ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 114


__ADS_3

Dan saat ini Sherly telah memasuki mansion.


Tiba-tiba saat Sherly sedang berjalan menuju tangga,Rani yang ikut berjalan di belakangnya itu memanggil namanya.


“Nyonya”panggil Rani.


Sontak Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menghentikan langkahnya,dan menghadap ke belakang.


“Ada apa?”tanya Sherly sambil menatap kearah Rani.


“Tuan sedang berada di ruang makan,dan ia menunggu anda untuk makan bersama”ucap Rani memberi tahu.


“Oh kalau begitu kamu bilang padanya untuk makan terlebih dahulu,soalnya saya akan mandi dulu,dan mungkin itu butuh waktu lama”ucap Sherly panjang lebar.


“Baik”jawab Rani langsung.


Setelah itu,Rani pun berjalan menuju ruang makan.


Dan diruang makan,Alex yang telah kembali dari perusahaannya itu,ia sedang menatap kearah layar ponselnya.


Tapi karena pendengarannya sangat tajam,Alex pun akhirnya sadar akan kehadiran Rani.


“Bagaimana?”tanya Alex langsung saat ia melihat kedatangan Rani.


Rani yang seolah tahu maksud dari perkataan tuanya itu,ia pun langsung menjawab.


“Nyonya sedang bersih-bersih tuan”jawab Rani langsung.


Alex yang mendengar Rani mengatakan kata 'bersih-bersih' ia pun langsung marah mendengar hal itu.


“Bersih-bersih kamu bilang?,bukannya itu tugas kamu,kenapa Lili harus bersih-bersih?!”ucap Alex dengan nada marah.


Rani yang mendengar itu,ia pun langsung terkejut akan nada bicara Alex yang tinggi.


Tapi setelah ia sadar jika tuannya salah paham akan maksudnya itu,ia pun langsung bicara kembali.


“Maksud saya nyonya sedang mandi,karena mungkin dia merasa gerah jadi ia mandi terlebih dahulu agar lebih nyaman”jawab Rani menjelaskan.


Rani tahu jika tuanya pikir Sherly sedang bersih-bersih dalam kata lain yang artinya sedang membersihkan kamar atau membersihkan tempat yang harus di bersihkan.


“Oh begitu,kenapa tidak kamu jelaskan dari tadi”ucap Alex,seolah Rani yang bersalah dalam hal ini.


Dan Rani yang mendengar itu,ia pun hanya diam tidak berani berkata lain


Sedangkan Alex yang melihat Rani hanya diam,ia pun langsung menatap kearah layar ponselnya itu.


Dan saat suasana menjadi hening untuk beberapa saat,tiba-tiba Rani sadar akan maksud kedatangannya itu,ia pun akhirnya buka suara lagi.

__ADS_1


“Tuan”panggil Rani.


“Hmmm”jawab Alex dengan deheman tanpa menatap kearah Rani.


Alex terlihat sangat fokus menatap kearah ponselnya itu,tapi meski begitu telinganya sedang fokus mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Rani.


“Nyonya berkata agar anda makan terlebih dulu,karena mungkin ia akan membutuhkan waktu lama di saat mandi”ucap Rani menjelaskan.


Alex yang mendengar itu,ia pun langsung angkat suara.


“Tidak usah,aku akan menunggu Lili datang,jadi sekarang kamu bisa pergi”ucap Alex,seolah memberi perintah untuk pergi kepada Rani.


“Baik tuan”jawab Rani langsung.


Setelah itu,Rani pun pergi meninggalkan Alex.


Sedangkan Alex hanya diam dengan mata tetap fokus menatap kearah layar ponsel sambil menunggu kedatangan Sherly.


Tak lama setelah itu,Alex mendengar suara langkah kaki yang mendekat kearahnya.


“Srek”terdengar bunyi langkah kaki yang terdengar sangat pelan.


Alex yang tahu jika itu Sherly,ia pun langsung menatap kearah asal suara itu.


Dan benar ternyata itu langkah kaki Sherly.


Alex yang melihat itu,ia pun langsung mematikan ponselnya,dan memasukan ponselnya itu ke dalam saku miliknya.


“Kamu belum makan?”tanya Sherly saat melihat piring Alex masih bersih,bahkan belum di sentuh sama sekali.


“Belum”jawab Alex langsung.


“Aku kan sudah bilang pada Rani agar dia bisa bilang langsung ke kamu kalau aku itu mau mandi dulu,jadi kamu bisa langsung makan aja,tapi kenapa kamu belum juga makan?”ucap Sherly yang bertanya diakhir kalimat dengan nada heran miliknya.


“Aku sengaja nungguin kamu,soalnya jika hanya aku yang makan sendirian nanti rasa masakannya akan terasa hambar”jawab Alex yang terdengar seperti sebuah gombalan.


“Alasan,bilang aja kamu mau makan bareng agar bisa berduaan terus sama aku kan”ucap Sherly dengan wajah sedikit merona akan gombalan Alex.


“Emang,kan aku sedang berusaha untuk mengejar kamu,jadi aku ingin dekat terus sama kamu agar kamu merasa ketergantungan untuk dekat denganku”jawab Alex jujur.


"Deg"tiba-tiba jantung Sherly berdegup kencang saat mendengar ucapan Alex itu.


Apalagi saat Sherly melihat wajah serius Alex itu,jantungnya terasa berdegup lebih kencang lagi.


“Apaan sih”ucap Sherly yang berusaha mengalihkan topik.


Shery seolah tak tahu harus berkata seperti apa,maka dari itu ia memilih untuk mengalihkan topik.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu,Sherly pun mengambil nasi dan lauk pauknya, kemudian setelah itu,ia letakan di piring Alex,dan juga piring miliknya.


“Kalau lagi seperti ini aku ngerasa kita itu seperti suami istri beneran ”ucap Alex sambil memandang kearah Sherly.


Sherly yang di pandang Alex itu,ia tiba-tiba merasa risih akan hal itu,entah kenapa Sherly selalu merasa malu jika Alex menatap kearahnya.


Padahal dulu jika Alex menatapnya,Sherly akan bersikap biasa saja,tapi perasaan Sherly saat ini serasa ada perasaan yang berbeda.


“Masa sih,bukannya kita memang suami istri ya”jawab Sherly yang berusaha bersikap biasa saja.


“Iya,dan walaupun kamu belum bisa terima aku,aku juga akan sabar kok”ucap Alex sambil tersenyum.


Sherly yang mendengar ucapan Alex itu, tiba-tiba jantungnya kembali berdegup kencang.


"Deg"Sherly seolah merasa bersalah kepada Alex saat mendengar ucapan Alex tadi.


Dan tiba-tiba wajah Sherly berubah sedih dan sendu.


“Maaf ya aku belum bisa jalanin kewajiban aku sebagai istri kamu,kamu kan tahu jika aku nggak bisa melakukan kewajibanku sebelum aku bisa benar-benar mencintai mu ”ucap Sherly dengan nada sedih dan bersalah miliknya.


Sherly seolah tak menyadari perasaannya kepada Alex.


“Hey kenapa wajah kamu sedih,aku juga tak akan memaksa kamu untuk hal itu kok,karena aku akan sabar menunggu kamu agar bisa benar-benar mencintaiku,dan oh iya aku baru ingat kalau besok aku ingin mengajak kamu ke suatu tempat”ucap Alex sambil berusaha mengalihkan topik.


“Suatu tempat?,kemana?”tanya Sherly penasaran.


“Nanti kamu juga bakal tahu”jawab Alex terdengar misterius.


Sherly yang mendengar itu,ia pun menjadi sedikit kesal karena ucapan Alex itu.


‘selalu saja begitu,sudahlah nanti juga aku akan tahu kemana dia akan membawaku pergi'.batin Sherly sambil menghela nafas panjang,agar ia tidak merasa kesal lagi.


“Ya sudah ayo kita makan!”ucap Alex lagi.


“Oh iya ayo!”jawab Sherly yang sadar akan lamunannya itu.


Setelah itu,mereka pun memulai acara makan bersama.


“Menurut kamu apa yang harus persiapan untuk pergi ketempat yang ingin kita kunjungi itu?”ucap Sherly dengan nada bertanya,ia berkata saat telah selesai memakan makanannya itu.


“Kamu tidak usah untuk menyiapkan apa-apa karena Doni yang akan menyiapkan semua kebutuhan kita”jawab Alex lagi.


Dalam beberapa hari yang lalu,Alex benar-benar melarang Sherly untuk melakukan pekerjaan rumah,bahkan saat Sherly ingin memasak Alex sudah melarangnya dan akhirnya Sherly hanya bisa pasrah akan hal itu.


*****


Maaf bila ada salah kata.

__ADS_1


Mohon dukungannya.


__ADS_2