ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 139


__ADS_3

Keesokan harinya.


Hari ini Rendi yang sedang duduk di kursi kebesarannya itu,ia terlihat sangat senang.


Sepertinya Rendi sedang membayangkan jika rencananya berhasil,dan ia mendapatkan apa yang ia inginkan,itulah yang membuat Rendi terlihat senang.


“Ha...ha...,senang sekali rasanya karena hari ini adalah hari di mana awal dari kehancuran orang itu,rasanya aku bahagia sekali di karena sebentar lagi tujuanku akan tercapai,dan aku akan mengalahkan orang itu,lalu mengambil hartanya sama seperti yang aku lakukan dulu pada ayahnya,yah walaupun dulu aku hanya bisa mengambil setengah dari kekayaan ayahnya dulu,tapi setidaknya cepat atau lambat semua harta dari ayah dan anak itu akan menjadi milikku”ucap Rendi pada dirinya sendiri.


“Iya tuan,saya juga turut senang untuk anda”ucap Remon yang berada di samping Rendi,ia ikut menimpali ucap tuanya itu


“Iya,dan jika tujuanku berhasil,jangankan mobil,pesawat juga akan saya beli sebagai hadiah untuk kamu yang telah bekerja untuk saya”ucap Rendi dengan nada angkuhnya.


“Terima kasih tuan”jawab Remon sambil tertunduk.


Setelah puas tertawa,Rendi yang ingat akan Mark,ia pun langsung angkat suara.


“Dimana tuan Mark?”tanya Rendi pada Remon.


“Saya tidak tahu tuan,mungkin dia masih berada di perusahaannya itu”jawab Remon langsung.


Sepertinya Remon belum melihat kedatangan Mark,dan ia juga belum tahu tentang keberadaan Mark saat ini.


Tiba-tiba ada sebuah telepon dari mata-mata yang Rendi kirimkan waktu itu.


Rendi yang melihat itu,ia tersenyum sekali,dan tanpa waktu lama ia langsung mengangkat sambungan telepon itu.


“Hallo”ucap Rendi memulai pembicaraan.


“Hallo tuan,sepertinya rencana yang telah saya dengar itu salah,mereka telah tahu jika saya mata-mata anda,itu semua terjadi karena sepertinya ada mata-mata di tempat anda yang juga melaporkan kepada tuan Alex,tentang rencana anda,jadi tuan,saya mohon selamatkan saya”ucap orang itu dengan nada terdengar sangat terburu-buru.


“Apa???,kenapa bisa?!,Remon cepat kamu cari tahu tentang mata-mata yang ada di mansion ini”ucap Rendi pada Remon.


“Baik tuan”jawab Remon yang langsung berjalan pergi meninggalkan ruangan Rendi.


“Kenapa bisa?”tanya Rendi pada mata-matanya itu.


“Saya juga tidak tahu pasti,yang jelas tuan Alex telah mengirim istrinya kemarin, dan tuan itu merupakan informasi terakhir yang saya dapatkan saat ini tuan”ucap orang itu menjelaskan.

__ADS_1


Sontak Rendi yang mendengar itu,ia terlihat sangat marah.


“Bodoh!,aku nggak peduli tentang keselamatan kamu”ucap Rendi yang langsung mematikan teleponnya itu.


Tak lama Remon pun datang,dan berjalan kearah Rendi.


“Tuan sepertinya orang yang saya curiga itu sudah tak ada,dan ia telah pergi entah kemana”ucap Remon sambil menunduk.


“Dasar sialan!,kamu bisa kerja nggak sih,kerja segitu aja nggak becus”teriak Rendi marah sambil menggebrak meja yang ada di hadapannya itu.


Tapi setelah itu,Rendi ingat akan suatu hal yang menjadi harapan terakhirnya.


‘Tuan Mark,ya tuan Mark adalah harapan aku saat ini’pikir Rendi.


Dan tanpa menunggu lama,Rendi pun langsung menelepon Mark.


“Hallo tuan”ucap Rendi dengan nada terburu-buru.


“Ada apa?,tenangkan dirimu jangan terburu-buru begitu,aku sudah tahu apa yang ingin kamu katakan”ucap Mark berlagak sok tahu.


“Maksud kamu apa?,bukannya kamu ingin bilang jika kamu telah mempersiapkan orang-orang mu untuk menculik istri dari orang itu,dan saya juga telah menyiapkan orang-orang kepercayaan saya untuk bergabung dengan anak buah mu untuk menculik orang yang bernama Sherly itu”ucap Mark menjelaskan.


“Jadi anda tidak tahu kenapa saya bicara terburu-buru seperti tadi tuan?”tanya Rendi dengan nada yang berubah pelan.


“Tidak,memangnya kenapa?”tanya Mark langsung.


“Informasi yang kemarin kita dapatkan itu salah,dan ternyata orang yang ingin kita culik telah berangkat kemarin bukan sekarang,hal itu terjadi karena ada mata-mata yang tidak saya ketahui di tempat saya tuan”ucap Rendi panjang lebar.


“Bodoh!!!,kamu tahu tidak kenapa aku menyuruh kamu untuk menculik Sherly,karena dia adalah kelemahan dari orang itu,dan saya juga tidak yakin bisa mengalahkan orang itu jika tanpa memanfaatkan kelemahannya itu”ucap Mark menjelaskan dengan nada marah.


Sontak Rendi yang mendengar itu, tubuhnya tiba-tiba gemetar karena takut,ia sekarang merasa jika hidupnya telah berada di ujung tebing.


Rendi sekarang sangat menyesal telah meremehkan Alex.


Dan setelah itu Mark langsung mematikan sambungan telepon itu secara sepihak.


Sedangkan Rendi saat ini telah bangkit dari duduknya,pikiran saat ini sangat kalut,hingga yang ia pikirkan hanya pergi menjauh dari Alex,itu yang menurut nya aman saat ini.

__ADS_1


“Aku harus pergi,aku harus kabur sebelum dia mengalahkan ku, karena aku tak ingin hidup sengsara”ucap Rendi langsung bangkit dari tempatnya.


“Kita akan pergi sekarang,jadi siapkan mobil atau pun pesawat,kita harus pergi hari ini”ucap Rendi pada Remon.


Remon yang mendengar itu,ia pun mengangguk patuh,setelah itu,Remon pergi untuk melaksanakan sesuai yang dikatakan tuanya itu.


Setelah cukup lama menunggu,akhirnya Remon datang dengan wajah cemas dan ketakutan.


“Tuan,sepertinya orang itu telah tahu tujuan kita,dia memblok semua jalur yang akan kita lalui untuk kabur”ucap Remon dengan tubuh sedikit gemetar.


“Sial!!,terus apa yang harus aku lakukan?!!,memangnya aku harus diam saja menunggu kekalahan itu tiba?!,aku tak ingin hidup sudah dan sengsara”ucap Rendi dengan nada marah dan putus asa.


Dan tanpa sadar tubuh Rendi melorot,hingga terduduk dengan punggung menempel di samping kursi.


“Amel”panggil Rendi tiba-tiba dengan nada lirih.


Rendi seakan mulai sadar dan menyesal saat ingat jika ia telah membuat anaknya sendiri sengsara.


‘Maafkan ayah Amel,ayah tahu ayah jahat,dan ayah tahu ayah tak pantas untuk di maafkan,tapi itu semua terjadi karena ayah telah tergila-gila dengan harta,dan itu semua di sebabkan oleh ibu kamu yang telah meninggalkan ayah bersama pria lain'pikir Rendi menyesal.


Dulu saat masa-masa berjaya Rendi,tiba-tiba musibah datang,hingga membuat perusahaannya bangkrut.


Tapi bukan itu yang membuat Rendi sedih,ia merasa sedih karena ditinggalkan oleh istrinya yang pergi dengan laki-laki lain,hingga akhirnya ia berbuat nekat dan mencurangi sahabatnya sendiri agar perusahaannya bangkit lagi.


Dan saat bangkit Rendi berniat untuk mengajak istrinya kembali padanya,tapi ternyata istrinya telah meninggal,hal itu membuat Rendi gelap mata dalam mencari banyak harta,entah berapa korban yang telah ia buat sengsara,hanya ia yang tahu.


“Iya ini semua kesalahanku!!,percuma jika aku menyesali itu semua,karena itu semua itu semua telah terjadi!,dan aku tidak bisa untuk mengulang waktu,jadi mungkin ini saatnya aku menanggung karma ku di masa lalu”ucap Rendi pada dirinya sendiri,sambil memukul kepalanya sendiri dengan keras.


Sekarang saat Rendi merasa jika ia tidak memiliki harapan,ia sadar meskipun ia dulu dalam keadaan terpuruk,tapi tidak seharusnya ia berbuat jahat pada orang lain.


Dan itulah yang Rendi sesali saat ini.


*****


Mohon maaf bila ada salah kata.


Mohon dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2