ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 21


__ADS_3

Sherly yang melihat Alex tidak terlalu mempedulikan para tamu,tidak tahu harus berkata seperti apa.


“Jangan terlalu memaksakan diri,kalau capek kamu duduk, tidak usah tersenyum terus nanti bibirmu sakit”ucap Alex, kepada Sherly tanpa mengalihkan pandangnya, dari handpone tersebut.


Sherly yang mendengar itu pun akhirnya duduk“terima kasih tuan”ucapnya langsung duduk,setelah menyambut tamu terakhir yang ada di atas pelaminan.


Acara pernikahan Sherly, dan Alex di adakan dengan tertutup,dan tidak ada para wartawan yang hadir,karena Alex tidak ingin urusan pribadinya tercium oleh publik,jadi hanya orang yang terpilih yang hadir di acara pernikahan tersebut.


Tak terasa waktu berlalu dengan cepat,hari sudah menjelang tengah malam para tamu juga sudah pada pulang,hanya tersisa keluarga Sherly.


Dewi kemudian menghampiri Sherly, yang ada


di atas pelaminan.


“Selamat atas pernikahanmu sayang,semoga pernikahan kamu langgeng sampai tua nanti”ucap Dewi sambil cipika cipiki ke arah Sherly.


“Makasih ibu,ibu nanti bakal langsung pulang, atau menginap di hotel ”tanya Sherly.


“ Ibu langsung pulang aja,sayang”jawab dewi


Tak lama Mira pun datang dan berkata“selamat ya,semoga kamu bahagia”ucap Mira sambil berpura-pura terlihat tersenyum.


Walau pun didalam hati Mira iri dan seakan mengutuk Sherly.


Roy dan Dafa pun sama mengucapkan selamat kepada sherly,karena Alex hanya sibuk dengan handphonenya.


Selesai berpamitan,keluarga Sherly pun pulang,dan hanya tinggal Sherly dan Alex yang ada di atas pelaminan.


Tiba-tiba Doni datang menghampiri Alex dan Sherly.


“Tuan,semuanya telah saya siapkan”ucap Doni,Alex pun mengalihkan pandangannya dari handpone miliknya, dan menatap ke arah


Doni.


“Ayo!”ajak Alex kepada Sherly


“Tapi tuan, saya tidak bisa turun karena pakaian ini. ”ungkap Sherly, memberanikan diri untuk berkata tentang kesulitan, yang ia hadapi.


Alex pun berniat untuk membantu Sherly turun dari pelaminan,Alex menyuruh sherly berpegangan ke telapak tangan kanannya,dan Sherly pun menerima itu,Sherly turun sambil berpegangan tangannya di tangan Alex.


Hampir saja Sherly terjatuh karena tinggi sepatu heelsnya yang tinggi,untung nya Sherly jatuh, ke dalam pelukan Alex, dan Alex juga dapat menjaga keseimbangannya.


“ Makanya,hati-hati ”ucap Alex tepat di telinga sherly,Sherly yang sadar sedang memeluk Alex pun menarik badannya, dari tubuh Alex.


“Maaf,tuan saya benar-benar gak sengaja”ucap sherly menundukkan kepala berusaha menutupi rasa malunya.

__ADS_1


Kini mereka berdua sudah tiba di dalam kamar hotel yang telah di siapkan oleh Doni.


Dan sekarang Mereka berdua sedang berada, didalam kamar hotel,dengan situasi yang canggung.


Alex yang melihat Sherly hanya diam dengan keringat yang bercucuran, tahu akan ketakutan yang Sherly alami.


Alex pun berjalan menuju kamar mandi, yang ada di dalam kamar hotel tersebut untuk mandi.


Saat Sherly melihat Alex sudah masuk ke dalam kamar mandi,Sherly berjalan mendekati sofa,ia duduk dengan pikiran yang kacau,dengan perasaan gugup dan takut.


Saat Alex keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah lengkap,Sherly seolah tak sadar akan hal itu.


“Hey”ucap Alex kepada Sherly,ia berusaha menyadarkan Sherly dari lamunannya itu.


Sherly pun menoleh dan menatap ke arah Alex.


“Mandi sana!”ucap Alex yang menyuruh mandi ke arah Sherly.


“Ha?”ucap Sherly secara refleks dengan pandangan waspada,jantungnya seakan berdebar tak karuan


“Mau saya mandikan?”ucap Alex yang hanya ingin menakut-nakuti Sherly,karena ia tidak langsung melaksanakan perintah Alex.


“Eh..enggak,saya bisa sendiri kok”ucap Sherly terlihat gugup.


Sherly pun langsung berlari dengan cepat, ke arah kamar mandi, yang ada di kamar hotel tersebut.


Alex yang melihat itu hanya tersenyum,bukan tersenyum sinis, tetapi lucu akan kelakuan


Sherly.


‘Heran saya,padahal saya hanya ngomong begitu,tetapi dia udah takut kayak, mau di apa-apain aja,gimana mau di apa-apainya, kalau cuma saya ngomong gitu aja, dianya udah takut, emang dasar penakut’ batin Alex.


Alex berjalan menuju kasurnya dan duduk di kasur tersebut.


Sedangkan Sherly,yang saat ini sedang berada, di dalam kamar mandi, jantungnya seakan terpompa cepat,setelah beberapa menit, Sherly telah selesai mandinya, tetapi ia masih berada di kamar mandi.


’Gimana ini keluar atau jangan’ batin Sherly,Sherly pun memberanikan untuk membuka sedikit pintu kamar mandi.


Dilihatnya Alex yang sedang duduk, sambil mengutak-atik handpone nya,kemudian Sherly


pun kembali menutup pintu kamar mandi itu.


‘Duh gimana ini,belum tidur lagi dia nya’batin Sherly yang masih di dalam kamar mandi.


“Kamu mau mati di kamar mandi, karena kedinginan,ayo keluar”ucap Alex yang tiba-tiba berteriak.

__ADS_1


Sherly yang mendengar itu tersentak kaget untuk sejenak.


“Iya tuan sebentar lagi”ucap Sherly setelah ia,berusaha menguasai rasa kagetnya,


bercampur rasa gugup,Sherly juga berkata,


sambil berteriak dari dalam kamar mandi.


Sherly pun mengambil nafasnya dalam-dalam, kemudian ia keluarkan secara perlahan,setelah itu Sherly keluar dari kamar mandi, dengan mengenakkan pakaian yang lengkap.


Sherly berjalan dengan perlahan dan hati-hati,


ia berjalan ke arah kasur dimana Alex duduk,


“Maaf tuan”ucap Sherly,setelah sampai di hadapan Alex.


Alex pun mengambil salah satu bantal dan salah satu selimut,yang telah ia ambil dari lemari kecil di samping ranjangnya.


“Nih,kamu tidur di sofa ”ucap Alex sambil menyerahkan barang-barang tersebut.


Sedangkan Sherly hanya tertegun sejenak,atas ucapan Alex barusan.


“Ayo cepetan,ambil”ucap Alex,Sherly pun mendengar itu, seakan sadar dari lamunannya.


Sherly pun menerima selimut dan bantal tersebut,setelah menerima itu,Sherly berjalan ke arah sofa dan menaruh bantal di sofa,ia tidur sambil menggunakan selimut,dan tak lama Sherly pun terlelap ke alam mimpi.


Alex yang sedang berbaring di kasur,ia sudah berusaha untuk tidur,sambil membolak-balik badannya,tetapi sepertinya ia tidak bisa tidur.


Waktu terus berlalu,tapi Alex masih tidak bisa juga tertidur,akhirnya Alex pun memilih untuk bangkit dari kasurnya,ia berjalan ke arah Sherly yang sudah tertidur pulas di sofa.


Alex merapikan beberapa anak rambut yang menutupi wajah Sherly,satu kata yang Alex katakan yaitu.


‘cantik’ batin Alex,ia langsung mengangkat tubuh Sherly dengan hati-hati,dan memindahkan Sherly ke arah kasur.


Alex pun berjalan kearah kasur dan menaruh Sherly dengan hati-hati,agar Sherly tidak bangun.Kemudian Alex juga ikut berbaring di samping Sherly.


Alex menghadapkan tubuhnya kearah Sherly,ia kembali merapikan anak rambut yang menutupi wajah Sherly.


“Kamu tahu Sherly,wajahmu itu mengingatkan ku kepada seseorang yang sangat berarti dalam hidupku,orang yang telah merelakan nyawanya untuk diriku”ucap Alex kepada Sherly dengan pelan,berharap Sherly tidak mendengar ucapannya,Alex berbicara seperti itu hanya untuk mencurahkan isi hatinya yang selama ini ia pendam.


“Dia adalah kakak perempuanku,awalnya aku merasa tertarik kepadamu karena kamu mirip dengannya, tetapi kamu adalah anak dari Roy, aku ingin membuatmu bertekluk lutut di hadapan aku,dengan begitu aku dapat menyiksamu dan membuat ayahmu menyesal karena telah membuatku menderita,tetapi...”ucap Alex berhenti sejenak,kemudian ia menatap sherly dalam.


“Setelah aku memikirkan ucapan ibuku dengan baik-baik, dan telah mengetahui kisah hidup mu yang tidak adil,aku seolah merasa jahat karena telah memanfaatkan mu,sekarang aku sadar, tidak seharusnya kamu menjadi korban atas keegoisan kami,karena kamu juga hidup dengan ketidakadilan”ucap Alex pelan,sambil menatap Sherly dengan tatapan yang sulit terbaca,setelah mencurahkan isi hatinya itu.


“Walau ini mungkin sedikit terlambat, tetapi aku ingin tetap mengatakannya,selamat tidur Sherly semoga mimpi indah”ucap Alex,setelah itu mencium jidat Sherly pelan.

__ADS_1


Alex pun menarik selimut, untuk menutupi tubuhnya dan tubuh Sherly,setelah itu ia tertidur dengan memeluk Sherly pelan,agar Sherly tidak terbangun dari tidurnya.


__ADS_2