ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
Season 2 (Eps.31)


__ADS_3

Malam hari.


Sherly yang kebingungan harus meminta izin atau tidak pada Alex.Ia pun hanya bisa termenung.


“Nyonya makanan sudah siap,anda bisa makan malam secara langsung”ucap Rani memberitahu.


“Kenapa kamu memasak makan malamnya secepat ini?.Bukankah biasanya makan malam akan di siapkan sedikit larut”ucap Sherly yang merasa sedikit bingung,karena biasanya ia akan makan malam tepat saat Alex pulang kerja.


Alex sebenarnya sudah dengan tegas melarang Sherly untuk menunggunya,ia memerintahkan Sherly untuk makan lebih dulu,tapi Sherly tetap menolak itu.Ia dengan kekeh ingin menunggu Alex agar bisa makan bersama,dan akhirnya terpaksa Alex untuk mempersingkat waktunya dalam bekerja, agar Sherly tidak menunggunya terlalu lama.


“Kata tuan,dia akan pulang sangat larut.Dan beliau ingin agar nyonya memakan makan malam secepatnya”ucap Rani menjelaskan.


Nadanya terdengar seolah mengatakan jika Alex tidak ingin di bantah oleh Sherly,


mungkin itu yang Sherly pikirkan saat mendengar ucapan Rani tadi.


Sherly yang mendengar itu,ia hanya pun mengangguk kecil tanda mengerti.Lalu Sherly langsung berjalan menuju ruang makan.


Di ruang makan.


Kini Sherly yang sedang duduk itu,ia dengan sedikit tidak semangat mulai menyendokkan nasi ke piring yang kosong.


“Biar saya saja nyonya”ucap Rani memberi usul.


Rani pun mengambil nasi dan meletakkannya di piring,kemudian ia juga menuangkan lauk pauk di piring yang sama.


Setelah itu,Sherly pun mulai memakan makan malamnya dengan sedikit tidak bersemangat.


Selesai makan,Sherly pun kembali ke kamarnya untuk istirahat.


Keesokan Harinya.


Sherly bangun dari tidurnya,ia melihat jika tempat tidur Alex telah kosong.

__ADS_1


“Lexi sudah pulang atau belum ya?”tanya Sherly pada dirinya sendiri.


Kemarin malam Sherly langsung tidur setelah makan malam,jadi ia tidak sadar jika Alex sudah pulang.


Tak lama pintu pun di ketuk.


Tok tok tok.


“Masuk!”perintah Sherly yang tahu jika yang mengetuk pintu itu Rani.


“Nyonya saya bawakan baju anda yang telah saya cuci bersih”ucap Rani memberitahu.


Sherly hanya menjawab dengan anggukan dan mempersilahkan Rani untuk menaruh baju-baju itu di lemari khusus miliknya.


“Apa Lexi sudah pulang?”tanya Sherly sambil melihat ke arah Rani yang sedang merapikan pakaian.


“Sudah nyonya,tuan pulang larut malam sekali”ucap Rani sambil terus menaruh baju-baju itu dengan rapi.


“Kenapa dia tidak membangunkan aku?,dan dimana dia sekarang?”tanya Sherly penasaran.


“Oh”ucap Sherly singkat.


“Kalau begitu saya permisi nyonya”ucap Rani sopan saat merasa jika tugasnya telah selesai.


Sherly yang mendengar itu hanya mengangguk kecil.


Sherly pun berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


.....


Saat ini Sherly yang telah sampai di tempatnya mengajar,ia sengaja mampir ke kantin karena ia ingin istirahat sejenak.


“Sherly”ucap seseorang yang memanggil namanya.Sontak Sherly pun menoleh dan melihat siapa yang memanggilnya,dan ternyata itu adalah Mira.

__ADS_1


“Kakak kenapa ke sini?”tanya Sherly saat Mira duduk di hadapannya.


“Maaf,kakak ganggu kamu ya?”tanya Mira terdengar tidak enak dan merasa bersalah.


“Bukan begitu,masalahnya sebentar lagi waktunya Sherly mengajar”ucap Sherly menjelaskan.


“Sebentar Saja,kakak ingin ngobrol sebentar sama kamu”ucap Mira sedikit memohon.


“Baiklah,tapi Sherly nggak bisa lama-lama,karena Sherly harus segera masuk jika bel berbunyi,Sherly nggak mau jadi guru yang tidak bisa mencontoh yang baik pada muridnya”ucap Sherly panjang lebar.


Mira yang mendengar itu,ia pun tersenyum.


“Sherly,kakak mohon.Kakak minta kamu mau ya untuk bekerja di perusahaan,mungkin ini terdengar memaksa tapi tolong kasihani kakak”ucap Mira memelas,ia memegang kedua tangan Sherly dan menggenggamnya.Mira langsung bicara keintinya tanpa bertele-tele.


“Tapi kan kak,Sherly sudah pernah minta waktu sama kakak.Kenapa buru-buru banget?”ucap Sherly diakhiri pertanyaan.


“Iya,awalnya kakak ingin menunggu,tapi tidak bisa”ucap Mira pelan.


“Kenapa?,ada masalah?”tanya Sherly langsung.


Mira pun langsung memegang perutnya,dan mengusapnya dengan pelan.


“Kakak hamil,dan usia kandungan kakak itu masih muda,sangat renta untuk keguguran,jadi tolong bantu kakak”ucap Mira yang terlihat bersungguh-sungguh.


Tatapan Mira untuk sejenak mengandung rasa bersalah dan permintaan maaf,tapi detik berikutnya pandangan itu kembali normal.Hingga Sherly tak menyadari tatapan bersalah dari Mira.


“Baiklah”Akhirnya Sherly setuju,ia paling tidak tega jika mendengar yang namanya anak-anak menderita,apalagi bayi yang belum lahir harus kehilangan nyawa sebelum sempat melihat dunia.


“Benerkan?”tanya Mira memastikan.


“Iya.Tapi Sherly harus meminta izin dulu pada Alex,semoga ia mengizinkan,karena Sherly tidak bisa berbuat apa-apa tanpa izin dari Alex”ucap Sherly menjelaskan.


“Ya setidaknya kamu mau bantu kakak,terima kasih ya”ucap Mira yang merasa senang dan langsung memeluk Sherly.

__ADS_1


Sherly yang di perlakuan seperti itu,ia dengan ragu membalas pelukan Mira walau sedikit canggung,karena untuk pertama kalinya Mira memeluk Sherly.


__ADS_2