
Waktu berlalu begitu cepat,tak terasa tiga bulan telah berlalu.
Sherly dan Mira juga sudah menjadi sangat akrab dan dekat,walau sebenarnya Mira sering kesulitan dalam menghadapi mood Sherly yang kadang berubah-ubah.
Bukan hanya Mira,karena Alex juga sering melihat Sherly marah tidak jelas padanya.Kadang ia juga pernah melihat Sherly sedih dan menangis hanya karena Sherly melihat sepotong kue yang jatuh.
Dan jika Sherly sedang marah tidak jelas pada Alex,maka Mira lah yang akan menemaninya.Sherly bahkan pernah merengek pada Mira karena Alex marah padanya.Padahal Alex melakukan itu karena khawatir pada Sherly yang kadang sering bersikap sedikit kekanak.
“Sudah aku katakan berapa kali,tidak perlu sampai berlari seperti itu”ucap Alex dengan nada sedikit tegas.
Entah sudah berapa kali Alex mengatakan hal itu,dan walaupun Sherly mudah akan sedih hanya mendengar kata-kata tegas dari Alex yang berupa larangan,tapi tetap saja ia melakukan hal yang dilarang itu seolah tidak ada kapoknya,kecuali jika Alex sudah benar-benar marah.
“Aku kan cuman ingin mengambil roti itu,memang apa salahnya?”ucap Sherly yang langsung mengambil tempat duduk dan langsung memakan roti yang telah di siapkan oleh Rani.
“Aku nggak akan menghabiskan roti itu,jadi kamu bisa berjalan dengan santai”jawab Alex menasehati Sherly yang masih bandel karena sering berlari hanya karena hal sepele.
“Tapi kalau aku nggak cepat-cepat sampai sini,nanti roti ini bakal dingin.Dan itu tidak akan enak lagi saat di makan”ungkap Sherly dengan nada mengeluh.
‘Hanya kurang lima menit kamu sampai di ruang makan tanpa harus berlari?’pikir Alex yang seakan ingin mengungkapkan itu,tapi ia tahan karena khawatir menyinggung perasaan Sherly.
Padahal Sherly harus menunggu sepuluh menit agar roti itu hangat dan bisa di makan.
“Kalau memang kamu ingin roti yang masih panas,nanti akan aku minta pada Rani untuk buatkan yang baru”
“Dasar bawel”keluh Sherly yang langsung berbicara dengan nada sedikit menggerutu.
Dan tanpa melihat ekspresi Alex,Sherly memilih memakan roti itu dengan lahap.
Alex yang awalnya merasa sangat kesal dengan sikap dan perkataan Sherly,tiba-tiba ia menjadi tenang saat melihat Sherly yang sangat lahap saat memakan roti.
“Makan yang banyak agar nanti kamu dan kandungan kamu sehat dan kuat”ucap Alex dengan wajah yang sedikit tersenyum ke arah Sherly.
Dengan sedikit cuek,Sherly pun hanya diam dan memilih memakan roti itu hingga habis.
“Bukankah sekarang kandungan kamu sudah masuk bulan keempat,iya kan?”tanya Alex yang sebenarnya sudah tahu jawabannya.
“Masa kamu nggak tahu sih tentang itu, padahal kan itu anak kamu sendiri!”ucap Sherly yang tiba-tiba merasa kesal.
“Bukan seperti itu,aku tahu jika kandungan kamu sudah memasuki bulan keempat.Hanya saja aku ingin mengatakan agar kamu lebih hati-hati dan perbanyak makanan sehat”ucap Alex dengan nada lembut.Ia dengan cepat berusaha untuk menjelaskan.
Dan bukannya merasa luluh,tapi entah kenapa Sherly malah merasa semakin kesal.
“Aku tahu”jawab Sherly dengan kekesalan yang sedikit ia tahan,karena ia tahu jika Alex mengatakan hal itu karena ia khawatir dan peduli padanya.Tapi tetap saja,ia tidak bisa menyembunyikan moodnya yang sudah terlanjur kesal.
“Kalau begitu aku izin untuk pergi bersama sahabat-sahabat aku”ungkap Sherly yang langsung berdiri.
Melihat hal itu,Alex pun setuju karena khawatir jika Sherly bertambah kesal padanya.
Saat telah mendapat persetujuan dari Alex,Sherly pun langsung pergi meninggalkan Alex di ruang makan.
Dan Alex yang melihat hal itu,ia pun langsung menjambak rambutnya dengan sedikit kasar,seolah ia sedang merendam kekesalan yang sudah ia tahan.
Entah siapa yang harus Alex salahkan,ia hanya bisa marah pada dirinya sendiri.Padahal sebelum hamil Sherly tidak pernah bersikap seperti ini.
Niat awalnya Alex hanya ingin bertanya agar memiliki topik untuk di bicarakan,mungkin dengan begitu ia akan sedikit lebih banyak mengobrol dengan Sherly.Tapi yang ada justru Sherly yang merasa tersinggung.
Padahal Alex benar-benar tidak bermaksud untuk menyinggung Sherly.Lagipula mereka rutin cek kandungan minimal sebulan sekali,dan tentu Alex hapal akan usia kandungan Sherly,karena ia sendirilah yang mengantar Sherly secara langsung
.....
__ADS_1
Saat ini,Sherly yang terlihat sedang duduk di sebuah restoran.Ia terlihat tenang menunggu kedatangan kedua sahabatnya.
“Maaf Sher,kamu sudah menunggu lama ya?”ucap Citra yang kala itu langsung duduk di samping Sherly.
“Nggak,barusan kok.Tapi kenapa kamu doang,mana Bella?”tanya Sherly yang langsung menatap ke arahnya Citra.
“Bella tadi bareng sama aku kok,tapi sekarang dia lagi parkirkan mobilnya.Mungkin sebentar lagi sampai,lagipula dia nggak tega jika kamu harus menunggu lama,jadi aku di suruh kesini untuk mengajak kamu mengobrol lebih dulu”ungkap Citra menjelaskan panjang lebar.
Sherly yang mendengar itu,ia hanya mengangguk tanda mengerti.
“Kalau begitu kamu ingin langsung pesan makan atau tunggu Bella datang?”tanya Sherly.
“Langsung pesan saja,kebetulan aku sudah sangat lapar”jawab Citra cepat.
“Oke”
Mereka pun memesan makanan sesuai selera mereka masing-masing.
Dan tak lama pesanan mereka pun sampai.
“Ya ampun,aku kira kalian bakal nungguin aku,tapi ternyata malah udah pesan duluan”ucap Bella saat melihat Citra dan Sherly hendak makan.
“Maaf bel,aku sudah lapar jadi aku pesan duluan bareng sama Citra”Entah karena bawaan bayinya atau memang karena Sherly doyan makan.Akhir-akhir ini ia sering sekali nyemil dan makan,padahal baru saja Sherly memakan kue bersama Alex dengan ukuran yang cukup besar,dan itu belum lewat setengah jam.
“Ya sudah kalau gitu aku pesan makan juga”ucap Bella yang tidak ingin memperbanjang masalah sepele.
Beberapa saat kemudian.
Saat mereka masih dalam suasana makan dengan santai dan nyaman.Tiba-tiba Mira datang.
“Hey kalian sudah menunggu lama.Maaf ya sher aku datang telat”ucap Mira yang kala itu langsung duduk di samping Sherly hingga posisi Sherly terlihat di apit oleh Mira dan Citra,sedang kan Bella sendirian duduk dengan menghadap langsung ke arah mereka.
“Iya kak nggak masalah,kebetulan aku juga udah pesan makanan untuk kita berempat,nanti makanannya juga sampai”jawab Sherly.
“Oh iya,aku tadi lupa kabarin ke kalian bahwa aku sempat ajak kak Mira untuk ikut ke sini”lanjut Sherly yang langsung di tanggapi dengan anggukan.
“Tapi kapan kamu pesan makanan untuk kita,apa kamu nggak kenyang sudah menghabiskan makanan tiga piring”ucap Bella dengan nada mengingatkan.Padahal ia dan Citra belum menghabiskan satu piring pun.
“Tadi aku kan sempat ke toilet,jadi sekalian pesan makanan yang sama.Kebetulan lagi ada promo,jadi sayangkan kalau di lewatkan begitu aja”ucap Sherly sambil tersenyum senang.
Bella dan Citra yang melihat kelakuan Sherly itu,mereka hanya bisa menggelengkan kepala pelan seakan tidak tahu harus berkata apa.
Tak lama makanan yang Sherly bicarakan itu pun datang.
“Nah ini dia,katanya itu menu baru,dan itu paling enak jika di tambah kecap.Coba deh!”ucap Sherly dengan nada menawarkan,ia pun langsung mengambil sepiring menu itu untuknya.
Melihat hal itu,mereka hanya bisa menggelengkan kepala saat tahu jika Sherly yang sekarang itu mulai doyan sekali makan.
“Ayo di makan!,kenapa hanya diam?,nggak suka ya?”ucap Sherly terdengar pelan,seolah ia merasa tersinggung.
Meski kedua sahabat dan kakaknya tidak mengatakan apa-apa,tapi entah kenapa Sherly seolah merasa tersinggung saat melihat tatapan yang terlihat enggan dari mata mereka bertiga.
“Iya akan kami makam kok”jawab Citra,Mira,dan Bella secara bersamaan,dan masing-masing di antar mereka pun mengambil sepiring makanan yang telah tersedia.
Tanpa menunggu lama mereka pun langsung memakan makanan itu dengan sedikit pasrah karena merasa enggan,walau begitu mereka tetap terlihat tersenyum saat akan memakan itu karena takut jika Sherly akan tersinggung.
Dan untunglah makanan itu enak,jadi mereka tidak terlalu terpaksa saat memakan itu.
Tiba-tiba Sherly yang melihat sahabat dan kakaknya telah memakan makanan yang ia pesan tadi,ia dengan semangat mengambil kecap dan menuangkannya cukup banyak ke arah makanan nya.
__ADS_1
“Nanti ke asinan sher,jangan terlalu banyak”nasehat Mira karena tahu jika itu kecap asin bukan kecap manis.
“Nggak akan”balas Sherly cuek.
“Tapi itu kecap asin bukan kecap manis!,dan pasti nanti rasa makanan nya nggak akan enak lagi”ungkap Mira dengan nada sedikit tegas,ia berusaha untuk menasehati Sherly yang sedikit sulit untuk di nasehati.
“Kenapa sih?.Nggak bakal asin kok kak,atau jangan-jangan kakak mau?,iya mau kan?”tanya Sherly yang berfikir jika Mira ingin kecap asin itu tapi malu untuk mengakui itu.
Mendengar hal itu,Mira hanya diam karena tiba-tiba ia merasa bingung untuk menjawab apa.
“Sini aku kasih yang banyak agar kakak senang”ucap Sherly sambil menuang kecap yang lumayan banyak.Ia berfikir jika diamnya Mira itu karena perkataan tadi itu benar.
Citra dan Bella yang melihat hal itu,mereka hanya bisa saling menatap dengan pandangan yang merasa sedikit bergidik.
‘Gimana rasanya itu?’pikir Bella dan Citra hampir sama.
Mereka juga tahu jika Sherly sering ngidam macam-macam,dan anehnya yang menjadi korban itu bukan Alex,tapi yang lebih sering itu Mira.Karena tanpa Sherly sadari jika selama ini permintaannya itu kadang sering membebani Mira.Tapi meski begitu Mira tidak mengakui itu,dan karena Sherly polos dan sedikit kurang peka,ia sampai tak sadar akan hal itu.
‘Apakah bayi yang ada di kandungan Sherly itu memiliki dendam pribadi pada Mira?’pikir Bella yang berfikir seolah ini salah satu cara Mira untuk berkorban demi Sherly.
“Kalian kenapa hanya diam?”tanya Sherly pada Bella dan Citra.
“Apa kalian juga ingin kecap?”tanya Sherly lagi dengan nada polosnya.
Mendengar itu,mereka juga tiba-tiba merasa tidak tahu harus berkata apa.Karena jika mereka menolak,bisa saja Sherly merasa tersinggung akan hal itu,dan itu karena sekarang Sherly mudah sekali tersinggung hanya karena sepatah kata,apa lagi jika itu sebuah penolakan.Akhirnya mereka pun mengangguk karena tidak memiliki pilihan lain.
“Kalian ini,kalau mau kenapa nggak bilang sih!.Kayak sama siapa aja”ucap Sherly dengan wajah tersenyum,seakan ia meledek kedua sahabatnya yang menurutnya bersikap gengsi dan malu-malu padanya.
Sherly seperti tidak sadar akan wajah kedua sahabatnya yang terlihat pasrah saat dirinya menuangkan cukup banyak kecap asin pada makanan itu.
“Karena kecapnya tinggal sedikit,jadi aku bagi dua secara adil”ungkap Sherly yang menurutnya kecap itu sangat sedikit baginya.
‘Sedikit?,itu banyak Sherly!.Entah gimana rasanya nanti’pikir Bella seakan ingin mengeluh.
“Ayo di makan!”ucap Sherly lagi pada Bella dan Citra yang hanya diam
“I..iya”jawab Bella dan citra sedikit terbata-bata.
Mereka berdua pun memakan itu,dan baru beberapa suap mereka pun langsung berhenti untuk minum.Seperti yang di lakukan Mira,mereka juga sesekali memijat pelipisnya karena mulai merasa sedikit pusing.
‘Ini sangat asin'pikir Citra yang seolah enggan memakan itu lagi.Tapi karena ia sekarang sudah mulai dewasa,ia juga bisa berfikir jika Sherly akan tersinggung jika ia tidak memakan itu lagi.
‘Apakah bayi dalam perut Sherly juga memiliki dendam padaku.Tapi memangnya apa yang pernah kami lakukan pada Sherly hingga dia juga seperti ingin mengerjai kami'pikir Bella yang entah kenapa ia bisa berfikir sampai ke situ.
Meski begitu mereka bertiga kembali memakan makanan itu dengan sedikit tidak lahap.
“Kenapa?,nggak enak ya?”tanya Sherly sambil memperhatikan ekspresi sahabat dan kakaknya yang sedikit tidak bersemangat.
“Padahalkan ini sangat enak”keluh Sherly pelan.
Padahal sebenarnya Sherly juga sudah menuangkan kecap dengan sangat banyak,tapi ia seolah tidak merasa asin akan hal itu.
“Ng...nggak kok,ini enak!”ucap mereka kompak dan langsung memakan itu sedikit lebih lahap lagi.
“Sekarang aku ingat!,kalau sebenarnya aku dan Citra itu sering sekali merepotkan Sherly dalam urusan pribadi,belum lagi kami sering merepotkan Sherly saat kami sekolah dari SD bahkan hingga kuliah.Walau pun tidak sering tapi tetap saja itu pasti merepotkan nya”gumam Bella sangat pelan,ia ingat akan kesalahan yang sebenarnya tidak pernah di permasalahkan oleh Sherly.
*****
Maaf baru up.
__ADS_1
kemungkinan author hanya akan buat ekstra part cuman sampai lima bab.