
Saat ini Sherly,citra,Bella sedang duduk di taman,mereka duduk sambil mengobrol.
“Aku gak nyangka,kamu bakal lebih belain kita,dibandingkan kakak kamu sendiri.”ucap citra memulai pembicaraan.
“Iya,aku juga gak nyangka,kamu berani melawan Mira,biasanya kalau kakak kamu menindas kamu,kamu akan diam aja,seolah hanya patung,karena kalau kami ingin membela kamu,kamu pasti selalu ngelarang kami”ucap bela menimpali.
“Iya karena aku merasa gak terima,jika sampai kalian di sakiti sama siapapun,
termasuk kakak ku sendiri,karena kalian itu sahabat aku yang terbaik,kita kan telah melalui susah senang bersama-sama,dan aku sadar aku juga punya batas kesabaran,dan mulai sekarang aku gak akan diam aja!,kalau di jahatin sama kakak aku!”ucap Sherly, sambil menatap kedua sahabatnya.
Mereka pun terus mengobrong hingga tak terasa waktu terus berlalu.Selesai mengobrol mereka pun kembali ke kelas dan memulai pelajaran dari sang dosen.
Sedangkan di tempat lain.
Alex saat ini tengah sibuk dengan berkas-berkasnya,tak lama doni pun datang menghampirinya.
“Tuan,nyonya menelepon Anda,dan dia ingin berbicara dengan Anda”ucap Doni,sambil menyerahkan sebuah handpone kepada Alex.
“Siapa,Sherly yang menelepon,tapi tidak mungkin,oh iya,ibu”ucap Alex yang berkata sambil menatap berkas.
Tetapi setelah ia sadar bahwa yang menelepon itu ibunya sendiri,Alex mengalihkan pandangannya dari berkas tersebut.
Alex pun mengambil handpone tersebut.
“Iya hallo ibu,ada apa menelepon Alex,apa ada hal penting,atau ada sesuatu yang ibu butuhkan”tanya Alex sambil meletakkan benda pipih itu di telinganya.
Alex pun bangkit dari kursinya,ia berjalan untuk melihat pemandangan kota, yang dapat ia lihat dari atas gedung miliknya,gedung perusahaan yang paling tinggi, di antara gedung-gedung lainnya.
Dari atas gedung itu,Alex dapat melihat dengan jelas pemandangan kota melalui kaca gedung tersebut.
“Memangnya harus ada hal penting jika seorang ibu, ingin menelepon anaknya?”ucap sebuah suara yang keluar di ponsel tersebut,dengan nada mencebik tak suka,suara tersebut merupakan suara Santi.
“Enggak sih,cuman tumben aja,ibu nelepon alex”jawab Alex.
“Enggak ibu cuman mau nanya,kamu kapan bawa mantu ibu ke sini?,ibu pengen liat kayak gimana orangnya”ucap santi lagi.
“Iya Nanti ,soalnya Alex masih banyak urusan,ini aja Alex lagi sibuk banget bu,maaf ya gak bisa lama-lama teleponnya,ya sudah kalau gitu alex matiin dulu teleponnya,masih ada kerjan,nanti Alex akan usahakan,dah ibu”ucap alex,setelah itu ia pun mematikan ponsel tersebut.
Sedangkan Santi yang berada di sebrang telepon,ia awalnya ingin berkata kembali, tetapi karena sambungan telepon sudah di matikan oleh Alex,ia pun hanya dapat menahan rasa gemas akan kelakuan Alex tersebut.
‘Cuman ingin dekat sama mantu sendiri aja,kok kayak serasa gak boleh,awas kamu alex, bakal ibu tanyai terus,selagi kamu belum pertemukan kami berdua,suruh siapa dia sibuk banget, sama pekerjaannya’ batin Santi kesal,karena kelakuan Alex yang terlalu sibuk dalam pekerjaannya.
Sementara itu,Alex yang telah mematikan sambungan telepon tersebut,hanya dapat menghela nafas.
__ADS_1
Alex pun berjalan ke tempat duduknya,dan meyerahkan ponsel tersebut kepada Doni,dan Doni pun menerimanya.
Melihat hal itu,Alex pun memilih berjalan ke arah sofa,ia pun duduk,di sofa tersebut.
“Kenapa anda tidak mempertemukan langsung, antara nyonya Sherly,dan nyonya besar tuan?”Tanya Doni,setelah Alex duduk,ia berkata sambil berjalan ke tempat di mana Alex duduk.
“Kamu sudah tahu jawabanya,tanpa saya kasih tau juga”jawab Alex singkat.
Dan Doni hanya mengangguk tanda mengerti.
Saat ini Sherly sudah berada di depan gerbang kampusnya dan menunggu kedatangan Fani.
Tak lama ,Fani pun datang.Dan Sherly yang melihat itu,ia pun langsung masuk ke dalam mobil,dengan fani yang membukakan pintu untuknya.
Walaupun Sherly sudah berkata agar Fani tidak memperlakukannya seperti ratu,tetapi karena Fani memaksa, lSherly pun hanya diam,menerima perlakuan Fani.
Mobil tersebut pun berjalan,untuk membelah jalanan,setelah cukup lama mobil tersebut berjalan,tiba-tiba mobil tersebut berhenti,padahal belum sampai ke tempat tujuan mereka.
“Ada apa?, kenapa berhenti?,ini kan masih jauh?”tanya Sherly.
“Sebentar nona,ada seseorang yang berdiri di depan mobil,biar saya urus”ucap Fani dan ia pun keluar dari dalam mobil.
Sherly yang melihat hal itu,awalnya ia hanya diam,tetapi karena ia merasa penasaran,ia pun ikut keluar dari dalam mobil,setelah keluar Sherly pun berjalan ke depan, saat telah sampai,Sherly pun tahu siapa yang telah menghalangi mobilnya itu.
Fani yang melihat kedatangan Sherly itu,ia pun berjalan ke arah Sherly dan membelakangi Sherly,berniat untuk melindungi Sherly.
“Tidak!,ini sudah kewajiban saya untuk melindungi kamu”jawab Fani berusaha menolak.
“Saya juga gak akan kenapa-napa,lagian dia kakak saya sendiri” jawab Sherly.
“Baik,tetapi saya tidak bisa masuk ke dalam,karena saya harus memastikan kamu baik-baik saja”jawab Fani lagi.
“Heh,ternyata kamu juga penakut ya sherly”ucap Mira meledek.
Sherly yang mendengar itu berbalik,ia pun berjalan melewati Fani, lSherly berjalan mendekat ke tempat Mira berada.
“Mau apa lagi sih kak?,apa masih belum puas setelah perdebatan kita tadi?”tanya Sherly, setelah ia berada tepat di hadapan Mira.
“Kamu!,kamu gak tahu apa?,kamu itu sudah bikin malu kakak?,di depan banyak orang,kamu pasti tahu kan konsekuensinya kalau sampai kakak aduin kamu ke ayah?”ucap Mira dengan marah sambil mengancam Sherly.
Sherly yang mendengar itu hanya diam,tetapi kedua tangannya bergetar,ia pun
menyembunyikan kedua tangan,yang bergetar di balik badannya.
__ADS_1
‘Kamu jangan takut sherly!’ batin Sherly menguatkan.
“Lalu kenapa?,kalau kakak ingin mengadu ke ayah,tinggal aduin aja!, /kenapa kakak harus bilang sama Sherly?,silahkan kakak aduin semua itu ke ayah!,Sherly gak takut”ucap Sherly berusaha bicara dengan biasa saja,agar tidak terlihat takut.
“Kamu!”ucap Mira marah,ia pikir dengan mengancam Sherly, Sherly akan takut dan memohon-mohon kepadanya.
“Kenapa?, masih belum puas untuk mengancam sherly?”tanya Sherly dengan marah,merasa tidak terima diancam terus-menerus oleh kakaknya.
Selesai mengatakan itu.Sherly yang hendak berbalik,karena merasa percuma untuk meladeni kakaknya itu,tetapi tangan Mira menarik kedua tangannya, seakan melarang Sherly untuk berbalik.
Sherly yang melihat itu pun menepis pelan tangan Mira,tetapi Mira tiba-tiba terjatuh,Sherly yang melihat itu tidak tahu harus merespon apa.
Beberapa saat kemudian,Mira tiba-tiba bangun dengan sendirinya,dan secara tiba-tiba Dina keluar dari semak-semak, yang berada di sekitar mereka.
Dina menyerahkan sebuah handphone kepada mira,Mira pun menerima itu.
“Kamu lihat ini!,ini adalah rekaman video di mana kamu dorong aku tadi,dengan ini ayah akan percaya kamu telah nyakitin aku,kamu tunggu saja nanti,ayah akan menghukummu”ucap Mira.
Karena rencana pertama mira,yaitu menakut-nakuti sherly dengan hanya menggunakan kata-kata tidak berhasil,tetapi sepertinya Mira telah menyusun sebuah rencana cadangan,yaitu berpura-pura terjatuh,dan merekamnya untuk di berikan kepada Roy,karena dengan bukti itu,ia akan membuat Roy benar-benar marah kepada Sherly.
Sedangkan Fani yang ingin maju berniat melawan Mira,tepaksa berhenti,saat Sherly mencegah Fani.
Sherly hanya diam beberapa saat sambil,menatap Mira dengan tajam,
sedangkan Mira dan Dina tersenyum puas.
“Plakkkk”tiba-tiba Sherly menampar pipi sebelah kiri milik Mira dengan emosi.
Mira orang yang di tampar itu,ia hanya dapat memegang pipinya,dan menatap Sherly dengan tajam,rasa panas dan perih itu,tak mampu membuat Mira berkata-kata.
“Plakkk”sekali lagi Sherly menampar sisi pipi sebelah kanan milik mira dengan lebih emosi,hingga sedikit bengkak.
“Sekalian katakan kepada ayah,bahwa Sherly telah menampar kakak,karena Sherly gak bakal terima untuk di fitnah oleh kakak,maka dari itu Sherly tampar kakak,sebagai bukti bahwa Sherly yang sudah nyakitin kakak”ucap Sherly dengan marah,tidak terima jika ia di fitnah.
Selesai mengatakan itu,Sherly pun berbalik dan berjalan memasuki mobil.
‘Sudah saatnya untuk menghadapi sesuatu yang memang harus kamu hadapi’batin
Sherly
Fani yang melihat Sherly telah memasuki mobil,ia pun ikut masuk ke mobil tersebut,tetapi di dalam hati Fani,ia tersenyum puas,akan keberanian sherly
Mobil tersebut pun berjalan melewati Mira dan dina.
__ADS_1
Mira yang di perlakukan seperti itu,hanya dapat diam merasakan tamparan Sherly,yang sangat menyakitkan itu.
‘Sialan kamu Sherly!,mana sakit banget lagi!,pasti bakal berbekas,dan mungkin butuh seminggu untuk ngilangi bekas tamparannya, awas aja sherly!!,aku benar-benar akan aduin kamu ke ayah!!!’ batin Mira marah sambil menahan sakit.