ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
Extra part 3


__ADS_3

“Sialan!,pusing banget kepalaku”keluh Citra saat berada di luar toilet.Ia sedang menunggu Bella yang berada di dalam toilet.


“Dasar si Sherly!,dia nggak sadar apa kalau makanan tadi itu sangat asin dan tidak jelas rasanya”keluh Bella yang ikut menimpali.


Melihat Bella yang sudah keluar,dengan cepat Citra pun masuk ke dalam toilet dan langsung memuntahkan isi perutnya.


Tak beberapa lama Citra pun keluar dengan badan yang terlihat sedikit lemas,karena ia telah banyak memuntahkan makanan yang telah ia makan tadi.


“Nih minum dulu agar mulut kamu terasa sedikit nyaman!”ucap Bella yang sempat membeli teh hangat untuk dirinya dan Citra.


Tanpa berkata apapun Citra pun langsung meminum itu.


“Terima kasih bel”ucap Citra yang hanya di jawab oleh anggukan.


.....


Sementara saat ini di tempat Mira.


Mira terlihat masih duduk di restoran yang tadi,ia kini sedang merasa sangat pusing hingga tidak mampu untuk berdiri.


Sedangkan Sherly yang melihat itu,ia terlihat khawatir dan cemas.


“Kak Mira kenapa?”tanya Sherly dengan wajah cemasnya.


“Kakak tidak apa-apa.Mungkin ini hanya karena kakak sibuk bekerja dan tidak sempat istirahat,jadi sekarang kakak merasa sedikit pusing”jawab Mira langsung.


“Apa sebaiknya kita ke dokter saja,biar nanti Sherly yang akan antar kakak langsung”


“Tidak perlu,kakak hanya ingin duduk sebentar lagi”jawab Mira cepat.


“Kalau begitu kita ke toilet saja,kebetulan Bella dan Citra sedang berada di sana”ajak Sherly yang langsung di jawab dengan gelengan.


“Biar aku saja yang antar Mira pulang”ucap seseorang secara tiba-tiba.


Mendengar hal itu,Sherly dan Mira langsung menoleh.


“Dafa”ucap Sherly dan Mira secara bersamaan.


Mereka terlihat kaget dan tidak menyangka bisa melihat Dafa di hadapan mereka secara langsung.


“Kenapa kamu bisa ada di sini?,bukankah aku sudah melakukan apa yang kamu inginkan?”tanya Mira dengan nada yang terdengar tidak suka.


“Ada sesuatu hal yang ingin aku katakan secara langsung pada kamu”ungkap Dafa terdengar memohon.


“Tidak ada yang perlu di katakan!,aku sudah merelakan kamu.Jadi tolong jangan temui dan ganggu kami lagi,terlebih lagi aku mohon agar kamu jangan muncul di hadapanku!”jawab Mira sedikit tegas.


“Tapi ini penting...,untuk sekali ini saja,setelah kamu mendengar ini kamu bisa ambil keputusan dan aku juga nggak akan ganggu kamu lagi kalau memang kamu nggak ingin bertemu denganku lagi”ucap Dafa penuh harap di sertai nada yakinnya.


Melihat Mira yang tidak merespon,Sherly yang terlihat khawatir langsung menepuk bahu Mira pelan.


“Beri kak Dafa kesempatan kak,mungkin memang ada sesuatu yang ingin ia katakan”ucap Sherly pelan.


Mira pun hanya diam untuk beberapa saat seolah sedang berfikir.


“Baiklah,tapi kita antar kamu pulang lebih dulu”ucap Mira yang merasa khawatir pada Sherly.


“Tidak perlu,kebetulan dari tadi Fani telah memberi kabar kalau dia ada di depan restoran ini.Biar nanti aku pulang bareng fani”ungkap Sherly menjelaskan.Ia sempat menerima pesan dari Fani pada saat Bella dan Citra ke toilet.

__ADS_1


“Ya sudah”jawab Mira pasrah.


.....


Dan di sinilah Mira dan Dafa berada.


Mereka sedang berada di sebuah mobil milik Dafa,dengan Dafa yang mengendarainya secara langsung,sedangkan Mira yang terpaksa duduk di samping Dafa dan hanya bisa diam.


“Bagaimana kabar kamu?”tanya Dafa tiba-tiba.Ia mencoba untuk berbasa-basi agar lebih akrab.


Dan Mira hanya menatap acuh pada Dafa,seolah pertanyaan itu tidak penting baginya.


“Memangnya selama ini kamu peduli padaku?!”tanya Mira dengan sinis.Ia berkata setelah cukup lama hanya diam.


“Sekarang langsung ke intinya saja lah”lanjut Mira cepat.


Dafa hanya diam dengan sedikit melamun saat mendengar ucapan Mira itu.


“Jangan melamun!”Mira berkata dengan nada yang cukup tinggi,karena ia berusaha menyadarkan Dafa dari lamunannya itu.


“Kalau begitu aku parkirkan mobil lebih dulu”ucap Dafa yang langsung berhenti di sebuah parkiran.


Dafa langsung menghadap ke arah Mira,sedangkan Mira sedikit bergeser menjauh dari Dafa.


Melihat hal itu,Dafa pun hanya bisa menghela nafas panjang.


“Maafkan aku”ungkap Dafa penuh rasa bersalah.


Mira hanya diam dan menunggu Dafa untuk melanjutkan ucapannya itu.


“Aku tahu aku salah,dan mungkin kesalahan aku itu sangat sulit untuk kamu maafkan,tapi aku benar-benar meminta maaf”ucap Dafa lagi dengan nada yang terdengar memohon.


Flashback.


Pada saat itu,acara pernikahan Mira dan Dafa memang berjalan lancar.


Dengan Mira yang setiap hari berusaha melakukan yang terbaik untuk Dafa,dari mulai menyiapkan makanan,pakaian,dan kebutuhan lainnya Mira persiapkan dengan baik.


Mira melakukan semua itu sendiri,berharap dengan itu Dafa akan luluh.Karena semenjak pernikahan mereka Dafa sedikit lebih dingin padanya.


Hingga bulan berganti bulan,dan pernikahan mereka sudah mulai berjalan cukup lama.


Tiba-tiba berita buruk terjadi,Mira keguguran dan hari itu bertepatan dengan hari kepergian Sherly ke sebuah desa waktu itu.


“Ini semua salah kamu!,kenapa kamu nggak bisa sedikit aja peduli sama aku!.Padahal waktu itu kan aku udah bilang agar kamu antar aku ke dokter,tapi kenapa kamu menolak!”marah Mira pada Dafa.


“Aku kan sudah bilang kalau aku itu sibuk,apalagi perusahaan ayah aku itu sedang maju dan berkembang”jawab Dafa yang tidak ingin di salahkan.


“Tapi bukankah pekerjaan kantor kamu masih bisa di handle sama sekretaris atau asisten kamu”balas Mira yang merasa jika itu semua salah Dafa.


“Jangan mencoba untuk menyalahkan aku,salahkan saja diri kamu yang teledor hingga bisa terserempet motor.Lagi pula mungkin itu cara Tuhan agar kita sadar bahwa anak itu bukanlah anak yang di inginkan”ucap Dafa tanpa rasa bersalah.


“Apa maksud kamu?!!”teriak Mira tidak terima.


“Iya kamu pasti tahu sendiri.Mungkin bagi kamu itu adalah anak yang kamu inginkan,tapi bagi ku tidak!,karena apa yang aku lakukan untuk kamu itu semua nya dilakukan dengan terpaksa!!”ungkap Dafa diakhiri nada tingginya.


Mira yang mendengar itu hanya bisa diam,iya Mira tahu bahwa tanpa sepengetahuannya, ayahnya telah melakukan perjanjian dengan Dafa,dan isi perjanjian itu berisi tentang hal-hal yang sebenarnya tidak ingin Dafa lakukan.

__ADS_1


Contohnya Dafa harus bersikap layaknya seorang suami,dan itu Dafa lakukan hanya di depan Rey,dan sesuai keinginan Rey Dafa juga melakukan apa yang layaknya seorang suami lakukan.Itu semua Dafa lakukan karena Rey telah berjanji akan memberikan suntikan dana yang lebih besar lagi agar perusahaan ayahnya Dafa bisa semakin berkembang.


“Sekarang apa yang kamu inginkan?”ucap Mira tiba-tiba setelah keheningan berlalu cukup lama.


“Kita akhiri hubungan ini,karena aku ingin bercerai agar kita bisa hidup masing-masing”jawab Dafa tenang. menurutnya,setelah kematian Rey, pernjanjian itu telah berakhir.Lagipula perusahaan miliknya telah cukup berkembang,dan tidak akan ada masalah yang membuat perusahaan nya bangkrut,kecuali jika dia menyinggung Alex.


“Baik”jawab Mira cepat,ia langsung setuju dengan usulan dafa.Sontak hal itu membuat Dafa langsung menatap ke arah Mira dengan tatapan tidak percaya.


“Kamu yakin?”tanya Dafa sempat ragu untuk sejenak.


“Kenapa?,kamu nggak percaya?!.Aku tahu jika dulu aku bodoh karena cinta dan telalu terobsesi padamu,tapi sekarang kesabaran ku seakan sudah habis.Lagipula aku tidak bisa mempertahankan hubungan yang tidak sehat ini”jawab Mira sedikit tersenyum sinis.


Meski merasa tidak ingin bercerai dengan Dafa,tapi ia merasa jika ucapan ibunya benar.Karena Dewi sempat menasehati Mira jika pernikahan yang di paksakan tidak akan berakhir dengan baik.


“Oke,akan aku urus surat perceraian kita itu”ucap Dafa yang langsung keluar dari kamar tersebut.


Sedangkan Mira yang sedang bersender di kasur hanya diam dengan tangan terkepal,entah ia harus marah pada siapa.Pada saat itu ia juga pernah berfikir untuk memaafkan Sherly,tapi entah kenapa keadaan seakan memaksa ia untuk membenci Sherly,hingga Mira pun merasa ragu untuk meminta maaf pada Sherly secara langsung.


Setelah kejadian itu,Dafa dan Mira resmi bercerai,dan mereka tidak bertemu lagi karena Dafa langsung pindah keluar negeri.


Beberapa bulan kemudian.


“Kamu ini,harusnya kamu bersyukur memiliki istri seperti itu.Meski kamu harus terpaksa menikahinya,setidaknya dia sudah banyak berkorban untuk kamu”ucap seorang laki-laki yang merupakan sahabat Dafa.Saat itu Dafa sedang menceritakan kehidupannya kepada sahabat baiknya itu.


“Tidak penting kamu mencintai siapa,lagipula orang yang kamu cintai tidak mencintai kamu,jadi apa untungnya untuk kamu.Dan mungkin kamu memang kamu tidak di takdirkan dengan orang yang kamu cintai itu”lanjutnya lagi.


Mendengar hal itu,Dafa pun hanya bisa terdiam.Entah kenapa ia mulai terpengaruh oleh ucapan sahabatnya itu,hingga tanpa sadar ia mulai mengingat kenangan tentang Mira yang selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk nya,meski dalam kenangan itu ia sedikit cuek dan abai pada Mira.


Beberapa Bulan kembali berlalu dan Dafa yang semakin kepikiran akan ucapan sahabat baik itu langsung kembali ke negaranya untuk menemui Mira.Tapi sayang ia tidak bertemu dengan Mira karena Mira sempat di sekap oleh Adam dan keberadaannya pun tidak dapat di pastikan.


Walau begitu,karena menyesal dan merasa sangat bersalah pada Mira,dengan sekuat tenaga Dafa berusaha mencari Mira hingga akhirnya menemukan kabar bahwa Mira telah ditemukan,ia juga sempat sedih saat mendengar kabar tentang Dewi,tapi ia tidak bisa apa-apa.


Flashback end.


Dan akhirnya di sinilah Dafa,ia baru sekarang berani menemui Mira.Selama ini Dafa hanya diam-diam melihat Mira dan Sherly dari jarak jauh.


“Sekarang aku sadar jika cinta itu tidak bisa di paksakan,dan walaupun kamu waktu itu salah karena telah memaksa aku untuk menikah dengan kamu,tapi apa beda nya aku jika bersikeras untuk memiliki Sherly.Bukankah kita berdua tidak berbeda jauh”ucap Dafa lagi sambil tersenyum mengejek pada dirinya sendiri.Seakan ia sadar jika dirinya adalah laki-laki yang tidak tahu malu dan pengecut.


“Iya,mungkin jika kamu memang merasa bersalah,justru aku akan merasa lebih bersalah dalam hal ini,karena di sini aku yang salah karena telah memaksa kamu untuk menikah denganku,padahal jelas-jelas aku tahu jika kamu tidak pernah cinta padaku sama sekali”ungkap Mira mengakui kebodohannya dulu.


“Tapi sudahlah,itu semua sudah berlalu,lagipula sekarang aku sedang berusaha untuk melupakan kamu dan kembali menata hidupku lagi”lanjut Mira.


“Padahal aku ingin kamu memberi aku kesempatan.Meski ini terdengar memalukan karena aku seperti orang yang tidak punya rasa malu,tapi aku akan berusaha untuk mencoba mencintai kamu”ucap Dafa dengan nada sungguh-sungguh.


Mira hanya diam dengan pandangan rumit yang menatap ke arah Dafa.


“Kamu yakin?”tanya Mira tidak percaya dengan ucapan Dafa itu.


“Ya akan aku lakukan segala cara agar kamu bisa memaafkan aku,dan aku akan memperlakukan kamu lebih baik lagi”ucap Dafa dengan nada yang terdengar berjanji.


“Itu sih tergantung ketulusan kamu.Dan kalau kamu memang benar-benar tulus,maka akan aku coba pertimbangkan lagi”jawab Mira cuek.Sebenernya Mira telah berusaha melupakan Dafa,tapi itu sangat sulit baginya.Dan meskipun Dafa ingin kembali padanya,Mira tidak akan menerima Dafa dengan mudah karena ia ingin melihat seberapa tulusnya Dafa padanya.


“Terima kasih”ucap Dafa terdengar semangat,ia merasa senang sekaligus terharu.


Meski belum bisa mencintai Mira,tapi selama ini Dafa tanpa sadar telah menyayangi Mira,walau itu bukan cinta karena itu hanya disebabkan rasa bersalah sekaligus terima kasih.Tapi meski begitu Dafa sudah bertekad untuk berusaha mencintai Mira secara tulus.


*****

__ADS_1


khusus part ini tentang Mira dan Dafa


__ADS_2