
Dan sekarang Sherly dan Alex telah berada di dalam mobil,dengan Fani yang mengemudikan mobilnya.
Alex terlihat sedang memeluk Sherly erat,seolah ia sedang berusaha untuk menenangkan Sherly yang sedang gemetar ketakutan.
“Dimana Doni?”tanya Alex pada Fani.
“Dia sedang mengerjakan tugas yang harus di urus tuan,dan saya ditugaskan untuk datang ke sini olehnya tuan”ucap Fani menjelaskan.
“Lexi apa yang Fani katakan tidak benarkan?”ucap Sherly terlihat seperti anak kecil.
Sherly berusaha menyembunyikan wajahnya di dada Alex,ia merasa malu jika harus terlihat menyedihkan di depan Alex.
Alex yang melihat itu,ia pun langsung memeluk Sherly dengan erat
“Tenanglah,semua pasti akan baik-baik saja”ucap Alex sambil mengusap rambut Sherly menggunakan salah satu tangannya dengan lembut.
Sherly yang mendengar ucapan Alex itu,ia pun menghela nafas panjang,ia berusaha untuk tidak bersikap emosional lagi.
‘Benar apa yang Alex katakan tadi,aku memang harus tenang,dan semoga saja yang Fani katakan itu tidak benar,dan semoga itu semua hanya salah paham Fani saja'.pikir Sherly penuh harap.
Meskipun Sherly berusaha untuk menenangkan dirinya,tapi tetap saja air matanya tak berhenti mengalir.
Dan tak lama Sherly tertidur di pelukan Alex karena kelelahan menangis.
Alex yang melihat itu,ia pun langsung menatap kearah Fani.
“Apa benar yang kamu katakan tadi?,kamu yakin itu sebuah kebenaran kalau Roy sudah meninggal?”tanya Alex dengan pelan,berharap Sherly yang sedang tertidur tidak terganggu dengan ucapannya itu.
“Saya juga tak yakin tuan,tapi katanya memang benar Roy telah meninggal”jawab Fani.
Alex yang mendengar itu,ia pun diam dan terlihat berfikir
“Sekarang aku tahu pasti dia orang yang melakukan semua ini”ucap Alex pelan pada dirinya sendiri.
Alex seolah dapat menebak siapa yang sudah membunuh Roy.
Tiba-tiba setelah cukup lama tertidur Sherly pun membuka matanya dengan perlahan,dan orang yang pertama kali dilihatnya adalah Alex yang juga ikut menatap kearahnya.
“Kamu sudah bangun”ucap Alex saat Sherly terbangun dari tidurnya.
“Dimana ini?,oh iya apa kita telah sampai di rumahku yang dulu?”tanya sherly sambil mengucek matanya yang sedikit sembab.
__ADS_1
“Kita sudah sampai dari tadi,dan karena kamu sudah bangun,kamu bisa masuk ke dalam”ucap Alex memberi tahu.
“Kenapa kamu bilang seperti itu,apa kamu tidak ingin masuk bersama denganku ke dalam”tanya Sherly heran.
“Ada sesuatu hal yang harus aku pastikan”ucap Alex menerangkan.
“Fani yang akan mengantar kamu masuk,jadi kamu bisa tenang”lanjut Alex.
Dan Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung keluar bersama Fani.
Sedangkan Alex ia hanya diam di dalam mobil,sambil menunggu Doni yang akan menjemputnya.
Dan saat ini Sherly sedang masuk ke dalam rumah yang dulu pernah ia tinggali.
Saat Sherly telah masuk,ia melihat Dewi,Mira dan dafa sedang duduk di sofa dengan mata mereka yang terlihat sembab.
“Ibu”panggil Sherly pelan.
Setelah mengatakan itu,Sherly pun mendekat kearah ibunya.
Sedangkan Dewi yang mendengar ucapan Sherly,ia pun langsung menatap kearah asal suara.
Dan tak lama Sherly pun sampai tetap di hadapan ibunya.
“Ada apa Bu?,Sherly dengar dari Fani kalau ayah meninggal,itu nggak benar kan Bu?”ucap Sherly dengan tatapan penuh harap.
Dewi yang melihat itu,ia pun hanya diam dan mengalihkan pandangannya kearah samping,tanpa menjawab ucapan Sherly.
“Kenapa hanya diam?,jawab Bu!”ucap Sherly lagi.
Tapi tetap saja Dewi hanya diam,ia tak bergeming sama sekali.
Sherly yang melihat Dewi hanya diam tanpa menjawab pertanyaannya itu,ia pun kemudian menatap kearah Mira yang sedang memeluk Dafa sambil menangis.
Sherly yang melihat itu,ia pun langsung berjalan mendekat kearah Mira.
“Kakak ada apa ini?,tolong jelaskan sebenarnya apa yang terjadi?,kenapa kalian semua pada menangis?,apa berita ayah meninggal itu benar?,tapi Sherly yakin itu tidak benar,itu bohong kan kak?”tanya Sherly beruntun dengan suara sedikit bergetar.
Sedangkan Mira yang mendengar itu,ia pun melepaskan pelukannya dari Dafa dan menatap kearah Sherly.
Mira hanya diam sambil menatap Sherly untuk beberapa saat,tapi setelah itu ia pun mengalihkan pandangannya kearah lain seperti yang dilakukan oleh Dewi
__ADS_1
“Jawab Sherly,kenapa nggak ada yang mau jawab pertanyaan Sherly,apakah memang kakak segitu bencinya sama Sherly sampai nggak mau jawab pertanyaan Sherly”ucap Sherly dengan nada sedikit sedih,suaranya terdengar seolah ia putus asa karena tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaan.
“Bukan begitu”ucap Mira dengan nada lembut.
Sherly yang mendengar itu,ia sempat tertegun sejenak akan nada lembut Mira,tapi setelah itu ia pun kembali angkat suara.
“Terus kenapa kalian hanya diam saja saat Sherly tanya?,apa kalian benci sama Sherly?”tanya Sherly lagi-lagi dengan nada sedih miliknya.
“Ayah memang benar sudah meninggal”ucap Mira dengan suara bergetar.
Sherly yang mendengar itu,ia merasa hatinya seperti tersambar petir di siang bolong.
Sherly terlihat syok dan tak percaya dengan ucapan Mira tadi
“Kakak bohongkan?!,itu semua pasti candaan kalian”ucap Sherly sambil tersenyum tak percaya,ia pikir itu hanya sebuah lelucon.
“Nggak,kakak nggak bohong,ayah benar-benar sudah meninggal”ucap Mira jujur.
“Kalau ayah benar-benar meninggal,lalu di mana jenazah ayah,Sherly nggak percaya dengan apa yang kakak katakan,karena semua itu pasti bohong”ucap Sherly dengan berteriak histeris seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar.
“Ayah sudah di makamkan sejak kemarin”ucap Mira menjelaskan.
“Kemarin? Kenapa kalian tidak mengabari Sherly,apakah Sherly nggak dianggap keluarga oleh kalian”ucap Sherly sambil menatap kearah Mira.
“Kami ingin memberitahu kamu,tapi kami juga bingung harus gimana beri tahu ke kamunya”ucap Mira dengan sedih.
“Nggak,nggak mungkin ini pasti mimpi pasti ini mimpi”ucap Sherly sambil memukul pipinya.
Dan ternyata pipinya terasa sakit saat ia pukul dengan keras.
“Nggak ini nggak mungkin”ucap Sherly saat ia sadar jika ini bukan mimpi dan tiba-tiba Sherly pun pingsan.
“Sherly"teriak Dewi dan yang lainnya karena kaget.
Tapi beruntungnya Fani menahan tubuh Sherly agar tidak terjatuh ke lantai,dan Sherly pun di bawa oleh Dafa ke kamarnya,dengan yang lain mengikuti dari belakang.
Setelah sampai,Dafa pun menaruh tubuh Sherly dengan hati-hati dan ia pun menyelimutinya
Dan Mira yang melihat perlakukan Dafa pada Sherly itu,ia pun hanya diam.
setelah itu,mereka semua hanya duduk menunggu Sherly sadar.
__ADS_1