
“Iya maaf,aku benar-benar nggak bermaksud untuk membuat rambut kamu jadi lecek kayak begini,maaf ya”ucap Alex dengan wajah yang merasa bersalah.
Sedangkan Sherly yang melihat itu,ia hanya tersenyum,entah apa maksud dari senyum Sherly itu,hanya Sherly yang tahu.
“Kok kamu senyum sih,tadi kan kamu marah,terus sekarang kenapa kamu senyum”tanya Alex heran.
“Aku menang lagi,kamu ketipu kan sama ucapan aku tadi,kamu pikir aku sedang marah sama kamu,padahal aku hanya ingin jahilin kamu doang”ucap Sherly tersenyum kemenangan.
“Dasar kamu ini”ucap Alex gemas akan kelakuan Sherly.
Kemudian Alex pun meraih tangan Sherly,dan setelah itu,Alex pun langsung menggigit tangan Sherly dengan sedikit keras.
Sedangkan Sherly yang melihat tangannya di gigit oleh Alex itu,ia pun hanya dengan diam,dengan mata yang melotot.
“Lexi,apa yang kamu lakukan”ucap Sherly terpekik kaget.
“Ini hukuman buat kamu”ucap Alex sambil melepaskan gigitannya itu.
“Dih jorok,tadi kan kamu habis makan,terus gigit tangan aku,memangnya kamu masih kurang kenyang makannya tadi”ucap Sherly sambil mengusap tangannya yang digigit oleh Alex tadi.
“Suruh siapa kamu meledek aku”balas Alex tak mau kalah.
Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya diam dengan wajah yang di tekuk.
“Ya sudahlah kalau gitu aku pulang dulu”ucap Sherly dengan wajah yang di tekuk
Setelah itu,Sherly pun langsung berjalan keluar dari ruangan Alex.
“Dasar anak kecil”ejek Alex pelan.
Sedangkan saat ini,Sherly telah berada di luar ruangan Alex,ia melihat Fani yang sedang berdiri,dan menunggunya keluar itu.
Sherly pun langsung mengajak Fani untuk pulang kembali ke mansion bersamanya.
Sementara saat ini Alex yang sedang berdiri itu,ia pun langsung memanggil Doni.
Dan tak lama Doni pun masuk ke dalam ruangan Alex.
Alex yang melihat ke datangan Doni,ia pun kembali duduk di sofa.
“Atur seorang pengawal khusus yang akan menjaga Sherly secara diam-diam,dan dari jarak yang cukup jauh”perintah Alex mutlak.
__ADS_1
“Baik tuan”jawab Doni patuh.
Keesokan harinya.
Saat ini Sherly telah sampai di tempat kuliah nya,yang terlihat sepi,karena Sherly sengaja berangkat pagi,Sherly pun langsung turun dari dalam mobil yang telah di buka kan pintu oleh Fani.
“Kalau begitu aku permisi dulu”pamit Fani.
“Iya,kamu hati-hati di jalan ya?”jawab Sherly.
Sedangkan Fani yang mendengar itu,ia pun hanya mengangguk,setelah itu,Fani pun berjalan masuk ke dalam mobil,dan tak lama mobil itu pun berjalan pergi meninggalkan Sherly sendirian.
Sherly yang melihat kepergian Fani,ia pun berbalik,dan berjalan masuk ke dalam gerbang tempatnya kuliah.
Tapi secara tiba-tiba langkah Sherly terhenti,
saat ada seseorang yang memanggil namanya.
“Sherly”panggil orang itu dengan keras.
Sherly pun berbalik dan menatap ke arah orang yang memanggil namanya itu,dan ternyata orang itu adalah citra.
“Citra,kamu sendirian aja?,ke mana Bella?,kok dia nggak bareng sama kamu?”tanya Sherly saat ia melihat citra sendirian.
“Ya sudah kalau begitu ayo kita masuk!”ajak Sherly.
Setelah itu,Sherly dan citra pun berjalan masuk ke dalam gerbang kampusnya.
Mereka berdua berjalan dengan diam,tidak ada yang membuka pembicaraan.
Dan tak lama setelah mereka cukup jauh berjalan,akhirnya mereka sampai di depan ruangan milik mereka.
Sherly pun berjalan masuk terlebih dahulu,
dan di susul oleh citra yang ikut berjalan di belakangnya.
Setelah sampai di tempat duduknya,Sherly pun langsung meletakan tas nya,dan ia pun duduk di tempat duduknya.
“Kamu selama ini ke mana saja Sher?”tanya citra sambil berjalan melewati Sherly.
Setelah itu,citra pun duduk di kursi miliknya,
__ADS_1
dan menatap ke arah Sherly,seolah ia sedang meminta penjelasan kepada Sherly.
“Aku?,kamu kan tahu,waktu itu aku bilang ke kamu kalau aku memiliki urusan yang harus di urus”jawab Sherly sambil menoleh ke belakang.
“Iya,urusan itu urusan apa?,aku kan sebagai sahabat kamu merasa ingin tahu kamu memiliki urusan apa,sampai kamu nggak berangkat kuliah”ucap citra menjelaskan.
Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung berbalik dan menatap ke arah citra.
“Itu nanti aku kasih tahu ke kamu soal itu,tapi sekarang aku ingin tanya ke kamu,kenapa kamu nggak bareng sama Bella?,biasanya kan kalian selalu berangkat Barengan,kok sekarang nggak? kenapa?,apa ada masalah?”tanya Sherly penasaran akan keberadaan sahabatnya itu.
“Iya,aku juga nggak tahu,udah beberapa hari ini,setiap aku tanya tentang kamu ke dia,tapi dia selalu cuekin aku,dan setiap aku ingin dekat dengan dia,eh dianya malah menghindar terus,aku juga bingung sher,kenapa Bella jadi bersikap seperti itu?”ungkap citra menjelaskan panjang lebar.
Dan tak lama setelah itu,Bella pun masuk ke dalam ruangan kelas yang saat ini sudah mulai banyak para mahasiswa dan mahasiswi yang hadir.
“Bel,kamu ke mana aja?,kok baru datang”tanya Sherly menatap ke arah Bella.
Sedangkan Bella hanya diam,dan mengabaikan Sherly,ia hanya berjalan dan kemudian duduk di tempatnya.
“Bella,kamu kenapa?,kok diam aja”ucap Sherly sambil menghadap ke arah bella yang duduk di sampingnya.
Tapi Bella tetap hanya diam,dan tak menjawab ucapan Sherly itu.
Dan pada Sherly hendak bertanya lagi,tapi sebelum itu,tiba-tiba pun dosen datang,dan Sherly yang melihat itu,ia pun akhirnya hanya dapat bungkam.
Kemudian setelah itu, dosen pun memulai mata kuliahnya.
Tak terasa waktu begitu cepat,dan hari ini dosen yang mengajar di ruangan milik Sherly itu telah selesai.
Dan Sherly melihat dosen tersebut telah keluar,ia pun langsung berbalik dan menatap ke arah Bella yang hanya diam.
Dan pada saat Bella hendak berdiri,Sherly pun langsung memegang tangan Bella,seakan melarang Bella bangkit dari duduknya.
“Mau ke mana bel?”tanya Sherly.
“Bukan urusan kamu”jawab Bella acuh tak acuh.
“Bel,ada apa?,kenapa kamu bersikap acuh kepada kami?,apa ada masalah?,kalau iya kenapa kamu diam aja,ayo dong cerita sama kita”ungka Sherly yang tetap memegang tangan Bella.
Sedangkan Bella yang mendengar itu,ia hanya diam,dan ia pun melepaskan genggaman tangan Sherly yang ada di pergelangan tangannya itu.
Dan kemudian Bella pun berjalan pergi meninggalkan ruangan tersebut.
__ADS_1
Sedangkan Sherly dan citra hanya diam dengan saling menatap,seolah tak mengerti akan sikap Bella.