
Keesokan harinya.
Saat ini Alex yang telah sampai di depan mansionya itu,ia pun langsung turun dari dalam mobil,saat Doni telah membukakan pintu mobil untuknya.
Setelah itu,Alex pun langsung berjalan mendekat kearah mansion.
Dan saat ia telah sampai di depan pintu mansion,tiba-tiba pintu itu telah dibuka oleh Rani yang menyambut kedatangannya.
“Selamat datang tuan”sambut Rani yang telah di beritahu oleh Doni akan kabar kepulangan Alex.
Alex yang mendengar itu,ia pun hanya mengangguk sebagai jawaban.
“Apa Lili sudah bangun?”tanya Alex pada Rani.
“Belum tuan,saya berniat untuk membangunkan nyonya tapi ternyata kamarnya di kunci dari dalam”ucap Rani memberi tahu.
“Ya sudah kamu bisa pergi untuk mengerjakan tugasmu”ucap Alex dengan nada perintah.
Rani yang mendengar itu,ia pun mengangguk dan pergi untuk mengerjakan pekerjaan yang harus ia urus
“Tuan kalau begitu saya pamit”ucap Doni yang dari tadi ikut berjalan di belakang Alex.
Alex yang seolah lupa jika Doni masih belum pulang sebelum mendapatkan izin darinya untuk pulang itu,ia pun langsung menghentikan langkahnya.
Setelah itu,Alex pun berbalik dan menatap kearah Doni,ia pun diam untuk beberapa saat.
‘Apakah aku terlalu terburu-buru karena ingin bertemu Lili’.batin Alex yang merubah ekspresinya menjadi santai.
Alex seolah berusaha bersikap biasa saja,karena ia tidak ingin terlihat di depan Doni seolah ia tidak bisa hidup tanpa Sherly.
Karena dia juga masih memiliki gengsi,yang masih ingin terlihat berwibawa di depan Doni.
“Kamu bisa pergi”ucap Alex dengan nada perintah darinya.
Doni yang mendengar itu,ia pun menunduk dan setelah itu,ia berjalan keluar dari mansion.
Setelah hanya diam,sambil melihat kepergian Doni,Alex pun berbalik,dan ia pun kembali melangkahkan kakinya itu,dengan langkah besar miliknya.
Tak lama Alex pun sampai di depan kamarnya otu,dan saat ia hendak membuka pintu kamarnya.
__ADS_1
"krak krak" tapi ternyata pintu kamarnya terkunci.
“Apakah Lili masih tidur?,lalu kenapa dia mengunci kamarnya?”tanya Alex pada dirinya sendiri.
Setelah itu,Alex pun mencari kunci cadangan di sakunya,tapi tiba-tiba ia teringat jika kunci cadangan kamarnya ada di dalam lemari yang ada di kamarnya itu.
“Sial,aku lupa bawa kunci cadangan”ucap Alex dengan sedikit kesal.
Setelah itu,Alex pun langsung mengetuk pintunya.
" Tok tok tok" Alex mengetuk pintu hingga beberapa kali,tapi tak juga di buka.
"Tok tok tok"Alex kembali mengetuk pintu dengan sedikit lebih keras.
Alex yang melihat tak ada yang membuka pintu,ia awalnya berniat mendobrak pintu karena khawatir terjadi sesuatu hal yang buruk pada Sherly.
Tapi sebelum itu,Tak lama pintu kamar terbuka,dan Sherly keluar dari kamarnya dengan keadaan kepala yang terlihat manggut-manggut karena mengantuk
Alex yang melihat wajah Sherly terlihat suntuk dan mengantuk itu,ia pun hanya diam untuk beberapa saat.
‘Apakah aku datang di waktu tidak tepat'.pikir Alex bertanya-tanya.
“Ada apa?,siapa yang mengetuk pintu?”ucap Sherly dengan suara seraknya.
Sherly saat saat ini merasa sangat mengantuk,karena ia baru tidur beberapa jam, walaupun ia telah berusaha sekuat tenaga untuk membuka matanya,tapi karena rasa kantuk menguasainya,mata Sherly pun hanya terpejam sambil berdiri.
Alex yang melihat Sherly seperti itu,ia merasa sangat lucu akan tingkah Sherly yang berusaha untuk membuka matanya tapi tidak bisa.
“Ha..ha..,lucunya”ucap Alex pelan sambil terkekeh.
Dan tanpa di duga Alex pun melangkah maju agar lebih dekat dengan Sherly.
Setelah sampai tepat di hadapan sherly,Alex pun berhenti dan menatap kearah Sherly.
Kemudian Alex pun mendekatkan wajahnya kearah wajah Sherly,semakin lama Alex mendekatkan wajahnya kearah Sherly,hingga..
"cup"Alex mencium bibir Sherly dengan lembut,dan ia pun ******* bibir Sherly dengan lembut dan penuh sayang.
Sedangkan Sherly yang mendapatkan perlakukan seperti itu,tangannya tanpa sadar langsung melingkar di leher Alex.
__ADS_1
Sherly pun balas mencium dan ******* bibir Alex,mereka pun saling berciuman dengan ******* bibir,tapi semakin lama ciuman Alex berubah menjadi ganas,dan saat ciuman itu turun ke leher Sherly.
Sontak Sherly pun langsung membuka matanya saat merasakan rasa dingin di lehernya itu.
"Deg" jantung Sherly bedegup kencang saat matanya telah terbuka lebar,ia melihat Alex yang berjarak sangat dekat dengannya.
Tangan Sherly pun secara refleks mendorong Alex karena kaget.
Setelah itu,Sherly pun sadar dan kantuknya hilang seketika.
Sherly merasa seperti di strum,seolah ada aliran listrik yang membuatnya sadar dari kantuknya itu saat ia mendapatkan ciuman dari Alex
Sedangkan Alex yang sadar akan hal apa yang telah ia lakukan itu,ia pun langsung angkat suara.
“Maaf”ucap Alex kepada Sherly,Alex seolah sedikit bersalah karena melakukan itu tanpa izin dari Sherly.
“Bu...kan begitu..”ucap Sherly menjawab dengan sedikit gagu.
Sherly pun hanya diam tak tak tahu harus menjelaskan seperti apa,ia saat ini bukan bermaksud untuk menolak Alex,tapi karena ia merasa kaget akan hal yang baru saja Alex lakukan,maka tangannya secara refleks mendorong Alex.
Alex yang mendengar itu,ia seakan mengerti akan maksud Sherly.
Alex pun hanya tersenyum secara diam-diam.
Sedangkan saat ini Sherly yang merasa malu akan perkataannya tadi,ia pun hanya diam
‘Apa yang kamu katakan Sherly,stop untuk berusaha menjelaskan kepada Alex,karena justru hal itu seolah membuat kamu terlihat sangat menikmati ciuman tadi'.pikir Sherly yang tidak ingin mengakui jika ia sangat menikmati ciuman Alex,bahkan tanpa sadar tangannya memegang bibirnya yang telah di cium oleh Alex.
‘Aduh malu banget,seandai nya ada meja di sekitar sini,aku ingin langsung bersembunyi di kolong meja itu'.pikir Sherly lagi yang saat ini sedang menundukkan kepalanya.
Alex yang melihat Sherly terlihat sangat malu itu,ia hanya diam sambil membayangkan ciuman tadi.
Jujur saja Alex tadi melakukan hal itu,karena ia merasa gemas akan ekspresi Sherly tadi,ia juga sebenarnya sangat menikmati ciuman tadi,karena bibir Sherly yang sempat ia ***** tadi,serasa sangat 'lembut' dan 'kenyal' serta terasa 'sangat manis' seperti permen di mulutnya.
‘Apakah ini yang di namakan ciuman pertama,ternyata rasanya tidak buruk'.pikir Alex sambil menatap kearah Sherly.
Alex tahu jika Sherly tidak pernah berciuman dengan siapapun,karena saat Sherly pacaran dengan Andre mereka hanya bergandengan tangan saja.
****
__ADS_1
Maaf bila ada salah kata.
Mohon dukungannya.