ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 28


__ADS_3

Saat telah tiba di mansion,Sherly pun berjalan menuju pintu mansion,dengan Fani yang mengikutinya.Tiba di depan pintu mansion,Fani pun berjalan melewati Sherly,ia pun mengetuk pintu,tak lama kemudian,pintu tersebut terbuka,karena di bukakan dari dalam oleh seorang pelayan.


“Selamat datang,nyonya”ucap Rani menyambut kedatangan Sherly,setelah ia telah membukakan pintu mansion tersebut.


“Terima kasih Rani sudah menyambut saya,kalau begitu saya masuk duluan”ucap Sherly tersenyum.


Kemudian Sherly pun masuk dengan Fani yang mengikutinya dari belakang,ia pun berjalan dan menaiki tangga.


“Karena saya telah mastikan Anda baik-baik saja,kalau begitu saya permisi,masih ada hal yang harus saya urus”ucap Fani,ia berkata setelah mereka sampai di depan kamar Sherly,dan sherly hanya membalas ucapan Fani dengan sebuah anggukan.


Fani pun berjalan pergi meninggalkan Sherly,sedangkan Sherly yang melihat Fani telah berjalan pergi,ia pun masuk ke dalam kamar.Sherly menaruh tasnya di sofa yang ada di kamar tersebut,kemudian ia pun duduk sejenak untuk menghilangkan rasa letihnya.


“Capek banget,hari ini benar-benar hari yang melelahkan dan sangat menguras emosi


untukku”ucap Sherly,pada dirinya sendiri,sambil memijit-mijit kaki kanannya,dengan menggunakan tangan kanannya.


Sherly yang merasa,bahwa dirinya mulai baikan,ia pun bangkit dari duduknya,dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,yang mulai lengket karena keringat.Beberapa saat kemudian ia pun keluar dengan menggunakan handuk,lalu ia pun berjalan menuju lemari,ia pun memilih gaun merah maron dan memakainnya.


Sherly berjalan dan duduk di sofa,ia pun mulai menyalakan televisi yang ada di kamarnya itu, dan terlihat asik menonton televisi,hingga tak sadar jika Alex telah datang.


Saat pertama kali Alex masuk ke dalam kamarnya,ia melihat Sherly yang tengah fokus menatap televisi,ia pun berjalan menuju tempat di mana Sherly duduk,yaitu sebuah sofa panjang,yang dapat menampung maksimal tiga orang dewasa.


Saat Alex sampai di mana Sherly duduk,ia pun ikut duduk,tepat di samping Sherly,tetapi karena Sherly terlalu fokus dengan televisi,hingga ia tak sadar jika Alex telah di sampingnya.


"Ekhhmm"Alex terbatuk pelan,untuk menyadarkan Sherly, yang tidak menyadari keberadaanya.


Sherly pun menoleh,saat ia tau Alex sedang berada disampingnya,ia sempat kaget untuk sejenak.


“Tuan,anda ada di sini sejak kapan?”tanya Sherly,setelah ia telah menguasai rasa kagetnya.


“Barusan”jawab Alex singkat.


Alex pun menoleh dan menatap ke arah Sherly,sedangkan Sherly hanya diam dengan perasaan canggung,karena posisi duduk mereka sangat dekat.


“Tuan,bisakah anda menggeser sedikit,ke sebelah kanan”ucap Sherly sambil menatap Alex.

__ADS_1


Alex yang mendengar itu hanya menatap dengan diam ke arah sherly“kamu nyuruh saya?”tanya Alex kepada Sherly.


Sedangkan Sherly yang mendengar ucapan Alex seperti itu,ia pun berniat bangkit,karena percuma saja,jika ia ingin bergeser menjauh dari Alex,karena itu tidak bisa,sebab Sherly sedang duduk di sebelah kiri paling pojok, dengan Alex yang duduk di sebelah kanan tepat di sampingnya,maka dari itu sherly lebih memilih bangkit untuk duduk di sofa lain,tetapi sebelum ia sempat bangkit, Alex sudah memegang tangan kanannya,seakan melarang sherly untuk bangkit.


Sherly yang melihat itu hanya diam sambil menatap ke arah Alex.


‘*A*pa maksudnya ini!?’ batin Sherly bertanya kepada dirinya sendiri,ia tidak mengerti maksud perkataan Alex.


“Oke,aku akan sedikit bergeser asal kamu tetap duduk disini, dan jangan jauh-jauh dari saya!”ucap Alex mutlak.


Alex pun sedikit menggeser badannya ke samping sebelah kanan.


“Ayo sini duduk di samping saya!,kenapa diam aja?”ucap Alex kepada Sherly.


Sherly yang awalnya hanya diam, dan tertegun sesaat,tetapi setelah mendengar ucapan Alex itu,ia pun tersadar, ia pun sedikit mendekat ke arah Alex dengan canggung,dan kemudian duduk tepat di samping Alex.


‘*K*ok aku merasa canggung banget,duduk di dekat tuan alex’batin Sherly sambil menatap ke arah Alex.


“Udah santai aja,kamu bisa nonton televisi lagi,gak usah pedulikan aku.”ucap Alex.


mungkin saja Alex sedang membaca sebuah laporan perusahaan di ponselnya,karena Alex sering mengerutkan wajah saat menatap ke arah handphonenya itu,dan setelah itu Alex akan menormalkan kembali ekspresinya,menjadi datar.


Sherly yang melihat itu hanya diam,karena ia sedang berusaha untuk mengabaikan keberadaan Alex,walaupun sebenarnya ia juga merasa penasaran.


Sherly pun kemudian berbalik dan menatap ke arah televisi,ia pun berusaha fokus walau ada Alex di sampingnya,tak terasa waktu pun berlalu dengan cepat.


Alex yang awalnya hanya fokus menatap ponsel miliknya itu,tiba-tiba ia merasa terganggu saat,merasakan sebuah kepala yang sedang bersandar di pundaknya.


Alex pun menoleh dan melihat ke arah samping,saat ia telah menoleh Alex dapat melihat dengan jelas,wajah Sherly yang sudah tertidur dengan pulas di bahunya itu,Alex pun mematikan ponselnya,dan memasukan ponsel tersebut ke dalam sakunya.


Dengan hati-hati Alex pun menahan kepala Sherly dengan kedua tangannya,agar tidak terjatuh,Alex pun bangkit dari duduknya,


setelah ia bangkit dari duduknya,ia pun mengangkat tubuh Sherly dengan hati-hati,agar Sherly tidak terbangun dari tidurnya.


Setelah Alex mengangkat tubuh Sherly,ia pun berjalan ke arah kasur dan menaruh Sherly dengan hati-hati dan menyelimutinya,seperti biasa setiap Alex melihat Sherly tertidur,ia akan mengusap kepala sherly,entah itu karena iba atau kasihan karena masa lalu Sherly yang sudah ia dengar dari Doni.

__ADS_1


Lalu Alex pun berjalan menuju pintu,ia membuka pintu dan keluar dari kamar dengan hati-hati agar tidak menimbulkan bunyi.


Saat berada di luar kamar,Alex pun berjalan menuruni tangga,setelah ia berada di lantai dasar,tak lama Rani datang dan menghampiri Alex.


“Tuan,nyonya Sherly sejak pulang kuliah belum sempat makan”ucap Rani memberikan laporan kepada Alex.


“Kamu memangnya kemana saja?sampai tidak memberinya makan?apakah kamu tidak mendengar, apa yang pernah saya katakan ke kamu? saya menyuruh kamu untuk lebih memperhatikan Sherly!,bisa saja kan saya pilih pelayan lain untuk mengurus Sherly,tapi saya pilih kamu! karena kamu lebih cekatan dan telaten,kenapa kamu sekarang teledor,dan membuat dia belum sempat makan sejak pulang tadi”tanya Alex dengan marah,menatap Rani dengan dingin dan tajam.


“Maaf tuan,tadi saat nyonya sudah pulang,dia langsung ke kamar,dan tidak keluar lagi setelahnya,padahal saya sudah memasak makanan untuk nyonya”jawab Rani sedikit gemetar karena takut.


“Ya sudah,nanti setelah dia bangun dari tidurnya,tinggal kamu hangatkan saja makanannya,setelah itu kamu antar ke kamarnya,tapi ingat jangan sekarang,karena dia sedang istirahat”ucap Alex penuh peringatan.


“Baik,tuan”jawab Rani, setelah itu ia pun pergi dari hadapan Alex.


Alex berjalan melewati beberapa ruangan,


dan tak lama Alex pun Sampai di ruang tamu.


Doni yang awalnya,sedang duduk sambil memegang berkas-berkas itu pun bangkit


saat ia telah melihat kedatangan sang tuan,ia pun berjalan mendekati sang tuan.


Dan mereka pun keluar bersama-sama, untuk menuju ke perusahaan,karena masih memiliki banyak pekerjaan.


Walaupun memiliki banyak pekerjaan,Alex akan selalu berusaha untuk menyepatkan datang ke Mansionnya,hanya untuk melihat


keadaan Sherly.Karena entah kenapa Alex merasa jika itu adalah kewajiban nya.


Alex tidak takut jika para pelayan dan pekerja di mansion akan berbuat sesuatu hal yang tidak diinginkan,karena Alex tahu para pekerja dan pelayan di mansion miliknya,adalah orang-orang terpilih,dan tentu saja sangat setia,tetapi Alex melakukan itu hanya karena keinginannya sendiri,karena ia hanya ingin memastikan keadaan Sherly dengan mata kepalanya sendiri.


*****


Maaf jika updatenya lama,soalnya saya masih banyak tugas,tapi nanti setelah tugas saya selesai saya usahakan untuk update yang banyak.


Jangan lupa untuk like,komen,dan rate🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2