
Sementara saat ini Amel yang telah masuk kedalam mansion tempat ia tinggal,tiba-tiba ia melihat Remon yang sedang berjalan kearahnya.
“Nona tuan Rendi memanggil anda”ucap Remon.
Amel yang mendengar itu,ia pun langsung menatap kearah Remon yang merupakan asisten pribadi Rendi
“Untul apa?”tanya Amel langsung ia berkata dengan nada malas.
“Anda sebaiknya menemui tuan Rendi dulu,nanti anda juga akan tahu apa tujuan tuan Rendi memanggil anda”.ucap Remon dengan sopan.
‘Bodoh!,kenapa harus tanya lagi sih,yang jelas ayah pasti memanggilku karena dia ingin memarahiku,dan pastinya dokumen yang aku berikan itu palsu,makanya dia marah dan ingin menghukum ku atas kegagalan rencanaku ini'.batin Amel seperti tahu akan sifat ayahnya ini.
Setelah itu,Amel pun langsung berjalan kearah ruangan ayahnya dan tak lama ia pun sampai.
" Tok tok tok "Amel mengetuk pintu ruangan ayahnya terlebih dahulu sebelum ia masuk.
“Masuk!”jawab Rendi dari dalam.
Amel yang mendengar itu,ia pun langsung masuk.
Setelah masuk kedalam ruangan itu,Amel pun berjalan kearah meja ayahnya,ia berjalan dengan langkah pelan.
“Kamu tahu apa kesalahan kamu?”ucap Rendi dengan nada marah.
“Ya ayah aku tahu,dan aku siap jika ayah akan menghukumku”.jawab Amel dengan nada seolah ia sudah terbiasa dihukum oleh ayahnya.
“Duduk!”perintah Rendi.
“Bukannya ayah ingin langsung menghukumku?,tapi kenapa malah menyuruh aku duduk?”tanya Amel.
“Apakah ada hak untuk kamu bicara?!,saya perintahkan agar kamu duduk berarti kamu harus duduk!!”ucap Rendi dengan nada marah.
Amel yang mendengar itu,ia pun langsung berjalan mendekat kearah ayahnya.
Dan kemudian ia duduk dengan menghadap kearah ayahnya.
Tak lama saat Amel telah duduk,Remon datang dan berdiri di samping Rendi.
“Berikan dokumen yang kemarin diberikan oleh Amel”perintah Rendi.
Remon yang membawa dokumen itu,ia pun memberikan dokumen itu kepada Rendi.
“Kamu tahu dokumen apa yang kamu berikan kepadaku waktu itu?”tanya Rendi kepada Amel.
“Tidak tahu ayah,aku hanya melihat dari sampulnya saja,aku lihat jika dokumen itu telihat paling rapih dari dokumen yang lainnya,lagipula aku pikir itu adalah dokumen asli,tapi ternyata palsu dan semua rencana yang telah aku susun pun ikut gagal karena Alex sudah dapat menebak apa yang akan aku lakukan”ucap Amel menjelaskan.
“Bodoh!,tidak apa jika rencana kamu gagal,tapi apa kamu tahu jika dokumen ini berisi setengah dari bukti-bukti kejahatan ayah,dan setengahnya lagi sedang Remon usahakan agar tidak di ketahui oleh dia,dan jika sampai dia telah mendapatkan bukti kejahatan ayah secara lengkap,maka habislah riwayat ayahmu ini”.ucap Rendi marah.
Yang dimaksud dia oleh Rendi adalah Alex.
__ADS_1
“Aku tidak tahu ayah,jadi apa kah ayah ingin menghukumku aku akan terima itu”ucap Amel sambil menunduk.
“Ayah tidak akan menghukumu,karena yang ayah inginkan agar setengah bukti kejahatan ayah tidak diketahui oleh dia,dan jika Remon saja orang yang akan melindungi bukti kejahatan ayah seorang,maka itu tidak akan bisa jadi kita harus memerlukan bantuan dari orang lain”ucap Rendi menjelaskan.
“Lalu apa yang ayah ingin Amel lakukan?”tanya Amel.
“Nanti saatnya tiba kamu juga akan tahu,jadi sekarang kamu hanya perlu ke kamar kamu!”ucap Rendi dengan nada perintah.
Amel yang mendengar itu,ia pun langsung keluar dari ruangan ayahnya,dan setelah lama berjalan akhirnya Amel sampai di depan kamarnya.
Tiba-tiba saat ia telah masuk ke dalam kamarnya,suasana kamarnya terlihat gelap.
Amel yang melihat itu,ia pun langsung menyalakan lampu kamarnya,dan saat lampu telah menyala tiba-tiba ia melihat Mark yang sedang duduk di sofa kamarnya.
“Kamu?,kenapa kamu bisa ada di sini?!,siapa yang mengizinkan kamu masuk?!”teriak Amel
“Hallo baby bagaimana kabarmu”ucap Mark dengan nada menggoda.
“Jawab aku siapa yang mengizinkan kamu masuk?!”ucap Amel marah.
“Jangan galak-galak dong sayang”ucap Mark sambil bangkit dari duduknya,dan berjalan mendekat kearah Amel.
“Jangan mendekat!,siapa yang mengizinkan kamu untuk mendekat?!”ucap Amel dengan marah sambil mundur ke belakang.
Sedangkan Mark terus berjalan maju mendekati Amel
Dan setelah itu,Amel pun berbalik hendak keluar,tapi sayangnya ia kalah cepat dengan Mark yang langsung mengunci pintu kamar Amel.
Dan setelah itu,Mark pun mengambil kunci itu,sehingga Amel tidak bisa membuka pintu untuk keluar.
“Buka!,aku ingin keluar!,ayo cepat buka”ucap Amel terlihat ketakutan saat melihat wajah Mark yang melihat kearahnya seperti harimau sedang menatap mangsanya.
“Kamu ingin dengar sesuatu yang menarik,aku jamin setelah ini kamu tidak bisa berkata-kata lagi”ucap Mark saat ia telah berhenti tepat di hadapan Amel.
“apa?”tanya Amel.
Walaupun takut,Amel tetap merasa penasaran dengan apa yang akan Mark katakan.
Dan tanpa banyak bicara Mark pun menceritakan sesuatu yang ingin ia ceritakan.
Flashback.
Pada hari itu,hari dimana Amel telah mendapatkan dokumen dari perusahaan Alex,ia langsung menyerahkan dokumen itu kepada ayahnya.
Dan setelah menyerahkan dokumen itu,Amel langsung pergi dari ruangan ayahnya.
Sementara Rendi yang merasa sangat senang saat anaknya mengatakan jika dokumen yang ia pegang adalah dokumen penting perusahaan miliki Alex.
Dan ditengah kesenangannya itu Remon datang,dia ingin mengatakan jika Mark telah ada di depan pintu dari tadi semenjak Amel datang hingga Amel keluar,tapi karena ia melihat dokumen asing yang ada di meja tuannya itu, perhatiannya pun langsung teralihkan.
__ADS_1
“Tuan dokumen apa ini?”tanya Remon.
“Oh Remon kamu sudah datang ya”ucap Rendi terlihat senang.
“Ini adalah dokumen penting perusahaan milik dia,dan walaupun ini hanya perusahaan terbesar ketiga milik dia,tapi aku sangat senang akan itu,dan jika aku telah berhasil menguasai perusahaan itu,maka aku akan dengan mudah untuk menguasai perusahaan-perusahaan lainnya milik dia,dan aku yakin itu”ucap Rendi panjang lebar.
“Kenapa tidak anda buka saja secara langsung dokumennya”saran Remon,ia penasaran tentang apa yang tertulis di sana.
“Saran bagus,dan jika aku telah membaca dokumen itu,maka dengan begitu aku akan lebih cepat untuk menguasai perusahaan dia ini”ucap Rendi sambil tersenyum serakah.
Dan pada saat ia telah membaca dokumen itu,tiba-tiba wajahnya terlihat pucat pasi.
“Bukannya aku suruh datang kesini jika tuan Mark ada di sini,lalu sekarang dia ada di mana”ucap Rendi dengan wajah ketakutan,ia sadar jika ia telah memanggil Mark untuk bertemu.
Remon yang mendengar itu,ia pum akhirnya tersadar akan tujuannya datang kesini.
“Kenapa hanya diam?!,apakah tuan Mark masih belum datang,kalau begitu kamu harus cepat memintanya datang”ucap Rendi dengan nada yang terdengar frustasi sekaligus marah.
“Tidak perlu karena aku sudah ada disini”ucap Mark yang langsung masuk kedalam ruangan itu.
“Tuan,tuan saya senang sekali anda sudah datang,ayo duduk tuan”ucap Rendi dengan nada terburu-buru.
“Ada apa?,bukannya dari luar saya mendengar kamu sedang tertawa bahagia,lalu kenapa berubah menjadi gelisah”ucap Mark sambil menatap kearah Rendi.
“Tuan saya ingin meminta bantuan kepada anda,saya ingin agar anda melindungi bukti kejahatan saya,dan saya akan memberikan apapun yang anda inginkan”ucap Rendi dengan nada memohon
“Oh bukti itu palsu toh,dan apa kamu yakin akan memberi apapun yang aku inginkan?”tanya Mark memastikan.
“Iya tuan,saya mohon agar anda melindungi bukti kejahatan saya,karena saya tahu jika Remon seorang itu tidak akan bisa”ucap Rendi langsung setuju,dan ia berkata disertai nada permohonan.
“Kalau begitu berikan anakmu untukku”ucap Mark langsung menyebutkan keinginannya.
“Ha?”tanya Rendi kaget.
“Kamu pikir aku orang miskin hingga aku mau kerjasama dengan kamu,kamu kan tahu aku punya banyak uang,dan yang aku inginkan adalah Amel menjadi milikku”ucap Mark.
“Baik baik tuan akan saya berikan anak saya untuk anda,dan semoga anda bisa menjaga anak saya dengan baik”entah apa yang Rendi pikirkan sehingga langsung menyetujui tawaran Mark,yang jelas rasa takutnya seakan menguasai semua pikirannya.
Flashback end.
Amel yang mendengar itu tubuhnya bergetar karena marah saat mendengar itu.
‘Jadi secara tidak langsung ayah sudah menjualku,kenapa dia kejam seperti itu padahal aku kan anaknya'.batin Amel tak terima.
Tiba-tiba Mark pun berjalan semakin mendekat lagi kearah Amel.
“Jangan mendekat”teriak Amel ketakutan saat melihat Mark semakin mendekat kearahnya.
Meskipun Amel sudah berteriak sekuat tenaga tapi Mark tetap mendekat kearah Amel,dan akhirnya terjadilah sesuatu yang diinginkan oleh Mark.
__ADS_1