
*Di sebuah ruangan
Saat ini terdapat seorang laki-laki yang sedang duduk di kursi kebesaran miliknya,laki-laki tersebut terlihat sudah tua,tapi wajahnya masih tetap terlihat berwibawa.
Bukan hanya itu, di wajah laki-laki itu
juga terdapat bekas luka sayatan pisau di mata kirinya,yang membuatnya terlihat menakutkan di mata orang yang melihatnya.
“Bagaimana apakah kamu siap untuk bertemu dia?”tanya laki-laki itu,kepada anaknya.
“Iya ayah Amel sudah sangat siap untuk bertemu lagi dengan dia,tapi apa tugas yang harus Amel lakukan ayah?”ucap seorang wanita yang bernama Amel
“Kamu cuman harus berusaha untuk dekatin dia,dan buat dia untuk bertekuk lutut dan tergila-gila kepada mu,kalian kan sudah pernah kenal dan dekat”ucap laki-laki itu.
“Baik ayah,pasti Amel laksanakan itu dengan baik,ayah tenang saja,bukannya selama ini ayah tahu,jika Amel selalu bisa dapat apa yang Amel inginkan,dan sekarang pun sama,Amel akan mendapatkan apa yang Amel inginkan”ucap Amel dengan wajah tenang.
walaupun wajah Amel terlihat tenang dan biasa saja,tapi sebenarnya di dalam hatinya, ia merasa senang tak terkira, karena akan bertemu dengan teman masa kecilnya sekaligus cinta pertama baginya.
“Ya sudah,sekarang kami bisa pergi dan besok kami bisa bertemu dengannya”ucap laki-laki itu dengan tegas.
“Baik ayah” setelah mengatakan itu,Amel pun langsung pergi meninggalkan ayahnya.
Tak lama setelah kepergian Amel,datanglah seorang laki-laki datang ke ruangan tersebut.
“Tuan kenapa tidak kita saja yang menemui orang itu secara langsung,kenapa harus anak anda yang menemui orang itu,apakah anda tidak merasa takut jika anak anda terluka”ucap laki-laki yang sedikit lebih muda dari tuannya itu,yang bernama Remon.
“Ha..ha... kita tidak harus langsung menemui dia,yang perlu kita lakukan hanya duduk berdiam diri,dan yang terpenting adalah kita harus tahu seberapa kuat lawan kita,dan apa kelemahan lawan kita,dengan begitu kita bisa dengan mudah menghadapi lawan kita,
lagipula anak ku itu hanya sebuah budak catur bagiku,dan jika dia gagal baru kita yang bertemu langsung dengannya”ucap laki-laki itu dengan tersenyum jahat.
“Baik tuan saya mengerti”ucap Remon.
__ADS_1
Sementara itu di tempat lain.
Saat ini Sherly berniat untuk berangkat kuliah,ia telah rapi dengan pakaiannya yang telah melekat indah di tubuhnya.
“Kamu mau kemana?”tanya Alex.
“Aku mau kuliah,kan hari ini aku ada jadwal kuliah”ucap Sherly sambil menatap ke arah Alex.
Dan Alex yang baru saja telah selesai mandi,dan telah keluar dari kamar mandi,dengan baju yang telah melekat di tubuhnya,ia hanya diam untuk sejenak saat melihat Sherly yang telah rapi mengenakan pakaian.
“Jangan kuliah dulu,kamu di rumah aja”ucap Alex tiba-tiba.
“Kenapa?kok aku di suruh gak kuliah lagi,kamu yang benar saja,masa aku cuti terus sih,nanti gimana sama masa depan aku”ucap Sherly menggerutu.
“Kamu kan punya suami kaya raya,jadi kamu gak usah kerja, nanti semua yang kamu inginkan dan kamu perlukan aku yang penuhi”ucap Alex lagi.
“Tapi...”ucapan Sherly terhenti, saat Alex menatap wajahnya dengan dalam.
“Baiklah”ucap Sherly yang akhirnya menurut.
“Kamu tenang saja,aku juga akan menemani kamu di sini,jadi kamu jangan takut sendirian”ucap Alex menjelaskan.
“Bukan nya kamu harus bekerja?”tanya Sherly.
“Tidak apa-apa,biar nanti Doni yang mengurus pekerjaan yang ada di perusahaan,karena untuk hari ini aku bakal temani kamu di rumah,agar kamu gak merasa kesepian dan bosan saat sendirian”jawab Alex.
Sherly yang mendengar itu,ia hanya dapat mengangguk setuju,setelah itu Sherly pun langsung berjalan menuju sofa.
Kemudian Sherly pun duduk di sofa,setelah duduk ia pun langsung menyalakan televisi,
dan menontonnya.
__ADS_1
Sedangkan Alex yang melihat hal itu,ia pun ikut berjalan mendekati ke mana Sherly duduk.
Setelah sampai,Alex pun duduk tepat di samping Sherly.
Alex pun mengangkat kepala Sherly dengan pelan dan meletakan kepala Sherly di dadanya itu,sehingga membuat kepala Sherly bersandar di dada bidang Alex.
Alex tahu bahwa Sherly tidak terima akan keputusannya yang sepihak itu,tapi ia melakukan itu untuk kebaikan dan keamanan Sherly,karena Alex takut jika nyawa Sherly dalam bahaya.
“Kamu gak usah khawatir tentang kuliah kamu,karena Fani sudah mengurusnya”ucap Alex mengusap pelan rambut Sherly.
“iya”jawab Sherly singkat.
Setelah itu,Sherly pun mengambil kue bolu yang ada di hadapannya itu,kemudian ia pun memakannya dengan lahap.
“Kamu tahu semua yang aku lakukan itu adalah untuk kebaikan kamu”ucap Alex menjelaskan.
“Iya memang kenapa?,aku kan gak punya musuh,jadi apa yang harus di takutkan”ucap Sherly yang hanya fokus menatap televisi.
“Itu sih kamu yang tidak memiliki musuh,tapi beda hal nya dengan ku, aku ini kan seorang pengusaha yang sangat sukses,pasti banyak saingan aku yang merasa tersaingi,dan kamu kan juga istri aku,otomatis musuh-musuh ku bisa saja berbuat sesuatu hal yang dapat menyakiti kamu”ucap Alex menjelaskan.
“Oh begitu, maaf ya,mungkin aku terlalu egois tidak memikirkan jika aku berada di posisi kamu,mulai sekarang aku akan berusaha memahami dan mengerti akan hal itu”ucap Sherly paham.
“Apa pun yang terjadi kamu jangan pernah merasa takut,karena aku akan berusaha melindungi kamu sekuat tenaga,dan kamu hanya perlu percaya akan semua yang aku lakukan,karena ini semua demi kebaikan mu juga”ucap Alex yakin.
“Iya terima kasih,karena kamu sudah mau melindungi aku”ucap Sherly.
Sherly pun mengangkat kepalanya dan menjauhkan kepalanya dari dada bidang Alex.
Alex yang melihat hal itu,ia pun sedikit mendekatkan wajahnya ke wajah Sherly.
“Karena aku ingin menjadi yang paling terbaik diantara yang orang-orang terbaik,karena aku ingin kamu hanya akan menatap ke arahku dan hanya aku yang kamu jadikan tempat bersandar sekaligus pelindung bagimu,dan aku ingin membuat kamu nyaman dan tenang saat kamu berada di sisiku,dan aku juga ingin semua yang terbaik untuk ku berikan kepada mu,semua yang terbaik! ya aku akan berusaha untuk memberikan apa pun yang kamu inginkan,asalkan kamu tetap berada di sisiku,itu sudah lebih dari cukup bagiku”ucap Alex panjang lebar.
__ADS_1
Sherly yang mendengar itu,ia hanya tersenyum dan tak tahu harus berkata seperti apa,ucapan Alex benar-benar menyentuh hatinya.