ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 112


__ADS_3

Hari-hari berlalu begitu cepat,dan saat ini Alex sedang ada di kursi kebesaran miliknya.


Dan dihadapan Alex saat ini sudah ada Rendi yang duduk di sebuah sofa yang berjarak cukup jauh darinya.


Mereka berdua terlihat hanya diam sambil menatap satu sama lain.


Diruangan itu juga bukan hanya ada Alex dan Rendi saja,tapi juga ada Doni dan Remon yang sedang berdiri di samping tuannya masing-masing.


“Apa kabar?,bagaimana kabar kamu selama ini?,apa kamu apa kamu baik-baik saja?”ucap Rendi bermaksud meledek,dengan nada penuh hinaan.


Alex yang mendengar itu,ia hanya diam tanpa menjawab.


“Oh aku juga baru dengar jika ibu kamu baru meninggal beberapa bulan yang lalu apakah itu benar?”tanya Rendi.


Alex yang mendengar itu,ia hanya diam, sebenarnya ibunya tidak benar-benar meninggal,karena berita tentang kematian ibunya itu palsu,ia memang sengaja menyebarkan rumor itu agar nyawa ibunya tidak terancam,dan sebenarnya Alex telah menempatkan ibunya di tempat yang aman.


“Yah saya tahu saya tak berhak untuk bertanya seperti ini,tapi sebagai mantan sahabat ayah kamu bukannya saya bisa bertanya seperti itu ke kamu,iya kan?”tanya Rendi dengan nada seolah ia ikut bersedih untuk Alex.


“Yang namanya mantan tetap mantan,dan sebenarnya dari dulu aku tidak pernah menganggap anda sebagai sahabat dari ayah saya,karena tidak mungkin yang namanya sahabat tega merebut apa yang menjadi milik sahabatnya sendiri”ucap Alex dengan sarkas,ia berkata dengan wajah datar disertai nada dingin miliknya.


“Ayolah nak,bukannya kamu yang sengaja menunjukkan setengah bukti kejahatan milikku agar aku menemui kamu untuk meminta maaf atau bila perlu aku harus memohon agar kamu tidak memasukkan aku ke dalam penjara,iya kan?”ucap Rendi dengan mata memicing menatap kearah Alex.


Dan Alex yang melihat itu,ia hanya diam,seolah tatapan Rendi itu tidak berpengaruh apa-apa kepadanya.


‘Sial biasanya jika hanya dengan tatapan aku saja orang akan merasa takut dan segan kepadaku,tapi tidak dengan dia dan tuan Mark yang tidak merasa takut dengan tatapanku ini'.Batin Rendi.


“Oh nak kamu ternyata memiliki aura yang lebih besar daripada Banu”ucap Rendi yang menyebutkan nama ayah dari Alex,ia mencoba untuk membuat Alex marah dengan menyebut nama ayahnya itu.


“Jangan pernah menyebut nama ayahku dengan mulut kotormu itu,karena kamu tak pantas untuk mengungkitnya apalagi untuk menyebut namanya langsung”ucap Alex dengan wajah terlihat tenang,ia berkata dengan nada yang terdengar semakin datar dan dingin.

__ADS_1


Meskipun Alex terlihat tenang,tapi tetap saja ia sebenarnya sangat marah saat Rendi menyebut langsung nama ayahnya.


Rendi yang melihat sikap tenang dari Alex,ia sebenarnya kagum dengan sikap tenang Alex, padahal ia berfikir jika Alex akan langsung marah-marah kepadanya.


‘Ternyata anaknya Banu lebih pintar dari pada Banu sendiri,auranya pun terlihat lebih kental dan lebih besar dibandingkan banu dulu,aku juga seperti merasa tertekan dengan auranya itu’.batin Rendi yang seperti menyembunyikan rasa kekagumannya itu.


“Oh seperti itu,tapi meski begitu kami dulu pernah bersahabat,yah walaupun aku telah mengkhianatinya,itu juga bukan hanya kesalahanku saja,apakah kamu lupa siapa ayah dari istri kamu itu,dia juga ikut berkhianat kan?,jadi jangan kamu salahkan aku seorang”ucap Rendi berusaha berkata dengan santai,walau sebenarnya ia merasa sedikit tertekan akan aura Alex.


Dan tiba-tiba saat mereka sedang berbicara, Roy datang dengan langkah cepat menghampiri Rendi.


Setelah sampai Roy pun segera menarik kerah baju Rendi.


“Kamu dasar penipu”ucap Roy marah.


“Ohoho aku penipu?,jangan sebut aku penipu,salahkan saja diri kamu sendiri yang telah bodoh mengkhianati majikan kamu sendiri,hanya demi terbebas dari sebuah janji”ucap Rendi berkata dengan sinis.


Yang Roy maksud dengan istrinya adalah ibu dari Mira,ia meninggal karena suatu kecelakaan,dan beruntungnya Mira yang masih dalam kandungan ibunya itu berhasil terselamatkan.


Remon yang melihat tuannya di perlakukan seperti itu,ia pun langsung menarik Roy agar melepaskan cengkraman tangannya dari kerah baju Rendi.


“Ha...ha...ha...”Rendi tertawa sinis kepada Roy saat cengkraman tangan Roy dari kerah bajunya telah terlepas.


“Jangan salahkan aku,siapa suruh istri kamu berniat untuk menyelamatkan kamu,dan akhirnya dialah yang meninggal,


padahal dulu aku ingin membunuh kamu agar rahasia kejahatanku tidak terbongkar,jadi salahkan diri kamu sendiri yang telah mengkhianati majikan kamu sendiri hingga membuat istri kamu mati,karena itu semua disebabkan oleh kesalahan kamu sendiri”ucap Rendi tanpa rasa bersalah.


Roy yang mendengar itu,ia hanya diam mematung untuk sejenak.


Ya! Roy mengakui jika ia telah salah karena telah mengkhianati tuannya yang telah baik dan banyak membantunya.

__ADS_1


Roy waktu itu mungkin telah terbutakan oleh cintanya hingga ia berani melakukan sesuatu hal yang nekat.


“Tapi waktu itu kamu sudah berjanji jika aku telah berhasil membantu kamu,kamu juga akan membiarkan aku dan sari untuk hidup bebas dan bahagia”ucap Roy menyebut nama ibu dari Mira,yang merupakan istri pertamanya.


Roy juga mengingatkan tentang perjanjian antara ia dengan Rendi,karena itulah alasan ia mau menghianati tuannya.


“Dasar bodoh,ternyata kamu orang yang naif,mana mungkin aku akan biarkan orang yang tahu rahasia kejahatanku ini untuk hidup bebas dan bahagai,karena aku juga berfikir bisa sajakan kamu menghianati aku dan memasukan aku ke penjara,lagipula kamu berani menghianati tuan kamu sendiri,dan bisa saja kamu juga akan menghianatiku,benarkan?”tanya Rendi dengan mata memicing.


Dan lagi-lagi Roy yang mendengar itu,ia pun hanya diam dengan tangan terjepal erat.


‘Jadi itu alasannya kenapa dia ingin membunuhku,memang pantas dia berfikir seperti itu,lagipula siapa juga orang yang akan percaya begitu saja dengan orang yang telah berkianat seperti aku ini,bodoh kamu Roy!’.batin Roy sambil memaki dirinya sendiri.


Sedangkan Alex yang melihat itu,ia awalnya hanya diam saja sambil memperhatikan pertengkaran mereka.


“Apakah sudah reuni ketemuannya?,bagaiman?,apakah kalian senang telah bertemu satu sama lain,kawan dengan kawan saling bertemu,tapi ternyata aslinya kalian itu musuh dengan musuh ya”walaupun ucapan Alex terdengar ramah,tapi tetap saja ia berkata dengan datar.


Kenapa Roy bisa datang pada saat mereka sedang berbicara,alasannya karena Alex sengaja untuk mengundang Roy untuk datang,ia juga ingin melihat bagaimana reaksi Roy saat bertemu dengan Rendi orang yang sangat ia benci itu.


Dan ucapan Alex itu,membuat Rendi dan Roy langsung menatap kearahnya.


Tiba-tiba Rendi pun bangkit dari sofa,ia menatap kearah Alex dan hanya diam beberapa saat.


“Dengar baik-baik aku kesini bukan untuk minta maaf,aku kesini hanya ingin mengatakan jika aku telah memiliki sekutu yang lebih kuat,dan aku yakin dengan bantuan dia kamu akan bertekuk lutut di hadapanku”ucap Rendi berniat mengancam.


Tapi Alex yang mendengar itu,ia hanya di seolah abai dengan ancaman itu.


Rendi yang melihat ketenangan Alex ia awalnya sempat takut akan hal itu,tapi ia mencoba menepis rasa takutnya itu.


Setelah itu,Rendi pun langsung keluar dari ruangan Alex bersama dengan Remon yang mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2