ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 11


__ADS_3

Saat ini Sherly dan Alex sedang duduk, dengan saling berhadapan,dan hanya di batasi oleh sebuah meja,dengan Doni yang sedang berdiri tetap di samping Alex.


Pintu ruangan itu pun sudah di tutup rapat, setelah kepergian fani,dan menyisahkan mereka bertiga yang berada dalam ruangan tersebut.


Suasana di dalam ruangan itu pun hanya hening,tanpa ada yang berbicara,Sherly pun hanya diam dan menunggu Alex berbicara.


Tetapi bukan suara yang Sherly dapat dengar,


melainkan sebuah tatapan yang Alex berikan


terhadapnya,Alex hanya diam menatap kearah sherly dengan tajam.


Sherly yang melihat tatapan tajam dari Alex, yang di berikan terhadapnya itu pun, membuat tubuhnya sedikit gemetar karena gugup.


‘Apa maksud dari tatapan itu’pikir Sherly tak mengerti.


Sherly pun berusaha menghindar dari tatapan yang Alex berikan padanya.


Sherly pun hanya menundukkan kepalanya, dan menatap ke bawah,ia pun hanya bisa menatap kedua tangan nya yang berada di atas pangkuannya itu.


Sherly tidak berani mengangkat kepalanya,ia hanya dapat mencengkram erat kedua tangannya,berusaha untuk menenangkan rasa gugupnya.


‘Bohong jika aku tidak takut dengan tatapan seram yang tuan Alex berikan,tapi saat ini aku harus berusaha tegar dan tak takut,walau sebenarnya tatapan tuan Alex sangat menakutkan,bahkan lebih menakutkan di bandingkan waktu itu’pikir Sherly yang berusaha agar tubuhnya tidak bergetar.


Saat ini Sherly sedang berusaha untuk tidak terlihat takut terhadap tatapan Alex,ia berusaha bersikap biasa saja,walau dalam pikirannya sedang menyimpan berjuta pertanyaan akan maksud tatapan


Alex itu.


‘Ada apa ini,kenapa suasananya terasa menakutkan,dan mencekam’ batin Sherly,ia hanya mampu bertanya dalam hati,padahal ia ingin berteriak dan bertanya kepada alex,apa maksud dari tatapan itu,tetapi ia tidak memiliki keberanian untuk bertanya.


Alex saat ini sedang menatap Sherly dengan tajam,ia dapat melihat bahwa Sherly sedang


melawan rasa takutnya,walau pun Sherly berusaha untuk tidak takut di hadapan Alex, itu seakan percuma! karena mata Alex sangat jeli,ia dapat melihat kegelisahan,juga rasa gugup yang berusaha, Sherly sembunyikan.


“Sudah ingat?” ucap Alex yang membuat Sherly sedikit tersentak kaget.


‘Sudah ingat apa? ’batin Sherly bertanya-tanya.


Sherly hanya diam,dengan pikiran yang berkecamuk,berharap agar Alex berbicara


kembali,dan menjelaskan apa maksud pertanyaan alex tadi,tetapi harapan Sherly pun tidak terwujud,karena Alex hanya diam tanpa berniat menjelaskan.


Sherly pun berusaha melirik ke arah Alex, yang tidak berniat menjelaskan,dan akhirnya Sherly pun berusaha untuk bertemu.


“Ma..ksudnya apa tuan?”ucap Sherly dengan


suara sedikit terbata-bata.


Alex yang mendengar itu,ia pun tersenyum sinis untuk sekilas


“Kamu telah berbohong kepada saya!” ucap Alex dengan wajah tanpa ekspresi.


'Berbohong!'pikir Sherly yang langsung termenung.


Sherly pun terbawa dalam lamunannya untuk beberapa saat,dan tak lama ia


mengingat kesalahan apa yang telah ia perbuat.


Dan saat Sherly mulai mengingatnya kesalahannya itu,tiba-tiba suara Alex menyadarkan ia dari lamunannya.


“Sudah ingat kan”tebak Alex saat ia melihat perubahan raut wajah sherly.


'Ya'kata itu lah yang ingin sherly keluarkan dari mulutnya.Tapi ia tidak berani untuk mengatakan itu.


“Saya paling tidak suka di bohongi!” ucap Alex yang terdengar seperti sebuah bisikan,tetapi terasa sangat menusuk di telinga Sherly.


Jantung Sherly seakan berdebar dengan


kencang saat Alex mengatakan hal itu,tetapi saat melihat wajah tenang Alex,Sherly pun berusaha untuk tidak panik.


'Aku tidak ingin dianggap penakut dan lemah, karena jika hanya dengan perkataan tuan Alex saja aku sudah takut,bagaimana nantinya,aku akan melindungi keluargaku'pikir Sherly.


Sherly akui,ia terpaksa menikah dengan Alex, agar keluarganya tidak sengsara,dan menderita,jadi dirinya sudah bertekad untuk menjadi kuat.


'Ya, aku harus kuat!!'ucap Sherly meyakinkan dirinya sendiri.

__ADS_1


Tetapi Sherly tidak tahu bahwa di balik wajah Alex yang terlihat tenang,ia sedang menahan


emosi yang membara,yang seakan menggebu-gebu dalam diri alex.


Alex paling tidak suka dibohongi,karena bagi Alex itu merupakan suatu 'penghianatan'. secara tidak langsung.


Setelah lama dalam keheningan itu,Doni pun


memegang pundak alex,ia pun menyadarkan Alex akan tujuan mereka,Doni tahu di balik sikap tenang Alex tersimpan gejolak amarah yang menggebu-gebu.


Alex pun mengangguk,mengerti akan maksud doni.


“Lakukanlah!”ucap Alex,setelah ia mengatur nafasnya agar lebih tenang.


Doni pun mengangguk,ia pun menyerahkan


sebuah surat kepada Sherly yang sejak tadi ia pegang.


Sherly yang melihat Doni berniat menyerahkan sebuah surat kepadanya itu, lia pun menerimanya,dan langsung membacanya.


'Surat perjanjian' itulah surat yang di pegang


oleh Sherly.


Banyak sekali peraturan, yang tertulis dalam surat tersebut,yang membuat Sherly tidak dapat berkata-kata.


‘Apa-apaan ini’! batin sherly saat membacanya,ia hanya dapat berkomentar dalam hatinya, tanpa dapat di ucapkan.


Sherly hanya membacanya dalam hati


diantaranya:


1.Tidak boleh berbohong.


‘Ha???!!!’ batin Sherly, sempat kaget dengan yang tertera di point pertama, yang di luar pemikiran Sherly,lalu ia pun membaca point


berikutnya.


2.Harus mematuhi semua kata-kata tuan Alex.


Sherly pun kembali menundukkan kepala,dengan pikiran yang berkecambuk ‘gimana kalau tuan Alex meminta saya untuk..... batin Sherly yang tidak mampu berkata-kata bahkan untuk membatin pun ia tidak berani.


3.Tidak boleh membantah/melanggar perintah tuan Alex.


‘memangnya siapa yang akan berani untuk melanggar,bukankah jika aku melanggar bukan hanya aku yang menderita,tapi juga keluargaku’ batin Sherly.


'kenapa sih harus ada surat perjanjian segala'pikir Sherly sedikit jengkel.


4.Tidak boleh memotong pembicaraan di saat


tuan Alex sedang berbicara.


‘..... ’Sherly tidak mampu berkomentar apa pun.


Dan masih banyak lagi yang tertulis di dalam


surat tersebut,tetapi dirinya tidak berniat untuk melanjutkan membaca hal tersebut.


Sherly pun menatap kearah Alex.


“Tuan”ucap Sherly memberanikan diri untuk menatap Alex.


“iya”ucap Alex menjawab panggilan Sherly dengan malas.


'Apa lagi yang ingin dia tanyakan'pikir Alex.


“Bolehkah saya mengajukan sebuah syarat?”


tanya Sherly dengan hati-hati,matanya tidak berani untuk menatap Alex,ia hanya berani menatap ke arah samping.


Alex menatap Sherly dengan tajam,dan hening untuk sejenak,Sherly yang melihat itu pun mejadi sedikit menyesal telah berkata-kata seperti itu.


'Seharusnya aku tidak melakukan penawaran itu,dasar bodoh kau Sherly' pikir Sherly seakan mengutuk dirinya sendiri.


Dan tanpa di duga oleh Doni dan Sherly,Alex pun mengangguk mengiyakan ucapan Sherly.

__ADS_1


Doni yang melihat itu pun melotot sejenak,tapi kemudian merubah kembali ekspresinya menjadi datar.


Sherly yang melihat itu,ia pun merasa senang


dan langsung angkat kembali angkat suara


“Benar?”ucap Sherly menegaskan nada suaranya terdengar seperti berteriak.


Dan teriakan Sherly itu pun langsung mendapatkan tatapan tajam dari Alex.


Sherly yang melihat itu,ia pun langsung tersadar dengan kesalahannya.


Lalu sherly pun hanya dapat tersenyum untuk menutupi rasa canggung bercampur dengan rasa gugup.


“Apa syaratnya”ucap Alex yang membuat Sherly kaget dengan ucapan tiba-tiba dari Alex.


“Anda tidak boleh selingkuh!” ucap Sherly secara reflek.


Dan saat Sherly sadar dengan ucapannya itu,ia pun langsung menutup memukul mulutnya.


“Ups!” ucap Sherly sambil menepuk bibirnya.


Sherly pun menundukkan kepalanya tidak berani menatap Alex.


‘Bodoh kamu Sherly!!! ’ umpat Sherly terhadap dirinya sendiri.


‘Kenapa juga harus kata itu yang keluar dari mulut kamu ini!!,apa nggak ada syarat yang lain yang lebih masuk akal’pikir Sherly merutuki dirinya sendiri.


Sherly ingin sekali menarik kata-katanya kembali,tapi untuk berbicara ia sudah tak


berani.


‘Sadar kamu Sherly! kamu jangan terlalu banyak berkhayal,ini kan hanya perjodohan!,


bukan pernikahan seperti yang kamu inginkan,bodoh!!!,dasar kamu bodoh Sherly,dan gimana kalau sampai tuan Alex marah,mampuslah,Selesai sudah riwayatmu Sherly’pikir Sherly mengutuk dirinya berkali-kali,dengan kedua tangan yang terkepal di bawah meja.


Saat Sherly berusaha memberanikan diri untuk menarik kata-katanya,tetapi sebelum ia berbicara,tiba-tiba perkataan Alex mengagetkannya, bahkan bukan hanya dirinya saja,tetapi juga Doni tertegun untuk sesaat walaupun ekspresinya tidak berubah.


“Oke aku setuju” itulah jawaban alex.


“Dan lagi kamu jangan berani-berani untuk menarik ucapan kamu tadi”lanjut Alex


Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya diam setelah mendengar ucapan alex,sambil terus membatin dalam hati.


‘Berhenti bicara sherly!!! ’batin Sherly seakan memperingatkan kepada dirinya sendiri untuk 'diam'


Tanpa basa-basi Alex pun memerintahkan Doni untuk menambah syarat yang di ucapkan sherly,Doni pun melaksanakan perintah itu dengan patuh.


Sherly yang melihat itu,ia hanya diam mematung bagai roh yang telah keluar dari raganya sendiri.


Beberapa saat kemudian,Doni pun datang dengan surat yang telah direvisi sedikit,lalu menyuruh Sherly untuk segera menandatangani surat tersebut.


“Silahkan anda tanda tangani”ucap Doni pada Sherly.


Sherly yang mendengar itu,ia pun terpaksa harus menandatangani surat tersebut dengan pikiran yang berkecamuk dan hati yang gelisah.


‘I..ni?? ’ batin Sherly yang masih belum yakin dengan apa yang terjadi barusan,tapi meski begitu,ia tetap menandatangani surat perjanjian itu.


Sebenarnya Sherly ingin mengucapkan syarat yang lain,tetapi tiba-tiba ucapan itulah


yang keluar dari mulutnya,Sherly hanya dapat menggerutu dalam hatinya.


‘Sial! sial! sial banget aku sih!! tadikan niat awalnya bukan begini!,ini juga gara-gara tuan Alex yang tiba-tiba ngagetin,jadinya begini kan! ’batin Sherly yang seakan masih tidak terima ini semua.


Saat merasa jika urusannya telah selesai,Alex pun keluar dari ruangan tersebut, bersama dengan Doni yang meninggalkan Sherly yang masih mematung setelah menandatangani surat tersebut.


‘Gimana ini?,gimana?,aku udah tanda tangani surat itu,lalu apa yang harus aku lakukan kedepannya’pikir Sherly gelisah


Tiba-tiba Fani datang,dan menyadarkan Sherly dari lamunannya.


Sherly yang sadar dari lamunannya itu,ia pun langsung mengikuti Fani yang akan mengangantarnya pulang.


*********


mohon maaf bila ada kesalahan kata,mohon dukungannya terus kakak kakak dan adik adik semua🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2