
Dan saat ini Alex dan Sherly telah melanjutkan acara jalan-jalan mereka sambil mengobrol.
“Memang apa alasan kamu sangat menyukai anak-anak”tanya Alex membuka pembicaraan,
ia berkata sambil berjalan dengan pelan,agar Sherly tak merasa kesulitan menyeimbangi langkahnya.
“Tidak ada alasan apa pun bagi aku untuk menyukai anak-anak kecil.Tapi yang jelas,aku menyukai anak-anak kecil itu,karena menurut aku mereka itu sangat jujur,mereka akan berkata apapun yang memang mereka sukai dan tidak sukai,dan lagi anak-anak itu bagai sebuah kertas putih yang bersih dan tak bernoda,hati mereka sangat bersih dan murni,
karena mereka tidak akan pernah melakukan sesuatu kejahatan,kecuali jika ada yang mengancam dan menghasut mereka”ucap Sherly panjang lebar,ia juga berkata sambil berjalan,dan berusaha menyeimbangi langkah Alex yang jauh lebih besar dari langkahnya.
“Iya juga sih apa yang kamu katakan tadi itu ada benarnya juga,aku setuju sama ucapan kamu”ucap Alex menatap ke arah Sherly
“Maka dari itu,aku ingin menjadi orang yang lebih baik lagi,dengan begitu, jika suatu saat aku mempunyai anak,aku akan bisa mendidik anak-anak ku nanti,menjadi anak-anak yang baik”ucap Sherly menatap ke arah Alex.
“Anak-anak kita!,bukan anak-anak mu saja,tapi anak-anak ku juga,dan lagi aku berjanji tidak akan memaksa kamu,untuk melakukan hubungan suami istri,jika kamu belum siap dan belum bisa mencintaiku,karena aku benar-benar mencintai kamu dengan tulus”ucap Alex dengan yakin.
“Terima kasih”ucap Sherly sambil tersenyum.
Sherly tak menyangka jika Alex sangat mencintainya,hingga ia sabar untuk menunggu dirinya mencintai Alex.
Sebenarnya Sherly bukan bermaksud untuk jual mahal,tapi karena ia takut jika Alex mendapatkan dirinya dengan mudah,maka Alex juga dapat melepaskannya dengan mudah.
Sherly hanya ingin Alex berusaha lebih keras lagi,agar jika suatu saat nanti Alex mendapatkan hatinya,maka Alex akan menghargai dan menjaga hatinya bagai sebuah berlian.
Tapi saat mereka sedang berjalan-jalan,tiba-tiba suasana di sore hari,berubah menjadi gelap dan dan langit pun terlihat mendung,tak lama setelah itu rintik-rintik hujan turun,
awalnya memang sedikit,tapi kemudian rintik-rintik hujan itu semakin deras dan deras lagi.
Alex yang merasa tetesan air hujan di kepalanya itu,ia pun langsung melepskan jas yang ia pakai,kemudian ia gunakan untuk melindungi kepala Sherly dari rintik-rintik hujan yang semakin deras itu.
“Kita cari tempat untuk berteduh dulu;”ajak Alex.
__ADS_1
Setelah itu,Alex pun mengajak Sherly melangkah menuju sebuah teras rumah terdekat.
Kemudian mereka pun berteduh di sana,dan saat mereka sedang berteduh sambil berdiri, tiba-tiba ponsel Alex pun berbunyi.
Alex yang mendengar itu,ia pun berjalan sedikit menjauh dari tempat Sherly berdiri.
Dan setelah itu,ia pun mengangkat sambungan telepon tersebut.
“Hallo tuan,apakah sudah waktunya kita muncul”ucap salah satu pengawal yang dari tadi mengawasi Alex.
“Aku tadi sudah bilang ke kamu,jangan muncul jika tak ada bahaya,lagipula aku masih ingin memiliki waktu berdua dengan sherly”jawab Alex,setelah itu,ia pun langsung mematikan sambungan teleponnya.
Kemudian Alex pun berjalan mendekat ke arah Sherly.
“Siapa yang telepon kamu tadi?”tanya Sherly penasaran
“Bukan siapa-siapa!,apa kah kamu merasa kedinginan?, kalau iya,ulurkan tangan kamu”ucap Alex.
Kemudian Alex pun menggosokkan tangan kanan Sherly menggunakan kedua tangannya dengan lembut,agar Sherly merasa hangat.
“Kamu tau gak,aku tuh paling suka banget sama hujan”ucap Sherly menatap rintikan hujan.
Dan setelah mengatakan itu,Sherly pun mengulurkan tangan kirinya untuk merasa kan rintik-rintik hujan yang turun melalui ujung genting.
“Menurut aku,hujan itu adalah teman baik ku,dia seolah merasa kan apa yang aku rasakan,dan di saat aku melihat hujan,aku juga seolah teringat akan masa laluku,aku sering menangis secara sembunyi-sembunyi,
dan disaat itu hujan pun turun,seolah ia juga dapat merasakan kesedihan yang aku rasa”curhat Sherly.
Alex yang melihat hal itu,ia pun meraih tangan kiri Sherly itu,kemudian ia pun menggosokkan kedua tangan Sherly menggunakan kedua tangannya,ia hanya dapat diam sambil mendengarkan curhatan Sherly.
Sedangkan Sherly hanya diam sambil menatap ke arah Alex yang sedang menggosokkan kedua tangannya menggunakan kedua tangan Alex.
__ADS_1
“Kamu kenapa diam?”tanya Sherly,akhirnya buka suara.
“Aku diam,karena aku sedang mendengar keluh kesah dan curhatan kamu”ucap Alex menatap Sherly.
“Sebenarnya aku juga selalu merasa nyaman, saat mendengar rintikan hujan di malam hari,karena dengan begitu saat aku tidur,aku seolah tidak merasa sunyi,karena ada suara hujan yang menemaniku”ucap Sherly lagi.
“Lalu kenapa kamu harus menangis secara sembunyi-sembunyi?,dan kenapa kamu tidak curhat saja kepada ibu atau sahabat-sahabat mu?”tanya Alex.
“Karena jika aku curhat kepada ibu,aku takut jika ibu akan sedih,sedangkan jika aku curhat kepada sahabat-sahabat ku,aku takut jika mereka khawatir dan menjadi terbebani karena masalah ku”ucap Sherly.
“Dan mulai sekarang,kamu gak perlu merasa sedih lagu,karena aku akan selalu mendengar curhat dan keluh kesah kamu,kamu boleh curhat apapun itu kepadaku,karena aku tidak akan merasa terbebani,dan justru aku akan merasa senang jika kamu curhat padaku, karena dengan begitu kita akan semakin dekat lagi,aku juga gak akan memaksamu untuk mencintaiku,tapi aku akan berusaha untuk membuat kamu mencintaiku”ucap Alex yakin.
Dan mereka berdua pun hanya diam dalam suasana hening,tak lama setelah itu sherly pun tertidur di pundak Alex.
Alex yang melihat itu,ia hanya memeluk tubuh Sherly agar tidak jatuh,ia juga mengusap punggung Sherly agar lebih hangat,dan tak lama hujan pun berhenti.
Alex pun mengangkat tubuh Sherly,dengan pelan dan hati-hati,dan secara tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depan teras rumah itu.
Dan tak lama salah satu pengawal suruhan Alex keluar,dan membukakan pintu untuk Alex masuk,kemudian Alex pun masuk ke dalam mobil sambil mengangkat tubuh Sherly.
Setelah Alex duduk di kursi mobil bagian belakang,sambil meletakan tubuh Sherly di pangkuannya,dengan salah satu tangan yang memeluk pinggang Sherly dengan erat,
sedangkan satu nya tangan ia gunakan untuk mengusap kepala Sherly dengan sayang.
Dan tak lama mobil tersebut pun berjalan membelah jalanan.
****
Maaf ya jika up nya lama.
Mohon dukungannya.
__ADS_1