ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 135


__ADS_3

Dan saat ini Reon telah keluar dari mobil, dan ia juga sudah masuk ke dalam ruangan tuannya itu.


“Tuan”panggilnya.


Saat Reon melihat Rendi menatap kearahnya,ia berusaha bersikap hormat,dan tenang.


“Iya ada apa?,apa kamu sudah menyelesaikan tugas yang saya berikan?”tanya Rendi sambil menatap kearahnya.


Sontak Reon yang mendengar itu,ia pun sempat terkejut dan sedikit takut,tapi ia berusaha untuk tetap terlihat tenang.


“Sudah tuan,saya sudah berhasil menculik orang yang bernama Sherly itu”ucapnya berkata dengan nada tenang miliknya.


“Bagus,aku tidak menyangka jika kamu dapat menyelesaikan masalah ini dengan cepat”ucap Rendi sambil tersenyum bangga ke arah Reon


“Iya tuan,jika anda senang,maka saya juga ikut senang”ucapnya yang berusaha ikut tersenyum.


“Dan dimana dia sekarang?”tanya Rendi langsung.


Deg!,jantung Reon seolah berhenti berdetak,saat ini pikirannya sedang berfikir,tapi meski begitu,ia berusaha untuk menjawab ucapan tuanya itu.


“Dia..dia ada di tempat yang sudah saya persiapkan tuan”ucap Reon sedikit terbata-bata.


Dan akhirnya Reon memilih untuk berbohong dibandingkan jujur,karena setelah Reon pikir-pikir,meski pun ia berkata jujur,tetap saja tuanya tidak akan menghargai kejujurannya,dan malah menghukum dirinya dengan kejam.


Dan pada saat Rendi memandang curiga kearahnya,Reon pun kembali angkat suara,dan berusaha menghilangkan kecurigaan dari tuannya itu.


“Kalau anda tidak perlu percaya,maka saya akan mengantar anda ke tempat yang telah saya persiapkan itu”ucap Reon dengan yakin,dan wajah yang terlihat sangat tenang.


Dan saat Reon melihat jika Rendi tidak memandang curiga kearahnya lagi,ia pun sedikit menghela nafas lega.


“Tidak usah,kamu tinggal katakan saja di mana tempatnya itu,nanti saya akan datang sendiri ke sana,dan upah yang telah saya janjikan ke kamu,telah saya transfer”ucap Rendi yang percaya kepada Reon.


‘Baguslah,sepertinya dia sudah percaya padaku'pikit Reon sambil tersenyum diam-diam.


‘Tapi meski begitu,aku harus cepat-cepat pergi,karena jika ia tahu aku berbohong,itu akan menjadi masalah besar bagiku’.pikirnya lagi.

__ADS_1


“Terima kasih tuan,kalau begitu saya pergi dulu”ucapnya yang langsung berpamitan kepada Rendi.


Setelah itu,Reon pun berjalan pergi meninggalkan ruangan Rendi.


Flasback end.


Tak terasa hari berlalu begitu cepat


Keesokan harinya.


Saat ini Alex yang telah berada di perusahaannya,dengan Doni yang ada di hadapannya itu.


Alex sedang berfikir bagaimana cara untuk membebaskan Citra dari genggaman Rendi,itu semua ia lakukan atas permintaan Sherly,dan karena Alex juga tahu jika Citra merupakan sahabat baik Sherly.


Tapi meskipun begitu,Alex telah memerintahkan Sherly untuk tetap di mansion,dengan di temani Rani,Fani,dan Bagas yang ikut berjaga di luar mansion.


“Menurutmu apa yang harus kita lakukan agar Kita bisa menyelamatkan Sahabat dari Lili itu?”tanya Alex seolah meminta pendapat.


Belum selesai Doni bicara,tiba-tiba handphone miliknya berbunyi.


“Hallo”ucap Alex langsung mengangkat sambungan telepon itu.


“Ada apa kamu hubungi saya?”tanya Alex langsung dengan nada datarnya.


“Ha...ha...,ternyata kamu adalah orang yang bertanya langsung tanpa basa basi ya”ucap Rendi sambil tertawa.


“katakan saja langsung tujuanmu itu”ucap Alex lagi,dengan nada yang lebih datar.


“Oke oke saya akan mengatakan langsung,saya menelepon kamu karena ingin bekerja sama”ucap Rendi dengan tiba-tiba.


“Kerja sama?,anda yakin jika anda ingin bekerjasama dengan saya?”ucap Alex disertai nada sinis miliknya.


“Ya saya yakin,dan sebagai tanda ketulusan saya,saya akan menyerahkan anak yang bernama Citra ini kepadamu dalam keadaan baik-baik saja,dan bukankah dia adalah sahabat dari istri kamu?”ucapan Rendi itu sontak membuat Alex sedikit terkejut,tapi ia kembali bersikap biasa saja,karena tahu tujuan Rendi.


Dan setelah Rendi menunggu agar Alex berbicara,tapi Alex tak juga berbicara,ia pun kembali angkat suara.

__ADS_1


“Oke saya jawab keterbungkaman kamu dengan kata setuju”ucap Rendi yang langsung menutup teleponnya itu.


“Siapa tuan?”tanya Doni penasaran saat Alex telah menyimpan handphonenya itu di dalam jas.


“Rendi”jawab Alex langsung.


“Kalau boleh saya tahu,mengapa dia berniat menelepon Anda?”tanya Doni lagi.


“Dia berkata,jika dia ingin bekerja sama dengan kita,tapi kita lihat saja nanti”ucap Alex dengan pandangan ke depan seolah sedang berfikir.


Hari berganti begitu cepat,tak terasa sudah berminggu-minggu berlalu dan seperti yang Rendi katakan,jika ia akan mengembalikan Citra dengan baik-baik saja,dan itu benar adanya.


Kerja sama yang di jalin oleh Alex dan Rendi berjalan lancar dan baik.


Tapi meski begitu Alex tak mengurangi kewaspadaannya kepada Rendi.


Dan saat ini Rendi yang sedang berada di perusahaan Alex itu,ia kini sedang duduk dengan menghadap kearah Alex.


“Bagaiman?,bukankah kerja sama kita ini sangat menguntungkan bagi kita berdua?”ucap Rendi pada Alex.


“Bukannya kamu sedang bekerja sama dengan orang yang bernama Mark itu untuk menghancurkan saya?”tanya Alex sarkas.


“Tidak,saya telah membatalkan kerja sama itu,dan saya telah menyadari kesalahan saya di masa lalu,jadi bisakah kamu memaafkan saya”ucap Rendi dengan nada memohon.


Alex yang mendengar itu,ia hanya diam,tapi setelah itu,ia pun kembali angkat suara


“Kalau memang kamu benar-benar menyesal,maka akui kesalahan kamu itu ke polisi”ucap Alex sarkas lagi.


“Jangan!,walau bagaimanapun saya dulu adalah sahabat ayah kamu,jadi bisakah kamu memaafkan saya,dan saya yakin ayah kamu juga sudah memaafkan saya,jadi sebaiknya kita lupakan kesalahan di masa lalu saja”ucap Rendi lagi di sertai nada lemahnya.


‘Sial,kalau saja tuan Mark waktu itu tidak tahu jika aku sempat berniat menculik orang yang bernama Sherly itu,pasti masalahnya tidak akan menjadi seperti ini”pikir Rendi kesal.


Ya! entah kenapa di hari itu,hari di mana Rendi gagal mendapatkan Sherly,Mark tahu akan hal itu,dan bukannya marah,Mark malah memerintahkan Rendi untuk menculik Sherly lagi,entah itu bagaimana caranya,Mark tidak peduli.


Dan akhirnya Rendi memilih untuk menyerahkan Citra yang ia pikir jika Alex tidak akan menganggap penting hal itu.

__ADS_1


Rendi berniat untuk mendekati Alex,dengan begitu ia akan mudah untuk mendapatkan informasi yang ia inginkan.


‘Aku yakin orang yang ada di hadapanku ini,dia itu sama bodo dan lemahnya seperti ayahnya,bahkan bisa saja dia lebih bodoh dan rendah di banding ayahnya’.pikir Rendi lagi,sambil tersenyum jahat di dalam hatinya.


__ADS_2