ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 137


__ADS_3

Saat ini Alex dan Sherly sedang berada di ruang makam,mereka kini sedang memakan makan malam.


Sherly yang awalnya sangat fokus memakan makanannya itu,tiba-tiba ia sedikit risih saat tahu Alex hanya diam sambil menatap kearahnya.


“Kenapa?”tanya Sherly langsung.


“A.. sudahlah nanti saja aku bicaranya,lebih baik kita selesaikan acara makannya dulu”ucap Alex yang tak tahu harus memulai bicara dari mana.


Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya langsung menunduk dan berniat melanjutkan makannya.


“Ya sudah”jawab Sherly sambil mengedik kan bahunya tanda tak tahu.


Setelah menyelesaikan acara makan nya itu,Sherly pun bangkit dan Alex pun ikut bangkit.


Di dalam kamar.


Sherly dan Alex saat ini sedang duduk di sofa dengan saling berhadapan.


“Ada apa?”tanya Sherly lagi penasaran dengan yang akan di katakan Alex.


Sepertinya Sherly sudah bisa mengakrabkan diri dengan Alex,terbukti ia langsung mengutarakan rasa penasarannya itu tanpa ragu.


Sedangkan Alex yang mendengar pertanyaan dari Sherly itu,ia pun hanya diam untuk sesaat,sambil berfikir.


‘Sepertinya tuhan sedang berusaha menguji seberapa besar cinta ku padamu’pikir Alex yang terlihat melamun.


“Hey kenapa melamun?”tanya Sherly lagi.


Sontak Alex yang mendengar ucapan Sherly itu,ia pun langsung menghela nafas panjang.


“Baiklah aku akan katakan ini,tapi aku tak tahu harus mulai berbicara dari mana”ucap Alex sedikit bimbang.


“Katakan saja,aku akan dengar kok”jawab Sherly langsung.


“Oke,aku akan mengatakan tentang keputusanku untuk mengirim kamu ke suatu tempat”ucap Alex mulai menjelaskan.


“Ke suatu tempat?,dimana?,dan apakah kamu ikut?”tanya Sherly langsung dengan secara bertubi-tubi.

__ADS_1


“Kamu nanti juga akan tahu,dan untuk masalah aku ikut atau tidak,sepertinya aku tidak akan ikut”jawab Alex yang berusaha berkata dengan setenang mungkin.


“Loh kenapa?”tanya Sherly cepat.


“Ini demi kebaikan mu”ucap Alex yang tidak mampu untuk menjelaskan secara detail


Sontak Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung mengerti dengan ucapan Alex itu,karena kata 'demi kebaikan mu' seolah bisa ditangkap secara luas oleh Sherly.


Dan Sherly yakin jika Alex melakukan itu karena ingin melindunginya.


“Baiklah jika itu keputusanmu”ucap Sherly dengan menghela nafas panjang.


“Dan jika tak ada yang ingin kamu katakan lagi,aku akan langsung tidur”ucap Sherly pelan.


Setelah itu,Sherly pun bangkit dari sofa,dan saat Sherly hendak melangkah tiba-tiba Alex memanggilnya.


“Lili”panggil Alex.


Sontak Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung angkat suara.


“Dua hari lagi aku akan mengirim kamu ke sana”ucap Alex dengan nada berat yang ia sembunyikan dari Sherly.


Deg! Tiba-tiba jantung Sherly seakan berdegup kencang mendengar hal itu.


‘Secepat itu’pikir Sherly yang tak tahu harus bicara apa.


“Oke aku tidur duluan,dan jika kamu belum mengantuk,tolong jangan tidur terlalu malam”ucap Sherly dengan sedikit kesal,tanpa menoleh kearah Alex


Setelah itu,Sherly pun langsung tertidur dan membaringkan tubuhnya di kasur.


‘Sudahlah lebih baik aku tidur,mungkin besok aku bisa berfikir dengan jernih dan tidak akan bersikap egois seperti ini’.Pikir Sherly yang memaksa untuk tertidur.


Alex yang melihat itu,ia hanya diam sambil menatap kearah Sherly yang sudah tertidur.


Sementara itu di tempat lain.


“Ha ..ha...”terdengar suara tawa laki-laki yang terdengar menyeramkan.

__ADS_1


Tawa itu berasal dari Rendi yang telah mendapatkan kabar dari mata-mata yang ia kirimkan.


“Ternyata dua hari lagi dia akan mengirim Sherly ke tempat yang menurutnya aman itu,ha...ha...,tapi aku yakin sebelum Sherly ada di tempat aman,aku dan tuan Mark telah menggagalkan itu”Ucap Rendi percaya diri.


Tak lama setelah mengatakan itu,Mark datang memasuki ruangan di mana Rendi berada.


“Ada informasi apa sehingga kamu mengundangku ke sini?”tanya Mark yang langsung duduk di kursi yang telah di sediakan.


“Tuan,menurut informasi yang saya dapatkan,orang itu akan mengirim orang yang bernama Sherly ke suatu tempat dalam dua hari mendatang”ucap Rendi dengan wajah terlihat berseri-seri.


“Apa kamu yakin informasi itu benar?”tanya Mark.


“Benar tuan,informasi itu benar adanya dan saya jamin informasi itu tidak akan mengecewakan anda”ucap Rendi dengan sedikit bersemangat.


“Baiklah,rencana yang kita buat waktu itu,akan kita laksanakan di dua hari nanti”ucap Mark dengan keputusan mutlak.


Setelah itu,Rendi dan Mark tersenyum secara bersama-sama,seolah mereka yakin akan rencana mereka itu.


Keesokan harinya.


Saat ini Alex yang berada di mansion,ia sedang duduk di sebuah kursi yang ada di ruang makan.


Alex berniat untuk sarapan,dan ia sedang menunggu kedatangan Sherly.


" Tap tap tap " tak lama terdengar suara sepatu yang seolah mengetuk lantai.


Dan Alex yang mendengar itu,ia yakin itu bukan berasal dari langkah kaki Sherly.


“Ada apa kamu ke sini?”tanya Alex tanpa menatap orang itu.


“Tuan ada hal penting yang harus saya katakan”ucap orang itu,yang ternyata adalah Doni.


“Rendi dan Mark telah tahu akan rencana kita yang ingin mengirim nyonya ke suatu tempat”ucap Doni langsung.


Sontak Alex yang mendengar itu,ia langsung menatap kearah Doni dengan tatapan datar dan dingin.


“Pasti ada mata-mata di perusahaan kita”ucap Alex yakin.

__ADS_1


__ADS_2