
Dewi sebenarnya tetap ingin mengungkapkan keberatannya itu,karena bagaimana pun,ia tetapseorang ibu,ia tidak pernah membeda-bedakan kasih sayang antara Mira dan Sherly.Tapi saat Sherly yang di perlakuan seperti itu,ia merasa sedikit tidak terima.
“Sudahlah Bu,Sherly masih bisa makan telur,bukankah saat ini Sherly sudah lumayan terbiasa memakan telur”ucap Sherly yang bersikap bijak.
Dewi yang mendengar itu,ia langsung mengusap sayang pipi anaknya itu.
Sherly meskipun masih kecil,ia sudah biasa bersikap dewasa lebih dari umurnya sendiri.
Dan akhirnya Dewi hanya bisa menghela nafas berat,ia juga berfikir jika tidak baik untuk berdebat apalagi hingga bertengkar di depan kedua anaknya,karena Dewi tidak ingin masalah ini akan mengakibatkan guncangan mental pada anak-anak nya itu.
Tak lama setelah itu,mereka pun memilih melanjutkan acara makanannya.
Dan sejak kejadian itu,setiap kali ada makanan yang bermenu daging,maka Mira akan langsung mengklaim bahwa makanan itu miliknya sendiri dan tidak ingin Sherly ikut memakan makanan miliknya.
Entah karena sudah terbiasa tidak makan daging atau karena apa.Jadi saat Sherly mencoba menu daging buatan ibunya,maka ia akan menolak itu karena tidak menyukai makanan bermenu daging.
Hingga suatu hari.
Saat ini Sherly,Citra,dan Bella sedang berada di sebuah kedai jajanan.
Dan saat itu Sherly dan kedua sahabatnya telah berteman cukup lama,hingga pantas di sebut sahabat.
“Sher,cobain deh,hari ini ada menu jajanan baru”ucap Bella dengan nada semangatnya.
“Menu baru?,menu apa tuh?”tanya Sherly langsung.
“Menu jajanan baru itu namanya bakso”ucap Citra menimpali.
“Bakso?,jajanan apa itu?,kok aku baru dengar ya”ucap Sherly penasaran.
Sherly memang jarang sekali jalan-jalan bersama teman-temannya,jadi wajar jika ia tidak tahu,karena Sherly sering menghabiskan waktu di rumah,entah itu belajar,atau sekedar membantu ibunya.
“Ishh,menu bakso itu makanan yang terbuat dari...”ucap Citra yang ingin menjelaskan tapi terhenti karena Bella buru-buru membekap mulutnya.
“Issh,apa an sih bel?”kesal Citra pada Bella yang tiba-tiba membekap mulutnya.
Bella yang mendengar itu,ia tidak menjawab keluhan Citra karena ia lebih memilih menatap langsung ke arah Sherly.
“Kalau kamu penasaran,cobain aja langsung,enak kok”ucap Bella seolah memberi usul.
__ADS_1
Dan setelah itu mereka pun memesan menu makanan yang bernama'bakso'.
Tiba-tiba di tengah acara makan,Sherly menghentikan aktivitasnya itu.
“Kok makanan ini...,rasanya kayak menu daging ya?”tanya Sherly pada kedua sahabatnya.
“Itu kan e...”belum sempat Citra melanjutkan ucapannya,Bella sudah menginjak kakinya dengan keras.
“Aww,Bella! kamu jahat banget sih”ucap Citra dengan nada kesalnya.
Citra terus saja mengusap kakinya itu dengan lembut,sedangkan Bella hanya mengabaikan itu.
“Itu hanya perasaan kamu aja kali,sudahlah di makan saja,lagipula menu makanannya itu enak kan?”ucap Bella berusaha mengalihkan topik.
Sherly yang mendengar itu,ia berusaha percaya pada perkataan Bella,dan akhirnya ia memakan itu hingga habis.
Hari-hari berganti hari,bulan berganti bulan.
Dan Sherly yang sudah mulai terbiasa memakan bakso itu,akhirnya ia mengetahui jika makanan itu terbuat dari daging.
“Bella,kenapa kamu bohongin aku,makanan ini kan terbuat dari danging kan?”tanya Sherly pada Bella di suatu hari.
“Kenapa kamu nggak jujur padaku tentang ini,padahal kan kamu tahu kalau aku nggak suka makanan bermenu daging”kesal Sherly.
“Ya menurut aku kamu berhak untuk makan makanan itu.Sher,aku tahu kamu nggak suka menu danging itu karena sudah terbiasa tidak memakannya,tapi aku ingin kamu juga bisa merasakan apa yang orang rasakan, contohnya makanan ini”ucap Bella panjang lebar.
Sepertinya Bella telah mendengar tentang apa yang di sukai dan tidak di sukai oleh Sherly,tapi meski begitu Bella tahu jika Sherly tidak menyukai itu berawal dari kebiasaan atau lebih tepatnya keterpaksaan.Jadi ia ingin membiasakan Sherly untuk memakan makanan itu,karena mungkin saja Sherly akan menyukai menu itu.
Sherly yang mendengar itu,ia hanya bisa menghela nafas panjang.
Sherly tahu jika Bella melakukan itu karena berniat baik padanya,lagipula Sherly tidak bisa marah pada Bella.
Oleh karena itu,semenjak kejadian itu Sherly tetap memakan makanan itu karena ia sangat menyukai makanan tersebut.
Flashback End.
Alex yang mendengar cerita Sherly,entah kenapa ia merasa hatinya panas,seakan ia marah pada perlakuan Mira di waktu kecil,yang telah memperlakukan Sherly seenaknya.
“Pantas dia sangat membenci kamu,rupanya dia sudah memupuk rasa benci itu dari kecil”ucap Alex pelan yang terdengar seperti gumaman.
__ADS_1
Sherly yang tahu jika Alex sedang marah,karena terlihat jelas melalui ekspresi wajahnya yang terlihat kaku dan sedikit mengeras.
“Tidak usah di pikirkan,karena itu sudah berlalu”ucap Sherly dengan nada menenangkan.
Sherly pun mengambil salah satu tangan Alex,dan menggenggamnya dengan menggunakan kedua tangannya itu.
Tiba-tiba ekspresi Alex yang terlihat seolah merasa marah itu pun berangsur-angsur tenang.
“Anggap saja itu sebuah pelajaran untuk aku ke depannya,dan mungkin karena rasa terbiasa itu kadang berubah menjadi suka,contohnya kita yang sudah saling mencintai karena terbiasa bersama”ucap Sherly yang terdengar sedikit menggombal,ia berusaha untuk mencairkan suasana.
Alex yang mendengar itu,ia hanya bisa mengangguk mengerti sambil tersenyum kecil.
‘Selain itu aku juga merasa senang karena berkat bella aku termasuk orang-orang normal'pikir Sherly.
Andai saja Alex tahu apa pikiran Sherly saat ini,sudah di pastikan ia akan memarahi Sherly karena berfikir jika dirinya tidak normal.
Apa salahnya jika tidak menyukai hal-hal yang di sukai banyak orang?
Bukankah setiap orang memiliki kesukaan dan selera masing-masing?,jadi kenapa Sherly harus memaksakan sesuatu hal yang tidak ia sukai hanya untuk di katakan normal oleh orang-orang.
“Minggu depan kamu bekerja lembur?”tanya Sherly mengalihkan topik.
Alex yang mendengar itu langsung menganggukan kepalanya dengan pelan.
Tiba-tiba Sherly yang melihat itu,ia pun langsung tersenyum senang,entah karena apa.
“Kamu kenapa senyum?”tanya Alex yang langsung membuat Sherly gelagapan.
“E..enggak”ucap Sherly sedikit terbata-bata.
Alex yang mendengar itu,ia memilih untuk tidak bertanya lebih lanjut karena langsung mengajak Sherly untuk menghabiskan waktu bersamanya di luar,sekedar untuk jalan-jalan dan menghabiskan waktu berdua.
*****
Maaf bila ada salah kata.
Mohon dukungannya.
Hari ini author akan up tiga bab.
__ADS_1