ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
Season 2 (Eps.36)


__ADS_3

Keesokan harinya.


Pagi-pagi sekali,Sherly yang biasanya sering bangun kesiangan itu,ia kini sudah bangun dan mandi,bahkan pakaiannya sudah terlihat rapi,padahal matahari belum terbit sepenuhnya.


“Kamu mau kemana?”tanya Alex pada saat Sherly yang hendak keluar dari kamar.


Sontak Sherly yang mendengar itu,ia pun berbalik dan menatap ke arah Alex yang baru bangun tidur.


“Keluar,aku ingin jalan-jalan lagi bersama dengan Fani”jawab Sherly.


“Bukankah kemarin kalian baru saja jalan-jalan bersama”ucap Alex yang sebenarnya ingin Sherly meluangkan waktu lebih banyak dengannya.


“Cuman untuk hari ini saja kok”jawab Sherly dengan nada yang terdengar seolah sedang membujuk.


Alex yang mendengar itu,ia terlihat diam saja sambil menatap ke arah Sherly yang juga tengah menatap kearahnya.


“Baiklah”akhirnya Alex setuju setelah cukup lama ia berfikir.


“Emm..”gumam Sherly yang merasa bingung untuk mengutarakan keinginannya itu.


“Ada apa?”tanya Alex yang dapat menebak gelagat Sherly.


“Aku ingin agar Bagas tidak mengikuti ku”ucap Sherly mengutarakan keinginannya itu.


“Kenapa?,bukankah itu demi kebaikan kamu?”tanya Alex dengan pandangan heran.


“Hari ini saja”jawab Sherly cepat dengan nada memohon,ia melakukan itu karena berfikir jika Bagas akan mendengar tentang cerita Fani,sedangkan ia ingat jika hanya dirinya yang boleh mendengar itu.


Alex yang mendengar permintaan Sherly,ia terlihat diam untuk waktu yang lama.Permintaan Sherly itu sangat memberatkan nya.


“Baiklah”tapi akhirnya Alex tetap setuju karena tidak tega untuk menolak permintaan Sherly.


.....


Saat ini Sherly sedang berada di sebuah taman yang akan menjadi tempat bertemunya dengan Fani.


Sherly terlihat hanya diam dengan sedikit melamun.Ia kini sedang menunggu kedatangan Fani yang sepertinya akan lama untuk datang ke tempat itu.


Puk puk puk.


Tiba-tiba ada seseorang menepuk pundak Sherly,dengan sedikit kaget dan was-was, Sherly pun menoleh.


“Fani”ucap Sherly dengan nada yang terdengar terkejut.


“Oh ternyata memang benar nona.Kalau begitu saya minta maaf atas ketidak sopanan saya tadi,karena saya mengira anda orang lain”ucap Fani sedikit menundukkan kepala.Ia sedikit tak percaya jika itu Sherly,karena baju yang di kenakan Sherly saat ini sangat tebal.


“Oh iya,tidak masalah.Kalau gitu silahkan kamu duduk”ucap Sherly santai.ia seolah menghilangkan keformalannya itu.


Meski begitu,dengan sopan Fani pun duduk tepat di samping Sherly.


“Saya sebenarnya sudah menebak jika anda akan tiba di sini,lebih cepat dari yang di janjikan”ucap Fani yang langsung membuat Sherly merasa sedikit malu.


“He..he.. iya”jawab Sherly sedikit cengengesan,ia sudah merasa penasaran dengan cerita Fani,makanya dari kemarin tidurnya sedikit gelisah,dan ingin cepat-cepat mendengar cerita Fani

__ADS_1


“Bisa kita mulai ceritanya?”tanya Sherly langsung dengan nada yang terdengar tidak sabar.


“Baiklah.Tapi sebelumnya saya ingin beri tahu kalau sebenarnya Doni itu adalah kakak saya”ucap Fani yang membuat Sherly kaget.


“Kakak kamu?,tapi kenapa wajah kalian tidak mirip?”tanya Sherly merasa sedikit tak yakin.


“Itu karena kakak saya lebih mirip dengan ayah saya,sedangkan saya sedikit lebih mirip dengan ibu saya”jawab Fani menjelaskan.


“Iya juga sih,jika kalian bersaudara,mungkin nggak harus miripkan,kembar saja ada yang mirip dan ada yang tidak sama sekali”ucap Sherly sedikit menganggukkan kepalanya karena mengerti.


Kemudian setelah itu,Fani pun langsung menceritakan langsung masa lalunya,karena Sherly sudah merasa sedikit tak sabaran untuk mendengar cerita Fani.


Flashback.


Di sebuah keluarga yang awalnya harmonis dan bahagia,tapi semakin bertambahnya usia,keharmonisan itu mulai renggang karena kesibukan masing-masing.Keluarga itu adalah keluarga Fani.Fani memilikinya ibu yang mernama Risa,sedangkan ayahnya bernama Panji.


Dahulu mereka menikah karena alasan saling mencintai,tapi entah kemana cinta itu, hingga keluarga itu tidak terlihat harmonis lagi.


Saat itu.


Fani yang terlihat sangat lapar,ia langsung menatap ke arah kakaknya dengan wajah yang memelas.


“Kak aku lapar”keluh Fani yang kala itu masih berusia enam tahun.


“Sebentar lagi ibu akan pulang”jawab Doni menenangkan dengan tangan yang menggenggam tangan adiknya dengan erat dan hangat.


Tak lama setelah mengatakan itu,Risa yang merupakan ibu dari Fani dan Doni datang.


“Awas kalian berdua”ucap Risa sambil menenteng tas bawaannya.Ia berjalan menuju sofa dan meletakan tas belanjaannya di meja.Lalu Risa pun duduk dengan wajah yang terlihat senang.


Sontak Risa yang awalnya sedang tersenyum sambil menatap belanjaannya itu,wajahnya berubah menjadi tidak senang dan menatap tajam ke arah Fani.


Doni yang melihat itu,ia pun dengan berani mendekati ibunya,dan berusaha melindungi adiknya yang sudah terlihat ketakutan.


“Jangan marah Bu,Fani melakukan itu hanya karena permintaan Farhan,jadi tolong jangan marah pada Fani”ucap Doni yang sebenarnya bernama Farhan.


“Kalau saja ibu nggak berfikir kamu akan berguna di masa depan,mana mau ibu kasih kalian makan”ucap Risa dengan nada yang terdengar menggerutu,ia mengatakan itu sambil menatap ke arah Farhan dan Fani dengan wajah tak suka.


Setelah itu Risa pun memberi makan kedua anaknya itu.


Di meja makan.


Pada saat itu,Fani yang merasa perutnya tidak bisa untuk menampung lagi makanan,ia pun berkata pada kakaknya dengan nada mengeluh.


“Kak,aku kenyang kak”keluh Fani sedih,ia tahu jika ibunya mengetahui kalau dia menyisakan makanan,ibunya pasti akan marah dan menyiksanya.


Tiba-tiba Risa datang dan melihat sebuah piring yang masih tersisa.


“Siapa yang menyisakan makanan ini”ucap Risa marah dan menatap Fani serta Doni yang merupakan Farhan itu secara bergantian.


“Farhan bu”jawab Doni,padahal ia sudah menghabiskan makanannya itu.


“Ayo makan lagi,habiskan!.Kamu nggak tahu apa kalau cari uang itu susah!,enak aja kamu yang tahunya cuman makan doang tapi bisa-bisanya buang-buang makanan”ucap Risa marah dan menyuapkan makanan itu dengan kasar ke mulut Doni.

__ADS_1


Untuk satu dua suap masih bisa,tapi ketiga suapnya Doni menolak itu.


“Farhan sudah kenyang bu”keluh Doni pada ibunya.


“Makan atau ibu hukum!”ucap Risa dengan nada terdengar membentak,tapi Doni menolak untuk makan lagi karena ia benar-benar merasa sangat kenyang.Seakan jika ia makan satu suap lagi,maka perutnya akan meledak.


Risa yang melihat Doni tidak mematuhinya,ia pun merasa marah.


“Kalau tahu bakal kayak gini,lebih baik ibu nggak usah kasih kalian makan kayak kemarin,karena ibu hanya akan beri kalian makan satu kali dalam sehari”ucap Risa berteriak marah.Tapi Doni hanya diam,dan hal itu semakin membuat Risa marah seakan ingin mencabik-cabik mulut anaknya.


“Sini ikut ibu”ucap Risa dengan menarik Farhan secara kasar.


Fani yang melihat itu,ia hanya bisa menangis ketakutan.Bukan tanpa alasan Fani tak menghabiskan makanannya,itu semua karena makanan yang seharusnya untuk anak-anak,malah di beri porsi yang lebih besar,apalagi nasinya jauh lebih banyak,sedangkan lauknya sangat sedikit.


Padahalkan anak-anak biasanya memakan lauknya lebih banyak dan hanya makan nasinya sedikit.


Terdengar teriakan minta ampun yang di lontarkan Farhan saat ibunya dengan kasar memukul dan menyiksanya.


Dan Fani yang mendengar itu,ia hanya bisa menangis dengan terisak,hingga tubuhnya gemetaran karena takut.Sedangkan ayahnya yang bernama Panji itu,ia hanya abai dan fokus pada pekerjaannya itu.


Itu sudah biasa terjadi di keluarga mereka,karena itu bukan yang pertama kalinya terjadi.


“Maafkan Fani kak”ucap Fani di sela isakannya itu.


Di suatu hari.


Saat ini Fani dan Doni sedang berpelukan,


dengan Fani yang memeluk Doni erat,seolah takut dengan suara pertengkaran kedua orang tuanya.


“Kamu itu jadi istri nggak becus ngurus anak!!.Bisanya itu cuman habisin uang dan jalan-jalan nggak jelas!”ucap Panji marah-marah.Entah apa yang menyebabkan pertengkaran itu terjadi,yang jelas kini mereka sedang beradu mulut.


“Kamu juga bisanya cuman nyalahin doang!,kamu nggak tahu kan gimana perasaan aku yang masih muda,tapi harus sudah memiliki anak!!”balas Risa tak terima.


“Itu sudah kewajiban kamu,bukankah kamu itu ibunya”jawab Panji marah.


“Ya itu juga kewajiban kamu untuk lebih perhatian pada anak-anak kamu!,bukan malah hanya sibuk kerja tanpa memperhatikan keluarga!!”balas Risa marah dengan nada yang terdengar mengeluh.


Mereka terus saja beradu argumen,tanpa memperhatikan Fani dan Doni yang masih anak-anak.Padahal di usia begitu,anak-anak sangat renta merasa trauma.


“Kak,Fani takut”ucap Fani yang kala itu sedang bersembunyi di kamar bersama dengan Doni.


“Jangan takut,masih ada kakak di sini”jawab Doni menenangkan.Meskipun usianya masih kecil,tapi kepribadian Doni sudah dewasa jauh dari umurnya.


Fani dan Doni Sebenarnya ingin lari dari rumah itu,mereka ingin sekali tinggal di rumah saudara atau bersama dengan kakek nenek.Tapi sayangnya pernikahan yang terjadi antara Panji dan Risa adalah pernikahan yang tidak di restui oleh kedua orang tua mereka masing-masing,hingga mereka menikah muda dan bekerja banting tulang tanpa bantuan dari orang tua mereka masing-masing.


Dan setelah kejadian itu,Panji pergi meninggalkan keluarganya entah kemana,


sedangkan ibunya meninggal karena depresi.


Fani dan Doni pun menjadi anak terlantar yang tidak tahu kemana harus tinggal,hingga akhirnya mereka bertemu dengan keluarga Alex yang kala itu sedang berlibur.


Flashback End.

__ADS_1


*****


Maaf bila ada salah kata.


__ADS_2