ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
Season 2 (Eps.10)


__ADS_3

“Kamu sudah makan?”tanya Alex pada Sherly saat rambut Sherly sudah lumayan kering.


“Belum”jawab Sherly singkat.


“Kenapa?”tanya Alex langsung.


Bukankah Alex sudah memerintahkan agar Rani lebih perhatian pada Sherly,ia juga memerintahkan agar Rani lebih memperhatikan pola makan,serta menu makan yang sehat untuk Sherly,tapi kenapa Sherly saat ini masih belum makan.Mungkin hal itulah yang ada dipikiran Alex saat ini.


“Tadi Rani sudah sempat tawarin aku untuk makan,tapi aku langsung menolak itu,karena aku masih belum lapar.Lagipula aku sudah beli cemilan untuk ngemil”ucap Sherly menjelaskan karena takut jika Alex akan marah dan menghukum Rani.


Dan Alex yang mendengar itu,ia hanya mengangguk tanda mengerti.


“Aku juga ingin makan siang bareng kamu,dan kebetulan saat ini waktunya makan siang”ucap Sherly lagi.


“Kalau begitu ayo!”ajak Alex langsung.


Sherly yang mendengar itu langsung mengangguk cepat tanda setuju.


Setelah itu mereka berdua pun langsung keluar dari kamar.


Di ruang makan.


Sherly dan Alex sudah duduk di tempat mereka masing-masing.


Dan mereka pun langsung memulai acara makannya dengan hening.


Tak lama setelah itu,acara makan pun selesai.


“Tuan izinkan saya untuk merapikan ini semua”ucap Rani yang meminta izin pada Alex,karena tanpa izin dari Alex,ia merasa segan untuk langsung membereskan itu semua.


Alex yang mendengar itu,ia hanya mengangguk.


Dan pada saat Rani telah pergi meninggalkan mereka,dengan membawa piring,serta gelas kotor ditangannya.Alex pun langsung menatap ke arah Sherly,belum sempat Alex angkat suara,tiba-tiba ponselnya berbunyi.


“Hallo”ucap Alex langsung saat ia mengangkat sambungan telepon,ia berkata dengan nada datar dan terdengar dingin.


“....”


“Baiklah aku akan ke sana”ucap Alex yang langsung mematikan sambungan teleponnya.


“Sepertinya ada beberapa hal yang harus aku urus”ucap Alex pada Sherly.


Dan Sherly yang mendengar itu,ia hanya mengangguk tanda mengerti.


Sherly tahu bahwa Alex sekarang sangat sibuk dengan beberapa jadwal meeting yang sangat banyak dan padat.Bahkan jika pulang ke mansion,ia akan datang larut malam,


bukan hanya itu,Sherly dan Alex juga lumayan jarang bertemu karena kesibukan Alex.

__ADS_1


Tapi meski begitu,Alex selalu datang tepat makan siang.Entah itu untuk makan siang bareng,atau hanya sekedar bertemu dengan Sherly.Tapi yang jelas di tengah kesibukannya itu,Alex selalu mengabari Sherly jika ia akan lembur atau akan pulang cepat,itu semua Alex lakukan agar Sherly tidak mengkhawatirkan dirinya.


“Kalau begitu aku pergi dulu”ucap Alex yang langsung bangkit dari duduknya.


Lalu setelah itu Alex berjalan ke arah Sherly.


“Cup”Alex mengecup pucuk kepala Sherly dengan lembut dan sedikit di tekan.


“Kalau kamu perlu sesuatu,kamu bisa langsung meminta bantuan pada Rani atau Fani”ucap Alex sambil mengelus pipi Sherly pelan.


Dan lagi-lagi Sherly hanya mengangguk.


Setelah kepergian Alex,Sherly pun hanya diam untuk sejenak,seolah ia kini sedang menunggu perutnya untuk mencerna makanan yang baru ia makan.


Tak lama Sherly pun bangkit dari tempatnya,ia berjalan menuju ruang keluarga.


Saat telah sampai,Sherly langsung mendudukkan dirinya di sofa hitam yang terbuat dari kulit asli.


Sofa itu terasa sangat empuk saat Sherly telah duduk.


Sherly pun langsung menyalakan televisi yang memiliki layar yang sangat lebar.Meskipun di kamar miliknya terdapat televisi yang juga besar,tapi entah kenapa ia ingin menonton televisi di ruang keluarga.


“Duh nggak ada yang seru lagi,kenapa kebanyakan berita sih yang di tayang kan di tv,kan jadi takut”ucap Sherly yang terus mengganti channel.


Dan pada saat televisi itu menampakkan animasi kartun,Sherly pun berhenti untuk mengganti-ganti Channel.


“Ini kayaknya seru deh”ucap Sherly sambil tersenyum.


Karena jika Sherly melihat berita-berita di tv,ia akan selalu merasa takut atau kasihan jika melihat orang yang mengalami musibah seperti diberitakan.


“He..he...lucu deh”komentar Sherly.


Entah berapa lama Sherly menonton film kartun,ia pun mulai merasa bosan.Tapi meski begitu,ia tetap menonton animasi kartun itu dengan sedikit malas.


“Nyonya”panggil Fani.


Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menoleh.


“Fani kemana saja kamu selama ini,kok baru kelihatan”ucap Sherly saat ia baru melihat Fani setelah seminggu lebih tak ada kabar.


“Saya memiliki banyak urusan nyonya,jadi tidak bisa datang untuk menemui anda”ucap Fani sopan.


“Kok nada kamu gitu banget sih.Sudah aku bilangkan panggilan namaku saja,lagipula kamu itu lebih tua dariku”ucap Sherly sedikit aneh karena Fani memanggil dengan format.


“Saya tidak berani nyonya”ucap Fani sopan.


Andai saja Sherly tahu jika saat Fani menyebut namanya langsung.Doni yang mendengar itu,ia pun langsung memarahi Fani dan menghukumnya.

__ADS_1


Duh memikirkan itu saja Fani merasa sedikit takut.


“Kalau begitu nona saja,itu lebih baik”ucap Sherly yang merasa panggilan 'nyonya' terlalu tua baginya.


“Baiklah nona”ucap Fani akhirnya setuju karena itu lumayan sopan menurut nya.


Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya mengangguk puas.


“Apa anda ingin ke suatu tempat?,kalau iya anda bisa pergi bersama saya”ucap Fani menawarkan.


Sherly yang kebetulan merasa bosan itu,ia pun langsung mengangguk semangat.


“Sebentar,aku ganti baju dulu”ucap Sherly yang langsung bangkit dan berjalan menuju kamarnya.


Tak lama Sherly pun keluar dan menghampiri Fani yang telah menunggunya di depan mansion.


Hari ini Sherly mengenakan celana panjang berwarna putih dengan baju pendek berwarna pink,tak lupa ia juga memakai jaket kulit berwarna hitam yang melekat pas ditubuhnya.


Sherly masih ingat jika Alex melarangnya memakai celana atau pun pakaian pendek,bahkan jika celana itu hanya panjang lebih selutut,Alex tak mengizinkan itu.


Dan akhirnya semua lemari Sherly penuh dengan pakaian dan celana panjang,hanya ada beberapa pakaian dan celana pendek milik Sherly di lemari,itu pun hanya boleh dipakai di kamar saja.


Satu kata untuk Alex jika itu berhubungan dengan Sherly yaitu'posesif'.


“Anda ingin kita ke mana?”tanya Fani sopan.


“Ke mal,aku ingin belanja,kebetulan sebentar lagi akan ada teman aku yang ulang tahun”jawab Sherly cepat.


Fani yang mendengar itu,ia pun hanya mengangguk mengerti.


Lalu setelah itu mereka pun langsung berangkat menuju Mal besar di kota itu.


Sesampainya di parkiran Mal.


Sherly dan Fani pun turun dari dalam mobil.


“Mari nona”ucap Fani mempersilahkan Sherly berjalan di depan


Sherly yang mendengar itu,ia pun mengangguk.


Akhirnya mereka berdua pun masuk ke dalam mal,dengan Sherly yang berjalan di depan Fani.


Sedangkan saat ini,ada seseorang yang mengenakan pakaian layaknya mata-mata,ia sedang menatap ke arah Fani dan Sherly yang sedang melangkah masuk.Atau lebih tepatnya, mata-mata itu sedang memperhatikan Sherly dengan tatapan rumit.


“Akhirnya.. ,akhirnya aku menemukan kamu”ucap mata-mata itu terdengar sinis sambil tersenyum misterius.


*****

__ADS_1


Mohon maaf bila ada salah kata.


Mohon dukungannya


__ADS_2