
Sudah lebih seminggu Sherly bekerja di perusahaan ayahnya.Dan selama ia bekerja di sana,semua pekerjaan berjalan dengan lancar.
Sherly pun merasa sedikit puas dengan hasil kerjanya,ia tidak menyangka jika ia mampu dalam mengurusi perusahaan ayahnya itu.Meski tidak seahli orang-orang yang berkompeten,tapi setidaknya ini sudah lebih dari kata cukup.
“Sudah waktunya makan siang nyonya”ucap Jefry mengingatkan,ia merupakan asisten Sherly saat bekerja di perusahaan.
“Jefry?,ya baiklah saya akan beristirahat sejenak.Apakah Fani sudah datang?”ucap Sherly diakhiri pertanyaan.
“Sepertinya sebentar lagi beliau akan datang,kalau begitu saya akan menyiapkan tempat untuk anda makan”ucap Jefry pamit.
Sherly yang mendengar itu,ia langsung mengangguk mengerti.
.....
Di tempat makan.
Sherly,Fani,dan juga Jefry.Kini mereka sedang berada di tempat makan yang telah mereka pilih.
Awalnya mereka sedang makan dengan santai,tapi saat mendengar obrolan beberapa orang yang terdengar tidak menyukai Roy,mereka pun mulai tak nyaman.
“Huh,rupanya perusahaan si Roy masih bisa bertahan lama.Nggak nyangka juga,padahal kan dia sudah mati,tapi rupanya masih beruntung juga dia”ucap seorang laki-laki yang sudah berumur,nada suaranya terdengar seolah ia sangat membenci Roy.
“Iya,saya juga nggak nyangka dia masih memiliki keberuntungan seperti itu”ucap temannya ikut menimpali.
“Padahalkan perusahaan Roy hampir bangkrut,karena sebentar lagi ada yang hendak mengakuisisi perusahaannya”
“Siapa yang akan mengakuisisi perusahaan itu?”
“Kalau nggak salah tuan Alex.Iya sepertinya dia,katanya sih itu karena hampir setengah saham perusahaan Roy adalah milik ayah dari tuan Alex”
“Tapi bukankah istri tuan Alex adalah anaknya si Roy?”
“Iya,beruntung juga dia,hingga sekarang perusahaannya masih baik-baik saja.Tapi walau gitu,dia kan sudah mati,jadi masih kurang beruntung lah”ucap orang itu yang diakhiri tertawa puas
Begitulah percakapan yang terdengar,kurang lebih ada lima orang laki-laki yang berumur lumayan senja.Mereka sedang berkumpul di satu meja makan dengan membicarakan orang yang mungkin mereka benci,karena hubungan Roy dan kelima orang itu lumayan tidak baik.
Kebetulan tempat Sherly berada tak jauh dari orang-orang yang membicarakan ayahnya nya.Dan sebagai anaknya,Sherly tentu tidak terima saat ayahnya di jelek-jelek kan,apalagi ayahnya sudah meninggal.
“Apa segitu bencinya mereka sama ayah,sampai orang yang sudah meninggal pun masih di bicarakan”ucap Sherly yang terdengar sedikit sedih.
Sherly ingin bangkit dan menghampiri mereka,tapi tiba-tiba suara Jerfry berhasil menghentikan nya.
“Jangan nona,biarkan saja,saya tahu anda merasa marah akan hal itu,tapi tidak ada untungnya juga bagi kita untuk meladeni mereka,karena mereka yang akan rugi karena terlalu memikirkan orang lain”ucap Jefry menerangkan.
Sherly yang mendengar itu,ia pun akhirnya merasa sedikit tenang,karena apa yang di katakan oleh Jefry tadi ada benarnya.
Sherly juga mulai bisa berfikir jernih,ia sadar jika tidak baik membuat kekacauan di restoran itu,karena saat ini ia berada di sebuah restoran umum,bukan di restoran yang ada di perusahaan milik Roy,jadi wajar jika banyak saingan dari perusahaan Roy yang makan di sana.
__ADS_1
“Lebih baik kita langsung kembali saja nona,anda bisa lebih dulu kembali,biar saya yang membayar makanan ini”ucap jerfry yang langsung di angguki oleh Sherly.
Sherly dan Fani pun memilih keluar dari restoran,mereka berjalan menuju perusahaan.
.....
Saat ini Sherly yang sudah sampai di perusahaan,ia pun langsung memasuki ruangannya.Dan pada saat itu,Sherly terlihat kaget saat melihat seseorang sedang duduk di ruangan miliknya.
“Alex”pekik Sherly pelan,ia sedikit terkejut saat melihat Alex ada di ruangannya.
“Apa kabar honey?”ucap Alex dengan tatapan tanpa ekspresi.
Sherly yang melihat itu,ia sedikit takut dan merasa bersalah,karena sudah seminggu ini masing-masing dari mereka sangat sibuk dengan pekerjaan,apalagi Sherly sedikit cuek dan abai pada Alex,hal itu membuat hubungan mereka sedikit renggang.
Dengan berusaha tenang,Sherly pun berjalan menghampiri Alex,ia duduk di samping Alex.
“Kapan kamu datang ke sini?”tanya Sherly berbasa-basi.
“Rupanya baru seminggu kita tidak mengobrol,tapi kamu sudah merasa sedikit canggung dengan ku”ucap Alex terdengar sedikit menyindir.
Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya bisa menghela nafas panjang.
“Ada apa kamu ke sini?,kalau kamu ingin minta izin tentang kamu yang akan menikah lagi,akan langsung aku izinkan,karena kan surat perjanjian waktu itu sudah tak berguna lagi,karena kamu sudah membakarnya”ucap Sherly berusaha berkata dengan tegar.
“Kamu yakin?”tanya Alex memastikan,ia melihat langsung ke arah mata Sherly.Alex tahu ada ketidakrelaan yang tersimpan di mata Sherly,tapi berusaha Sherly hilangkan.
“Iya”ucap Sherly terdengar yakin dan tegas.
Mereka pun hanya diam untuk sejenak sebelum Alex kembali berbicara.
“Aku tidak akan menikah dengannya”ucap Alex yakin dengan tatapan yang terlihat bersungguh-sungguh.
“Kenapa?,bukankah itu adalah surat wasiat dari ayah kamu?”tanya Sherly tak mengerti.
“Itu palsu”ucap Alex yang tidak berniat menjelaskan lebih dalam,tapi hal itu cukup membuat Sherly tenang.
Seandainya itu asli,Alex tetap tidak akan menikahi Clarisa,karena ia akan mencari cara agar tidak menikah dengan Clarisa,dan mungkin hal itu akan membuatnya merasa bersalah.Tapi untunglah surat itu palsu,dan Alex bisa yakin itu palsu,karena ia telah menyelidikinya.Alex juga yakin jika ayahnya adalah orang yang akan ikut bahagia saat anaknya bahagia,jadi Alex tahu jika ayahnya tidak akan mengatur hal yang akan membuat anaknya terbebani.
Tiba-tiba Sherly memeluk Alex dengan cukup erat,Alex yang melihat hal itu,ia langsung pun langsung membalas pelukan itu dengan tak kalah erat dan hangat.
Mereka pun hanya diam dengan Alex yang membayangkan kejadian sebelum dirinya ke perusahaan Roy.
Flashback
Saat itu,Alex dan Adam sedang duduk berhadapan.Suasana diantar mereka berdua cukup suram,dengan Alex yang sedang menatap ke arah Adam dengan tatapan tajam.
“Ada apa nak Alex?”tanya Adam ramah.
__ADS_1
Tanpa menjawab,Alex pun langsung melempar dokumen ke arah Adam dengan sedikit kasar.
“Tanda tangan yang tertera jelas percis seperti ayah saya,hampir delapan puluh persen sama.Tapi itu palsu,karena jelas-jelas tanda tangan ayah saya biasanya terlihat tebal tidak tipis seperti itu”ungkap Alex datar dan dingin.
Adam yang mendengar itu.Ia pun langsung melihat dokumen itu,dan ia hanya diam beberapa saat dengan pandangan yang menatap dokumen dengan tatapan rumit.
“Ini pasti ada kesalahpaham diantara kita”ucap Adam tiba-tiba.
“Setelah di telusuri dengan jelas,tanda tangan ini memang cukup terlihat perbedaannya,dan ini pasti ada orang yang sengaja menaruh dokumen ini agar saya melihatnya.Iya itu pasti,mungkin orang itu ingin membuat hubungan kita renggang”
lanjut Adam dengan nada yakin.
Alex yang mendengar itu,ia hanya diam dengan tatapan rumit yang ia layangkan pada Adam.
“Kamu tenang saja nak Alex,akan saya cari tahu siapa yang berniat membuat hubungan kita renggang,karena kalau sampai saya tahu siapa orang itu,akan saya beri pelajaran dia”ucap Adam lagi yang terdengar yakin dan bersungguh-sungguh.
Alex yang mendengar hal itu,lagi-lagi hanya diam untuk sejenak.Lalu ia pun bangkit dari duduknya dan menatap ke arah Adam.
“Kalau begitu saya pamit”ucap Alex yang langsung berjalan keluar dari ruangan itu.
Flashback End.
.....
Waktu berlalu.
Saat ini sudah waktunya Sherly pulang kantor,ia yang kini sedang berjalan menuju mobilnya dengan Fani yang juga ikut berjalan beriringan dengannya.
“Apakah Alex sekarang akan pulang malam?”tanya Sherly karena setelah obrolan mereka tadi,Alex langsung menuju perusahaannya.
“Sepertinya begitu nona”ucap Fani sopan.
Sherly yang mendengar itu hanya mengangguk mengerti.
Sedangkan di tempat lain.
Terlihat seseorang yang berpakaian mata-mata sedang memperhatikan Sherly dari arah yang cukup jauh.Mata-mata itu adalah orang yang waktu itu hampir Bagas tangkap,dan orang itu adalah Amel yang merupakan anak Rendi.
“Aku harus menemui Sherly secara langsung,karena ada sesuatu yang perlu aku katakan padanya”ucap Amel pada dirinya sendiri,ia terlihat sedang berfikir dan hendak menghampiri Sherly secara langsung.
Tapi baru beberapa langkah ia berjalan, tiba-tiba dari arah belakang ada yang membekap nya.
“Mm..mm”Amel pun berusaha melepaskan bekapan itu,ia berusaha menendang dan meninju orang di belakangnya,tapi tidak juga berhasil.
Dan tiba-tiba ide muncul di benaknya,ia pun langsung menggigit tangan orang yang membekap nya,hingga akhirnya orang itu melepaskan bekapannya itu karena kesakitan.
“Lepaskan saya!”ucap Amel sedikit berteriak saat berhasil lepas dari bekapan itu.Amel hendak lari dari orang itu,karena ia tahu jika orang itu adalah orang jahat,tapi sayangnya tangannya sudah di cekal dengan erat oleh orang itu.
__ADS_1
“Diam!!”ucap orang itu.Dan tanpa menunggu lama orang itu langsung memukul leher Amel hingga pingsan.
“Merepotkan”ucap orang itu yang langsung membawa tubuh Amel di pundaknya.Entah kemana ia akan membawa Amel,tapi yang jelas jika tujuan orang itu adalah menjauhkan Amel dari Sherly.