
Tak lama setelah itu,Sherly keluar dari restoran dengan langkah yang sedikit terburu-buru,ia seolah tidak peduli dengan keberadaan Alex.
“Sialan!,kenapa harus ngotot banget seperti itu sih.Lagipula kenapa juga Lexi tidak langsung menolak dengan tegas,tapi malah langsung setuju tanpa menanyakan pendapat aku”ucap Sherly kesal sambil terus berjalan menjauh dari restoran.
Saat melihat jika ada tempat duduk di sekitar air mancur,Sherly pun memilih duduk di tembok yang terbuat dari cor-an.
“Kalau saja aku tahu jika akan terjadi seperti ini,lebih baik aku langsung meminta Alex untuk menolak ajakan itu”gerutu Sherly disertai nada kesalnya.
Sherly pun teringat akan kejadian tadi.
Flashback.
Saat itu Alex dan Sherly telah memasuki restoran,di sana banyak dari kalangan elit yang hanya sekedar makan atau untuk karena ada urusan penting.
Dan pada saat Alex dan Sherly melewati orang-orang itu,mereka hanya bisa menyapa dengan ramah sebagai formalitas.
Tidak ada yang berani untuk bersikap tidak sopan pada Alex dan Sherly,karena mereka ingin terlihat berwibawa dan elegan.
Tak lama Alex dan Sherly beserta Clarisa yang berjalan di depan itu pun langsung memasuki sebuah ruangan.
“Ayah”ucap Clarisa yang langsung memeluk ayahnya saat ia melihat ayahnya sedang duduk.
“Sayang,kemana saja kamu nak?”tanya orang yang bernama Adam dengan lembut.Dari nada suaranya itu sudah terlihat jelas jika ia sangat menyayangi anaknya itu.
“Ayah tadi aku tidak sengaja bertemu Alex,maka dari itu aku langsung mengajaknya ke sini.Tidak apa-apakan ayah?”ucap Clarisa diakhiri pertanyaan.
“Oh nak Alex,mana?”ucap Adam yang langsung menoleh dan menatap kearah Alex.
Adam pun langsung bangkit dan memeluk Alex dengan akrab.
“Nak Alex,apa kabar nak?”tanya Adam basa-basi.
“Saya baik om”ucap Alex setelah melepaskan pelukannya itu.
“Ayo kita duduk sambil mengobrol”ajak Adam.
__ADS_1
Kemudian mereka berempat pun langsung duduk di tempat mereka masing-masing.
“Nak Alex,sudah lama ya kita tidak bertemu?, bagaimana kabar ibu kamu saat ini?”ucap Adam terdengar seolah sangat akrab dengan Alex.
“Ibu saya baik-baik saja.Dan saya juga ingin mengucapkan terimakasih banyak pada anda untuk semuanya”ucap Arnam dengan datar.
Adam yang mendengar itu,ia paham maksud Alex.Tapi yang membuatnya heran adalah nada suara dan tatapan Alex yang berbeda.
‘Mungkin karena masa lalu'pikir Adam.
Sedangkan Sherly yang penasaran karena Alex mengucapkan terimakasih.Ia ingin tahu kenapa Alex mengucapkan terima kasih pada ayah dari Clarisa,tapi meski begitu ia hanya diam karena tidak berani bertanya.
“Kamu sudah menikah nak Alex?,kalau belum om ingin agar kamu dan anak om bisa menikah”ucap Adam sambil menatap kearah Alex dengan penuh harap.
Alex yang mendengar itu,ia hanya tersenyum kecil,tanpa menghilangkan raut datarnya.
“Maaf om,saya sudah menikah.Dan ini istri saya Sherly”ucap Alex sambil menoleh ke arah Sherly yang ada di samping nya.
Sherly yang di perkenalkan oleh Alex itu,ia langsung tersenyum ramah pada Adam.
“Mungkin bukan jodoh saya om”jawab Alex tenang.
“Padahal kalian berdua itu cocok loh,malah cocok banget.Yang satu tampan dan yang satunya lagi cantik,pasti nanti anak-anak kalian bakal lucu-lucu deh”ucap Adam lagi sambil tersenyum ke arah anaknya.
Sedangkan Clarisa hanya diam dengan wajah menunduk karena sedikit tersipu malu akan ucapan ayahnya itu.
Sherly yang mendengar itu,entah kenapa ia merasa sedikit marah dan tidak suka dengan ucapan Adam yang terkesan ingin sekali menikahkan Clarisa dan Alex.
“Iya om,Clarisa memang cantik,tapi saya yakin jika dia bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari saya”jawab Alex sambil menggenggam tangan Sherly yang sedikit terkepal karena marah.
Alex tahu jika Sherly pasti sedang merasa cemburu.
“Tapi menurut om kamu itu adalah laki-laki yang paling baik diantara yang terbaik.Dan dari dulu om sangat berharap kalian bisa berjodoh”ungkap Adam.
“Terima atas masih pujiannya”jawab Alex yang tidak ingin berdebat.
__ADS_1
“Oh iya,karena om baru tiba di negara ini.Om ingin agar kamu bisa jaga Clarisa sebentar,
karena om akan sangat sibuk mengurus perusahaan yang ada di negara ini.Bolehkan Alex?”ucap Adam meminta persetujuan Alex.
“Baik,saya akan berusaha untuk menjaga Clarisa agar tetap aman”jawab Alex langsung.Ia seolah tidak keberatan untuk membantu Adam.
“Kamu juga bisa kan untuk mengizinkan Clarisa menginap di rumah kamu untuk sementara,minimal sampai om bisa menemukan rumah yang cocok untuk Clarisa”ucap Adam lagi menambah kan.
“Baik,akan saya siapkan kamar yang nyaman untuk Clarisa di mansion saya”jawab Alex lagi.
Alex seolah tidak bisa menolak permintaan dari Adam,maka itu ia langsung setuju akan hal itu
Sherly yang mendengar itu,ia merasa sangat kesal dan ingin keluar dari restoran itu.
Sherly pun bangkit dari duduknya.
“Saya permisi keluar sebentar”izin Sherly yang langsung pergi tanpa menunggu pendapat Alex.
Flashback End.
Dan di sinilah Sherly sekarang,duduk di sekitar air mancur.
Sherly keluar dari sana karena sudah tidak kuat mendengar ucapan Adam yang seolah masih kekeh menjodohkan Alex dengan Clarisa.Padahalkan Adam tahu jika dirinya itu adalah istri dari Alex.
“Memangnya aku salah jika aku marah karena Lexi tidak meminta pendapat ku lebih dulu?,walaupun aku sadar jika Alex berhak menentukan semuanya tanpa menunggu pendapat ku”ucap Sherly pada dirinya sendiri.
Mana ada sih wanita yang tahan jika suaminya itu terus dijodoh-jodohkan dengan wanita lain.Apalagi itu dihadapan istrinya sendiri.
Entah kenapa Sherly berfikir jika Adam masih belum menyerah untuk menjodohkan Clarisa dengan Alex.
*****
Hanya selama Ramadhan author up Minggu.
Dan setelah Ramadhan author usahakan untuk Rajin up.
__ADS_1
Mohon dukungannya semuanya.