
Saat ini Sherly sudah berada di kampusnya,ia sekarang sedang berada di ruangan kelas miliknya,dengan posisi ia sedang duduk di kursi miliknya,bersama dengan kedua sahabatnya, yang telah duduk di kursi mereka masing-masing.
Sherly hanya diam dengan wajah yang di tekuk,karena teringat dengan kejadian pagi tadi,sedangkan kedua sahabatnya hanya diam, sambil memperhatikan Sherly.
“Kenapa sih sher,kamu dari tadi diam aja?”tanya citra yang duduk di belakang sherly.
Sherly yang awalnya hanya diam itu,ia pun menoleh ke belakang tempat di mana citra duduk.
“Enggak,gak apa-apa kok”ucap Sherly cepat.
“Yakin”tanya Bella curiga.
Saat Sherly hendak menjawab,tapi sebelum ia berkata tiba-tiba seorang dosen masuk,dan ia pun hanya duduk tidak menjawab ucapan Bella.
Tak lama setelah itu dosen pun datang dan memulai materinya.
Sementara itu di tempat lain.
Saat ini Alex sedang berada di ruangan kerja miliknya,ia hanya menatap ke arah berkas-berkas yang menumpuk,menunggu ia untuk membubuhkan tanda tanganya ke berkas tersebut.
Sesekali Alex tersenyum,tapi kemudian ia pun melanjutkan kembali pekerjaannya,yaitu membubuhkan tanda tangannya di berkas-berkas tersebut,itu ia lakukan berulang-ulang,seolah ia memang sedang mengingat sesuatu hal yang menurutnya itu adalah hal lucu.
Tak lama Doni masuk ke dalam ruangan Alex, saat Doni masuk ia melihat Alex sedang tersenyum,Doni pun terdiam dan tertegun sejenak.
‘Kapan ya,terakhir kali saya melihat tuan tersenyum? sepertinya itu sudah lama semenjak kejadian yang menimpa keluarganya,tuan tak pernah tersenyum lagi’ batin Doni.
Doni pun tersadar dari lamunannya,ia pun berjalan mendekat kearah Alex,setelah sampai Doni pun hanya dihadapan Alex,tapi sepertinya Alex tidak menyadari akan kedatangannya.
“Tuan”panggil Doni.
Sontak saja Alex yang mendengar itu pun mengalihkan pandangan dari berkas-berkasnya,dan menatap kearah Doni berada,ia pun merubah ekspresinya menjadi datar.
“Kapan kamu datang?,kenapa kamu tidak mengetuk pintu dulu sebelum masuk?”tanya Alex dengan datar.
“Maaf tuan tadi saya sudah mengetuk pintu terlebih dahulu,mungkin anda tidak mendengarnya”jawab Doni.
Alex pun mengangguk karena ia tahu jika Doni tidak berbohong,setelah itu mereka pun mulai membahas tentang masalah perusahaan.
Sementara itu,saat ini Sherly dan kedua sahabatnya sedang berjalan keluar dari gerbang kampus tempat mereka kuliah.
__ADS_1
“Sher,ayo kita jalan-jalan kayak dulu lagi,udah lama nih kita enggak pernah jalan-jalan”ucap citra setelah mereka berada diluar gerbang.
“Eh,jalan-jalan ya?”tanya Sherly sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal.
‘Bagaimana ini?...bagaimana cara menolaknya,nanti kalau aku langsung tolak ajakan mereka, mereka pasti akan curiga’ batin Sherly bimbang.
“Kenapa?”tanya Bella memicing curiga melihat kelakuan Sherly yang tidak biasanya.
“Eh,enggak kok,aku bisa ikut kalian,tapi jangan lama-lama ya?,aku cuman bisa sebentar”ucap Sherly,akhirnya ia menyetujui ajakan citra,agar tidak curiga.
“Sebentar”ucap Sherly lagi.
Sherly pun berjalan menjauh dari kedua sahabatnya,setelah cukup jauh dari kedua sahabatnya,ia pun berhenti dan mengambil handpone miliknya di dalam tasnya,kemudian ia pun menyalakan handphone tersebut,dan langsung menggeser-geser layar handphone miliknya itu,untuk menelepon seseorang.
Tapi tiba-tiba Sherly menghentikan aktifitasnya itu.
“Eh,iya aku kan tidak punya nomor telepon tuan Alex”ucap Sherly,yang ingin menelepon Alex untuk meminta izin,tetapi ia ingat jika ia tidak memiliki nomor telepon Alex.
Tapi tiba matanya menangkap sebuah nama yang asing.
"Suamiku sayang" itulah sebuah nama yang tertera di layar ponselnya.
“Hallo”ucap sebuah suara yang keluar dari handpone milik Sherly,yang berkata dengan nada semangat.
Saat Sherly pertama kali mendengar suara yang keluar dari handpone miliknya itu,ia pun tertegun sejenak.
‘Tuan Alex,ini benar suara tuan Alex,aku tau dengan jelas bagaimana suaranya,tapi kapan nomor tuan Alex ada di sini? seingatku aku enggak pernah menyimpan nomor tuan alex’ batin Sherly sempat kaget untuk sejenak,tapi setelah itu ia sadar dari lamunannya karena suara yang keluar dari handphone miliknya,
yang merupakan suara Alex.
“Hallo”ucap Alex dengan nada biasa,sepertinya ia telah menguasai emosinya,karena merasa senang akibat mendapat telepon dari Sherly.
“Eh tuan,ini saya sherly”ucap Sherly setelah sadar dari lamunannya.
“Ya kenapa?”tanya Alex
“Saya akan keluar bersama teman-teman saya,apakah anda mengijinkannya tuan”ucap Sherly langsung keintinya,sherly pun hanya dapat mengepalkan kedua tangannya,karena takut Alex marah.
Mereka berdua pun hanya diam untuk sejenak.
__ADS_1
“Oke”ucap Alex secara tiba-tiba.
Sherly yang mendengar itu sempat kaget untuk sejenak.
“Anda yakin tuan?”tanya Sherly menegaskan.
“Kenapa?,kamu tidak percaya dengan apa yang saya katakan ke kamu?”tanya Alex tepat mengenai sasaran.
Saat Sherly hendak menjawab,tiba-tiba kedua sahabatnya sedang berjalan mendekat ke arahnya,Sherly yang melihat itu,tiba-tiba merasa sedikit panik.
“Tuan kalau begitu saya matikan teleponnya,terima kasih atas izin anda tuan”setelah mengatakan itu Sherly langsung mematikan sambungan teleponnya,tanpa menunggu Alex berkata kembali.
Alex yang di sebrang sana hanya mencebik tak suka,akan kelakuan Sherly.
Selesai menelepon Alex,Sherly langsung memasukan hanpone nya ke dalam tas miliknya.
“Kamu tadi telepon siapa sher?”tanya citra setelah sampai di hadapan Sherly.
“Oh,itu tadi Sherly sedang menelepon seseorang,ya udah yuk,katanya ingin jalan-jalan”ucap Sherly mengalihkan topik
Tak lama mobil jemputan Citra pun datang.
Mereka masuk kedalam mobil,dan tak lama mobil pun berjalan.
“kamu gak bawa motor ya sher?”tanya citra yang duduk di depan,sedangkan Sherly dan Bella mereka duduk di belakang.
“Enggak”jawab Sherly singkat.
Mereka pun hanya diam dalam keadaan hening.
Sedangkan Sherly pun mengalihkan pandangannya ke jendela mobil yang sedikit terbuka,ia menatap jalanan melalui jendela tersebut.
Semilir angin masuk melewati celah jendela yang terbuka tersebut,Sherly pun hanya menutup matanya sejenak, saat ia merasakan angin sejuk itu,menyapa wajahnya.
Inilah yang sangat Sherly suka,jika ia sedang bersama dengan sahabat-sahabatanya,ia seakan merasakan sebuah 'kebebasan'.
Karena dengan bersama sahabat-sahabatnyalah,Sherly akan merasa yang namanya 'kebebasan',bersama kedua sahabatnya Sherly benar-benar bahagia seolah ia mendapat udara segar.
Selama ini Sherly selalu menguatkan diri akan ujian yang ia hadapi,karena Sherly yakin dibalik penderitaan yang menimpanya,masih ada orang-orang yang selalu ada di sampingnya dan menguatkan dirinya, contohnya kedua sahabatnya,meskipun kedua sahabatnya tidak bisa melakukan banyak hal untuknya,tapi setidaknya kedua sahabatnya selalu berusaha untuk menghiburnya,dan ada untuknya jika ia sedang sedih dan terpuruk.
__ADS_1