerima bunga itu.
“Dan kalau aku bakal terima kamu nya sangat lama gimana?,dan apa kamu akan sabar untuk menunggu aku 1 tahun,2 tahun,atau bahkan10 tahun lagi”tanya Sherly hanya bermaksud candaan.
“Ya aku akan sabar untuk hari itu,dan tidak peduli seberapa lama itu aku akan tetap untuk berjuang dan menunggu agar kamu bisa balas mencintaiku”ucap Alex dengan wajah serius dan disertai nada yakin dalam perkataannya itu.
Sherly yang mendengar itu,sempat tertegun akan ucapan Alex.
Dan tiba-tiba Sherly pun bangkit,ia pun berjalan kearah bunga matahari dan memetiknya.
Sherly seakan lupa dengan ucapannya yang melarang Alex memetik bunga,mungkin Sherly tidak ingin kalah dengan ucapan Alex itu.
Setelah itu,Sherly pun kembali dan mendekat ke arah Alex.
“Terima kasih karena akan sabar menungguku,dan Kalau kamu bagiku itu seperti bunga ini,bunga matahari,karena bagiku kamu seperti matahari,matahari yang menyinari hidupku dengan kebaikan dan kebahagiaan yang selalu kamu berikan untuk aku”ucap Sherly sambil menyerahkan bunga itu.
“Apa kamu bisa ulang perkataan kamu itu,aku ingin merekamnya agar setiap hari aku bisa mengulang perkataan kamu ini”ucap Alex yang hendak mengambil handphonenya,tapi sebelum itu Sherly melarangnya.
“Jangan!”ucap Sherly yang langsung mendapat tatapan heran dari Alex.
“Kenapa?”tanya Alex heran.
“Aku nggak mau”jawab Sherly langsung.
“Kenapa?”lagi-lagi Alex bertanya.
Dan secara refleks tangan Sherly pun memegang dada Alex,atau lebih tepatnya hatinya.
“Karena aku ingin agar kamu menyimpan perkataan aku tadi di sini,di hati kamu,dan menurutku tak usah kamu merekam ucapan ku tadi,karena aku ingin ucapanku itu kamu simpan juga di dalam memori ingatan kamu,apa kamu paham itu?”ucap Sherly sambil menatap kearah Alex.
Alex yang mendengar itu,ia pun merasa senang sekaligus terharu akan ucapan Sherly.
“Terima kasih”ucap Alex sambil tersenyum.
Sherly yang sadar akan jarak wajahnya yang terlihat dekat dengan wajah Alex itu,dan lagi tangannya yang secara refleks memegang dada Alex itu,ia pun segera menjauh dan menarik tangannya itu.
“Kenapa harus terima kasih,aku hanya mengatakan apa yang ingin aku katakan”ucap Sherly dengan wajah menunduk.
Alex yang melihat itu,ia pun langsung menarik tangan Sherly dan mengajak Sherly untuk duduk.
__ADS_1
Setelah itu mereka pun duduk dengan hamparan bunga yang menjadi pemandangan indah bagi mereka.
“Aku ingin kamu ceritakan tentang masa lalu kamu dengan Andra atau lebih tepatnya percintaan kamu dengan Andra”ucap Alex yang langsung membuat Sherly terkejut.