ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 131


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat,dan hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh Sherly.


Yaitu hari kelulusan Sherly.


Dan saat ini Sherly yang telah keluar dari mobil yang di kemudikan oleh Fani itu,ia pun hanya diam saat melihat mobil Fani yang telah menjauh dan hilang.


“Huhh,sepertinya Fani sedang terburu-buru,mungkin memang ada beberapa masalah yang harus ia urus”ucap Sherly setelah menghembuskan nafas panjangnya.


"Triling triling triling"bunyi handphone milik Sherly.


Sontak Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung mengambil handphonenya itu.


“Lexi”ucap Sherly saat tahu siapa yang meneleponnya.


“Hallo”ucap Sherly saat mengangkat sambungan telepon itu.


“Hallo apa kabar?”ucap Alex yang berniat berbasa-basi,meski terdengar kaku di telinga Sherly.


“Hi..hi..”sherly terkekeh pelan tanpa sadar.


“Kenapa?”tanya Alex saat ia mendengar Sherly terkekeh.


“Eh”ucap Sherly yang langsung menghentikan kekehannya itu,karena terkejut dengan pertanyaan Alex.


“Enggak,aku cuman merasa sedikit lucu aja,bukannya kamu tadi mencoba untuk berbasa-basi denganku,tapi kok terdengar kaku gitu sih”ucap Sherly dengan nada sedikit meledek,ia berniat untuk menjahili Alex.


Sedangkan Alex yang mendengar itu,ia hanya diam tanpa tahu harus berkata apa.


“Oh iya,kenapa kamu telepon aku?”tanya Sherly mengalihkan topik,saat Alex tadi hanya diam tanpa menjawab ucapan nya tadi.


“Aku tahu kamu hari ini sedang merayakan acara kelulusan,dan aku ingin mengucapkan selamat atas kelulusan kamu itu”jawab Alex menerangkan.


“Selamat atas kelulusan kamu Sherly”ucap Alex lagi dengan nada tulus dan terdengar lembut di telinga Sherly.

__ADS_1


Sherly yang mendengar itu,ia sedikit merasa terharu akan hal itu


“Iya terima kasih sudah mengucapkan itu,aku merasa senang hanya mendengar ucapan selamat dari kamu walaupun itu melalui telepon”ucap Sherly yang tiba-tiba berani mengungkapkan isi hatinya itu.


Sherly seolah tak bisa menahan rasa senangnya itu,walau ia hanya mendengar ucapan selamat itu dari telepon,tapi itu sudah cukup baginya.


Dan setidaknya Sherly tahu,meski Alex sangat sibuk,tapi dia tetap ingat pada dirinya.


“Maaf karena aku tidak bisa menyelesaikan pekerjaan ini sekarang,maaf juga karena aku tidak bisa menghadiri acara itu,tapi aku akan berusaha untuk mengerjakan pekerjaan ini secepat yang aku bisa,dan langsung menemui mu”ucap Alex dengan nada yang mengandung sedikit rasa bersalah,karena ia tidak bisa menyelesaikan pekerjaan itu sekarang,dan tidak bisa hadir di acara kelulusan Sherly.


“Iya tidak masalah,oh sepertinya acaranya sebentar lagi akan mulai,jadi maaf mungkin aku harus mematikan sambungan telepon ini dulu,nanti bisa kita lanjutkan lagi”ucap Sherly seolah meminta persetujuan dari Alex.


“Oke,jaga dirimu baik-baik”ucap Alex yang langsung setuju,setelah itu,Alex pun mematikan sambungan telepon itu secara bersamaan dengan Sherly.


Dan saat Sherly telah selesai berbicara dengan Alex tadi,tiba-tiba saat Sherly hendak melangkah,ia yang melihat kedua sahabatnya itu,tanpa menunggu lama ia pun langsung mendekati kedua sahabatnya itu.


“Hey,kalian berdua baru datang?”ucap Sherly di saat ia telah berada tepat di samping Citra.


“Iya kami baru datang,ya sudah yuk kita langsung masuk aja!”jawab Bella ikut menimpali ucapan Sherly.


Sementara saat ini Alex yang telah berada di perusahaannya itu,ia baru saja selesai menelepon Sherly.


“Huhhf”terdengar helaan nafas panjang yang keluar dari mulut Alex.


“Anda kenapa tuan?,apa ada sesuatu yang anda perlukan,atau apa?”tanya Doni saat melihat wajah tak nyaman dari tuannya itu.


Sontak Alex yang mendengar pertanyaan dari Doni itu,ia pun langsung menoleh dan menatap kearah Doni.


“Tidak perlu”jawab Alex langsung.


Doni yang mendengar itu,ia pun hanya diam,dan mulai mengerjakan pekerjaannya yang harus ia urus.


Sedangkan Alex yang terlihat tidak fokus dalam mengerjakan pekerjaannya itu,ia hanya terdiam dengan sedikit termenung.

__ADS_1


Entah kenapa Alex selalu merasa tak tenang dan gelisah,di dalam pikirannya seolah hanya Sherly yang saat ini ia pikirkan.


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat.


Malam harinya.


Saat ini di tempat lain,Rendi yang kini sedang mengerjakan dokumen yang harus ia urus itu,tiba-tiba perhatiannya teralihkan saat ia mendengar sebuah suara yang memanggilnya.


“Tuan”panggil seorang laki-laki.


Sontak Rendi yang mendengar itu,ia pun langsung menatap kearah laki-laki itu.


“Iya ada apa?,apa kamu sudah menyelesaikan tugas yang saya berikan?”tanya Rendi yang menatap kearah orang itu.


Reon nama orang yang ada dihadapan Rendi saat ini.


“Sudah tuan,saya sudah berhasil menculik orang yang bernama Sherly itu”ucap Reon berkata dengan nada tenang miliknya.


“Bagus,aku tidak menyangka jika kamu dapat menyelesaikan masalah ini dengan cepat”ucap Rendi sambil tersenyum bangga kepada salah satu anak buahnya itu.


“Iya tuan,jika anda senang,maka saya juga ikut senang”ucap Reon ikut tersenyum.


“Dan dimana dia sekarang?”tanya Rendi langsung.


“Dia..dia ada di tempat yang sudah saya persiapkan tuan”ucap Reon sedikit terbata-bata.


Sontak Rendi yang mendengar itu,ia langsung memandang sedikit curiga kepada Reon.


“Kalau anda tidak percaya,maka saya akan langsung mengantar anda ke tempat yang telah saya persiapkan itu”ucap Reon dengan yakin,dan wajah yang terlihat sangat tenang.


Rendi yang melihat itu,tiba-tiba kecurigaannya itu lenyap seketika.


“Tidak usah,kamu tinggal katakan saja di mana tempatnya itu,nanti saya akan datang sendiri ke sana,dan upah yang telah saya janjikan ke kamu,telah saya transfer”ucap Rendi yang langsung percaya kepada Reon,karena Reon adalah salah satu anak buah kepercayaannya.

__ADS_1


“Terima kasih tuan,kalau begitu saya pergi dulu”pamit Reon.


Setelah itu,Reon pun berjalan pergi meninggalkan ruangan Rendi.


__ADS_2