
Suasana pun hanya hening untuk beberapa saat.
Dan tiba-tiba saat Alex hendak angkat suara,handphone miliknya itu berbunyi.
Alex yang mendengar itu,ia pun langsung menatap kearah Sherly,dan kebetulan Sherly yang mendengar suara telepon dari handphone Alex itu,ia juga sedang menatap kearah Alex.
“Sebentar,aku angkat telepon dulu”ucap Alex pada Sherly.
Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya mengangguk.
Setelah itu,Alex pun berbalik dan berjalan sedikit menjauh dari Sherly.
‘Siapa yang menelepon Lexi?’.pikir Sherly yang hanya diam sambil menatap kearah Alex yang semakin menjauh darinya.
Sedangkan Alex yang saat ini telah berjalan cukup jauh dari Sherly itu,ia pun menghentikan langkahnya,lalu setelah itu Alex pun langsung mengangkat sambungan telepon itu.
“Iya ada apa?”ucap Alex saat mengangkat sambungan telepon itu.
“....”
Entah siapa yang menelepon Alex,tapi terlihat jelas wajah Alex yang merasa geram,saat ia mengangkat telepon itu.
“Oke saya tutup teleponnya,kamu urus saja yang lain,biar nanti saya pikirkan cara yang lain untuk menyelesaikan masalah ini”ucap Alex,dan setelah mengatakan itu,Alex pun langsung mematikan teleponnya itu.
Lalu Alex pun berbalik dan menatap kearah Sherly yang juga sedang menatap kearahnya.
“Siapa?”tanya Sherly saat melihat Alex berjalan kearahnya.
“Doni,dia mengatakan jika ada masalah di perusahaan,dan harus aku sendiri yang urus,tapi sekarang aku sedang bersama dengan kamu,jadi masalah itu akan aku selesai kan nanti,lagipula aku ke sini karena ingin sekali hadir di acara kelulusan kamu”ucap Alex menjelaskan.
Rupanya orang yang menelepon Alex tadi adalah Doni.
Dan Sepertinya Doni mengatakan jika ia merasa sedikit kesulitan dalam menghadapi Mark dan anak buahnya yang sekarang mulai beraksi,apalagi Mark adalah seorang mafia besar.
“Kalau begitu,kamu ke perusahaan kamu saja,karena sekarang itu yang lebih penting”ucap Sherly sambil menatap kearah Alex.
Sherly tahu jika ia saat ini tidak bisa egois,meski pun sebenarnya Sherly ingin Alex hadir dia acara kelulusannya nanti,tapi ia juga berfikir untuk mengerti kan keadaan Alex saat ini.
Dan Alex yang mendengar itu,ia pun hanya diam,memang benar perusahaan itu sangat penting baginya,karena perusahaan yang sekarang terkena masalah itu adalah perusahaan peninggalan ayahnya.
“Tapi sebentar lagi acara kelulusan kamu,dan aku ingin sekali ada di sana untuk memberi selamat padamu,lagipula aku ingin menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat atas kelulusan kamu nanti”ucap Alex dengan bimbang nya.
“Nggak masalah,bukannya kamu juga bisa mengucapkan selamat melalui telepon,jadi itu saja sudah cukup”ucap Sherly sambil tersenyum.
Alex yang mendengar itu,ia pun hanya diam seolah sedang berfikir,Alex saat ini seakan merasa dilema,antara ia harus memilih untuk hadir di acara kelulusan Sherly,atau ia harus memilih perusahaan yang merupakan peninggalan ayahnya itu.
Tapi setelah itu,terdengar hembusan nafas panjang dari Alex.
__ADS_1
“Baiklah,aku akan menyelesaikan masalah yang ada di perusahaan dulu,tapi aku akan tetap usahakan untuk hadir di acara kelulusan kamu nanti,dan aku juga akan mengusahakan agar masalah ini cepat selesai dan tepat waktu”ucap Alex dengan yakin.
Dan secara tiba-tiba Alex mendekatkan wajahnya kearah wajah Sherly.
"Cup"Alex mencium jidat Sherly dan sedikit ia tekan cukup lama.
“Jaga diri kamu baik-baik”ucap Alex pada Sherly.
Setelah itu,Alex pun berbalik,dan langsung pergi meninggalkan Sherly yang saat ini hanya diam mematung.
'Di cium lagi’ pikir Sherly.
Dan tanpa sadar Sherly pun memegang jidatnya yang baru di cium oleh Alex itu.
Tapi tiba-tiba lamunannya itu pun buyar saat ia ingat akan satu hal.
“Ah aku kan belum mandi”ucap Sherly yang secara refleks berteriak.
Setelah mengatakan itu,Sherly pun langsung berbalik,ia pun masuk ke kamarnya dengan terburu-buru.
Sementara itu saat ini di tempat lain.
Rendi yang saat ini sedang duduk tepat di hadapan Mark itu,ia pun mulai angkat suara untuk memulai pembicaraan.
“Bagaimana tuan?,apakah anda sudah berhasil untuk mengacaukan dan membuat masalah di salah satu perusahaan milik dia?”ucap Rendi dengan nada bertanya.
“Aku sudah membuat masalah di perusahaannya itu”ucap Mark dengan sedikit angkuh.
“Terima kasih tuan,anda sungguh sangat hebat”ucap Rendi yang langsung menyanjung mark.
Dan Mark yang mendengar itu,ia pun sedikit tersenyum dan merasa bangga akan sanjungan dari Rendi itu.
“Tapi kalau boleh tahu, perusahaan yang mana yang sudah anda kacau kan itu”tanya Rendi sambil menatap kearah Mark.
Sontak Mark yang mendengar itu,ia pun langsung menatap kearah Rendi.
“Perusahaan terbesar kedua milik Alex,itu yang berhasil untukku kacau kan saat ini”ucap Mark dengan dingin.
“Kenapa harus perusahaan terbesar kedua?,bukannya harusnya anda mengacaukan perusahaan pertama milik dia,kan dengan begitu kita bisa dengan mudah menguasai perusahaan dia yang lainnya”tanya Rendi secara refleks.
Mark yang mendengar ucapan Rendi itu,ia pun hanya diam dengan tatapan yang semakin tajam.
Rendi yang melihat tatapan Mark itu,ia hanya bisa pasrah tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaan itu.
“Maaf tuan,saya tidak bermaksud lancang,mungkin itu semua sudah termasuk ke dalam rencana anda,jadi saya tidak akan mencampuri itu lagi”ucap Rendi dengan nada memohon.
“Bagus,dan kamu dengar ini,kamu saat ini hanya perlu diam,karena semua itu,biar menjadi urusan saya”ucap Mark dengan nada dingin.
__ADS_1
Entah apa alasan Mark hingga tidak ingin memberitahukan hal itu kepada Rendi,karena hanya dia yang tahu akan hal itu.
‘Ha....ha...,sementara aku menunggu keberhasilan dari tuan Mark,tapi di sisi lain aku juga memiliki rencana untuk menculik orang yang bernama Sherly itu,atau lebih tepatnya orang yang paling di cintai dan di sayangi oleh Alex,dan anggap saja ini untuk main-main’pikir Rendi sambil tertawa jahat di dalam hatinya.
Sementara itu Disisi lain.
saat ini Sherly yang telah keluar dari kamar mandi dengan mengenakan pakaian lengkapnya itu,ia pun langsung berjalan kearah kasur.
“Duh malu banget lagi pas tadi,apalagi pas Lexi cium bibir aku,aku kan tadi belum mandi,dan baru bangun tidur”ucap Sherly sambil tengkurap.
“Apa dia nggak merasa bau dengan diriku tadi ya,ah memikirkan itu saja membuatku seakan merasa gila”ucap Sherly yang secara refleks berkata dengan nada kencang.
Setelah itu,Sherly pun langsung menyembunyikan kepalanya di balik bantal guling yang ia peluk.
“Andai saja aku tahu jika dia akan datang,kan dengan begitu aku bisa bersiap-siap,setidaknya aku akan terlihat cantik dihadapannya”ucap Sherly sambil menjauhkan bantal dari wajahnya.
“Ishh,mikirin apa sih kamu Sher”Ucap Sherly yang tersadar akan pikirannya itu,dan ia juga merasa malu dengan pikirannya itu.
" Tok tok tok" Sontak Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menoleh ke arah pintu yang di ketuk.
“Iya siapa?”ucap Sherly dengan sedikit berteriak.
“Saya Rani nyonya,apa anda merasa lapar,jika benar,maka anda harus segera sarapan,dan ini saya sudah membawa makanan untuk anda”ucap Rani yang berada di luar kamar Sherly.
Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung bangkit dan berjalan kearah pintu.
“Kamu bisa taruh itu di meja”ucap Sherly saat telah membukakan pintu untuk Rani.
Rani pun masuk dan menaruh makanan dan minuman di meja.
“Sudah nyonya,kalau begitu saya pamit,dan jika ada sesuatu yang anda perlukan,anda bisa langsung memanggil saya,dan satu lagi,saya mohon agar anda tidak mengerjakan pekerjaan apapun sesuai dengan apa yang tuan Alex katakan pada saya”ucap Rani dengan panjang lebar.
“Baiklah”jawab sherly langsung.
Rani yang mendengar jawaban dari Sherly itu,ia pun langsung menundukkan sedikit kepalanya tanda pamit.
Setelah itu,Rani pun langsung keluar dari kamar Sherly.
Setelah kepergian Rani itu,Sherly pun langsung duduk dan memakan makanan itu dengan lahap.
***
Maaf baru bisa update.
Maaf juga bila ada kesalahan kata.
Mohon dukungannya
__ADS_1