ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
Season 2 (Eps.17)


__ADS_3

Keesokan harinya.


Sang Surya mulai menampakkan sinarnya dengan sangat terang,hingga menyilaukan siapa saja yang melihat nya.


Di pagi hari,atau lebih tepatnya pagi menjelang siang,seorang wanita yang tampak cantik tengah tertidur pulas.


Tidak seperti wajahnya yang cantik dan selalu terlihat elegan saat bangun,kini Sherly yang sedang tertidur itu,ia terlihat seperti anak kecil yang sedang tertidur begitu polos dan menggemaskan.


Posisi tubuh yang menyamping,dengan kedua tangan yang memeluk bantang guling sangat erat,seolah takut terlepas.Matanya yang kini tertutup rapat seakan tak sadar jika sinar matahari telah melewati celah-celah kamarnya.


Tiba-tiba pintu kamar yang awalnya tertutup itu pun terbuka lebar,hingga menampakkan sosok lelaki jangkung yang amat rupawan.


Alex yang kini sedang berjalan mendekat ke arah Sherly,dengan Rani yang mengikutinya dari belakang.


“Taruh saja di atas nakas”perintah Alex pada Rani.


Rani yang mendengar itu,ia pun mengganguk paham.


Dengan gerakan hati-hati dan telaten Rani menaruh mangkuk yang ia bawa itu di atas nakas,hingga tidak menimbulkan bunyi sedikit pun.


“Saya pamit undur diri tuan”ucap Rani dengan kepala sedikit tertunduk.Dan Alex yang mendengar itu ia hanya memberi isyarat seakan ia mengizinkan Rani untuk keluar.


Setelah kepergian Rani.Alex pun langsung berjalan ke arah kasur,ia melihat Sherly yang masih tertidur pulas seolah tidak merasa terganggu.


Alex yang melihat hal itu,ia pun langsung duduk di samping Sherly.


Dan saat Alex telah duduk,Sherly pun masih tertidur seolah gerakan Alex itu tak mengusik tidurnya.


“Kayak kucing,kuat banget dia kalau tidur”ucap Alex dengan terkekeh kecil.

__ADS_1


Alex memandang wajah Sherly dengan tatapan dalam,ia kini seolah sedang mengagumi sebuah karya Tuhan yang sangat indah baginya,seakan karya itu lebih indah dibandingkan apa yang Alex pernah lihat selama ini.


Tanpa sadar,Alex mengulurkan tangannya,ia menyentuh rambut Sherly pelan,dan tangannya itu pun mulai bergerak turun hingga menyentuh ke alis dan mata Sherly secara perlahan,seolah kini ia tengah mengusap Sherly dari atas kepala hingga terakhir Alex berhenti di bibir Sherly yang sedikit terbuka,dan terdengar pula dengkuran halus yang keluar dari mulut Sherly.


Alex yang mendengar itu pun langsung terkekeh karena merasa lucu.


“Kapan dia bangun?”tanya Alex seakan bertanya pada dirinya sendiri.


Alex ingin membangun kan Sherly,tetapi merasa tidak tega,akhirnya ia hanya bisa menatap wajah Sherly dengan tangan yang tidak berhenti mengusap setiap inci bagian wajah Sherly.


Sherly yang merasa kan ada sesuatu menyentuh wajahnya.Awalnya Sherly hanya menepuk tangan itu,karena ia pikir itu nyamuk atau lalat.Tapi seandainya Sherly bangun ia pasti akan sadar jika di kamarnya tidak ada nyamuk atau pun lalat sama sekali,karena Alex sangat menjaga kebersihan kamarnya.


“Ish,nyamuk ini!,kenapa gangguan terus sih?!”ucap Sherly yang terdengar sedikit mengigau,ia terus saja menepuk tangan Alex yang tak henti-hentinya mengusap wajahnya.


“Sepertinya aku berubah pikiran,meskipun aku tidak ingin membangunkan dia,tapi jika dia tidak bangun,maka makanan yang di siapkan oleh Rani akan dingin”ucap Alex sambil terus menyentuh wajah Sherly,seolah ingin agar Sherly segera bangun.


Karena kesal tidurnya terus di ganggu, akhirnya Sherly memilih untuk membuka matanya.


Sherly pun langsung duduk dengan mengusap bibirnya menggunakan telapak tangannya,ia takut jika terdapat air liur di sekitar bibirnya itu.


Alex yang melihat itu,ia pun lagi-lagi terkekeh dengan sikap Sherly.


“Lexi,kamu ada di sini?,kenapa kamu belum kerja?”ucap Sherly setelah kesadarannya mulai pulih.


“Bukankah ini hari Minggu,jadi saat ini aku ingin menghabiskan waktu berdua denganmu honey”ucap Alex menjelaskan.


“Tapi biasanya kan kamu juga sering bekerja walau itu hari Minggu”ucap Sherly sambil menatap Alex.


Alex yang mendengar itu,ia hanya tersenyum.

__ADS_1


“Hari ini aku tidak akan kerja,karena aku ingin menemani kamu.Dan jika perlu,aku akan seharian penuh menemani kamu”jawab Alex.


Memang biasanya meskipun hari Minggu Alex juga sering bekerja,tapi mungkin untuk hari ini ia ingin menemani Sherly,dan menyerahkan pekerjaan itu pada Doni.


“Hari ini Rani menyiapkan sesuatu untuk mu”ucap Alex dengan menyerahkan mangkuk berisi gumpalan daging berbentuk bulat atau lebih tepatnya itu seperti bakso,tapi bedanya ini dibuat langsung oleh Rani.


Sherly yang melihat itu,matanya pun mulai berbinar cerah,dan tanpa menunggu lama ia pun menerima itu dan memakannya.


Alex yang melihat itu hanya tersenyum kecil.


Rupanya kesayangannya itu sangat menyukai makanan tersebut,Alex pun diam-diam merasa senang akan hal itu.


‘Sepertinya apa yang Fani katakan itu benar'pikir Alex yang telah mendengar cerita dari Fani,tentang percakapan antara Fani dan Sherly di dalam mobil waktu itu.


“Setidaknya kamu bukan tak menyukai menu daging,tapi lebih tepatnya kamu tidak menyukai olahan itu kan?”ucap Alex pada Sherly.


Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung mengangguk setuju.


“Ucapan kamu itu bisa benar,bisa tidak”ucap Sherly yang langsung mendapatkan tatapan penasaran dari Alex.


Tapi meski begitu,Alex hanya diam dan menunggu Sherly menyelesaikan acara makannya itu.


*****


Maaf kelupaan kalau sebenarnya Sherly itu suka bakso jadi setidaknya dia lumayan suka daging.


Tapi intinya Sherly itu nggak suka menu yang berupa daging entah itu sup,atau apapun itu,ia nggak pernah suka karena ada alasannya dibalik hal itu.Tapi jika daging itu di buat bakso maka ia akan menyukai itu,dan itu akan author cerita kan nanti.


Jadi intinya gitu ceritanya.

__ADS_1


Mohon maaf atas kesalahannya itu,dan sudah sedikit author perbaiki.


Dan mohon dukungannya.


__ADS_2