
Sementara itu,saat ini Alex yang hanya diam, mendengarkan semua ucapan dan perkataan Amel yang merasa tidak terima akan perilakunya yang memperlakukan Amel dengan sikap acuh tak acuh miliknya itu.
“Sudah puas bicaranya?,sekarang kamu bisa keluar dari ruangan saya”ucap Alex datar dan tegas.
“Alex”sebelum Amel melanjutkan ucapannya.
Tiba-tiba Sherly dan Fani masuk ke dalam ruangan kerja milik Alex.
Alex yang melihat itu,ia sempat kaget sejenak tapi kemudian ia berubah kembali ekspresinya.
Rupanya Alex merasa kaget karena Fani tidak memberitahu akan rencana Sherly yang ingin mengunjungi Alex,karena itu merupakan rencana Sherly yang ingin memberi kejutan kepada Alex atas kedatangannya itu.
“Apakah aku datang di saat yang tepat?”tanya Sherly.
Setelah mengatakan itu,Sherly pun berjalan menghampiri Alex.
“Dan ini bukannya perempuan yang waktu itu di tarik keluar oleh Doni?”tanya Sherly menatap ke arah Amel.
Amel yang melihat kedatangan Sherly itu,ia pun hanya dapat menatap heran ke arah Sherly.
“Siapa kamu?,dan kenapa kamu seperti sudah mengenal Alex,apakah kalian saling mengenal?”tanya Amel heran.
“Dia adalah istriku”jawab Alex singkat.
“Apa?,kapan kamu menikah?,kenapa aku tidak tahu?,Alex ini pasti tidak benarkan?,kamu pasti bercanda!,ini tidak lucu Alex,jika memang kamu berniat agar aku menjauhi kamu dengan cara kamu berpura-pura menikah,itu tidak mungkin!,karena aku tidak akan menyerah untuk bisa mendapatkan kamu”ucap Amel sambil menatap ke arah Alex dengan tatapan tajam,seakan ia tidak percaya akan ucapan Alex tadi.
“Itu benar dia adalah istriku,terserah kamu akan percaya atau tidak”ucap Alex tegas.
“Ada apa ini?,apakah kalian saling mengenal?,
kenapa kalian terlihat seperti telah mengenal cukup lama”tanya Sherly menatap ke arah Alex dengan tatapan tidak mengerti, seakan ia ingin Alex menjelaskan apa yang terjadi saat ini.
“Dia teman masa kecil,kami sudah lama tidak bertemu,jadi mungkin idia datang ke sini untuk berkunjung”ucap Alex menatap Sherly.
“Kenapa kamu tidak bilang, kalau aku juga adalah orang yang selama ini mencintai kamu?”ucap Amel dengan mengepalkan kedua tangannya erat.
“Maksudnya apa ini?”tanya Sherly.
“Cukup Amel!,aku selama ini telah bersabar,
karena aku menghargai pertemanan kita,tapi sepertinya kamu telah melewati batas”ucap Alex tegas
__ADS_1
Tanpa menunggu Alex mengusir Amel,Doni pun langsung menarik Amel keluar dari ruangan tersebut.
“Lepas! aku belum selesai bicara dengan Alex”ucap Amel sambil meronta berharap Doni melepaskan cengkramannya di kedua tangannya itu.
Tapi Doni tidak juga melepaskan cengkrangamannya itu,ia terus menarik Amel menuju keluar dari perusahaan yang saat ini terlihat sepi,karena para karyawan yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.
Setelah itu,Doni pun berjalan masuk ke dalam perusahaan,saat ia berjalan ia bertemu dengan salah satu pegawai yang bekerja di perusahaan Alex.
“Kenapa kalian tidak mencegah perempuan itu di saat dia masuk ke dalam perusahaan ini?”tanya Doni.
“Maaf tuan,kami sudah mencegahnya,tapi ia mengancam akan berbuat hal-hal yang nekat,jadi kami merasa kewalahan dan tidak bisa mencegahnya di saat ia masuk ke dalam perusahaan”jawab Karyawan tersebut dengan wajah tertunduk.
“Kalau begitu kalian perketat penjagaannya,
jangan biarkan dia masuk ke dalam perusahaan ini lagi”tegas Doni.
Setelah itu,Doni pun berjalan masuk ke dalam ruangan Alex.
“Tuan semuanya sudah saya selesaikan”ucap Doni tepat di hadapan alex.
“Kalau begitu kamu pergilah!”ucap Alex.
Doni yang mendengar itu,ia hanya mengangguk dan setelah itu,ia pun keluar dari ruangan tersebut.
Kemudian setelah itu,Alex pun duduk di sofa tersebut.
Sherly yang melihat hal itu,ia pun ikut berjalan menuju sofa,dan setelah itu Sherly pun duduk tepat di samping Alex.
“Tadi itu siapa?,kenapa dia bilang kalau dia adalah orang yang selama ini mencintaimu,
apakah dia cinta masa kecil mu?”tanya Sherly penasaran,tanpa menjawab pertanyaan Alex tadi.
Alex yang mendengar itu,ia hanya menghela nafas untuk sejenak.
“Bukan!,hanya dia yang mencintaiku, tapi aku tidak mencintai dirinya,dan sekarang kamu jawab pertanyaan ku,untuk apa kamu datang ke sini?”ucap Alex yang diakhiri dengan sebuah pertanyaan.
“Aku sengaja datang ke sini,awalnya aku berniat untuk memberimu kejutan,tapi ternyata aku yang merasa terkejut dengan kedatangan teman masa kecil mu itu”jawab Sherly.
Setelah itu, Sherly pun membuka kotak makan yang ia bawa.
“Ya sudah mari kita makan! aku sudah lapar”ucap Sherly.
__ADS_1
“Memangnya kamu belum makan?”tanya Alex.
“Iya, aku tidak sempat makan di mansion,
karena aku berniat makan bersama dengan kamu,aku juga takut jika nanti aku makan terlebih dahulu di mansion,nanti saat aku datang kamu telah makan di luar”ucap Sherly panjang lebar.
“Seharusnya kamu bilang kalau kamu akan datang ke sini,dengan begitu aku tidak akan makan di luar”ucap Alex sambil menatap ke arah Sherly.
“Kalau seperti itu,berarti itu tidak bisa di sebut kejutan”jawab Sherly sambil menyerahkan salah satu sendok kepada Alex.
Alex pun langsung menerima sendok yang di berikan Sherly.
“Jadi kita makan berdua di dalam satu kotak nasi yang kau bawa?”tanya Alex.
“Yah bukankan dengan begitu makanan akan terasa lebih nikmat,tapi jika kamu tidak mau makan bersama di satu kotak nasi yang sama,aku bisa mengambil piring dan kamu akan makan di piring,sedangkan aku akan makan di sini, di kotak nasi ini”ucap Sherly,
dan saat ia hendak bangkit untuk mengambil piring,tapi sebelum itu,Alex pun mencegahnya,ia menarik tangan Sherly, seakan melarang Sherly untuk pergi.
“Tidak, kita makan di sini saja”ucap Alex sambil menarik tangan Sherly seakan menyuruh Sherly untuk duduk.
“Baiklah”jawab Sherly.
Setelah itu mereka berdua memulai acara makan mereka,dan tak lama makanan itu pun habis.
“Kalau begitu aku pulang duluan bersama fani”ucap Sherly sambil merapikan kotak nasi yang telah kosong.
“Ya sudah kamu hati-hati”jawab Alex.
Setelah itu Sherly pun bangkit dari sofa dan Alex pun ikut bangkit dari sofa.
Dan tak lama setelah itu, Fani pun datang ke dalam ruangan Alex.
“Ya sudah aku pulang duluan”pamit Sherly.
Dan Alex hanya mengangguk sebagai jawaban atas ucapan Sherly tadi.
Setelah itu Sherly dan Fani pun berjalan keluar dari ruangan milik Alex.
Dan tak lama Doni pun masuk ke dalam ruangan Alex.
Sedangkan Alex yang melihat ke datangan Doni,ia pun hanya diam,sambil berjalan ke arah kursi kebesaran miliknya itu,dan kemudian ia pun duduk.
__ADS_1
Doni yang melihat itu,ia pun ikut berjalan mendekat ke arah Alex.
“Bagaimana apakah kamu sudah melakukan sesuai apa yang aku perintahkan?”tanya Alex datar.