ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
Season 2 (Eps.18)


__ADS_3

Saat Sherly telah menyelesaikan acara makannya itu.Ia langsung menaruh mangkuk kosong tersebut di atas nakas.


“Kenapa kamu dari tadi hanya diam terus sambil natap aku?”ucap Sherly dengan wajah yang entah kenapa merasa malu saat melihat Alex tidak pernah sedetik pun mengalihkan pandangan matanya dari wajah Sherly.


“Sudah selesai makan nya?”tanya Alex tanpa menjawab pertanyaan Sherly.


“Sudah,bukankah kamu sudah lihat jika bakso di mangkuk sudah kosong?”tanya Sherly seolah Alex sudah tahu jawabannya.


“Iya aku tahu,tapi masih ada kuahnya, kenapa tidak di makan?”ucap Alex sambil menatap ke arah mangkuk tadi.


“Aku nggak terlalu suka dengan kuahnya”jawab Sherly dengan nada yang terdengar sedikit malas.


Alex yang mendengar itu,ia hanya tersenyum kecil.


“Kenapa kamu tidak suka makanan yang bermenu daging?.Dan kenapa kamu bisa menyukai bakso,padahal jelas-jelas itu juga terbuat dari daging?”tanya Alex mengalihkan topik.


Sherly yang mendengar itu,ia hanya diam untuk sejenak,seolah kini ia sedang merasa bimbang antara bercerita atau tidak.


Di satu sisi Sherly tidak ingin bercerita tentang masalah ini karena menurutnya itu tidak terlalu penting,dan ia juga sudah berusaha untuk melupakan masalah itu.


Tapi di sisi lain,Sherly merasa jika ia harus bercerita,agar Alex tidak salah paham padanya,dan agar ia bisa lebih terbuka lagi pada Alex.


Alex yang melihat itu,ia hendak bersuara,tapi sebelum itu tiba-tiba terdengar helaan nafas panjang dari Sherly.


“Baiklah aku akan bercerita,tapi sebetulnya itu bukan masalah penting lagi bagiku”ucap Sherly yang seolah mengatakan jika itu bukan sesuatu hal yang penting baginya.


“Tidak masalah,bagiku sesuatu hal yang berhubungan dengan kamu,itu akan menjadi sesuatu hal yang sangat penting bagiku,dan meskipun hal itu hanya masalah sepele”


ucap Alex dengan nada yakin dan terdengar bersungguh-sungguh.


Sherly yang mendengar itu,ia hanya diam.Entah kenapa ia merasa sedikit tersentuh,seolah kata-kata Alex itu telah masuk ke dalam hatinya.


Saat telah sadar jika ia sempat melamun,


Sherly pun langsung menghela nafas panjang agar lebih rileks.


Setelah itu Sherly pun mulai bercerita.


Flashback.


Pada saat itu,di sebuah meja makan yang terbuat dari kayu yang berukiran indah, terdapat banyak sekali makanan yang tertata rapi.


Tak lama datanglah sepasang ibu dan anak memasuki ruang makan.


Sherly yang saat ini berusia sekitar lima tahun itu,ia sedang berjalan menuju sebuah kursi makan dengan di bantu oleh ibunya.

__ADS_1


“Ibu,ayah dan kakak belum sampai di ruang makan?”tanya Sherly sambil menatap ke arah ibunya itu dengan tatapan polos.


Dewi yang mendengar itu,ia pun tersenyum.


“Sebentar lagi ayah akan sampai,dan mungkin kakak kamu sedang menyusul ayah kamu yang sedang bekerja di ruang pribadi”ucap Dewi sambil menatap ke arah anaknya itu.


Tak lama saat Dewi dan Sherly telah duduk, datanglah sepasang ayah dan anak ke ruang makan.


“Ayah,nanti beli banyak mainan buat Mira ya”ucap Mira yang sedang berada di gendongan Roy.


“Tenang saja,ayah akan belikan banyak mainan untu kamu,dan bila perlu sekalian dengan toko-toko nya”ucap Roy yang diikuti oleh suara tawa senang dari Mira.


“Terima kasih ayah”ucap Mira dengan nada semangat.


Sedangkan Sherly yang saat ini sedang menundukkan wajahnya itu,ia hanya diam.Bola matanya yang berwarna coklat itu terlihat jernih seolah ia adalah bentuk malaikat kecil.


Dewi yang dari tadi hanya diam,ia pun langsung mengusap kepala Sherly yang di kuncir dua itu.


“Jangan sedih sayang,nanti ibu belikan kamu mainan”ucap Dewi dengan nada menenangkan.


Sherly yang sedang menunduk itu,ia pun langsung mendongakkan kepalanya dan menatap ke arah ibunya.


“Sherly nggak sedih Bu,ibu pasti salah lihat”ucap Sherly seolah tahu kekhawatiran ibunya itu.Nada suaranya yang terdengar sedikit cadel saat menyebut namanya sendiri,itu akan terdengar menggemaskan di telinga siapa saja yang mendengarnya.


“Anak pintar”puji Dewi.


Dewi dan Sherly pun langsung menatap ke arah suara itu,dan ternyata Roy yang telah duduk ditempatnya itu tengah menatap ke arah mereka.


“Bisa kita mulai acara makannya?”tanya Roy sambil menatap ke arah Dewi dan Sherly secara bergantian.


Roy seperti nya tidak mendengar obrolan antara Dewi dan Sherly karena ia hanya fokus pada Mira,ditambah lagi Dewi dan Sherly berbicara sedikit pelan jadi tidak terdengar dengan jelas.


“Ya”jawab Dewi singkat.


Setelah itu mereka pun mulai memakan makanannya itu.


“Ibu itu apa?”tanya Sherly pada Dewi,ia menunjuk ke arah mangkuk yang berisi Sup daging.


“Itu sup daging,kamu mau coba?”tanya Dewi pada anaknya.


Selama ini Dewi tidak pernah memberikan Sherly makanan yang berupa daging,itu di sebabkan karena saat itu tubuh Sherly sudah lumayan gemuk,dan itu terjadi karena Sherly rutin sekali minum susu sejak masih bayi.


Sejak Sherly baru lahir,Dewi tidak bisa menyusui Sherly karena air susunya tidak bisa keluar.Oleh karena itu Sherly sudah meminum susu saat bayi hingga saat ini,dan tentu saja susu yang Sherly minum itu sesuai dengan umurnya.


Dan pada saat melihat pertumbuhan Sherly yang lebih besar dari anak seumuran nya,Dewi takut jika Sherly memiliki gizi berlebih,hingga akhirnya ia selalu memasak makanan berupa sayur dan juga memberi buah-buahan untuk Sherly,sesuai saran dokter.

__ADS_1


“Iya Sherly ingin coba”ucap Sherly semangat, pipinya yang sedikit chubby terlihat menggemaskan ditambah dengan mata nya yang terbuka lebar,itu terlihat sangat lucu.


Mira yang saat itu sangat menyukai daging,ia pun langsung menatap Sherly dengan tatapan tajam,hingga Sherly pun langsung menunduk takut.


“Tunggu!”ucap Mira keras yang berhasil menghentikan aktivitas Dewi yang hendak mengambil sup daging.


“Ada apa sayang?”tanya Dewi lembut sambil menatap ke arah Mira dengan tatapan sayang yang terlihat tulus.


Mira tidak menjawab pertanyaan Dewi,ia langsung menoleh dan menatap ke arah Roy.


“Ayah,hari ini koki di rumah kita hanya memasak sedikit sup untuk kita,dan aku ingin semua sup itu hanya aku saja yang makan.Lagipula bukankah Sherly sudah terlihat gemuk,aku takut jika Sherly sering makan daging,maka dia akan bertambah gemuk”ucap Mira beralasan.


“Tapi nak,berat badan Sherly sekarang sudah sedikit berkurang,jadi menurut ibu tak masalah jika ia mencoba untuk memakan itu walau hanya sekali”ucap Dewi terdengar membujuk.


“Tapi Bu,Mira ingin ini semua!”ucap Mira terdengar kekeh.


“Ya sudah kalau begitu Sherly akan memakan opor ayam saja,iya kan nak?”ucap Dewi yang meminta persetujuan dari Sherly.


Sherly yang mendengar itu,ia berusaha untuk tersenyum dan mengangguk dengan semangat.


“Tidak boleh!,aku ingin ini semua”ucap Mira dengan nada kekeh,seolah semua menu makan yang bermenu daging itu,hanya milik dia seorang.


“Tapi kamu nggak akan bisa untuk memakan ini semua nak”ucap Dewi berusaha berkata selembut mungkin,ia mencoba untuk bersikap sabar dan pengertian.


“Nggak,sekali nggak ya tetap nggak”ucap Mira kekeh.


Saat Dewi mendengar itu,ia hendak berbicara lagi untuk membujuk,tapi sebelum itu Roy sudah menyelanya.


“Sudahlah,turuti saja perkataan Mira”ucap Roy yang memihak ke arah Mira.


“Tapi mas,dia nggak akan mungkin sanggup untuk memakan itu semua”ucap Dewi menjelaskan.


“Biarkan saja,jika dia tidak menghabiskan itu,ada pelayan yang akan memakan itu semua”jawab Roy.


Dewi yang mendengar itu,ia ingin bicara kembali,tapi sebelum itu Roy sudah menatap ke arahnya dengan tatapan tajam,seolah mengatakan jika sekali lagi Dewi berbicara dia akan terlihat buruk di mata Roy,dan Roy akan menganggap Dewi sebagai ibu tiri yang buruk.


*****


Maaf baru bisa up.


Maaf bila ada salah kata


Sekarang author up nggak menentu karena banyak kendala yang tak terduga.


Dan episode selanjutnya masih flashback.

__ADS_1


Mohon maaf bila ada salah kata.


Mohon dukungannya


__ADS_2