
Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba.
Di detik-detik menuju hari persalin,Sherly terlihat masih santai dengan di temani oleh Alex yang sudah beberapa Minggu hanya bekerja di mansion.
“Apa masih pegal?”tanya Alex yang saat itu sedang memijat kaki Sherly yang terlihat membengkak.
“Tidak,sudah cukup”ucap Sherly yang merasa tidak enak pada Alex.Semenjak usia kehamilannya yang ke tujuh bulan,hampir setiap hari Alex akan memijat kakinya yang mulai membengkak.Padahal Sherly sudah bilang jika ia akan di pijat oleh Rani,tapi Alex malah memaksa ingin memijat kakinya.
“Jangan berbohong”ucap Alex dengan nada yang sedikit tegas.Ia tahu jika Sherly merasa tidak enak untuk terus merepotkan dirinya.Padahal,ia justru merasa senang untuk di repotkan oleh Sherly.Lagipula Sherly kini sedang mengandung anaknya,tentu itu hal wajar jika ia lebih perhatian dari biasanya.
“Iya,sudah cukup”ucap Sherly berusaha untuk meyakinkan Alex.Nada bicaranya terdengar memaksa agar Alex berhenti memijat kakinya.
“Oke kalau kamu memang sudah tidak merasa pegal lagi”akhirnya Alex pun menghentikan aktivitasnya itu,ia tidak ingin melihat Sherly berubah marah padanya.
Alex pun melihat jam yang ada di atas nakas.
“Sekarang waktunya kamu untuk makan,mau makan apa?”tanya Alex terlihat perhatian.
Seperti biasa,jadwal makan siang Sherly sedikit lebih cepat,itu semua Alex lakukan karena khawatir Sherly akan cepat lapar.
“Bisakah makanannya nanti saja,sekarang aku tidak ingin makan”ucap Sherly dengan nada menawar.
“Tidak bisa,kamu harus makan”tegas Alex yang tidak ingin di bantah.Alex melakukan ini demi kesehatan Sherly dan anaknya.Dan selama masa kehamilan,Sherly sering sekali rewel,sampai akhirnya Alex harus sering mengalah.Tapi untuk hal yang bersangkutan dengan kesehatan Sherly dan anaknya,ia tidak pernah mau mengalah.
“Aku masih kenyang”keluh Sherly sambil mengusap perutnya yang terlihat buncit. Ekspresi wajahnya terlihat sudah merasa kenyang,seolah ia benar-benar tidak ingin makan.
Mendengar hal itu,Alex pun hanya bisa menghela nafas panjang.
“Oke kalau kamu memang tidak ingin makan.Kalau begitu kita ganti dengan camilan siang saja”.Camilan yang Alex maksud adalah makanan yang terbuat dari sayuran.
Saat mendengar nada suara Alex yang benar-benar tidak ingin di bantah lagi, akhirnya Sherly pun mengangguk setuju.
Tanpa menunggu lama,Alex pun langsung memanggil Rani.
“Tolong buatkan cemilan seperti biasa,jangan lupa untuk membuat susunya juga”perintah Alex pada Rani.
Sebenarnya selama ini Alex lah yang akan selalu membuatkan susu kehamilan untuk Sherly,tapi akhir-akhir ini Sherly selalu mengeluh agar Rani saja yang buatkan.Tentu Alex awalnya tidak setuju,tapi karena Sherly berkata jika susu yang Rani buat lebih enak, akhirnya Alex pun setuju.Walau begitu Alex tahu jika Sherly tidak ingin terlalu merepotkan dirinya,karena meski hanya bekerja di mansion tapi pekerjaan Alex sangatlah banyak dan menumpuk.
“Baik tuan”jawab Rani yang segera pergi untuk melaksanakan perintah Alex.
Tak lama kemudian,Rani pun datang dengan membawa cemilan dan susu yang di letakkan di nampan.
“Kalau begitu saya permisi undur diri”pamit Rani saat sudah meletakan camilan dan susu di tempat yang di sediakan.
Melihat Rani telah pergi,Sherly pun langsung meminum susu yang telah di sodorkan oleh Alex.
“Habiskan!”perintah Alex pada Sherly.
“Baik”jawab Sherly sambil tersenyum.Sherly pun langsung meminum sedikit demi sedikit susu itu.
__ADS_1
Tentu Alex yang melihat Sherly menurut,ia pun merasa senang hingga tangannya dengan hati-hati mengelus perut Sherly yang buncit.
“Aku ke kamar mandi dulu”ucap Alex yang tiba-tiba merasa sakit perut.Sherly yang mendengar itu hanya mengangguk.
Saat telah memasuki kamar mandi,tiba-tiba terdengar suara gelas pecah di sertai suara Sherly yang berteriak.
Pranggg!!
“Lexiiii”teriak Sherly dengan nada yang seolah sedang menahan rasa sakit.Sontak Alex yang mendengar hal itu langsung keluar dari kamar mandi,ia dengan langkahnya yang lebar langsung berjalan menghampiri Sherly.
“Kenapa?”tanya Alex dengan nafas yang sedikit tersengal-senggal.
“Sakit”keluh Sherly sambil mengelus perutnya.Mendengar hal itu Alex langsung panik,entah kemana rasa mulas yang tadi ia rasakan,yang jelas kini yang ada rasa khawatir akan keadaan Sherly.
“Aku akan telepon Doni lebih dulu”ucap Alex yang langsung menelepon Doni.
“Saya akan datang ke rumah sakit ×××, persiapkan semua kebutuhan untuk persalinan,sepertinya jadwal Lili melahirkan sedikit lebih cepat dari dugaan”ucap Alex yang langsung mematikan sambungan telepon saat telah mengatakan itu.
Dengan hati-hati Alex pun langsung membopong tubuh Sherly,ia dengan langkah yang sedikit lebar langsung membawa Sherly keluar dari kamar.
“Ada apa tuan?”tanya Rani yang langsung menghampiri Alex.
“Sepertinya sudah waktunya Sherly melahirkan,tolong telepon Mira dan kabari dia tentang hal ini”jawab Alex tanpa menghentikan langkahnya.
Mendengar itu Rani pun langsung menelepon Mira.Kebetulan beberapa Minggu kebelakang mereka sempat dekat hingga bisa bertukar kontak.
Sementara Alex yang kini telah sampai di depan mobil,ia pun langsung menaruh Sherly di kursi belakang saat salah pekerja lain di mansion membuka kan pintu mobil.
“Iya tuan”jawab lelaki itu dengan sigap.
“Bawa mobil”ucap Alex seolah memerintahkan lelaki itu untuk menyetir.
“Baik tuan”jawab laki-laki itu langsung masuk ke dalam mobil.
Saat hendak menyalakan mesin mobil, tiba-tiba Sherly berteriak.
“Berhenti!”
“Ada apa?”tanya Alex dengan pandangan yang merasa sedikit heran.
“Sepertinya sekarang tidak sesakit tadi”ucap Sherly terdengar lega.Rasanya rasa sakit yang ia rasa mulai berkurang secara perlahan.
“Mungkin itu hanya kontraksi biasa menjelang hari melahirkan”ucap Sherly terdengar menebak.
“Jadi apakah kita akan ke rumah sakit atau tidak tuan?”tanya laki-laki itu langsung dengan nada sopannya.
“Menurutmu bagaimana baiknya?”tanya Alex meminta pendapat,kebetulan lelaki tadi lumayan berpengalaman karena telah memiliki tiga orang anak.
“Sepertinya dalam waktu dekat nona akan melahirkan”jawab lelaki itu sedikit yakin,tapi masih ada nada yang terdengar ragu-ragu.
__ADS_1
“Kalau begitu kita ke rumah sakit saja,lagipula Doni sudah menyiapkan semuanya”ucap Alex terdengar memerintah.Sebenarnya Alex sempat mempersiapkan semuanya,ia ingin Sherly melahirkan di mansion,tapi entah kenapa Sherly menolak itu.Karena Sherly berkata jika ia ingin melahirkan di Rumah Sakit.Meski Alex merasa aneh,tapi meski begitu ia tetap menyetujui permintaan Sherly.
Di tempat Mira.
“Ayo!”ajak Mira pada Dafa yang kala itu tengah bersantai.
“Ke mana?”tanya Dafa sedikit heran.
“Sepertinya Sherly hari ini akan melahirkan”jawab Mira dengan nada terburu-buru,ia dengan cepat menarik Dafa menuju mobil.
“Ke rumah sakit ×××”ucap Mira saat mereka telah berada di dalam mobil.
Dafa yang mendengar itu pun langsung menyalakan mobilnya.
Sedangkan di tempat Bella dan Citra saat ini.Awalnya Bella masih tertidur,ia dengan sedikit mengantuk langsung mengangkat sambungan telepon yang berasal dari Rani.
“Iya hallo?”tanya Bella dengan mata yang sedikit tepejam,tanpa tahu siapa yang meneleponnya ia langsung mengangkat sambungan telepon itu.
“....”
“Apa???”teriak Bella kaget dengan mata terbuka lebar.Entah kenapa rasa kantuknya hilang seketika saat mendengar berita yang ia dengar langsung dari Rani.
“....”
“Oke oke aku akan langsung ke sana,terima kasih infonya”jawab Bella yang langsung mematikan sambungan telepon.
Saat melihat ke arah samping nya,Bella pun hanya bisa menghela nafas panjang.
“Isshh,anak ini belum bangun juga lagi”keluh Bella.
“Bangun cit”ucap Bella sedikit menepuk pipi Citra.
“Hmm?,apaan sih,masih ngantuk nih.Tidur lagi aja hari ini kan kita nggak ada jadwal”ucap Citra masih dengan nada yang terdengar malas,seolah Citra benar-benar masih ngantuk.
“Duh gara-gara nonton film horor sampai malam sih,jadi gini kan”keluh Bella yang semakin keras menepuk pipi Citra.
“Sudah aku bilang kan,tidur lagi aja”gerutu Citra yang langsung membelakangi Bella.
“Dasar kebo.Sekarang bukan saatnya kamu tidur,Sherly hari ini mau lahiran”ucap Bella yang langsung membuat mata Citra terbuka seketika.Walau Bella berbicara dengan nada yang tidak terlalu keras,tapi Citra dapat mendengar itu dengan jelas.
“Serius?”tanya Citra yang langsung duduk,ia menatap Bella dengan pandangan menelisik.
“Nggak percayaan banget sih,kalau nggak ingin ikut ya sudah”jawab Bella cuek yang langsung mengambil tasnya.
“Sialan,masa kita gini aja sih”keluh Citra sedikit menggerutu.
“Nanti kita mandi nya,kalau perlu kita nyewa tempat mandi dekat rumah sakit”jawab Bella yang dengan buru-buru memakai sepatunya.
“Sialan,aku lupa lagi bawa sandal”gerutu Bella yang sering sekali memakai sepatu di bandingkan sandal.
__ADS_1
“Gara-gara kita nonton film horor sampai malam sih,jadi kayak gini kan”citra terus saja menggerutu,tapi meski begitu ia dengan cepat memakai jaketnya dan mengambil tasnya.
“Kamu kan yang ajak”balas Bella sedikit menyalahkan Citra,mereka pun langsung keluar kamar setelah selesai bersiap-siap.