
Saat itu.
Alex yang mendapat kabar dari Fani jika Sherly tiba-tiba menghilang,ia tiba-tiba merasa panik dan khawatir.
Selama ini Alex memang sedikit melonggarkan pengawasan nya,karena ia berfikir jika Sherly akan baik-baik saja,tapi nyatanya masih ada orang yang berani menculik Sherly di saat dirinya sedang lengah.
“Sialan!!”marah Alex sambil memukul meja di depannya.
“Tuan,ini kesalahan saya,saya akan terima jika anda akan menghukum saya”ungkap Fani merasa menyesal.Seandainya ia tahu jika hanya dirinya yang menemani,maka ia tak akan meninggalkan Sherly meski Sherly memintanya.
Alex yang mendengar hal itu,ia hanya diam dengan tangan yang memijat kepalanya.
“Biar saya yang akan menghukum adik saya”ucap Doni menawarkan.Meski ia sangat menyayangi Fani,tapi ia akan tetap menghukum adiknya jika ia teledor dalam mengerjakan tugasnya.
Lagipula selama menjalankan hukuman,pasti Doni akan menanggung hukuman lebih dari setengah hukuman yang di jalanan kan Fani.Itu semua Doni lakukan untuk mengurangi hukuman yang di jalankan Fani.
“Tidak perlu,lebih baik kamu cari tahu di mana letak Sherly berada”ucap Alex dengan nada yang terdengar seperti perintah bagi Doni.
“Baik”Jawab Doni patuh dan langsung melaksanakan apa yang di minta Alex.
“Kalau begitu saya yang akan mengurus sisanya”ucap Fani saat melihat Doni telah keluar dari ruangan itu.
“Ya”jawab Alex datar.
Setelah kepergian Fani,Alex hanya diam dengan wajah yang terlihat berfikir.
“Siapa orang yang telah menculik Sherly?”tanya Alex pada dirinya sendiri,ia berfikir siapa yang mungkin menculik Sherly.
“Atau jangan-jangan..”ucap Alex tiba-tiba,ia teringat akan kecurigaan Sherly pada Adam.
.....
Beberapa hari telah berlalu,tapi keberadaan Sherly belum juga di temukan.
Alex yang mengetahui hal itu,ia merasa sangat khawatir dan bingung.Sebenarnya apa yang di inginkan oleh penculik itu,kenapa ia belum juga mendapatkan kabar.Padahal jika penculik itu mengincar uang dari Alex,maka orang itu akan langsung meminta tebusan pada Alex.
“Tuan”panggil Doni pada Alex.
“Bagaimana?,apakah kamu sudah mendapat kabar tentang keberadaan Sherly?”tanya Alex langsung.
“Maaf kan saya tuan,saya belum juga mendapat kabar tentang keberadaan nyonya”ungkap doni merasa bersalah.Ia tidak menyangka jika penculik itu sangat licik,sehingga sulit untuk di lacak.
Alex yang mendengar itu hanya diam dengan tangan memijat pelipisnya,Alex sangat bingung,ia hampir merasa putus asa karena tidak menemukan Sherly.
“Tuan”panggil Fani tiba-tiba.
Alex yang mendengar hal itu hanya diam dengan menatap Fani seolah bertanya.
“Saya tiba-tiba mendapat lokasi tentang keberadaan nyonya,tapi untuk lebih memastikan,lebih baik kita segera ke sana”ungkap Fani dengan nada menjelaskan.
Tanpa menunggu lama,Alex yang mendengar itu,ia langsung bangkit dan berjalan keluar dengan langkah lebarnya.
“Cepat siapkan semuanya,jangan sampai kita gagal dalam menyelamatkan Sherly”ucap Alex pada Doni dan Fani yang berjalan di belakang nya.
“Baik tuan”jawab Fani dan Doni patuh.
__ADS_1
.....
Sementara itu,kini di tempat Sherly.
Clarisa yang dari tadi hanya diam,dengan tatapan mata yang tajam yang ia layangkan pada Sherly.
“Apa kamu baik-baik saja?”tanya Clarisa yang bukan bermaksud baik pada Sherly.
“Peduli apa kamu padaku”jawab Sherly sarkas.
Selama ini,Sherly di tempat kan di sebuah ruangan tertutup.Ia hanya di ikat kedua kaki dan tangannya,sedangkan mulutnya,tidak di sumpal sama sekali,karena adam tahu jika pun Sherly berteriak,tidak ada orang yang akan mendengarnya,karena ruangan itu sangat tertutup dan sepi.
“Apakah selama ini kamu tidak merasa kesakitan?,seperti sakit perut?,atau sakit kepala?,atau keram?”ucap Clarisa yang tidak peduli dengan sikap sinis Sherly,karena ia terus bertanya dan melayangkan banyaknya pertanyaan.
Sherly hanya menatap Clarisa dengan tatapan heran.Tapi meski begitu ia hanya diam dengan dengan sikap yang terkesan cuek.
“Aku ini sedang bertanya dengan kamu?!!,tapi kenapa kamu hanya diam?!!!”ucap Clarisa marah karena pertanyaan nya diabaikan begitu saja oleh Sherly.
“Sudahlah Clarisa,kenapa kamu marah pada Sherly?,ada apa?”ucap Adam yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan itu.
“Ayah”ucap Clarisa sedikit terkejut dengan kedatangan ayahnya itu.
“Iya kenapa?”tanya Adam,ia kira Clarisa sedang memanggilnya.
“Ah tidak.Kalau begitu Clarisa pamit dulu”ucap Clarisa berusaha mengelak.
Setelah kepergian Clarisa.Adam hanya diam dengan tatapan rumit yang ia layangkan pada Sherly.
“Apa tujuan kamu menculik saya!?”tanya Sherly dengan nada tak bersahabat.
“Tenang saja,aku tidak bermaksud jahat”ucap Adam dengan senyum misterius.
Hal itu membuat Adam menatap nya tak suka,tapi meski begitu,ia kembali bersikap tenang.
“Apa kamu tahu kalau selama ini Alex sedang mencari keberadaan kamu?”tanya Adam yang mencoba mengalihkan topik.Ia sengaja membuat Sherly kesal dan marah.
“Apa tujuan kamu menculik saya?!,kamu ingin uang dari saya?,saya tidak sekaya itu!.Lagipula jika kamu berniat meminta tebusan dari Alex,kenapa kamu tidak langsung memintanya”ucap Sherly dengan nada sedikit frustasi.Bukankah jika Adam hanya ingin meminta tebusan dari Alex,ia bisa langsung menghubungi Alex.Tapi kenapa orang itu tidak berniat menghubungi Alex sama sekali.
“Saat ini aku hanya akan membuat Alex merasa frustasi dan putus asa.Lalu setelah itu,aku akan menjalankan tujuanku.Karena di saat dia tidak memiliki pilihan,ia pasti akan setuju dengan keinginan ku”ucap Adam di sertai senyum misterius miliknya.
.....
Di tempat Alex saat ini.
Alex kini telah berada di lokasi yang di beritahukan oleh Fani.Ia dan Doni sedang melangkah memasuki gedung tua yang terbengkalai.Lokasi gedung itu sesuai dengan yang di sebutkan oleh Fani.
Saat sampai,Doni langsung menggebrak pintu yang tertutup rapat.
"Brakkkk"
Pintu terbuka dan menampakkan seorang wanita yang sedang di ikat kedua tangan dan kakinya.
“Amel”ucap Alex datar dengan ekspresi yang terlihat terkejut.
Rupanya lokasi yang Fani sebutkan itu,adalah tipuan dari orang yang menculik Sherly.Karena lokasi itu bukan tempat Sherly di culik,melainkan tempat Amel di sekap.
__ADS_1
“Tuan,sepertinya penculik itu berniat menipu kita”ucap doni yang hanya mendapat tatapan mengerti dari Alex
“Lebih baik kita kembali tuan,kita harus mencari lokasi nyonya Sebenarnya”ucap Doni lagi.
Alex yang mendengar hal itu,ia hanya diam dengan mata yang menatap ke arah Amel.
Alex sedang memperhatikan Amel yang terlihat ketakutan,dengan kedua kaki dan tangan yang gemetaran.Banyak keringat yang keluar dari dahinya.
Meskipun mulut Amel tidak di bekap,tapi ia tidak mengatakan apa-apa,seolah ia sedang merasa ketakutan.
“Apa yang telah terjadi?”tanya Alex pada Amel dengan nada datarnya.Dan Amel hanya diam seolah tak mendengar ucapan Alex.
“Kenapa kamu bisa ada di sini?”tanya Alex lagi,dan Amel tetap diam.
“Apakah kamu tuli?,atau tidak bisa bicara?,kenapa setiap di tanya hanya diam!”ucap Alex dengan nada yang terdengar mulai marah.
“Tuan,sepertinya nona Amel mengalami trauma hingga tak berani bicara.Lebih baik kita kembali,nanti akan saya kabarin anak buah saya untuk membebaskan nona Amel”ajak Doni yang langsung diangguki oleh Alex.
Saat Alex hendak keluar,tiba-tiba suara Amel berhasil menghentikan langkah Alex.
“Tu..tunggu...”ucap Amel dengan nada yang terbata-bata.
Sontak Alex pun langsung menatap ke arah Amel.
.....
Keesokan harinya.
Terlihat Sherly yang sedang berlari bersama dengan ibu dan kakaknya.Mereka bertiga sedang di kejar-kejar
oleh anak buah Adam.
Dewi baru saja membebaskan Sherly dari tempat ia di sekap.Karena saat Dewi tahu tempat Sherly di sekap,ia langsung membebaskan Sherly saat suasana nya sedang sepi.Tapi sayang sebelum mereka keluar lebih jauh,anak buah Adam telah mengejar mereka dari belakang.
“Kak,sebenarnya apa yang telah terjadi?,kenapa kalian bisa di culik?”tanya Sherly sambil terus berlari.
“Maafkan aku sher,sebenarnya aku sengaja meminta kamu untuk bekerja di perusahaan ayah,karena itu permintaan dari orang yang menculik kita tadi.Entah apa tujuan dia,tapi yang jelas dia hanya menyuruh aku untuk melakukan itu,karena dengan begitu dia baru bisa melepaskan ibu dan aku.Aku tahu aku salah,tapi meski begitu aku juga tahu kamu nggak akan biarin kami tersiksa begitu saja”ucap Mira menjelaskan,ia juga berusaha untuk lari sekencang mungkin agar bisa menyamai langkahnya dengan langkah Sherly.
Dan tujuan Adam memerintahkan Mira untuk melakukan itu,karena ia ingin membuat hubungan Sherly dan Alex renggang,tapi sayangnya hal itu tidak berhasil.
Tiba-tiba Dewi,ibu dari Sherly.Ia yang melihat ada seorang bawahan Adam yang bembawa senjata,yaitu pistol.
Pistol itu di arahkan langsung ke arah Mira dan Sherly secara bergantian,melihat hal itu ia panik,dan bersiap untuk berteriak.
“Awas di belakang kalian!!!”teriak Dewi kencang hingga ia tak sadar jika ada mobil dari arah samping.
"Srettt"Dengan gerakan refleks,mereka berdua pun menghindar
Tapi di saat mereka berhasil menghindar,Mira dan Sherly panik saat melihat mobil ugal-ugalan berjalan ke arah Dewi.
Brukkkk
Terdengar suara yang memekakkan telinga.
“Ibu”Teriak Sherly dan Mira bersamaan.
__ADS_1
*****
Maaf baru bisa up.