
“Tapi nona,kenapa anda membeli jas berwarna hitam,juga kemeja berwarna putih,kenapa bukan warna yang lain?”tanya Fani sopan dengan nada heran miliknya.
“Karena Alex sangat menyukai warna kemeja dan jas yang aku beli,itu merupakan warna kesukaannya”jawab Sherly tenang.
Fani yang mendengar itu,ia pun hanya diam,memang benar apa yang Sherly katakan,karena kebanyakan kemeja berwarna putih dan jas berwarna hitam,itu sering di pakai saat Alex ke kantor.
Diam-diam Fani sedikit tersenyum kecil karena mengetahui jika Sherly mulai memperhatikan Alex,hingga mengetahui warna kesukaan pakaian yang sering Alex pakai saat kerja.
Ini sebuah kemajuan,begitu mungkin yang ada di pikiran Fani,karena biasanya Alex yang akan memberi perhatian lebih pada Sherly.
Sementara Fani dan Sherly sedang di cafe.
Kini di tempat lain sosok seseorang yang memakai pakaian layaknya mata-mata itu,ia masih berada di luar mal,seolah sedang menunggu Sherly keluar.
“Kapan dia keluar?,kenapa lama sekali?”ucap mata-mata itu dengan nada kesalnya.
Puk puk
Di saat mata-mata itu sedikit lengah,rupanya Bagas yang merasa mata-mata itu terlihat mencurigakan saat menatap ke arah Sherly dan Fani tadi,ia pun langsung menghampiri mata-mata itu setelah lumayan lama memperhatikan mata-mata itu dari kejauhan.
“Siapa kamu”tanya Bagas saat sudah menepuk pundak mata-mata itu dua kali
Sontak sang mata-mata itu langsung berbalik,ia menepis tangan Bagas dari pundaknya dan mundur beberapa langkah.
__ADS_1
‘Sial!’batin mata-mata itu seakan mengutuk saat ada seorang yang tahu keberadaannya.
“Aku tanya sekali lagi,siapa kamu?,kenapa aku lihat kamu dari tadi hanya diam di balik pohon sambil menatap ke arah mal?,apakah kamu menunggu kedatangan seseorang?
”tanya Bagas dengan nada tenang miliknya.
Sepertinya Bagas merasa tidak boleh gegabah dan menuduh tanpa bukti,karena ia belum tahu apa tujuan orang yang ada dihadapannya ini.
Sang mata-mata yang mendengar itu,ia tidak menjawab dan memilih untuk lari,tapi sebelum itu,Bagas yang sadar jika mata-mata itu akan kabur,ia pun langsung mengulurkan kaki panjangnya hingga sang mata-mata itu terjatuh.
“Ah”teriak mata-mata itu kesakitan,suaranya terdengar seperti seorang perempuan.
“Rupanya dia perempuan”gumam Bagas saat mendengar teriakan mata-mata itu.
Bagas berniat membuka makser itu,karena ia ingin tahu bagaimana wajah mata-mata perempuan itu.
Tapi saat Bagas mulai mendekat,ia langsung di tendang oleh kaki sang mata-mata hingga mundur beberapa langkah.
“Sialan”rutuk Bagas sambil menahan sakit diperutnya.
Dan tanpa menunggu lama sang mata-mata langsung bangkit dan berlari menjauh dari Bagas karena ia tahu bagas itu bukan lawannya.
“Sial,kenapa dia bisa kabur sih”ucap Bagas seakan menyalahkan dirinya sendiri.
__ADS_1
“Kamu kenapa Bagas?”tanya Sherly yang sudah keluar dari mal.
Sherly yang awalnya bingung saat keluar dari mal dan melihat Bagas sedikit berjongkok di dekat pohon besar seolah kesakitan itu,ia pun langsung menghampiri Bagas
“Nyonya anda sudah selesai berbelanja?”
tanya Bagas sambil menatap Sherly.
“Iya aku sudah selesai belanja,tapi aku heran kenapa kamu bisa ada di sini”ucap Sherly yang terdengar penasaran.
“Tadi saya lihat ada seseorang yang berpakaian seperti mata-mata di balik pohon,dan karena saya curiga saya langsung menghampiri nya”ucap Bagas memberitahu.
“Mata-mata?”tanya Sherly bingung.
“Sepertinya dia sedang memperhatikan anda nyonya”ucap Bagas jujur,ia mengatakan itu agar Sherly waspada akan kejahatan yang bisa saja terjadi di sekitarnya.
Bagas pun mengambil topi si mata-mata yang terjatuh di tanah“Tapi anda tenang saja nyonya,karena saya akan melaporkan hal ini pada tuan Alex,dan saya juga akan memperketat pengawasan saya pada anda nyonya”ucap Bagas dengan nada yakin seolah akan melindungi Sherly dengan lebih bersungguh-sungguh dan waspada.
*****
Maaf bila ada salah kata.
mohon dukungannya.
__ADS_1