
Saat ini Sherly dan kedua sahabatnya sedang
berada di taman,mereka bertiga sedang duduk,dan asik bercanda dan tertawa bersama.
Tiba-tiba datang sepasang kekasih yang menghampiri mereka.
“Sayang lihat deh!, mereka kasihan banget ya?,gak punya pasangan ”ucap seorang perempuan sambil merangkul tangan laki-laki disampingnya.
“Iya,mana ada yang mau sama mereka sih”ucap laki-laki tersebut menimpali.
Sherly yang mendengar itu merasa geram,karena ia tahu maksud kedatangan sepasang kekasih itu,ia pun berjalan untuk mendekati sepasang kekasih itu.
“Maksud kamu apa?,ngomong kayak gitu?”tanya Sherly setelah ada di hadapan sepasang kekasih itu.
Sedangkan Citra yang berada di tempat duduk pun ikut bangkit,ia hanya diam dengan Bella yang memeluk dirinya,atau berusaha untuk menenangkan citra.
Sepasang kekasih itu hanya tersenyum puas,entah apa maksud dari senyum mereka itu.
“Maksud aku itu baik, cuman mau lihat mantanku yang polos itu,bagaimana kabarnya ya, apakah dia depresi atau apa gitu?”tanya laki-laki itu yang bernama putra,merupakan mantan dari citra.
“Oh,jadi kamu ingin melihat keadaan citra”tanya Sherly sambil manggut-manggut kan kepala seolah mengerti.
Bella dan citra yang berjarak satu meter, dari arah tempat Sherly beserta sepasang kekasih itu,hanya diam dan menonton.
Citra yang baru tahu akan kelakuan putra,hanya diam dengan tangan mengepal ke bawah,ia terlihat kaget dan tak menyangka akan kelakuan putra yang sebenarnya.
‘Aku baru tahu,ternyata dia orangnya seperti itu,aku pikir dia orang yang baik,sayang sama aku dengan tulus,tanpa bermaksud apa-apa,sekarang aku merasa bersyukur telah putus darinya,karena aku tidak pernah berbuat macam-macam dengannya’ batin citra.
“Kamu benar cuman ingin melihat keadaan cityra doang?”tanya Sherly dengan misterius.
Putra pun menjawab pertanyaan Sherly dengan anggukkan kepalanya,dengan bangga,seolah putra bangga telah membuat citra sakit hati,dengan kebaikannya yang palsu.
“Masa sih?,kok aku gak yakin ya?”ucap sherly dengan nada mengejek.
“Atau jangan-jangan kamu itu kangen sama citra?,atau mungkin kamu belum
__ADS_1
bisa melupakan Citra?” lanjut sherly sambil memutari sepasang kekasih itu,perkataanya terdengar penuh akan ejekan.
Si perempuan yang bernama Dina itu pun mengepalkan tangan,seolah marah akan ucapan Sherly tadi.
Sedangkan putra terlihat malu atas ucapan Sherly,entah malu karena apa.
“Benarkan,putra?”tanya sherly,setelah berhenti memutari sepasang kekasih itu.
Sekarang Sherly sedang berdiri tepat dihadapan putra,sambil menatap ke arah putra dengan merendahkan,karena Sherly
paling tidak suka jika sahabatnya di sakiti.
“kamu,jaga ucapan kamu ya Sherly!,putra itu hanya cinta sama aku!,bukan sama si citra itu!”ucap Dina dengan marah,karena tidak terima dengan ucapan Sherly tadi.
“Oh,masa si, kok putra hanya diam aja dari tadi?,jangan-jangan benar?”ucap Sherly lagi-lagi terdengar mengejek,ia tersenyum sinis ke arah Dina,dan merasa puas karena telah membuat dina marah.
Saat putra ingin menampar wajah Sherly,karena ia tidak terima dengan ucapan Sherly, seolah-olah telah merendahkan harga dirinya.
Tetapi sebelum itu,Sherly sudah menangkap tangan putra yang ingin menamparnya,ia mencengkram tangan putra dengan erat,seperti sedang meluapkan emosi yang Sherly rasakan.
“Laki-laki kok main tangan, gak asik ah”ucap Sherly setelah menghempaskan tangan putra,dengan mengejek.
‘Sakit banget,ternyata nih cewek tenaganya kuat banget ’ batin putra sambil mengibas-ngibaskan tangan kanannya, yang sempat Sherly cengkram kuat tadi.
“Kenapa sakit?,makanya jadi cowok tuh jangan main tangan,gitu aja sakit lebay banget sih!”ucap Sherly sambil mendorong putra pelan.
Putra yang hampir mundur ke belakang,tetapi tidak jadi,karena ia berhasil menyeimbangkan tubuhnya.
"Plakkkk"terdengar suara Sherly menampar putra.
“Itu tamparan buat kamu,agar kamu sadar karena telah menyakiti sahabat aku”ucap Sherly setelah menampar putra dengan menatap kearah putra dengan lebih tajam.
Putra yang mendapat tamparan dari Sherly secara tiba-tiba,hanya memegang pipi sebelah kanannya, yang telah ditampar oleh Sherly,rasa panas dan rasa perih yang dirasakan oleh putra, hanya mampu membuat ia bungkam dan menatap ke arah Sherly tajam.
“Kenapa?,masih belum puas?,oh ya aku baru sadar kalau kamu kan hanya di tampar di bagian kanan,belum sebelah kirinya,masih mau lagi kah?”tanya Sherly mengejek.
__ADS_1
"Plakkkkk" Sherly pun menampar pipi putra satunya lagi setelah berkata seperti itu.
“Pergi kalian dari sini”ucap Sherly mengusir mereka.
Sherly mengusir mereka,agar ia tidak terbawa emosi lebih jauh lagi.
Putra yang mendengar itu,menarik tangan Dina untuk pergi dari,tetapi Dina menahannya.
“Tapi kan sayang,dia sudah menampar ke arah kamu,aku gak terima”ucap Dina sambil menahan putra agar tidak pergi.
“Kalau kamu gak terima,kamu lawan aja sendiri”ucap putra melepaskan rangkulan Dina dan berjalan pergi.
Dina yang melihat dirinya di tinggalkan oleh putra sendirian kemudian menatap ke arah sherly.
Sherly hanya menatap kearah Dina dengan menantang.
“Awas kamu!,aku aduin kamu sama Mira”ucap Dina,karena ia merupakan sahabat Mira.Ia berjalan pergi dan menyusul putra yang telah meninggalkannya,karena ia juga tidak berani jika melawan Sherly sendirian.
Setelah kepergian mereka,Sherly pun berjalan mendekat ke arah sahabat-sahabatnya,dan kemudian mereka bertiga duduk, dengan citra yang berada di tengah-tengah.
“Aku tahu kamu orang yang kuat,karena aku yakin,nanti kamu juga bakal dapat yang lebih baik lagi”ucap Sherly menenangkan citra setelah mereka bertiga duduk.
“Iya,aku udah berusaha untuk melupakan dia kok,tapi aku gak nyangka kamu bakal belain aku segitunya”ucap citra sambil menatap Sherly dengan penuh terima kasih.
“Kok kamu ngomongnya gitu sih kan kita itu sahabat,sudah seharusnya kalau sahabat, menolong sahabatnya sendiri yang sedang kesulitan”ucap Sherly, setelah itu ia tersenyum.
“Aku merasa beruntung punya kalian berdua,tapi maaf ya Sherly aku gak bisa bantu kamu saat di tindas kakak kamu,karena kamu melarang kita berdua,kenapa sih gak dilawan aja”ucap citra
“Iya,gak apa-apa kok,aku gak pernah ngelawan ke kakak aku karena aku masih menghormati dia sebagai kakak aku,tapi kalau kakak aku sampai nyakitin kalian,aku juga bakal gak terima”ucap Sherly dengan nada yang terdengar sungguh-sungguh
Mereka pun bangkit dari duduknya,dan berjalan menuju ruangan mereka.
Saat sampai,mereka pun duduk di tempat masing-masing.
Tak lama setelah itu dosen pun datang,dan menjelaskan materi.
__ADS_1