
Keesokan harinya.
Di pagi hari yang cerah.
Terik matahari sudah mulai memasuki celah-celah jendela.Tapi sang empu yang punya kamar masih saja nyaman di tempat tidurnya.
Sherly yang saat ini masih tertidur pulas itu,ia seolah tak merasa jika hari sudah pagi.Apalagi tidak seperti pagi biasanya,
karena pagi ini matahari tampak cerah dari biasanya.
Sementara itu di tempat Alex saat ini.
Alex yang kini sudah menyelesaikan sarapan paginya.Wajahnya yang kini terlihat sedikit cerah secerah matahari di pagi ini,ia tak henti-hentinya tersenyum ke arah makanan yang sedang ia persiapkan untuk Sherly.
“Tuan,biar saya saja yang menata makanan untuk nyonya.Anda ingin bentuk seperti apa?”ucap Rani menawarkan bantuan saat melihat Alex sedang menata makanan.
“Sherly sangat menyukai bentuk hewan, apalagi kucing.Saya sebenarnya ingin menata makanan ini hingga menyerupai bentuk hewan kesukaan Sherly itu,tapi saya sadar saya tidak bisa.Dan maka itu saya ingin agar kamu menata makanan ini hingga menyerupai bentuk kucing”ucap Alex panjang lebar dengan sedikit ramah.
Rani yang mendengar itu,ia sedikit terkejut dengan sikap Alex yang berbicara panjang lebar dengannya.Biasanya Alex akan berbicara seperlunya saja,tapi kali ini sedikit berbeda,karena Alex berbicara dengan panjang lebar dan terdengar sedikit ramah,walau masih dengan nada datarnya.
“Kamu dengar nggak apa yang saya katakan tadi?”tanya Alex yang langsung menyadarkan Rani dari lamunannya.
“Eh,iya tuan saya paham.Kalau begitu biar saya yang kerjakan”ucap Rani sopan,ia pun langsung mengambil alih tempat Alex saat Alex telah bergeser sedikit menjauh.
Tak lama setelah itu.Rani pun selesai.
“Bagus”puji Alex pada Rani.
Rani yang mendengar itu hanya menunduk hormat,tanda terima kasih atas pujian Alex.
“Terima kasih banyak kamu sudah bekerja keras”ucap Alex dengan nada datar,tapi terdengar tulus di telinga Rani.
Dani Rani yang mendengar itu,ia pun sempat terkesiap karena terkejut.Tidak biasanya Alex berterima kasih langsung pada bawahannya.Karena tanda Alex berterima kasih bukan dengan kata-kata,melainkan dengan sesuatu hal yang akan membuat bawahannya bahagia.
Walau sebenarnya ucapan terimakasih dari Alex itu juga sudah membuat Rani bahagia,karena merasa dihargai.Tapi tetap saja ia merasa sungkan,dan tidak biasa dengan hal itu.
Dan Meskipun wajah Rani terlihat tenang.Tapi jauh di dalam pikirannya,ia sedang mencerna tentang perilaku Alex saat ini yang tiba-tiba sedikit berubah lebih baik padanya.
'Apakah dunia akan runtuh?,kenapa bisa tuan Alex langsung berterima kasih padaku.ini pasti cuman mimpi,kalau memang iya tolong sadarkan aku!'pikir Rani yang kini hanya diam dengan banyak pertanyaan di pikiran nya.
Sedangkan Alex yang melihat Rani hanya diam saja,ia pun langsung berjalan membawa nampan berisi makanan yang sudah tertata rapi itu menuju kamarnya.
__ADS_1
“Tuan”panggil Rani saat telah sadar dari lamunannya.
“Biar saya saja yang bawa itu”ucap Rani sopan sambil terus berjalan di belakang Alex.
“Tidak perlu,biar saya saja”ucap Alex yang terus berjalan menaiki tangga.
“Mohon jangan mempersulit diri anda tuan,ini memang sudah kewajiban saya”ucap Rani dengan nada sopan dan sedikit memaksa untuk membantu Alex.
Alex yang mendengar itu,ia pun langsung menghentikan langkahnya.
Alex pun berbalik dan langsung menyerahkan nampan itu kepada Rani.
“Hati-hati”ucap Alex yang entah itu berupa perintah atau peringatan.
Rani yang mendengar itu hanya mengangguk.
Setelah itu Alex pun kembali melangkah
dengan Rani yang berjalan di belakangnya sambil membawa makanan di tangannya.
Tak lama Alex pun sampai di depan kamar miliknya,ia pun langsung membuka pintu kamar itu.
“Huff”Terdengar helaan nafas panjang dari Alex,lalu setelah itu,ia pun sedikit tersenyum.
“Kamu taruh saja makanan itu di atas nakas”perintah Alex saat telah memasuki kamar.
“Baik tuan”jawab Rani yang langsung menaruh makanan yang ia bawa di atas nakas.
Rani pun langsung keluar dari kamar Alex saat ia telah pamit.
Dan Alex yang melihat Rani telah keluar,ia pun langsung berjalan ke arah Sherly.
Alex duduk tepat di samping Sherly yang sedang tertidur.
“Honey”panggil Alex sambil menepuk pipi Sherly pelan.Sepertinya Alex akan membiasakan diri untuk menyebut Sherly dengan kata sayangnya.
Sherly yang mendapat kan tepukan di pipinya itu,ia pun sedikit melenguh dan membuka sedikit matanya.Tapi karena Sherly masih merasa sangat ngantuk,ia pun kembali tertidur.
“Huff”Lagi-lagi Alex hanya bisa menghela nafas seolah berusaha mengerti keadaan Sherly.
“Kamu bisa tidur lagi setelah sarapan.Tapi untuk sekarang kamu coba sarapan dulu agar tidak sakit”ucap Alex sambil terus menepuk-nepuk pipi Sherly.Tapi tetap saja Sherly masih memejamkan matanya.
__ADS_1
Alex yang melihat itu,ia pun tidak menyerah.Ia berfikir untuk mencari cara agar bisa membangunkan Sherly.Sepertinya Alex tidak bisa membangunkan Sherly dengan kata-kata sayang,buktinya saat ia memanggil Sherly tadi,tetap saja Sherly tak kunjung bangun.
Saat mendapatkan ide,Alex pun langsung tersenyum,entah mengartikan apa senyum Alex itu,karena hanya ia yang tahu.
Dan tanpa diduga.
“Cup cup cup”Alex mengecup kedua kelopak mata,bibir,dan pipi dan hampir seluruh wajah Sherly ia cium berkali-kali.
Sherly yang merasa sedikit terganggu dengan apa yang Alex lakukan saat ini,ia pun terpaksa membuka matanya.
“Bangun,sarapan dulu”ucap Alex saat Sherly membuka mata,ia berkata dengan diakhiri sebuah senyuman manis untuk Sherly.
Dan bukannya bangun,Sherly malah menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut karena malu.
“Ya ampun,kenapa bisa senyum Alex cerah banget kayak matahari baru terbit.Aku jadi merasa deg-degan kan”gumam Sherly pelan dibalik selimut.Lenyap sudah rasa kantuk Sherly saat melihat senyum Alex tadi,karena yang ada saat ini ia merasa deg-degan, sekaligus malu saat ia mulai teringat dengan kejadian tadi malam.
Alex yang mendengar gumaman Sherly walau sangat pelan itu,ia pun hanya terkekeh kecil.
“Makan dulu,nanti jika tidak langsung kamu makan,maka akan dingin”ucap Alex lagi.
Sontak Sherly yang mendengar itu,ia pun mulai menurunkan sedikit selimut nya.
“Iya nanti aku makan”ucap Sherly dengan selimut yang menutupi hampir seluruh tubuhnya,dan hanya memperlihatkan kedua mata serta rambut nya.
Alex yang melihat itu,ia pun akhirnya mengerti jika Sherly saat ini merasa sedikit canggung padanya karena malu.
“Kalau begitu aku keluar dulu,ada yang harus aku kerjakan”ucap Alex yang akhirnya memberi ruang untuk Sherly.
Dan saat Alex telah berada di depan pintu,ia pun berbalik dan menatap Sherly.
“Jangan lupa untuk memakan sarapannya hingga habis”ucap Alex dengan nada mutlak.
Sherly yang mendengar itu hanya menjawab dengan anggukan cepat dibalik selimut.
********
Maaf baru bisa up sekarang.
Sepertinya author akan up setiap malam,karena banyak kesibukan yang harus dikerjakan.Tapi akan author usahakan untuk up setiap hari.
Dan kedepannya akan ada cerita tentang, Bella,Citra,Fani,Doni,dan yang lainnya,agar kalian nggak bosan.Tapi tenang aja itu cuman selingan,karena yang lebih sering diceritakan di sini adalah kisah Alex dan Sherly.
__ADS_1