ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
Season 2 (Eps.28)


__ADS_3

Hari-hari berlalu,sudah lima hari Clarisa tinggal di mansion Alex,awalnya ia tidak pernah membuat masalah dan mansion menjadi tenang seperti biasa.Tapi lama kelamaan,ia mulai membuat masalah dari hal kecil hingga hal yang cukup besar.


Contoh saat ini.


Kini Sherly yang sedang sarapan pagi,ia terlihat tenang dengan memakan sarapannya dengan santai.


Tiba-tiba Sherly merasa ada tatapan mata yang menusuk ke arahnya,ia pun menoleh.


Dan saat itu matanya tak sengaja bertatap dengan mata Clarisa yang sedang menatap nya tajam.Tapi beberapa detik kemudian saat Clarisa menyadari jika Sherly juga menatap kearahnya,ia langsung tersenyum.


“Kenapa?”tanya Clarisa dengan wajah yang terlihat polos.


Sherly yang mendengar itu,ia memilih untuk melanjutkan acara makanannya itu.


Tak lama setelah itu Alex datang menghampiri mereka.


“Pagi semua”ucap Alex menyapa Sherly dan Clarisa dengan tenang.


Seperti biasa Alex akan menghampiri Sherly yang sedang duduk dengan memakan sarapannya itu.ia pun mencium pucuk kepala Sherly dengan lembut lalu duduk tepat di sampingnya.


“Kamu sudah selesai?”tanya Alex pada Sherly yang menghentikan acara makanannya.


“Belum”jawab Sherly singkat sambil kembali memakan sarapannya itu.


“Alex,kebetulan hari ini aku cuti kerja.Kamu bisa tidak untuk antar aku memilih rumah yang bagus untuk aku tinggalin”ucap Clarisa sambil menatap ke arah Alex.


Alex yang mendengar itu,ia dengan tenang memulai makanannya tanpa menjawab ucapan Clarisa.


Clarisa yang melihat itu,ia tidak sadar jika Alex sudah mulai kesal dan jengah dengan sikapnya itu yang terlalu kekanak-kanakan selama ini.Tapi meski begitu Alex tetap tenang,seolah itu bukan masalah penting baginya,karena selain masalah yang berhubungan dengan Sherly,Alex akan bersikap cuek dan abai dalam menghadapi masalahnya itu.


“Alex bisa kan?,please sekali aja,kamu kan tahu kalau selama ini ayah aku selalu sibuk mengurusi perusahaannya di sini?”ucap Clarisa lagi dengan nada yang terdengar memelas.


Alex hanya diam beberapa saat,lalu ia pun menjawab dengan nada tegas.

__ADS_1


“Tidak bisa!”jawab Alex datar dan tetap menyuapkan makanan ke mulutnya.


“Kenapa?,bukankah kamu ingin agar aku cepat punya rumah dan tidak tinggal lagi di sini”ucap Clarisa terdengar seakan berniat menyinggung.Ia berkata seperti itu agar Alex merasa bersalah dan iba padanya.


Tapi tetap raut wajah Alex tidak berubah,ia masih datar dengan wajah tenang.


“Bukankah sudah aku katakan waktu itu,aku tidak bisa bantu kamu untuk mencari rumah yang akan kamu tinggalin.Karena aku juga sedang sibuk”ucap Alex tenang dengan nada sedikit lebih datar.


Clarisa yang mendengar itu,ia hanya menundukkan dengan wajah sedih,tapi sebenarnya tangannya yang berada di bawah meja itu terkepal erat seolah sedang menahan amarah.


Tiba-tiba Doni datang dengan membawa berkas-berkas di tangannya.


“Tuan,ini berkas-berkas yang anda minta untuk saya bawa kemari”ucap Doni hormat dan sopan.


“Taruh saja di situ”ucap Alex memerintahkan untuk menaruh di meja makan yang kosong.


“Kalau begitu saya pamit tuan”ucap Doni saat telah menaruh dokumen itu.


“Ya”jawab Alex singkat yang langsung memberikan izin pada Doni untuk pergi.


“Kamu sudah ingin berangkat”ucap Sherly yang hendak bangkit untuk memakaikan dasi pada Alex.


Karena itu merupakan rutinitas nya sebelum Alex berangkat kerja.


“Tidak,ada sesuatu yang tertinggal.Kamu makan saja yang tenang”ucap Alex mengusap rambut Sherly sambil tersenyum seolah menenangkan Sherly.


Saat Alex telah menaiki tangga,dan punggungnya tidak nampak lagi oleh mata Clarisa.Ia pun langsung menatap dokumen yang ada di atas meja dengan penasaran.


Clarisa ingin tahu apa yang ada di dokumen itu,tapi tiba-tiba matanya menatap kearah Sherly yang telah bangkit dari duduknya dengan membawa segelas teh.


Clarisa diam-diam tersenyum entah karena apa,Clarisa bangkit dari duduknya dan saat Sherly akan lewat ia dengan sedikit keras menyenggol Sherly hingga air itu tumpat tepat mengenai dokumen itu,benar-benar rencana yang klasik!.


Sherly yang merasa jika Clarisa sengaja,ia pun langsung menatap ke arah Clarisa dengan kesal.

__ADS_1


“Kamu sengaja ya?!”ucap Sherly kesal,ia ingin sekali memaki Clarisa tapi ia tahan.


“Maaf,bukankah arah jalan kita berlawanan,saya hanya ingin berjalan menuju kamar saya,sedangkan kamu ingin menuju dapur,mungkin kamu tidak terlalu fokus saat berjalan hingga menabrak saya”ucap Clarisa dengan nada polosnya.


Jika dibandingkan Amel yang termasuk orang yang pandai berpura-pura baik pada Sherly,maka itu akan kalah jika dibandingkan dengan Clarisa,karena Clarisa jauh lebih licik di balik wajah polos bak malaikat itu.


“Aku tahu kamu sengaja!”ucap Sherly kesal,ia tahu betul jika ia tidak melamun sama sekali.Dan kenapa air teh itu bisa tumpah itu karena rencana Clarisa.


Sepertinya Clarisa tadi melihat jika Sherly tidak menghabiskan tehnya dengan benar,karena air teh itu masih tersisa setengah gelas lagi.Maka Clarisa yang merasa Alex akan marah jika barang yang menurutnya penting itu rusak,ia dengan sengaja ingin mengalahkan Sherly.


“Ada apa?”ucap Alex yang dapat dari arah samping Sherly.


Clarisa yang melihat itu,ia hanya diam sesaat,dan langsung membuka suara begitu Alex ada di hadapannya.


“Alex kamu jangan marah ya.Tadi aku lihat jika Sherly menumpahkan air itu pada dokumen kamu,mungkin dia tidak sengaja melakukan itu”ucap Clarisa yang terdengar membela tapi sebenarnya berniat menjatuhkan.


“Kenapa bisa Sherly menjatuhkan teh itu pada dokumen ku?”tanya Alex tenang dengan nada datarnya.


“Ya karena Sherly tadi sedang melamun.


Mungkin salah satu alasan nya karena kamu sering bekerja,jadi dia marah dan ingin kamu berhenti bekeraj,tapi tolong kamu ngertiin dia,setidaknya itu wajar bagi perempuan”


ucap Clarisa lagi yang seakan mengatakan jika Sherly itu adalah wanita ceroboh sekaligus manja.


“Tapi setahuku,selama aku bekerja Sherly lebih pengertian dan sabar dalam menghadapi kesibukan aku”ucap Alex lagi yang terdengar membela Sherly.


Dan justru menurut Clarisa,Perkataan Alex itu terdengar masih tidak percaya,Clarisa mengepalkan tangan dan berfikir mencari alasan yang bagus.


“Mungkin itu dulu,sekarang Sherly tidak memiliki kesabaran untuk menunggu kamu lagi”ucap Clarisa yang merasa jika alasan itu paling tepat.Hingga ia tersenyum diam-diam saat merasa dirinya itu pintar.


“Cukup!”ucap Sherly yang merasa malas untuk meladeni orang yang pandai dalam bermain kata-kata.


“Terserah kamu ingin ngomong apa,yang jelas aku nggak salah!”ucap Sherly penuh penekanan.

__ADS_1


Sherly pun hendak berbalik untuk kekamarnya,tapi tangannya langsung di tarik oleh Alex seakan melarangnya untuk pergi.


__ADS_2