
Sementara saat ini di sisi lain.
Terdapat seorang wanita yang memakai pakaian ketat dan seksi,ia sedang berjalan masuk ke dalam mansionya itu.
Orang yang memakai pakaian ketat dan seksi itu adalah Amel,ia kini telah memasuki mansion tempat ia tinggal.
Dan pada saat Amel telah cukup lama berjalan,akhirnya Amel sampai di depan kamarnya,ia pun masuk ke dalam kamarnya itu.
Setelah masuk Amel langsung menutup pintu,dan menguncinya.
“Sial! sial!! sial!!!,kenapa sih rencana yang telah aku susun dengan susah payah gagal begitu aja,apalagi orang yang menggagalkan rencana ku itu adalah anak kecil”ucap Amel sambil berteriak karena merasa sangat marah.
Setelah itu,Amel pun langsung duduk di kasurnya itu dengan kasar,ia juga melempar tas yang ia bawa dengan sembarangan.
“Ahhh"teriak Amel marah,sambil menjambak rambutnya sendiri dengan kasar.
“Hancurkan semua rencana yang telah aku impikan,dan itu semua hanya karena anak kecil itu,awas saja jika sampai aku melihat dia aku akan membuatnya menderita atas kesalahannya ini padaku,meski pun anak itu melakukannya dengan tidak sengaja,aku juga tidak peduli,karena aku akan tetap membalas dendam pada anak itu”ucap Amel dengan marah.
Amel diam untuk beberapa saat,ia terlihat sedang mengepalkan tangannya itu,wajahnya terlihat mengeras karena marah.
Tiba-tiba Amel bangkit dari kasurnya,ia berjalan menuju cermin rias yang ada di kamarnya itu.
“Apa sih yang kurang dari diriku sehingga Alex langsung menolak perasaanku ini pada saat itu”ucap Amel sambil menatap ke arah cermin yang ada dihadapannya.
Amel benar-benar sangat marah saat Alex langsung menolaknya waktu itu,tapi meski begitu Amel berusaha untuk tetap berfikir jernih,agar dirinya bisa mendapatkan Alex dengan mudah.
" Tok tok tok " pintu kamar Amel tiba-tiba di ketuk dari arah luar.
Sontak Amel yang mendengar itu,ia pun langsung berbalik dan menatap ke arah pintu yang di ketuk.
“Siapa?”tanya Amel dengan nada yang terdengar sedang marah.
“Saya Remon nona,saya ke sini atas perintah tuan Rendi,beliau ingin bertemu dengan anda”ucap Remon dari arah luar kamar Amel.
Amel yang mendengar itu,ia pun menarik nafas panjang untuk sejenak,setelah itu Amel pun berjalan menuju pintu kamarnya.
Setelah sampai Amel langsung membuka pintu kamar nya itu.
__ADS_1
“Memangnya ayah ada di mana?”tanya Amel pada Remon.
“Mari ikuti saya nona”ucap Remon tanpa menjawab ucapan Amel
Kemudian mereka berdua pun berjalan meninggalkan kamar Amel,dengan Remon yang berjalan di depan seolah sedang menuntun Amel menuju suatu tempat.
Setelah lama berjalan akhirnya mereka sampai di depan sebuah ruangan.
Remon pun mengetuk pintu tersebut.
" Tok tok tok "
“Tuan,saya datang bersama dengan nona Amel”ucap Remon saat ia telah mengetuk pintu tersebut.
“Masuk!”jawab Rendi dari dalam.
Setelah mendengar izin dari tuannya itu,Remon pun langsung membuka pintunya dan ia pun mempersilahkan Amel masuk.
Setelah Amel masuk,Remon pun langsung menutup pintu itu.
“Bagaimana?,apakah rencana yang kamu buat berhasil?,atau kamu sudah memanfaat kan barang pemberian ayah demi melancarkan rencana kamu itu?”tanya Rendi sambil menatap Amel yang hanya diam.
“Tapi apa?”tanya Rendi penasaran.
“Tapi rencana itu gagal ayah”ucap Amel sedikit takut.
“Bodoh!”maki Rendi sambil bangkit dari duduknya.
“Sebenarnya kamu bisa tidak sih melakukan sesuatu yang berguna,kenapa rencana kamu bisa gagal,dasar tidak berguna!”ucap Rendi sambil mengebrak meja yang ada di hadapannya itu.
“Ayah,kalau memang ayah anggap Amel tidak berguna,kenapa tidak ayah suruh anak buah ayah untuk melakukan rencana ayah itu?!”ucap Amel sambil berteriak marah.
“Oh ternyata sudah waktunya untuk menghukum kamu ya?!”ucap Rendi dengan nada mengancam.
“Jangan ayah!,tolong beri Amel satu kesempatan lagi,Amel akan berusaha untuk melakukan rencana yang lebih baik lagi,tapi ayah bolehkan Amel minta sesuatu,Amel ingin agar ayah tidak melukai Alex,dan Amel akan melakukan apapun sesuai keinginan ayah,asal ayah tidak menyakiti Alex”ucap Amel dengan nada memohon.
“Beraninya kamu meminta sesuatu yang tidak mungkin untuk saya lakukan”ucap Rendi marah.
__ADS_1
”Ayah,apakah ayah tidak pernah sayang pada Amel,kenapa ayah hanya menjadikan Amel sebuah alat,Amel hanya ingin agar ayah mengabulkan permintaan Amel yang satu ini saja,kenapa tidak bisa yah?”ucap Amel dengan nada lemah.
Sontak Rendi yang mendengar itu,ia pun langsung berjalan ke arah Amel dengan langkah cepat.
" Plakk " Rendi menampar Amel dengan keras.
“Tamparan ini adalah untuk menyadarkan kamu,karena kamu tidak berhak meminta apapun dari saya,jadi kamu hanya bisa menuruti semua yang saya katakan itu saja,dan ingat jangan pernah membantah perintah saya”ucap Rendi dengan nada meninggi.
Amel hanya diam saat mendapatkan tamparan itu,ia diam dengan kedua tangan yang mengepal dengan sangat erat.
“Dengar baik-baik Amel,saya tahu kamu mencintai Alex,tapi saya merasa tidak masalah untuk hal itu,tapi ingat untuk tidak berfikir bahwa kamu akan hidup bahagia dengan Alex,karena saya nggak aka biarkan hal itu terjadi”ucap Rendi dengan nada penuh ancaman.
‘Jadi ayah tahu jika aku mencintai Alex,tapi kenapa ayah nggak ingin untuk melepaskan Alex demi diriku,apakah aku tidak berarti apa-apa di mata ayah’.batin Amel dengan tangan yang mengepal semakin erat,seolah ia tengah menahan amarah yang memuncak.
“Sekarang kamu bisa pergi,ayah akan kasih kamu satu kesempatan lagi,tapi jika sampai gagal,maka jangan salahkan ayah jika ayah akan menghukum kamu dengan cara yang keji”ancam Rendi.
Amel yang mendengar itu,ia pun langsung berbalik,dan berjalan menuju pintu.
Setelah sampai Amel pun langsung membuka pintu tersebut.
Dan betapa kagetnya Amel saat ia melihat siapa yang sedang berdiri di hadapannya itu.
“Hai kita ketemu lagi cantik”ucap suara laki-laki yang berdiri di hadapan Amel,yang ternyata adalah Mark.
Amel yang mendengar itu,ia pun berusaha mengabaikan Mark.
Dan pada saat Amel hendak berjalan pergi melewati Mark,tapi sebelum itu,tangannya di tahan oleh Mark.
“Jangan jutek gitu dong,suatu saat nanti kamu pasti aka menjadi milikku”ucap Mark dengan dingin.
Amel yang mendengar itu,ia pun langsung menarik tangannya dari genggaman Mark dengan kasar,setelah itu,ia pun berjalan pergi meninggalkan ruangan tersebut
******
Maaf baru bisa up sekarang,maaf juga up nya nggak menentu,karena author punya kesibukan sendiri.
Tapi hari ini author akan up 6 bab,jadi mohon bersabar untuk menunggu nya,karena setiap bab yang akan di update berjarak 1 menit
__ADS_1
Mohon dukungannya😁.