ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
Season 2 (Eps.40)


__ADS_3

Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menoleh dan melihat ke arah siapa yang memanggilnya.


“Kalian?”ucap Sherly dengan nada tak percaya dan langsung di peluk oleh kedua sahabatnya itu.


“Bagaimana kabar kamu sher?,katanya kamu di culik?,kamu baik-baik saja kan?”tanya Citra di sertai nada khawatirnya.


“Iya,aku baik-baik saja.Kenapa kamu bisa ada di sini?,bukankah seharusnya kamu masih kuliah?”tanya Sherly pada citra.


“Bagaiman aku bisa santai kuliah jika mendengar sahabat baik aku di culik dan nggak ada kabar”jawab Citra yang memeluk Sherly semakin erat.


“Aku baik-baik saja,kalian nggak perlu khawatir lagi”ungkap Sherly berusaha menenangkan Bella dan Citra yang terlihat khawatir.


“Syukurlah.Aku senang jika kamu baik-baik saja”ungkap Bella sambil melepaskan pelukannya itu.


Citra yang juga memeluk Sherly,ia pun ikut melepaskan pelukannya itu.


“Terus gimana kuliah kamu nanti cit?,kamu nggak khawatir gitu?”tanya Sherly pada Citra.


“Mungkin aku akan pindah kuliah di sini,karena dengan begitu kita bisa sering-sering berkumpul bareng lagi”ucap Citra dengan nada yang terdengar sedikit semangat saat mengatakan itu.


“Oh ya sher,aku dengar jika ibu kamu meninggal,maka nya aku aja Citra ke sini”ungkap Bella yang langsung mendapatkan tatapan penasaran dari Citra.


“Kok kamu nggak bilang kalau ibu Dewi meninggal sih bel?”tanya Citra dengan nada yang merasa sedih sekaligus bersalah.


“Maaf,aku lupa bilang itu karena khawatir sama Sherly.Dan aku harap kamu bisa bersabar menghadapi ini semua ya sher”ucap Bella dengan tatapan bersalah pada citra,tapi meski begitu ia berusaha untuk menguatkan Sherly.


“Terima kasih bel”ucap Sherly sambil tersenyum.


Mira yang melihat perhatian dari sahabat Sherly untuk Sherly,ia pun ikut senang.


“Oh iya,maaf kak,Sherly lupa kalau ada kakak juga.Ya sudah yuk kita ngobrol bareng nya di tempat lain bareng dengan kak Mira”ajak Sherly yang mendapat tatapan heran dari kedua sahabatnya.


‘Apa hubungan mereka berdua sebaik itu?’pikir Bella dan Citra hampir sama.


Tapi meski begitu mereka setuju dengan ajakan Sherly.


.....


Di tempat lain.


Saat ini Alex hanya diam dengan tatapan tajam yang ia layangkan pada Adam yang sudah babak belur.


Biasanya Alex akan langsung menyerahkan masalah ini pada polisi,tapi untuk ini ia masih ingin tahu apa alasan Adam melakukan ini semua.


“Katakan!,kenapa kamu bisa melakukan ini semua?”tanya Alex datar dengan nada yang terdengar sangat dingin saat mengatakan itu.


Adam yang mendengar hal itu hanya diam dengan tatapan tak lepas dari wajah Alex.


“Kenapa kamu bisa tahu tempat persembunyian ku?!,padahal selama ini hanya aku dan para bawahan kepercayaan ku saja yang tahu hal ini”ucap Adam yang malah balik bertanya.


Adam yakin jika ia sudah membuat para bawahannya itu tutup mulut,ia juga sudah berusaha untuk menghapus bukti-bukti kejahatannya selama ini.Tapi ia tak mengerti kenapa Alex masih bisa tahu itu semua.Dan kemungkinan nya hanya satu,yaitu Alex tahu dari Amel.


‘Tidak mungkin!’pikir Adam berusaha menepis pikirannya itu,ia dengan mata kepalanya sendiri telah membuat amel tutup mulut.


Flashback.


Saat itu,Adam yang sudah menyekap Amel berhari-hari.Ia melakukan itu karena ingin mengambil flashdisk yang berisi kejahatannya itu dari tangan Amel.


“Cepat serahkan flashdisk itu sekarang juga!”ucap Adam dengan nada yang terdengar memaksa.


“Apa maksud anda?,flashdisk apa?,saya benar-benar nggak tahu itu?”jawab Amel berusaha mengelak.


“Jangan bodoh!,saya tahu kamu pasti menyimpan bukti kejahatan aku dan Rendi.Karena bukti itu ada di tangan Rendi,dan kamu anaknya,kamu pasti tahu itu.Cepat serahkan itu sekarang!”ucap Adam lagi dengan nada yang terdengar memaksa.


“Benar,saya nggak tahu soal hal itu”jawab Amel yang lagi-lagi masih berusaha untuk mengelak.Mana mungkin Amel langsung menyerahkan bukti itu,sedangkan ia tahu jika bukti itu jatuh ke tangan Adam maka ia akan langsung di bunuh.


"Baiklah,karena kamu tidak tahu tentang flashdisk itu,maka akan saya ceritakan tentang kejahatan apa saja yang telah saya lakukan”ucap Adam di sertai sebuah senyuman yang terlihat menakutkan.Tujuan Adam menceritakan kejahatannya itu agar Amel takut kepadanya,mungkin dengan begitu Amel mau menyerahkan flashdisk itu.


“Pertama,kehancuran perusahaan ayah dari Alex itu adalah rencana saya”ungkap Adam dengan nada yang terdengar bangga.


Wajar jika perusahaan Adam bisa membuat perusahaan ayah dari Alex hancur,itu karena perusahaan mereka setara.


“Bukankah itu terjadi karena ayah saya dan ayah dari Sherly bekerja sama?”tanya Amel dengan nada tak percaya saat mendengar cerita Adam.

__ADS_1


“Ya memang.Ayah kamu dan Roy yang telah menjalankan rencana itu.Tapi saya lah yang telah menghasut mereka untuk melakukan rencana yang telah saya susun itu”jawab Adam dengan nada angkuhnya.


“Sayalah yang selama ini menghasut Rendi untuk menjebak ayah dari Alex,dan kebetulan saat itu Roy yang ingin hidup bebas ikut bekerja sama dengan Rendi”lanjut Adam dengan nada bercerita,dan Amel hanya diam saat mendengar hal itu.


“Awalnya saya berhasil membuat perusahaan itu hancur,tapi sayang,


perusahaan itu masih bisa berdiri di bawah kepemimpinan Alex.Dan karena saya ingin membuat Alex merasa berterima kasih pada saya,saya pun terpaksa membantu Alex agar perusahaannya kembali bangkit,walau sebenarnya saya hanya bisa membantu sedikit,tapi dengan begitu Alex pasti akan berterima kasih pada saya”ucap Adam lagi yang berbicara panjang lebar.


Amel yang mendengar itu,ia mulai merasa kesal dan marah.


“Jadi kamu adalah dalang di balik semua ini?!”ucap Amel dengan nada yang terdengar tak percaya sekaligus marah.


“Ya!,itu saya.Dan apa kamu tahu siapa yang telah mengirim Mark untuk membantu ayah kamu?.Heh!,itu semua saya yang lakukan.Kebetulan kamu terlihat mirip dengan kekasih Mark yang telah meninggal,dan dengan begitu Mark mau di ajak bekerja sama oleh ayah kamu,asalkan kamu bisa menjadi miliknya”ucap Adam lagi menceritakan kejahatan dan rencananya selama ini.


“Dasar sialan!,bedebah jahat!!.Apa untungnya kamu melakukan ini!?”teriak Amel marah.


“Untungnya saya dalam hal ini?,tentu ada!,tapi itu nanti di saat saya berhasil menyelesaikan rencana saya ini.Dan apa kamu tahu jika ayah kamu,Roy,dan Mark.Mereka itu tidak sadar bahwa mereka telah di manfaatkan oleh saya”ucap Adam yang diakhiri sebuah senyuman yang terlihat puas dan bangga.


“Maksud kamu?,mereka melakukan ini karena mereka pikir kamu bukanlah dalang dari semua hal ini terjadi”ucap Amel dengan tubuh gemetaran karena marah.


“Ya..bisa dikatakan jika mereka akan berfikir mereka melakukan semua ini sesuai rencana mereka.Tapi sebenarnya sayalah yang telah merencanakan semua ini. Sayangnya,ayah kamu dan yang lainnya itu bodoh,mereka malah saling menghancurkan satu sama lain,hingga akhirnya mereka hancur di tangan Alex.Tapi saya berbeda dari mereka,karena saya masih memiliki rencana cadangan.Seperti sekarang ini,saya kini sedang menjalankan rencana cadangan yang telah saya buat”ucap Adam lagi yang diakhiri sebuah tatapan mata seolah sebuah kode untuk anak buahnya.


Tiba-tiba salah seorang anak buah Adam yang mengerti arti kode dari tatapan Adam itu,ia pun bangkit dan berjalan mendekat ke arah Amel.


Anak buah itu langsung memasukan sebuah pil,entah itu pil apa,tapi yang jelas Amel berusaha untuk tidak menelan pil itu.Tapi karena sadar jika hal itu percuma,maka Amel pun berfikir untuk berpura-pura menelan pil itu.


“Bagus,setelah kamu menelan pil itu,maka kamu tidak akan bisa berbicara lagi,dengan begitu,maka bukti kejahatan saya akan hancur dengan kebungkaman kamu”ucap Adam puas.


“Tuan,apakah harus kita bunuh orang ini?”tanya anak buah itu pada Adam.


“Jangan!,dia masih berguna untuk mengecoh Alex”ucap Adam yang langsung diangguki oleh anak buahnya itu.


Flashback End.


“Saya tanya sekali lagi,apa tujuan kamu melakukan kejahatan ini!”ucap Alex dengan nada yang terdengar semakin dingin dan datar.


Tapi Adam hanya diam tanpa berkata apa-apa.


“Baik,akan aku katakan,tapi tolong jangan sakiti saya lagi”ucap Adam yang merasa tidak kuat lagi menahan pukulan dari Doni.


Selama ini,Adam belum pernah mendapatkan perlakuan seperti itu,karena apapun yang terjadi ia selalu di lindungi oleh anak buahnya.Tapi sekarang anak buahnya telah masuk ke dalam penjara,bahkan Clarisa pun sudah berada di penjara


“Aku,aku melakukan itu karena ingin mendapatkan ibu kamu”ucap Adam jujur.


Selama ini Adam telah mencintai Santi secara diam-diam.Awalnya ia iri karena teman baiknya bisa mendapatkan wanita selembut dan sebaik Santi.Hingga akhirnya Adam gelap mata dan merencanakan kehancuran temannya itu.


Tapi sayang,meskipun temannya yang merupakan ayah dari Alex itu telah meninggal,tapi Santi tetap tidak bisa membuka hati untuk laki-laki lain karena ia hanya mencintai ayah dari Alex saja.


“Apa maksud perkataan kamu itu!!?”tanya Alex merasa hal itu tak masuk akal.


“Saya sangat mencintai ibu kamu.Dan karena tak tahan untuk memiliki ibu kamu,maka saya berencana menghancurkan ayah kamu yang telah saya anggap sebagai penghalang antara saya dan ibu kamu”ungkap Adam menjelaskan.


Selama ini Adam hanya bisa mengagumi dan mencintai Santi secara diam-diam,tapi lama kelamaan ia terobsesi untuk memiliki Santi hingga berfikir untuk menghancurkan temannya sendiri.


“Bukankah ibu saya sudah menolak kamu!,seharusnya kamu tahu diri!,karena kamu tidak sebaik ayah saya hingga ibu saya harus membalas rasa cinta kamu itu!!”ucap Alex terdengar sarkas.


Meski Alex merasa tidak ada seseorang yang berhak menggantikan ayahnya di hati ibunya.Tapi jika Santi ingin menikah,maka Alex tidak akan melarang hal itu.Dan karena rasa cinta Santi pada suaminya,ia berfikir untuk tidak menikah lagi.


Adam yang mendengar itu sedikit marah,tapi memang benar apa yang di katakan oleh Alex,karena ia sempat melamar Santi dan di tolak di hadapan Alex.


Meski begitu Adam tidak menyerah,ia berusaha menjodohkan Clarisa,yang bukan anak kandungnya untuk menikah dengan Alex.Karena dengan begitu ia bisa mendekati Santi,dan berfikir jika lama-kelamaan Santi akan mencintainya.


“Katakan!,apa saja yang sudah kamu lakukan pada Amel,hingga ia terlihat ketakutan dan gemetaran seperti itu!!!”ucap Alex yang ingin tahu penyebab Amel ketakutan.Ia yakin jika Adam telah mengatakan sesuatu hingga Amel ketakutan seperti itu.


Dengan sedikit terpaksa Adam menceritakan semuanya tanpa terlewat,dari ancamannya hingga ia menceritakan kejahatannya pada Amel,ia juga menceritakan itu semua pada Alex secara detail.


Dan alex yang mendengar itu semua,ia terlihat marah dan murka hingga rasanya ia hanya bisa diam karena saking marahnya.


“Doni,usahakan agar Adam di penjara seumur hidup.Karena jika ia mati,itu adalah hukuman yang terlalu baik untuknya”ucap Alex pada Doni yang langsung diangguki oleh Doni.


Setelah kepergian Adam dan Doni,Alex pun hanya diam untuk sejenak.


“Usahakan agar ibu tidak mengetahui masalah ini”ucap Alex pada Fani yang langsung di angguki oleh Fani dengan patuh.

__ADS_1


Alex tak bisa membayangkan bagaimana perasaan ibunya jika tahu alasan masalah ini terjadi karena ibunya sendiri.Walau bukan di lakukan oleh ibunya,tapi tetap saja tujuan Adam melakukan itu agar bisa memiliki Ibunya.


.....


3 bulan berlalu.


Hari ini kandungan Sherly sudah berusia tiga bulan lebih.Kandungan Sherly juga terlihat sehat dan baik-baik saja.Walau Sherly sempat di berikan sebuah pil oleh Clarisa agar kandungannya keguguran,tapi untungnya ia sempat memuntahkan pil itu.


Kehamilan Sherly adalah kebahagiaan bagi Alex yang tidak bisa di nilai,karena Alex merasa bahagia saat tahu jika ia akan menjadi seorang ayah.


“Ayolah Lexi,aku ingin ini!,kenapa kamu nggak mau memberikan ini padaku”ucap Sherly sambil menunjuk sebuah foto berisi gambar buah-buahan.


Entah berapa banyak Sherly ngidam,Alex selalu turuti itu semua,tapi untuk satu hal ini Alex sedikit ragu.


“Tidak,untuk hal yang lain kamu bisa memakan itu,tapi jangan yang ini ya..,aku masih khawatir sama kamu”ucap Alex yang terdengar berusaha membujuk Sherly.


“Nggak,aku nggak mau!.Kalau kamu nggak mau nurutin permintaan aku ini,kamu lebih baik tidur di luar saja sana!”ucap Sherly yang kekeh pada permintaannya.


Meski selama ini Sherly selalu mengancam seperti itu,tapi tetap saja saat Sherly telah tertidur lelap maka Alex akan mengendap-endap ke kamar dan tidur di samping Sherly tanpa sepengetahuan Sherly.


“Bukan begitu,tapi aku khawatir jika kamu akan sakit perut,tolonglah”ucap Alex yang masih berusaha membujuk Sherly,tapi Sherly hanya diam seakan marah pada Alex.


“Tuan,lebih baik anda turuti saja,karena jika ibu hamil menginginkan sesuatu harus di turuti”ucap Rani sopan.


“Tapi dia ingin mangga muda,saya takut dia akan sakit perut”ucap Alex berusaha berkata ramah pada Rani.


Atas permintaan Sherly yang begitu banyaknya mengidam ini itu.Alex sampai rela berusaha untuk berkata ramah pada para bawahan kepercayaan miliknya,seperti Rani,Fani,Doni,dan Bagas.


“Setahu saya banyak yang ngidam mangga muda,dan selama ini kandungan mereka baik-baik saja tuan”ucap Rani menceritakan pengalaman teman-teman nya yang sudah menikah.


“Baiklah,akan aku berikan,tapi aku hanya akan izinkan kamu makan sedikit saja”ucap Alex pada akhirnya.


Tak lama mangga yang di inginkan Sherly datang.Dan sesuai perkataan Alex,maka Sherly hanya bisa memakan kurang dari setengah porsi mangga muda yang ia beli.


Dan karena kesal tidak bisa menghabiskan itu semua,maka Sherly memiliki ide untuk mengerjai Alex.


“Kalau begitu,kamu makan sisanya,kan sayang kalau terbuang”ucap Sherly tiba-tiba.


Alex yang mendengar itu,ia langsung menatap Sherly dengan tatapan tak percaya sekaligus tak yakin.


“Aku?”tanya Alex memastikan.


“Ya”jawab Sherly dengan kepala mengangguk yakin.


“Kamu nggak lagi ngidam kan?”tanya Alex lagi memastikan.


“Jadi,jika bukan keinginan anak kita kamu nggak mau gitu?”ucap Sherly dengan nada yang terdengar tersinggung.


“Bu,bukan begitu”ucap Alex yang merasa kesulitan menjelaskan.


Pada akhirnya Alex memilih memakan buah mangga muda itu.


Dan Sherly dengan puas memperhatikan ekspresi Alex saat sedang memakan buah mangga itu.


“Manis”ucap Alex berusaha menghibur Sherly,ia memakan mangga yang terasa sangat asam baginya dengan ekspresi menahan asam dan berusaha tetap tersenyum manis pada Sherly.


Sherly yang melihat hal itu,ia diam-diam tertawa lucu saat melihat ekspresi Alex itu.


“Kalau manis,habisin dong”ucap Sherly berusaha menahan tawa jahilnya.


Dengan sedikit tidak bersemangat,Alex pun kembali memakan mangga muda itu.


*Tamat*


Seperti itulah kebahagiaan Sherly yang merasa sangat bahagia bisa memiliki Alex.


Sebelumnya terima kasih karena sudah berkenan hadir dan membaca cerita saya.


Maaf jika ceritanya ngebosenin dan nggak sebagus yang lainnya.


Maaf jika sudah membuat kalian menunggu lama.


Dan sekali lagi terimakasih banyak untuk semuanya.

__ADS_1


__ADS_2