
Keesokan harinya.
Sherly telah sampai di universitas tempat
ia kuliah,saat ini Sherly sedang duduk sambil memakan sarapan pagi yaitu bubur,tadi Sherly tidak sempat sarapan bersama keluarganya,karena dirinya sedang menghindar dari seseorang.
Yaitu Dafa.
Tapi tiba-tiba di saat Sherly sedang sarapan,Bella dan citra datang secara bersamaan,mereka berdua yang melihat Sherly sedang sarapan itu pun langsung menghampiri sherly.
Saat sampai,Citra dan Bella pun langsung menggeser kursi yang saling berdekatan,kemudian mereka berdua duduk dengan menghadap ke arah Sherly
“Tumben kamu sarapan di kantin sher?, biasanya kan kamu kalau sarapan selalu di rumah”ucap Citra secara tiba-tiba,nada suaranya memang terdengar menyindir terhadap Sherly,tetapi Sherly tahu
bahwa citra mengatakan itu hanya bermaksud candaan.
Sedangkan Sherly yang mendengar itu,ia hanya fokus untuk memakan makanannya
dengan lahap tanpa menanggapi ucapan Citra.
'Anggap saja burung yang sedang berkicau'pikir sherly seolah tak ingin menanggapi ucapan Citra,seakan ia merasa percuma jika harus meladeni ucapan Citra yang tak ada habisnya.
“Sherly,kamu dengar gak sih?,aku lagi ngomong sama kamu,tapi kamu nya kok diam aja sih,jawab kek”ucap citra saat melihat Sherly tidak merespon ucapannya,
“Kamu nggak lihat aku sedang apa?,aku sedang makan,jadi kalau orang makan itu nggak boleh ngomong,ngerti?”ucap Sherly akhirnya angkat suara.
Sontak Citra yang mendengar itu,ia pun langsung menggembungkan pipinya dan bibirnya sedikit ia maju kan ke depan,sebagai bentuk protes terhadap ucapan Sherly tadi.
“Udahlah cit,kamu ini jangan lebay,dikit-dikit ngambek,kayak anak kecil aja”ucap Bella seakan merespon ucapan citra,ia berkata sambil memutar matanya malas.
Walaupun ucapan Bella terdengar pedas,dan menyindir,tetapi Bella tidak bermaksud begitu, dan Citra tahu akan hal itu,tetapi karena memang sudah menjadi sifat citra juga,jadi sulit untuk merubahnya.
Sherly yang telah selesai memakan sarapannya itu pun, ia bangkit dari kursi nya.
“Aku bayar makan dulu ya,kalian tungu di sini”ucap Sherly.
Tapi kedua sahabatnya itu,seakan tidak mendengar ucapan Sherly, karena mereka
berdua hanya fokus dengan perdebatan mereka.
‘Kebiasaan kalau ketemu pasti berdebat,nggak bisa apa sekali aja nggak berdebat'pikir Sherly seakan gemas akan kelakuan kedua sahabatnya itu.
Tanpa menunggu waktu lama,sherly pun langsung berjalan kearah kasir untuk membayar makanannya.
Sementara Citra dan Bella yang tak sadar akan kepergian Sherly,mereka terus berdebat tanpa henti.
“Kamu ini nggak tahu apa,dari dulukan sifat aku kayak gini,jadi jangan salahkan aku bila sifatku seperti ini”ucap Citra tak mau kalah.
“Ya tapikan sekarang kamu sudah besar,jadi sudah sewajarnya kamu untuk berubah dewasa”balas Bella.
“Enak aja,terserah aku dong,ini kan sifat aku,kenapa kamu yang ribet sih”ucap Citra lagi.
“Kan aku sahabat kamu,dan aku peduli sama kamu”jawab Bella lagi.
“Terus kenapa kamu selalu nasehatin aku sih,kenapa nggak Sherly aja”cerocos Citra.
“Ya karena Sherly itu tak usah di nasehatin dia itu udah paham kok”ungkap Bella.
Di saat Sherly yang telah membayar makananya itu,ia pun kembali ke tempat kedua sahabatnya berada.Ia yang melihat kedua sahabatnya masih saja dengan perdebatan mereka,tanpa memperhatikan sekeliling.
“Udah deh!, lkalian ini gak liat apa?,kalian itu
lagi di liatin orang-orang dari tadi”ucap Sherly, menyadarkan kedua sahabatnya itu dari perdebatan yang kedua sahabatnya lakukan.
Citra dan Bella yang mendengar itu, mereka berdua menoleh dan menatap ke arah Sherly secara bersamaan.
“Masa sih,kamu pasti bohongkan sher,orang kita berdebat juga nggak teriak-teriak juga”ucap Citra tak percaya.
“Kalau nggak percaya,lihat aja sekeliling”ucap Sherly santai.
Bella dan Citra yang Seakan tidak percaya dengan ucapan sherly tadi,mereka pun langsung melihat sekeliling mereka.
Dan benar saja,orang-orang disekitar mereka saat ini tengah menatap kearah mereka,seolah mereka itu sebuah tontonan.
Citra yang melihat itu,ia pun terbatuk beberapa kali untuk mengurangi rasa canggungnya itu.
Kemudian setelah itu,ia pun berdiri dari kursi tempat ia duduk.
“Maaf ya semuanya jika telah membuat kalian semua kurang nyaman atas perdebatan kami berdua”ucap Citra meminta maaf dengan kedua telapak tangan yang saling menempel, dan berada tepat di dekat wajahnya,dengan kepala yang sedikit di angguk-anggukkan, sebagai tanda bahwa Citra meminta maaf dengan tulus.
“Saya juga minta maaf”ucap Bella yang ikut berdiri.
“Ya udah yuk kita keluar dari kantin”ajak Sherly kepada kedua sahabatnya itu.
Selesai mengatakan itu,mereka bertiga
pun berjalan keluar dari kantin.
Setelah mereka berada di luar kantin,tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangan
Sherly agar berjalan menjauh dari kedua sahabatnya itu.
“Saya pinjam dulu Sherly,ada hal penting yang
harus kami bicarakan”ucap seseorang kepada kedua sahabat Sherly,sebelum membawa
Sherly pergi.
Sedangkan Bella dan Citra yang hendak merespon,tapi sebelum itu,orang tersebut telah membawa Sherly pergi.
Sherly yang kini sedang di bawa ke sebuah taman yang berada di depan kampus itu.Ia hanya bisa diam tidak tahu harus merespon seperti apa.
Di taman.
Orang itu pun langsung melepaskan pegangan tangannya dari tangan Sherly.
__ADS_1
“Sherly”ucap orang tersebut,yang ternyata adalah seorang laki-laki.
“Ya ada apa?”tanya Sherly saat tahu siapa yang membawanya kemari.
Sherly langsung bertanya,karena ia merasa penasaran dengan apa yang akan diucapkan oleh laki-laki yang ada di hadapannya itu.
Yang ternyata adalah Dafa,tunangan dari Mira
Meski begitu,nada suara Sherly terdengar terburu-buru,karena takut jika kakaknya akan salah paham padanya.
'Mungkin ada suatu hal yang ingin kak dafa
katakan,tapi semoga kakak nggak melihat pertemuan kami,aku takut jika kakak tahu pertemuan kami ini,dia akan salah paham 'pikir sherly dengan wajah sedikit gelisah.
“Kamu hindarin saya?”tanya Dafa langsung.
Sherly yang mendengar itu,ia sempat terkejut dengan apa yang Dafa katakan pertama kali,tapi setelah itu,ia pun langsung angkat suara.
“Kak Dafa,kalau memang saya berniat menghindari kakak,memangnya kenapa?, bukan urusan kakak juga kan,dan kakak juga kan sebentar lagi akan menjadi calon suami kakak saya,jadi ada baiknya jika kita menjaga jarak,karena saya takut jika kakak saya akan marah terhadap saya jika saya terlalu dekat dengan kakak”ucap Sherly,karena tidak ingin terjadi kesalahpahaman antara dirinya dengan kakaknya Mira.
“Kamu sekarang sudah berubah sher,
panggilan kamu juga terdengar formal terhadap saya,apa karena perjodohan ini makanya kamu menjauh dari saya?”ucap dafa dengan nada kecewa.
Dafa merasa tidak nyaman dengan kata'saya' karena biasanya jika mereka berbicara Sherly akan langsung menyebut namanya.
Sherly,mira,dan dafa mereka sudah mengenal sejak kecil,mereka bertiga merupakan teman masa kecil,walau pun Mira membenci Sherly, tetapi jika mereka sedang bersama,Mira akan berperilaku baik kepada Sherly dihadapan Dafa.
Mereka bertiga tumbuh bersama,dan tidak tahu mengapa setelah mereka sama-sama dewasa,orang yang dafa sukai adalah Sherly,dan bukan mira.
Sedangkan disisi lain Mira sangat mencintai Dafa,karena baginya Dafa adalah malaikat penolong baginya,karena Dafa dulu sering menolong Mira saat mengalami kesulitan,tetapi beda halnya dengan dafa yang hanya menganggap Mira seperti saudara sendiri.
Semakin hari cinta mira pun memuncak,dan suatu hari ia pun menyatakan perasaannya, kepada Dafa,tetapi Dafa menolaknya dan mengatakan bahwa dirinya telah mencintai seseorang.
Pada saat Mira tahu jika orang itu adalah adiknya sendiri,ia yang mengetahui itu pun bertambah membenci Sherly.Dan sepertinya takdir sedang berpihak baik pada Mira, perusahaan ayahnya Dafa hampir bangkrut, dan membutuhkan suntik kan dana.
Ayahnya Dafa itu pun meminta bantuan kepada temannya yaitu Roy,awalnya roy tidak ingin membantu,tetapi karena bujukan Mira,Roy pun setuju asalkan Dafa dan Mira menikah,karena itu permintaan mira,dan kedua orang tua Dafa pun setuju,walaupun sebenarnya Dafa tidak setuju,tetapi Dafa tidak bisa berbuat apa apa.
“Karena sekarang sudah berbeda kak,dan saya mohon agar kak dafa jauhi saya,saya takut jika kak Mira melihat pertemuan kita ini,dia akan salah paham pada kita”ucap Sherly kepada dafa
“Tidak bisa Sherly,karena saya hanya mencintai kamu, lbukan Mira ”ucap Dafa yang membuat Sherly kaget.
'Menyukai aku,itu tidak mungkin,karena kak Dafa dan kak Mira akan segera menikah,dan aku juga tidak ingin jadi orang ketiga diantara mereka,lagipula aku tak pernah mencintai kak dafa'pikir Sherly.
“Maaf kak,tapi Sherly hanya anggap kakak saudara,dan tidak memiliki perasaan apa-apa, kepada kakak,jadi Sherly mohon agar kak Dafa jauhi sherly”ucap Sherly tegas.
Lalu Sherly pun langsung pergi,tanpa menunggu respon dari Dafa.
'Jadi selama ini cintaku bertepuk sebelah tangan' pikir Dafa yang hanya diam mematung setelah kepergian sherly
Dafa berfikir jika Sherly mencintai dirinya,dan ia juga berfikir bahwa penyebab Sherly menjauh darinya,karena Sherly cemburu setelah mengetahui perjodohan antara dirinya dan Mira,tetapi dugaanya salah.
Kini Dafa tahu jika Sherly menjauhinya,karena ia hanya ingin menjaga perasaannya Mira.
Sherly saat ini sedang berjalan pergi meninggalkan taman itu,ia berniat untuk mencari kedua sahabatnya,tetapi secara tiba- tiba ada seorang wanita yang
“Nona,tolong ikut dengan saya sebentar,ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda”ucap seorang wanita yang memakai pakaian formal.
Sherly yang melihat itu,ia pun sempat kaget untuk sejenak.
“Siapa kamu,saya gak kenal sama kamu,jadi jangan berbicara seolah saya mengenal kamu ”ucap Sherly dengan waspada,ia sedikit takut jika orang tersebut berniat menyakitinya.
Sherly pun melihat sekeliling universitas tempat nya kuliah 'sepi' itulah keadaan dimana saat ini,karena hanya ada dirinya dan wanita itu.
“Nona,nama saya Fani,saya di perintahkan oleh tuan alex untuk membawa anda ke suatu tempat”jawab fani,yang ternyata salah satu bawahan alex.
“Bohong!,kamu jangan mengada-ngada kalau berbicara!”ucap Sherly masih belum yakin dengan perkataan Fani.
'Mungkin saja,dia orang jahat yang menggunakan nama tuan Alex, agar aku mengikutinya'pikir Sherly.
“Benar nona,saya tidak sedang berbohong,
kalau anda memang tidak yakin saya akan langsung menelepon tuan alex” ucap Fani yang langsung mengambil handphone miliknya,ia berniat menelepon Alex,untuk membuktikan ucapannya.
Tak lama sambungan telepon itu pun mulai tersambung.
Sherly yang melihat itu,ia pun tidak tahu harus merespon apa.Dan secara tiba-tiba terdengar sebuah suara dari ponsel tersebut.
“Iya,kalian sudah sampai mana?”ucap sebuah suara yang keluar dari ponsel tersebut,dengan nada bertanya yang terdengar datar.
Suara itu adalah suara Alex.
“Tuan, no...”Saat fani ingin melanjutkan perkataannya itu,tapi Sherly menyelanya.
“Kami sedang berada diperjalanan tuan,ya benar kami sedang di perjalanan,dan sebentar lagi kami juga akan sampai”ucap Sherly menyela ucapan fani,dengan nada gugupnya
Sherly berusaha meyakinkan Alex,ia juga sampai memohon agar Fani segera mematikan sambungan teleponnya itu,ia berkata melalui tatapan matanya yang terlihat memelas di mata Fani.
Karena tidak mungkinkan Sherly akan diam saja dan membiarkan Fani mengatakan yang sebenarnya,yang ada jika Fani melakukan itu,ia pasti akan terkena masalah,jadi Sherly pun terpaksa berbohong.
Fani pun menganggukkan sedikit kepalanya,
karena merasa sedikit kasihan dengan permohonan Sherly,Fani tahu jika Sherly tidak percaya kepadanya hanya karena waspada dan tidak bermaksud lain.
“Tuan,maaf saya telah mengganggu waktu anda,kalau begitu saya akhiri teleponnya, tuan”ucap fani dengan sopan.
Fani tidak menyangkal,maupun mengiyakan ucapan Sherly,karena dirinya tidak bisa berbohong terhadap tuannya.
Beruntung Alex yang mendengar ucapan Sherly itu pun, ia mengerti bahwa Sherly mengatakan hal tersebut karena tidak ingin terkena masalah darinya.
Tanpa menjawab ucapan Fani,Alex pun langsung mematikan telepon tersebut.
selesai menelepon,fani langsung mengajak Sherly untuk mengikutinya,dan Sherly pun menurut,ia berjalan mengikuti kemana Fani akan membawanya.
Fani membawa Sherly ke tempat sebuah mobil berwarna merah berada.
__ADS_1
Saat sampai,Fani pun membukakan pintu mobil bagian belakang, dan mempersilahkan sherly untuk masuk.
“ Silahkan nona”ucap fani setelah membuka
pintu mobil agar memudahkan Sherly masuk.
“Terima kasih”ucap Sherly sebelum masuk, kemudian setelah itu,Sherly pun masuk ke dalam mobil.
Sebenarnya Sherly merasa tidak enak saat Fani membukakan pintu untuknya.
'Memangnya aku itu raja apa' fikir Sherly saat melihat Fani begitu hormat terhadapnya.
Sementara Fani yang telah melihat Sherly masuk,ia pun langsung berjalan menuju pintu bagian kemudi,lalu setelah itu,ia pun masuk.
“Sebentar,sepertinya saya harus kembali ke kampus”ucap Sherly secara tiba-tiba,sebelum Fani sempat melajukan mobilnya.
“Kenapa nona?”tanya Fani penasaran.
“Saya belum izin untuk pulang cepat”ucap Sherly sedikit khawatir.
“Tidak usah khawatir nona,tuan sudah mengatur semuanya”ucap Fani menenangkan kekhawatiran Sherly.
“Memangnya dia itu siapa?”ucap sherly,ia berkata dengan nada yang masih belum yakin.
“Karena tuan pemilik universitas tempat anda
kuliah,sekaligus donatur utama di universitas
tersebut”ucap fani,ia sedikit tidak suka saat mendengar nada bicara Sherly yang tidak percaya.
Sherly yang mendengar nada suara Fani itu,ia pun menjadi tak enak akan ucapannya tadi.
‘Bodoh kamu Sherly,masa masalah itu kamu nggak tahu,dia kan orang besar,jadi untuk melakukan hal itu,itu bukan masalah besar baginya'pikir Sherly merutuki dirinya sendiri.
Tak lama fani pun melajukan mobilnya, menuju ke suatu tempat dengan kecepatan rata-rata.
Sherly yang melihat Fani hanya diam dan hanya fokus menyetir itu,ia pun semakin merasa bersalah,hingga ia hanya bisa diam.
Dan kini Fani yang hanya diam itu,ia sebenarnya tidak mempermasalahkan ucapan Sherly tadi,karena yang sedang Fani fikirkan adalah respon tuannya langsung percaya akan ucapan Sherly tadi.
'Aku yakin jika tuan tahu bahwa ucapan nona Sherly itu sebuah kebohongan,tetapi kenapa tuan langsung percaya begitu saja,tanpa mengatakan apa-apa lagu' pikirkan Fani.
Di tengah kebingungan nya itu,ia yang seakan tidak mendapat jawaban atas pertanyaannya itu,Fani hanya bisa memilih untuk fokus menyetir.
Setelah sampai di lokasi tujuan,Fani pun memarkirkan mobilnya,ia turun dan berjalan ke belakang tempat Sherly duduk,lalu ia pun membukakan pintu dan mempersilahkan Sherly keluar.
Sherly yang di perlakukan seperti itu pun,ia hanya diam,karena ia tidak tahu harus merespon seperti apa.
Tapi meski begitu ia tetap turun dari mobil.
“Terima kasih”ucap Sherly setelah turun dari mobil.
Fani yang mendengar itu,ia hanya merespon dengan anggukkan sebagai jawabannya.
Kemudian Sherly pun melihat sekeliling,ia kini sedang berada di depan sebuah restoran mewah yang biasanya sering di kunjungi oleh para pejabat dan para kolongmerat.
Fani yang melihat Sherly hanya diam,ia pun langsung meminta Sherly untuk mengikutinya.
Dan Sherly dengan patuh berjalan di belakang Fani, seolah sedang mengikuti kemana Fani melangkah.
Setelah lama berjalan,akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan yang paling besar, dari ruangan yang lainnya.
Ruangan tersebut di jaga kedua oleh dua orang pengawal.
Tiba-tiba salah seorang pengawal yang melihat kedatangan mereka berdua itu,ia lakukan membukakan pintu ruangan tersebut.
Saat dibuka,dapat dilihat oleh Sherly ruangan saat ia berdiri saat ini,yaitu sebuah ruangan yang luas,l dengan interior yang klasik dan modern, yang bernuansa emas.
Sherly kemudian masuk,dan ia melihat di sana sudah ada Alex yang sedang duduk di sebuah kursi dengan Doni yang sedang berdiri tepat di samping.
Sherly pun ikut berjalan di belakang fani
“Maaf tuan apabila kami terlambat datang”ucap Fani kepada Alex,setelah mereka berada dihadapan alex.
Alex yang mendengar itu,ia pun langsung menatap ke arah Fani yang sedang menundukkan sedikit kepala dihadapannya.
“pergilah!”ucap Alex dengan nada datar.
Fani pun mengangguk kepala, seperti mengatakan bahwa ia mengerti.
Lalu setelah itu ia pun keluar dari ruangan itu
Sherly yang melihat Fani keluar dari ruangan itu pun, ia hanya berdiri mematung dan tidak tahu harus berbuat apa,tetapi tiba-tiba terdengar sebuah suara yang membuat ia langsung menoleh terhadap orang itu.
“Duduk!”ucap Alex dengan nada mutlak,seperti sebuah perintah.
Sedangkan Sherly hanya menatap dengan tatapan tak mengerti
“Saya?” tunjuk Sherly pada dirinya sendiri,saat ia mendengar perkataan Alex.
Sherly masih belum yakin bahwa Alex sedang bicara terhadapnya.
Alex yang melihat Sherly menjawab pertanyaan darinya dengan sebuah pertanyaan kembali, ia pun hanya diam tidak
berniat menjawab.
Sherly yang melihat Alex hanya diam saja,ia pun menjadi yakin kalau Alex memang benar berbicara terhadapnya.
“Baik tuan”jawab Sherly.
Sherly pun menggeser kursi yang ada di hadapan alex,dan kemudian Sherly pun duduk sesuai perintah Alex,dan posisi mereka saat ini saling berhadapan.
********
maaf ya kalau lama update soalnya banyak tugas,tetapi saya akan usahakan untuk
__ADS_1
update🙏🙏🙏😊😊😊