
Dan Sherly yang mendengar ucapan Fani tadi, ia lagi-lagi hanya bisa diam sambil berfikir.
Sedangkan Fani yang sedikit melirik ke arah Sherly yang hanya diam saja,akhirnya Fani pun memilih untuk diam dan hanya fokus mengemudi.
Sementara itu saat ini terdapat seorang lelaki yang sedang berdiri dan bersembunyi di balik sebuah pohon.
Dan tak lama datang lah sepasang anak dan ibu yang berjalan menghampiri lelaki itu.
“Bagaimana apa tugas yang saya perintahkan ke kamu telah kamu selesaikan dengan baik?”tanya lelaki itu,di saat sepasang ibu dan anak itu telah sampai di hadapan lelaki tersebut.
“Sudah tuan,saya sudah selesai melakukan tugas yang anda perintahkan”jawab ibu itu dengan sopan.
“Bagus,jika tuan mendengar hal ini,dia pasti akan memberikan mu hadiah yang besar”ucap lelaki itu yang ternyata seorang bawahan
“Terima kasih atas pujiannya tuan,saya melakukan ini tulus tanpa meminta imbalan dari anda ataupun tuan bos,dan lagi anggap saja ini sebagai ungkapan terima kasih saya tuan bos karena telah banyak berjasa dalam hidup saya”jawab perempuan itu.
“Ibu tapi Nana masih ingin imbalan dari om itu”ucap Nana yang merupakan seorang anak yang berhasil menggagalkan rencana buruk Amel tadi.
Nana berbicara sambil menarik baju ibunya,seolah ia tidak terima akan ucapan ibunya tadi.
Dan saat ibunya hendak berbicara,tapi sebelum itu,lelaki tersebut telah berkata terlebih dahulu.
“Oh kalau begitu anak yang pintar ini ingin hadiah apa?”ucap lelaki itu,sambil berjongkok dan menatap ke arah Nana.
“Nggak Nana nggak ingin hadiah,Nana ingin jika om punya tugas yang seperti ini,om bisa suruh Nana,tapi hanya untuk kakak cantik dan Nana nggak ingin melakukan tugas ini kalau bukan untuk kakak cantik”ucap Nana dengan nada yang terdengar menggemaskan.
“Kenapa hanya untuk kakak cantik?,bukannya Nana itu merupakan artis cilik profesional,
berarti sudah biasa untuk Nana berakting seperti ini”ucap lelaki itu yang memiliki nama yaitu Bagas.
“Ya beda lah,dan Nana nggak ingin mengatakan itu,karena om nggak akan mengerti”jawab anak itu dengan kekeh.
“Oke kalau begitu,dan sebagai tanda terima kasih om ke kamu, om akan beri kamu permen”ucapa Bagas sambil menyerahkan sebuah permen kepada Nana.
“Terima kasih om”jawab Nana sambil tersenyum.
“Sama-sama”jawab Bagas ikut tersenyum.
“Ya sudah tuan kalau begitu saya permisi dulu”ucap ibu itu dengan sopan.
Dan Bagas yang mendengar itu,ia hanya mengangguk mengiyakan.
__ADS_1
Setelah itu,ibu dan anak itu langsung berjalan pergi meninggalkan Bagas.
Sedangkan di tempat lain,saat ini Sherly telah sampai di mansion.
Dan saat ini Sherly sedang berjalan menaiki tangga,ia terlihat sedang melamun,dan saat Sherly hendak menaiki tangga terakhir, tiba-tiba kakinya terpeleset karena tidak seimbang.
Sherly yang sadar dirinya akan jatuh,ia pun langsung memegang kedua tangannya ke arah pegangan tangga.
“Uhhh,untung nggak jatuh”ungkap Sherly sambil menghela nafas lega,sambil tangan memegang sisi tangga itu.
Setelah itu,Sherly pun langsung menaiki tangga terakhir dengan sedikit pincang.
Setelah sampai di depan kamarnya itu,Sherly pun langsung membuka pintu kamar,dan ia pun langsung masuk ke dalam kamarnya.
Sherly menaruh tas yang ia bawa di sofa dan ia pun duduk di sofa.
“Duh sakit banget lagi kakinya,kayaknya kaki aku terkilir deh,memar lagi kakinya”ucap Sherly sambil memijat kakinya dengan pelan.
“Tadi sih kenapa juga aku harus melamun pas lagi naik tangga,jadi gini kan akibatnya”ucap Sherly dengan nada menggerutu tak jelas.
“Huh untung aja Lexi pulang terlambat,kalau aja dia tahu kalau aku terluka seperti ini,dia pasti akan khawatir banget sama aku,dan untungnya dia nggak akan pulang cepat jadi aku bisa sembunyiin ini”ucap Sherly,yang berbicara pada dirinya sendiri.
Dan Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menoleh dan saat ia melihat Alex telah masuk ke dalam kamar,dan sedang berjalan menghampirinya itu.
Sherly pun dengan cepat mengambil tas di sampingnya itu,kemudian setelah itu,Sherly gunakan tas itu untuk menutupi lukanya.
“Kenapa diam?,aku tanya kamu ingin sembunyikan apa dari aku?”jawab Alex saat ia telah sampai dihadapan Sherly.
“He...he...enggak,aku nggak sembunyiin apa-apa kok,mungkin kamu salah dengar kali”
jawab Sherly beralasan sambil tersenyum.
“Jangan coba untuk beralasan,aku tahu kamu itu orang yang nggak pandai dalam berbohong”ucap Alex sedikit tegas.
Setelah mengatakan itu,Alex pun langsung duduk di samping Sherly,ia pun segera menyingkirkan tas Sherly yang menutupi luka nya itu.
“Ini kenapa?,terus kenapa bisa lebam kayak begini?”tanya Alex dengan khawatir.
“Hmm”ucap Sherly yang terlihat kesulitan untuk berbicara.
“Jawab!”ucap Alex tegas.
__ADS_1
“Aku hampir jatuh dari tangga”ucap Sherly sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain,ia berkata dengan nada pelan.
“Apa?,kamu jatuh dari tangga?,kok bisa?”
tanya Alex secara beruntun.
Sedangkan Sherly yang mendengar pertanyaan Alex itu,ia pun hanya diam.
Alex yang melihat Sherly hanya diam saja,ia pun langsung memanggil nama Rani.
“Rani”ucap Alex memanggil nama Rani.
Dan Rani yang kebetulan sedang membersihkan lantai tangga itu,ia pun segera masuk ke dalam kamar Alex yang terbuka.
“Iya tuan,anda memanggil saya”tanya Rani setelah ia sampai di hadapan Alex dan Sherly.
“Kamu ini gimana,kamu sebenarnya bisa kerja enggak,kenapa Lili bisa terpeleset dari tangga”ucap Alex dengan wajah mengeras dan menatap tajam ke arah Rani.
“Maaf tuan”jawab Rani yang hanya bisa menunduk.
“Lexi itu sebenarnya bukan salah Rani tapi aku sendiri yang tidak hati-hati saat menaiki tangga”ucap Sherly menimpali,ia tahu jika itu bukan salah Rani.
“Kenapa kamu bisa tidak berhati-hati saat naik tangga tadi?”ucap Alex sedikit marah ke arah Sherly.
Setelah mengatakan itu,Alex pun langsung menatap ke arah Rani seakan menyuruh Rani untuk pergi.
Dan Rani yang mengerti akan perintah tuannya itu,ia pun langsung keluar dari kamar tersebut.
“Ya aku tidak berhati-hati saat naik tangga tadi karena aku sedang melamun”jawab Sherly seadanya.
“Dan terus kenapa kamu bisa sampai melamun ?”tanya Alex lagi.
“Hmmm,mungkin aku lagi mikirin sesuatu”jawab Sherly.
Dan Alex yang mendengar itu,ia pun menatap ke arah Sherly dengan tatapan yang sulit diartikan.
Setelah itu,Alex pun bangkit dari duduknya,ia pun berjalan menuju lemari yang menyimpan bermacam-macam obat luka,entah itu luka luar atau luka dalam.
Dan Alex pun mengambil minyak urut yang juga ia simpan di tempat itu,setelah itu,ia pun berjalan menghampiri Sherly lagi.
Setelah sampai di hadapan Sherly Alex pun langsung duduk kembali ke tempatnya itu.
__ADS_1