ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 33


__ADS_3

Lalu Sherly pun berjalan menghampiri ayahnya,saat sampai ia pun menghadap ke arah ayahnya,dan menatap ayahnya dengan tatapan dalam.


“Ayah,Sherly tahu jika ayah marah ke Sherly, karena telah menyatakan kebenaran itu,dan Sherly enggak masalah, jika memang ayah akan benci dan marah ke Sherly,Sherly akan terima itu,tapi ayah, Sherly melakukan itu karena Sherly takut,jika kak Mira tahu hal itu orang lain,kak Mira akan benci sama kita,dan Sherly enggak ingin itu terjadi,karena Sherly ingin kalian hidup damai”ucap Sherly sambil menatap kearah Roy, yang juga menatap ke arahnya.


“Maaf juga mungkin selama ini Sherly telah menjadi beban, dan benalu di keluarga ini,andai ayah tahu,jika saja Sherly dapat memilih,Sherly ingin sekali untuk terlahir dari sebuah keluarga,yang sayang sama Sherly,walaupun keluarga itu,adalah keluarga yang sederhana,tapi yang terpenting bagi Sherly adalah keluarga yang harmonis dan saling menyayangi,tapi Sherly enggak bisa untuk memilih itu!,karena ini sudah menjadi takdir Sherly,jadi Sherly akan menerima takdir Sherly dengan lapang dada,mungkin tadi Sherly sempat marah untuk sesaat,itu Sherly lakukan,karena Sherly ingin meluapkan


amarah yang Sherly pendam selama ini,sherly ingin agar kalian tahu,bahwa Sherly itu hanya manusia biasa, sherly juga punya batas ke sabaran,karena Sherly juga tidak bisa hanya untuk terus diam, diperlakukan tidak adil seperti ini,tapi meski begitu Sherly enggak pernah dendam,dan benci sama ayah dan kak Mira,karena Sherly sayang sama kalian semua”ucap Sherly yang di akhiri dengan sebuah senyum tulus,penuh kasih sayang seorang anak untuk ayahnya.


Sherly pun kembali melangkah dan mendekat ke arah Mira.


“Kak,maaf atas perbuatan Sherly waktu itu,Sherly tahu kakak benci dan selau iri sama Sherly,tapi Sherly hanya ingin mengingatkan sesuatu ke kakak,bukan Sherly bermaksud untuk sok pintar,Sherly mengingatkan kakak hanya karena Sherly peduli sama kakak,


meskipun sebuah kenyataan itu sangat menyakitkan,tapi Sherly harap kakak dapat menerima itu,dan seharusnya kakak tidak memaksakan sesuatu yang memang tidak bisa kakak miliki,karena bukan hanya orang yang kakak paksakan yang sakit dan menderita,tapi kakak juga yang akan sakit!, karena kakak akan merasa tidak bahagia”ucap Sherly menatap ke arah Mira,dan mira hanya diam,dengan tangan terkepal erat.


“Setelah ini,mungkinSherly enggak bisa untuk sering-sering ke rumah ini lagi,tapi Sherly harap kalian dapat hidup bahagia dan rukun”ucap Sherly lagi.


Sherly dan Mira hanya saling menatap.


‘Mungkin ini sudah takdirku,untuk selalu mengalah,dan jika memang aku harus pergi dari rumah aku juga rela,karena aku akan merasa tenang setidaknya ayah mungkin akan berusaha untuk mencintai ibu,dan dia akan memperlakukan ibu dengan baik,walaupun aku harus berkorban aku tak masalah,asal keluargaku bahagia’batin Sherly.


Setelah lama saling menatap,Sherly pun tersenyum sesaat,kemudian ia pun berbalik.


"tes" tak terasa setetes air mata keluar dari matanya,entah itu air mata kebahagiaan atau kesedihan hanya Sherly yang tahu.

__ADS_1


Tapi dengan cepat Sherly pun menghapus air mata yang ada di kedua pelupuk matanya,


dengan menggunakan tangan kanannya,


berharap tidak ada yang melihat saat ia mengeluarkan air mata.Ia pun langsung berjalan dan menghampiri Alex yang sedang berdiri,dan menunggu dirinya untuk pulang bersama.


Alex pun meraih tangan kanan Sherly,dan menggenggamnya,menggunakan tangan kirinya,mereka pun berjalan keluar dari rumah tersebut.


Saat telah berada di hadapan mobil,yang sering di gunakan Alex,Sherly berhenti sejenak dan memandang ke arah rumahnya,


rumah tempat ia tumbuh,rumah yang telah mengajarkan ia segalanya,arti rasa sakit,bahagia,kecewa,dan masih banyak lagi yang sering Sherly rasakan di rumah itu,yang tidak bisa Sherly jelaskan.


“Sherly,ayo masuk!”ucap Alex,menepuk pundak Sherly pelan,dan Sherly pun tersadar,ia pun berjalan kearah pintu mobil,yang telah terbuka.


Saat kepala Sherly hendak terbentur,tetapi sebelum itu tangan Alex sudah lebih dulu melindungi kepala Sherly,hingga tangan Alex lah yang terbentur karena melindungi kepala Sherly.


Sherly pun masuk ke dalam mobil bagian belakang,dengan di susul Alex yang duduk di samping kanannya.


Dan tak lama mobil pun berjalan,dengan Doni yang mengemudinya,sedangkan Fani berada di mobil yang lain.


Suasana di dalam mobil hanya hening,Sherly pun mengalihkan pandangan matanya ke arah samping kiri,ia melihat ke arah luar melalui kaca mobil yang tertutup,walaupun begitu,Sherly dapat melihat jalanan dari dalam mobil.


Sampai secara tidak sengaja ia melihat,seorang ayah yang sedang mengajar anaknya bermain sepeda,Sherly yang melihat itu hanya dapat tersenyum miris akan nasibnya.

__ADS_1


Bertahun-tahun Sherly hanya diam,saat ia di perlakukan tidak adil,oleh ayah dan kakaknya,walaupun ia sempat marah dan tidak terima,tetapi rasa marahnya justru membuat ayahnya lebih marah terhadapnya.


Oleh karena itu Sherly hanya dapat diam,ia berusaha menjadi anak yang baik,agar suatu saat nanti, ayahnya bisa sayang kepadanya,sama seperti ayahnya sayang kepada kakaknya.


Hingga akhirnya Sherly tahu,jika ia adalah anak yang tak diharapkan,dan ia hanya dapat diam dan berusaha untuk menerima hal itu.


"tes" Sherly pun menangis,tetapi dan dengan cepat ia pun menghapus air matanya,beharap Alex tidak melihatnya menangis,tetapi tetap saja air matanya tak berhenti untuk turun,


hingga ia harus berkali-kali menghapus air matanya.


Tak terasa Sherly pun tertidur dengan menyenderkan kepalanya di kaca mobil,


mungkin karena ia kelelahan menangis.


Alex yang melihat Sherly tertidur,ia pun memindahkan kepala Sherly ke pangkuannya,secara hati-hati,dengan pelan Alex menghapus air mata yang tersisa di kedua pelupuk mata Sherly.


Entah kenapa ia juga ikut merasa sedih saat melihat keadaan Sherly yang seperti itu,tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa,Alex hanya diam agar Sherly dapat meluapkan rasa sedihnya,tetapi Alex telah berjanji didalam hatinya,jika ia tidak akan membiarkan Sherly untuk menangis dan bersedih lagi.


Mobil itu pun berhenti,setelah sampai di mansion.


Doni turun dari mobil,dan membukakan pintu mobil bagian belakang,tak lama Alex pun keluar dari mobil,dengan hati-hati, karena ia sedang mengangkat tubuh Sherly.


Saat Alex telah keluar dari mobil,Alex pun berjalan masuk kedalam Mansion sambil mengangkat tubuh Sherly.

__ADS_1


Maaf ya semua,jika telah membuat kalian sedih,dan maaf juga jika ada salah kata🙏🙏🙏


Mohon dukungannya🙂


__ADS_2