
Kembali ke tempat Sherly dan Bella.
Kini mereka yang masih asyik bercerita dan tertawa seolah tak sadar akan kehadiran kedua orang yang berjalan menghampiri mereka.
“Sayang”jelas itu suara Bara yang memanggil Bella dengan nada yang terdengar seolah merasa bersalah.
Bella yang mendengar suara Bara,ia pun langsung menoleh dan menatap ke arah Bara untuk sejenak.
Bella melipat kedua tangannya di dada,dan memandang Bara dengan tatapan sinis.
“Kenapa ke sini?!,bukankah kamu lagi asyik bernostalgia dengan sahabat kamu itu”ucap Bella dengan nada sinisnya.
Bara yang mendengar itu,ia hendak bersuara,untuk membujuk Bella,tapi sebelum itu,Alex langsung menyikut tangan Bara.
“Dasar payah”ucap Alex dengan nada datar yang hanya terdengar oleh Bara.Tapi Meski begitu Bara jelas tahu jika Alex sedang meledeknya.
Bara pun hanya bisa mendengus pelan,tanpa menjawab ucapan Alex.
Sementara Alex memilih langsung menghampiri Sherly.Dan Sherly hanya diam sambil menatap ke arah Alex dengan tatapan rumit.
“Sayang”panggil Alex lembut.
Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya diam,dan memandang ke arah Alex dengan tatapan sedikit malas.Karena Sherly sudah mulai terbiasa dengan sikap lembut Alex,yang akan membujuknya jika sedang marah,dengan kata-kata dan tutur yang lebih lembut.
“Kenapa kamu ke sini?!,bukankah kamu tadi sedang bernostalgia dengan orang-orang itu??!”ucap Sherly sarkas.
Sherly tidak tahu siapa orang-orang itu bagi Alex,jadi ia hanya bisa menyebut dengan sebutan'orang-orang itu'.
“Sudah selesai”ucap Alex tenang dengan nada yang terdengar lembut.
“Kenapa cepat?,bukankah kalian sedang mengadakan acara makan bersama?!!”ucap Sherly lagi-lagi dengan nada sarkasnya yang terdengar sedikit acuh.
__ADS_1
“Tidak,aku tidak makan di sana.Maaf”ucap Alex yang di akhiri sebuah permintaan maaf,ia mulai sadar jika ia belum meminta pendapat Sherly,tentang Clarisa yang akan tinggal di mansion miliknya.
Alex sedikit merasa bersalah karena telah melupakan itu.Hingga kini Alex terlihat seperti seorang anak yang sedang mengakui kesalahannya.
“Makanya,tolong hargai aku sebagai istri kamu,kalau ada apa-apa bilang dulu, setidaknya tanyakan tentang pendapatku,
bukan kayak gini.Karena saat kamu bersikap seperti itu,kamu kayak nggak menghargai dan nggak mengaggap aku ada”ucap Sherly yang terlihat seperti seorang ibu yang sedang menceramahi anaknya,tapi walau begitu,sikap sopan dan hormat nya pada suami masih ada.Ia hanya ingin mengungkapkan kekesalan yang sedang ia rasakan.
“Ya aku salah”ucap Alex tidak mengelak atau pun membantah,ia dengan tulus mengakui kesalahannya itu.
Sementara Sherly yang mendengar itu,ia merasa emosi yang ia pendam itu sudah mulai berkurang.
Sherly pun mengambil nafas panjang,dan mengeluarkan nya secara perlahan,ia berusaha untuk bersikap tenang dan normal kembali.
Lalu saat mulai tenang,Sherly pun menoleh ke arah bella untuk pamit.Dan saat mata nya menatap wajah Bella,ia terlihat kebingungan saat melihat ekspresi Bella.
Mata Bella yang bulat,itu terlihat melebar seolah merasa terkejut,di tambah dengan mulut yang menganga lebar,seolah lalat bisa saja masuk kapan pun,itu sungguh terlihat tidak elit.
“Ini beneran tuan Alex itu kan?,tapi kenapa aku nggak pernah dengar jika dia bisa memperlakukan wanita selembut itu?”ucap Bella mengutarakan keterkejutannya itu.
“Bukankah aku istrinya,jadi wajarkan kalau dia bersikap lembut padaku”ucap Sherly dengan nada yang terdengar santai.
“Ishh,kamu ini”ucap Bella sedikit kesal dengan tangan yang sedikit menyikut ke arah Sherly.
“Aku yakin jika tuan Alex tidak akan bisa berperilaku selembut ini,jika wanitanya itu bukan kamu!.Dan untungnya kamu yang menikah dengan tuan Alex,bukan orang lain.Coba bayangkan jika orang lain yang menikah dengannya,aku nggak yakin dia nggak bakal bersikap selembut ini!!”ucap Bella dengan nada yang terdengar sedikit kagum sekaligus terpana dengan sikap lembut Alex pada Sherly.
“Kamu terlalu berlebihan,jika Lexi menikah dengan orang lain,mungkin orang lain yang akan mendapatkan kebahagiaan ini”ucap Sherly yang terdengar seolah merasa bahagia bisa memiliki Alex di dalam hidupnya.Sherly tidak memanggil Alex dengan sebutan nama,tapi ia memanggil Alex dengan sebutan'Lexi',itu menandakan jika Sherly tidak marah lagi seperti tadi pada Alex.
“Nggak,aku yakin!,jika orang itu bukan kamu belum,tentu tuan Alex akan berperilaku selembut ini”ucap Bella entah kenapa berbicara dengan nada yang terdengar yakin dan bersungguh-sungguh.
Sherly yang mendengar ucapan Bella,ia memandang Bella sejenak,lalu memandang ke arah Alex dengan tatapan tak yakin.
__ADS_1
Saat melihat wajah Alex,matanya tak sengaja melihat Bara yang juga menatapnya dengan ekspresi terkejut,seolah ia baru saja melihat suatu fenomena yang langka.
Ya!,tentu saja langka,karena mungkin Bella dan Bara hanya bisa melihat sekali saja kemesraan antara Sherly dan Alex secara langsung.
Tapi saat Sherly menatap nya,Bara langsung tersadar dan kembali terlihat berwibawa,
untunglah Ekspresi terkejut Bara tidak separah Bella,karena dia hanya diam mematung.
Beda halnya dengan Alex,ia yang melihat Sherly menatap ke arah Bara untuk waktu beberapa detik,Alex yang melihat itu langsung berdiri di hadapan Sherly dan menghalangi pandangan Sherly yang menatap ke arah Bara.
“Ayo kita pulang”ajak Alex pada Sherly secara langsung.
Tapi Sherly hanya diam untuk sejenak dengan pandangan yang terlihat sedang berfikir.
“Baiklah”ucap Sherly pada akhirnya,ia sebenarnya ingin bertanya secara langsung tentang siapa Clarisa dan Adam,tapi sepertinya itu bukan waktu yang tepat.
“Bel,aku duluan.Jangan lupa panggilan kamu pada Lexi itu di rubah,karena kamu bukan bahawannya,tapi sahabat aku”ucap Sherly sambil menepuk bahu Bella lembut.Ia berkata sebelum bangkit dari duduknya
Lalu Sherly pun berjalan beriringan dengan Alex yang menggenggam tangannya erat, seolah takut terlepas.
Saat melihat jika Sherly dan Alex tidak lagi berada di pandangan matanya,Bella pun langsung menatap ke arah Bara dengan tatapan sinis.
“Huh,andai saja aku punya pasangan kayak tuan Alex,betapa bahagianya aku”ucap Bella seakan sedang menyindir Bara.
Sebenarnya jika seorang wanita sudah cinta dengan satu laki-laki,maka tidak peduli seberapa baik laki-laki lain,ia tetap akan memilih laki-laki yang di cintai ya.Begitu pun dengan Bella,ia hanya berbicara seperti itu hanya agar Bara bisa mencontoh sikap Alex yang terlihat sangat lembut pada pasangan nya.
*****
Maaf untuk hari ini author up tiga bab.
kalau sempet author besok akan up lagi.
__ADS_1
Mohon dukungannya.