ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
Season 2 (Eps.5)


__ADS_3

Saat ini Sherly sedang makan malam bersama dengan Alex di meja makan.


“Apa yang sedang kamu pikirkan?”tanya Alex saat melihat Sherly hanya diam dan melamun.


“Ini masalah Bella,aku penasaran kenapa dia masih berhubungan dengan orang itu, padahal jelas-jelas orang itu sudah meninggalkan nya dulu”ucap Sherly yang terlihat tak mengerti.


“Sudahlah tidak perlu di pikirkan”ucap Alex, seolah merupakan sebuah perintah di telinga Sherly.


Setelah selesai makan,Alex dan Sherly pun kembali ke kamar mereka.


Di kamar.


Saat ini Alex sedang bersandar di ujung ranjang dengan ponsel yang ia pegang.


Alex terlihat sibuk dengan urusannya, tangannya dengan lincah berselancar mengetik huruf demi huruf hingga menjadi sebuah kata.


Sherly yang saat ini terlihat bosen dengan acara televisi yang tidak terlalu ia sukai itu.


“Hufff”akhirnya helaan nafas Sherly terdengar jelas keluar dari mulutnya karena bosen.


Sontak Alex yang awalnya sibuk itu,ia pun langsung menatap ke arah Sherly yang sedang duduk di sofa.


“Bosen banget,kenapa nggak ada acara yang seru sih”ucap Sherly sedikit menggerutu bosan.


“Kalau kamu bosan kamu bisa duduk di sini”ucap Alex yang langsung membuat Sherly menoleh.


“Nggak usah,aku di sini saja,aku nggak ingin ganggu kamu yang sedang kerja”ucap Sherly yang berusaha mengerti jika Alex sedang sibuk.


“Tidak masalah,pekerjaan aku sudah selesai”ucap Alex,lalu menyimpan ponsel miliknya di atas nakas.


Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung berjalan mendekat ke arah Alex.


Saat sudah sampai,Sherly pun duduk di tepi kasur.


Alex yang melihat Sherly sudah duduk itu,ia pun langsung menatap ke arah Sherly lekat-lekat.


Alex tahu saat ini Sherly sudah mulai terbiasa hidup dengannya,ia juga sudah mulai mengenal Sherly lebih dalam,seperti makanan kesukaan,hewan yang di sukai, bahkan hal-hal yang tidak di sukai ia juga tahu.

__ADS_1


Alex juga mengerti kenapa Sherly saat ini mulai sedikit cerewet padanya,itu karena Sherly sudah nyaman dengannya,dan mulai terbuka padanya.


“Kenapa kamu tatap aku segitunya?”tanya Sherly heran.


“Kamu nggak berniat untuk ketemu dengan ibu kamu?,sudah lebih sebulan kita berada di sini,tapi kamu belum sempat ketemu dengan ibu kamu sama sekali”ucap Alex sambil menatap ke arah Sherly.


Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya bisa menghela nafas panjang.


Sherly pun mulai mendekat ke arah Alex,ia menyandarkan kepalanya di bahu Alex.


“Entahlah aku juga nggak tahu”ucap Sherly dengan nada sedikit lesu.


“Selama aku berada di desa itu,ibu ku tidak pernah menanyakan kabarku sama sekali. Padahal aku sudah mengirimi dia pesan dan tidak pernah dilihat,dan saat aku menelepon dirinya nomornya selalu tak aktif.Aku bingung kenapa ibuku bisa bersikap seperti itu,apa jangan-jangan ibu sudah melupakanku”ucap Sherly dengan nada sedih.


“Kamu jangan berfikir macam-macam dulu.Dan apakah kamu sempat berkunjung ke rumah ibu kamu?,”ucap Alex ia tiba-tiba penasaran dengan keadaan ibu dari Sherly.


Alex sedikit merasa kesal pada dirinya sendiri karena ia tidak terlalu memperhatikan ibu dari Sherly.


Jangankan memperhatikan,ia saja sudah sangat sibuk dengan keselamatan Sherly, ibunya.Belum lagi ia harus mengurus masalah Mark dan Rendi.Dan yang menjadi kendala Alex saat itu adalah orang-orang yang sangat ia percayai itu hanya sedikit,dan mereka juga sedang sibuk dengan apa yang Alex tugaskan.


“Waktu itu karena aku ingin sekali mengunjungi ibuku,tapi aku dengar jika ibu nggak ada di rumah itu,katanya ibuku dan kak Mira sedang berada di luar negeri.Dan aku pikir mungkin mereka sedang mengurusi bisnis ayah yang ada di luar negeri”ucap Sherly menjelaskan secara detail,saat dia keluar dari mansion bersama dengan Fani waktu itu.


‘Sepertinya aku memang pantas di cap sebagai menantu tak berbakti’pikir Alex sedikit mengutuk dirinya.


Sebenarnya ini bukan salah Alex sepenuhnya,karena jika ia ingin berbuat baik pada Dewi.Maka Dewi akan langsung menolak dan melarangnya,karena Dewi hanya ingin Alex lebih memperhatikan Sherly dibandingkan dirinya.


“Nggak tahu,nggak ada yang tahu.Saat aku tanya,pelayan hanya diam tanpa menjawab”ucap Sherly merasa resah.


“Kalai begitu,biar aku yang akan mencari keberadaan mereka,kamu nggak usah khawatir”ucap Alex menenangkan kekhawatiran Sherly.


Sherly yang mendengar itu hanya bisa mengangguk tanda mengerti.


Tak lama suasana diantara mereka pun hanya hening,dan tak ada yang berbicara.


Tiba-tiba Alex menempelkan hidungnya di leher jenjang Sherly,Sherly yang merasakan hal itu,ia pun langsung tersentak geli.


“Alex”ucap Sherly sedikit bergetar.

__ADS_1


Alex yang mendengar itu,ia pun hanya diam sambil menghirup leher Sherly yang beraroma mawar.


‘Apakah ini saatnya’pikir Sherly sedikit gugup.


Dan tanpa diduga,Alex pun memegang pinggang Sherly,dan membalikkan tubuhnya hingga mereka saling berhadapan.


“Apakah aku bisa meminta hak ku”ucap Alex dengan mata sedikit sayu.


Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya diam karena gugup.


Alex benar-benar tidak bisa menahan jiwa kelelakiannya,selama ini dia sudah sabar agar Sherly bisa menerima dirinya.Tapi saat ini sangat berbeda,ia benar-benar tak tahan saat Sherly berinsiatif secara langsung untuk mendekatinya.


“Baiklah....,tapi bisakah kamu melakukan hal itu dengan lembut,karena ini merupakan pertama kalinya bagiku...”ucap Sherly sedikit malu.


Tanpa menunggu waktu lama,Alex pun setuju.


"Cup"Alex langsung mencium bibir Sherly dengan lembut,dan lama kelamaan ciuman itu semakin dalam dan intens.


Saat Sherly merasa kekurangan oksigen,ia tiba-tiba memukul-mukul bahu Alex.


Alex pun langsung melepaskan ciuman itu.


“Bernapaslah bodoh!”ucap Alex dengan sedikit kesal,baru pertama kalinya Alex marah kepada Sherly karena lupa bernafas.Meskipun hal ini juga pertama kali bagi Alex,tapi ia seperti terbiasa,karena ia menggunakan instingnya sebagai lelaki.


Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menghirup oksigen banyak-banyak


Sherly tak menghiraukan umpatan Alex,karena ia tahu ini kesalahan dirinya yang belum terbiasa.


Saat sudah mengisi rongga-rongga pernapasan miliknya dengan oksigen.


Alex pun kembali mencium Sherly dengan lembut,dan Sherly pun membalasnya walau dengan sedikit kaku.


Dan terjadi lah malam pertama.


*****


Maaf up telat.

__ADS_1


Maaf juga adegan dewasanya di skip,karena author tidak terlalu pandai dalam membuat adegan-adegan itu,karena ada kesulitan yang tidak bisa author jelaskan secara langsung.


__ADS_2