ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 118


__ADS_3

Episode 118


“Ha?”ucap Sherly kaget dengan ucapan Alex.


“Iya aku ingin dengar itu,karena aku ingin dengar langsung dari kamu,apa yang kamu suka dari Andra mungkin dengan begitu aku bisa belajar,agar kamu bisa suka dan cinta padaku”ucap Alex dengan wajah serius miliknya.


Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya dapat menghela nafas panjang.


“Cerita kami nggak ada yang spesial,bahkan untuk di ceritakan juga nggak ada menarik-menariknya”ucap Sherly menjelaskan.


“Tapi kalau itu berhubungan dengan kamu,apa pun itu pasti akan menarik”jawab Alex kekeh dengan pendiriannya.


“Apa kamu yakin ingin dengar ceritaku?,kamu tidak takut akan cemburu saat mendengar ceritaku nanti?”tanya Sherly memastikan.


“Iya aku yakin”jawab Alex langsung dengan yakin.


Walaupun Alex berkata dengan yakin,tapi tetap saja ia merasa tidak tenang,apalagi yang Alex takutkan adalah jika Sherly sangat mencintai Andra.


“Baiklah aku akan cerita”jawab Sherly pasrah.


“Dulu akudan Andra selalu satu sekolah,entah itu SD,SMP,bahkan SMA,dan kebetulan Andra dan juga sekelas denganku,dan entah kenapa juga dia selalu baik padaku,tapi di sisi lain kedua sahabatku yang juga selalu bersekolah di tempat yang sama dengan Ku itu,mereka selalu berusaha melindungiku dari laki-laki yang berusaha mendekatiku”ucap Sherly sambil menatap kearah hamparan bunga dengan pandangan membayangkan.


“Ya sahabat-sahabat ku selalu bilang jika mereka akan melindungi ku dari laki-laki yang tidak baik,dan aku percaya akan hal itu,tapi semakin lama sahabat-sahabat ku melindungiku dari banyaknya laki-laki yang menurut mereka tak baik,hanya Andra yang bertahan,ia bahkan gigih untuk dekat dengan sahabat-sahabat ku agar bisa dekat denganku,dan pada SMA aku juga merasa kasian akan kegigihannya itu,pada akhirnya aku memilih untuk membiarkan dia mendekatiku,setelah lama beteman dia pun bilang kalau dia mencintaiku sejak kami SMP dan aku awalnya tak percaya itu,tapi karena aku merasa tidak tega untuk menolaknya karena aku takut pertemanan kami akan renggang,aku pun berusaha menerima ungkapan cintanya itu”ucap Sherly sambil menatap kearah Alex,ia menjeda sejenak ucapannya itu.


“Terus?”tanya Alex lagi.


Meski pun Alex cemburu akan kegigihan Andra untuk dekat dengan Sherly,tapi tetap saja ia merasa penasaran dengan kelanjutan cerita.


“Ya setelah beberapa bulan kami pacaran,tiba-tiba saat kita lulus SMA dia berkata ingin bekerja agar nanti dia bisa membahagiakan aku,dan setelah itu kami pun menjalankan hubungan jarak jauh”ucap Sherly menjelaskan.

__ADS_1


“Apakah kamu mencintainya?”tanya Alex setelah Sherly selesai bercerita.


“Nggak tahu,aku awalnya menerima dia,karena aku sudah nyaman berteman dengannya,lagipula aku nggak ingin hubungan pertemanan kami putus begitu saja,tapi aku yakin aku sudah suka padanya,dan mungkin itu bisa dinamakan cinta”ucap Sherly dengan wajah polosnya.


Alex yang mendengar itu,ia pun hanya diam sambil menatap kearah Sherly.


Bukan! Alex yakin perasaan Sherly pada Andra bukan perasaan cinta,lebih tepatnya hanya perasaan sayang antar sesama teman saja.


Dan Alex yakin akan hal itu bukan karena ia sedang cemburu,tapi yang membuat Alex yakin adalah karena Sherly telihat seperti menganggap Andra seperti temannya baiknya.


Alex juga yakin jika Sherly tidak mencintai Andra,karena mungkin Sherly hanya berusaha untuk membalas rasa cinta Andra padahal rasa cinta yang Sherly berikan kepada Andra adalah rasa sayang antar teman,dan rasa sayang antar teman dan rasa cinta itu sesuatu hal yang berbeda.


Dan Sherly tidak menyadari akan hal itu,karena Sherly selalu berusaha meyakinkan dirinya jika ia mencintai Andra,padahal tidak.


“Kenapa hanya diam?,apa kamu marah saat mendengar ceritaku tadi?”tanya Sherly dengan wajah sedikit khawatir.


Alex yang melihat itu,ia pun hanya menghela nafas panjang,entah itu sebuah helaan nafas lega,atau hanya sebuah helaan nafas biasa,hanya Alex yang tahu


Sherly yang mendengar itu,ia pun menghela nafas lega,karena Alex tak marah kepadanya.


Setelah itu suasana diantara mereka pun berubah menjadi hening


Dan tiba-tiba disaat suasana hening itu,Fani datang dan memanggil Alex.


“Tuan”panggil Fani.


Alex yang mendengar itu,ia pun langsung menatap kearah Fani dengan tajam.


Padahal tadi Alex berpesan agar tidak ada siapapun mengganggu di saat mereka sedang berdua.

__ADS_1


“Ada apa?”ucap Alex dengan nada datarnya,juga terdapat nada dingin terselip dalam perkataanya tadi.


Fani yang melihat Alex sedang menatapnya dengan tajam itu,ia pun langsung menunduk,tidak berani menatap kearah Alex.


“Maafkan saya telah mengganggu waktu kalian berdua,tapi ada sesuatu hal penting yang harus saya katakan tuan”ucap Fani sambil menunduk.


“Tentang apa?”tanya Alex langsung.


Fani yang mendengar pertanyaan Alex,ia pun hanya diam,sampai suara Alex terdengar lagi.


“Ada apa?,kalau tidak ada hal penting kamu tidak usah datang ke sini”ucap Alex dingin.


“Saya mendapat kabar jika ayah dari nyonya Sherly meninggal tuan”ucap Fani dengan nada yang lumayan pelan.


Tapi walau begitu Sherly dapat mendengarnya dengan jelas.


“Ayah?”ucap Sherly sambil bangkit dari duduknya.


“Nggak mungkin ayah meninggal,Kamu pasti bohongkan fani?!,ayah nggak mungkin meninggal!,kamu jangan berbicara sembarangan”ucap Sherly dengan tubuh gemetar karena mendengar berita buruk dari Fani tentang ayahnya.


Alex yang melihat itu,ia pun langsung memeluk Sherly erat,ia juga merasa sangat syok saat mendengar berita itu.


Dan Fani yang mendengar ucapan Sherly itu,ia hanya diam sambil menundukkan wajahnya,seolah Fani tak berani untuk berkata lagi.


“Aku...,aku ingin pulang,aku ingin lihat ayah,tadi itu Fani pasti berbohong,ia bicara seperti itu pasti hanya untuk candaan,iya kan Fani?”ucap Sherly dengan tubuh bergetar,dan emosinya tidak stabil.


“Kamu yang tenang,ada aku di sini,jadi kamu tidak usah takut dan khawatir”ucap Alex sambil memeluk Sherly erat.


Sedangkan Sherly yang mendengar itu,ia pun secara refleks langsung balas memeluk Alex,seolah ia sedang berusaha mencari ketenangan, karena pikirannya saat ini sangat kalut,gelisah dan khawatir.

__ADS_1


“Siapkan mobil!”perintah Alex kepada Fani.


Fani yang mendengar itu,ia pun langsung pergi untuk melaksanakan tugasnya.


__ADS_2