
Dan setelah mengatakan itu,tiba-tiba Alex tersenyum kecil.
“Biarkan mereka tahu hal itu”ucap Alex cuek.
“Tapi tuan saya mendapatkan informasi itu dari mata-mata yang kita kirim,tapi saya yakin jika Rendi tak tahu jika kita telah mengirim mata-mata di mansion miliknya”ucap Doni menerangkan.
“Ya sudah,kita tinggal merubah rencana kita”jawab Alex lagi.
“Hari ini kamu katakan kepada anak-anak buahku yang akan mengawal Lili untuk bersiap-siap,dan sepertinya aku berniat akan mengirim Lili hari ini”ucap Alex yakin.
Dan tanpa sengaja Alex melihat Sherly yang sedang berjalan kearahnya,jarak Sherly dan tempatnya cukup jauh,lalu setelah itu Alex pun langsung mengibaskan salah satu tangannya menandakan agar Doni pergi.
“Baiklah tuan,saya akan mempersiapkan itu semua”jawab Doni langsung menunduk tanda pamit.
Setelah itu Doni pun pergi.
“Ada masalah apa?,kenapa Doni sampai ada di sini?”tanya Sherly saat ia berada di hadapan Alex
“Hanya sebuah masalah kecil,dan aku telah mengurus itu,jadi kamu tak usah khawatir akan hal itu”ucap Alex berusaha tersenyum,seolah menenangkan kekhawatiran Sherly.
“Oh iya”jawab Sherly.
Setelah itu,Sherly pun langsung duduk dengang menghadap kearah Alex.
“Maaf”ucap Sherly yang langsung dapat tatapan heran dari Alex.
“Maaf karena aku sudah bersikap egois semalam,aku juga sempat marah semalam,tapi sekarang aku sadar,kamu melakukan ini demi kebaikan ku juga”jawab Sherly dengan kepala sedikit tertunduk.
“Tidak apa-apa,aku bisa mengerti perasaan kamu kok,aku tahu kamu seolah merasa jika aku telah mempermainkan kamu,aku juga tahu jika kamu butuh aku,dan aku pun sama juga butuh kamu,tapi mungkin inilah keputusan terbaik saat ini”ucap Alex panjang lebar dengan nada pelan miliknya.
“Dan sebenarnya ada sesuatu yang harus aku katakan padamu,dan mungkin ini akan membuat mu kecewa,atau berfikir jika aku sedang mempermainkan mu,tapi percayalah aku melalukan ini semua demi keselamatan mu”ucap Alex tulus.
“Apa itu?”tanya Sherly langsung.
“Aku akan mengirimkan kamu ke suatu tempat”ucap Alex yang menjeda sejenak ucapannya itu.
“Ya aku tahu itu,dan aku akan menerima keputusan kamu itu”ucap Sherly yang langsung menyela ucapan Alex.
“Bukan besok kamu harus pergi ke sana,tapi sekarang”ucap Alex yang langsung membuat Sherly menatap kearahnya.
‘Sekarang’.pikir Sherly yang hanya bisa bungkam
Sekarang Sherly merasa jika apa yang di katakan Alex itu benar,ia sekarang seolah merasa Alex sedang mempermainkan dirinya dan juga mempermainkan perasaannya.
Sherly saat ini seolah ingin marah-marah dan berteiak sambil menangis,tapi sekuat tenaga ia tahan.
‘Sabar Sherly,amarah dan tangis mu seolah tak akan merubah apapun,ini keputusan Lexi dan kamu harus bisa menerima itu’pikir Sherly sambil menghembuskan nafasnya sedikit kasar.
“Bisakah ke sana nya itu nanti,dan bolehkah aku memulai sarapanku sekarang,karena aku sudah lapar”ucap Sherly berusaha mengalihkan topik,ia juga berusaha berkata setenang mungkin.
Alex yang mendengar itu,ia pun langsung mengangguk,Alex sebenarnya tahu jika Sherly sedang berusaha menyembunyikan kesedihannya itu,dan ia juga merasa jika ia lebih sedih akan hal ini.
Karena di saat dirinya ingin melindungi dan menjaga orang yang ia cintai dan sayangi,justru ia malah harus berada jauh dari orang yang ia cintai itu.
Setelah menyelesaikan acara makannya itu,Sherly pun langsung meninggalkan ruang makan,dan berjalan kearah kamar.
Alex yang melihat itu,ia pun ikut berjalan di belakang Sherly.
Setelah sampai di kamar,Alex pun langsung menutup pintunya
“Untuk apa kamu mengambil koper?”tanya Alex heran,saat melihat Sherly mengambil koper miliknya.
__ADS_1
“Bukankah aku harus pergi,dan sekarang aku sedang menyiapkan semuanya”ucap Sherly yang mondar-mandir mencari barang yang ia perlukan.
“Tidak perlu”ucap Alex langsung.
Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menghentikan langkahnya,dan menatap kearah Alex
“Aku telah menyiapkan segalanya”ucap Alex menerangkan.
Sherly yang mendengar itu,ia langsung berjalan kearah Alex,setelah sampai di hadapan Alex,Sherly hanya diam sambil menatap kearah Alex.
“Maksud kamu apa?”tanya Sherly yang tak tahu harus berkata seperti apa.
“Fani telah menyiapkan keperluan kamu,dan kamu akan pergi ke sana bersama Fani dan bagas”jawab Alex
“Oh”hanya itu yang dapat Sherly katakan.
‘Apakah Lexi sudah tak mencintai ku lagi,apakah aku terlalu lama menyadari jika aku sebenarnya sudah mencintai,entah itu kapan,yang jelas saat dia menciumku waktu itu,aku sadar jika aku mencintainya’pikir Sherly
Saat ini Sherly hanya bisa diam dengan kepala tertunduk.
“Bolehkah aku menciummu lagi?”ucap Alex secara tiba-tiba.
Alex Sekarang meminta izin dulu sebelum mencium Sheryl.
Sontak Sherly yang awalnya tertunduk itu,ia pun langsung menatap kearah Alex.
Sherly hanya diam untuk beberapa saat sambil menatap kearah Alex,tapi setelah itu,ia pun mengangguk setuju.
“Baiklah”jawab Sherly memberi izin pada Alex.
Alex yang mendengar itu,ia pun langsung mendekat kan wajahnya kearah wajah Sherly.
“Cup”Alex mencium bibir Sherly dengan lembut.
Ciuman itu bertahan cukup lama,Alex mencium dan ******* bibir Sherly dengan pelan dan lembut,juga sangat dalam,dan melalui ciuman itu Alex seolah sedang menyalurkan rasa sayang dan cinta nya pada Sherly.
Alex sebenarnya tak ingin berpisah jauh dari Sherly,ia ingin Sherly tetap disini dengannya,tapi dengan keras Alex menepis egonya itu,ia selalu meyakinkan diri jika itu demi kebaikan dan keselamatan Sherly.
Itulah yang selalu Alex pikirkan
Setelah cukup lama saling mencium dan *******,Alex pun melepaskan tautannya itu,dan ia pun langsung menempelkan jidatnya di jidat Sherly.
Napas mereka berdua terdengar ngos-ngosan,karena cukup lama berciuman
Dan setelah nafas Alex mulai membaik,ia pun angkat suara.
“Jaga dirimu baik-baik”ucap Alex sambil menatap kearah Sherly,dengan jidat mereka yang menempel.
Dan Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung mengangguk,sekarang Sherly tahu jika Alex pun sama tak ingin berpisah darinya,dan ia pun sadar jika ia harus lebih bersikap dewasa.
Setelah itu,Alex dan Sherly pun berjalan keluar dari mansion.
Dan Setelah mereka berada di luar mansion,di sana bisa mereka lihat cukup banyak mobil yang putih yang berjejer untuk mengawal mobil Sherly.
Dan yang menjadi perhatian Sherly adalah mobil hitam yang sangat indah, sepertinya itu mobil yang akan ia gunakan.
Tiba-tiba saat Sherly sedikit melamun,Alex angkat bicara.
“Kamu harus bisa hidup dengan baik di sana”ucap Alex seolah sebuah perintah.
Sontak Sherly yang ada di samping Alex itu,ia pun langsung menatap kearah Alex.
__ADS_1
“Berapa lama aku harus bisa hidup dengan baik tanpa kamu?”tanya Sherly langsung.
Sebelum Alex menjawab pertanyaan Sherly itu,ia pun menarik nafas dalam-dalam,lalu ia keluarkan secara perlahan.
“Aku tidak tahu pastinya,tapi mungkin jika urusanku di sini telah selesai,aku akan langsung menjemput kamu”jawab Alex dengan nada berat yang ia tahan.
“Yang aku tanya bukan itu,tapi berapa lama waktu yang kamu perlukan untuk menyelesaikan masalah ini?”ucap Sherly dengan nada kekeh,seolah ia ingin tahu.
“Aku juga tidak bisa memastikan itu,karena Doni mengatakan jika waktu yang kami perlukan untuk menyelesaikan masalah ini tidak pasti,bisa saja butuh waktu 1 tahun,2 tahun,bahkan 5 tahun”jawab Alex menerangkan.
Sherly yang mendengar waktu yang tidak pasti itu,ia pun kembali angkat suara.
“1 Tahun,aku ingin kamu menyelesaikan masalah ini dalam 1 tahun,apa kamu bisa?”ucap Sherly seolah menantang Alex.
“Baiklah,akan aku usahakan,dalam 1 tahun aku yakin aku akan bisa menyelesaikan masalah ini”ucap Alex yakin.ia menjawab dengan cepat.
Sherly yang mendengar itu,ia langsung tersenyum puas.
Setelah itu, Sherly mulai melangkah kearah Fani yang telah membukakan pintu untuknya masuk,tapi saat Sherly telah berada di hadapan pintu mobil.
Sherly pun langsung menoleh kearah Alex yang juga menatapnya kearahnya.
Dan tanpa di duga,Sherly berbalik dan langsung memeluk Alex.
“Sebentar saja,aku ingin memelukmu walau hanya sebentar”ucap Sherly sambil memeluk Alex erat.
Dan Alex yang melihat itu,ia pun secara perlahan membalas pelukan Sherly itu,dengan tak kalah erat.
“Aku mencintaimu”ucap Sherly tiba-tiba,dengan suara lirih dan pelan,hingga hanya Alex yang dapat mendengar itu.
Sontak Alex yang sedikit terkejut saat mendengar itu,ia pun langsung angkat suara.
“Apa yang kamu katakan tadi?,aku tidak mendengar dengan jelas,bisakah kamu ulangi itu lagi”ucap Alex yang ingin mendengar lagi ucapan Sherly tadi.
Sherly yang mendengar pertanyaan Alex itu,ia pun langsung menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Alex tadi.
“Aku tidak tahu kapan aku mencintai kamu,tapi yang jelas aku sadar jika aku mencintai kamu di saat kamu menciumku waktu iti"ucap Sherly dengan sangat pelan,karena merasa sedikit malu saat mengatakan itu.
Tapi meski begitu,Sherly berusaha mengungkap perasaan yang serasa sudah membuncah itu.
Alex yang mendengar itu,ia langsung membelai rambut Sherly dengan sayang.
“Aku senang mendengar itu”ucap Alex dengan nada lembut.
Dan Sherly yang mendengar itu,ia pikir jika Alex akan merubah keputusannya itu,tapi ternyata tetap saja,tidak merubah keputusan Alex.
‘Apaan sih pikiran mu itu Sherly,kamu jangan berfikir yang aneh-aneh deh, bukannya kamu tahu jika ini demi kebaikan mu sendiri'pikir Sherly sedikit menggerutu.
Sebenarnya Sherly tak masalah jika ia harus dalam bahaya,asalkan ia bersama dengan Alex itu sudah cukup,lagipula Sherly tahu Alex akan selalu melindunginya.
Tapi Sherly juga sadar jika masalah ini bukan masalah sepele,dan Sherly sadar jika Alex tidak akan bisa fokus mengerjakan pekerjaannya itu,jika ia masih di sini,dan mungkin ia malah akan menjadi beban jika ia terus di sini.
Setelah cukup lama memeluk Alex,Sherly pun langsung melepaskan pelukannya itu.
“Aku pamit,jaga dirimu baik-baik,dan tolong agar kamu juga bisa hidup dengan baik tanpa ada aku di sisimu”ucap Sherly sambil mendongak keatas menatap kearah Alex.
Sherly berkata sambil tersenyum,seolah ia akan berusaha menerima keputusan Alex itu.
Setelah itu,Sherly berbalik dan saat Sherly sampai di depan pintu mobil ia pun langsung masuk.
Sedangkan Alex yang saat ini hanya diam,ia melihat Sherly sedang tersenyum kerahnya.
__ADS_1
Dan tak lama mobil Sherly berjalan,tapi Alex tetap diam,sampai mobil yang di gunakan Sherly benar-benar hilang dari pandangannya.
Alex yang melihat itu,rasanya hatinya saat ini seolah hampa dan kosong.