ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 85


__ADS_3

Keesokan harinya.


Saat ini Sherly telah berada di luar


mansion,seperti biasa hari ini akan


berangkat kuliah.


Saat Sherly melihat Fani telah


menunggunya,di samping mobil


yang sering Fani gunakan untuk


mengantar Sherly.


“Kamu sudah menuggu lama fani”tanya Sherly saat ia telah berada di hadapan Fani.


“Tidak saya barusa saja menuggu anda,


kalau begitu mari kita berangkat”ucap Fani sambil membuka kan pintu untuk Sherly


Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung masuk saat Fani telah membuka kan pintu mobil untuknya.


Setelah itu mereka berdua pun masuk,


dan mobil itu pun berjalan meninggalkan mansion milik Alex.


Di dalam mobil.


“Apakah kita akan berhenti di tempat biasa lagi?”tanya Fani mengingatkan Sherly akan tempat ia berhenti,yaitu tempat di mana Sherly berpindah mobil,dan menaiki mobil citra waktu itu.


“Tidak”jawab Sherly tegas.


Entah apa yang ada di pikiran Sherly,biasanya ia akan merasa sangat nggan untuk menjadi pusat perhatian orang-orang,tapi saat ini ia justru mengizinkan Fani mengantarnya sampai ke tempat kuliahnya.


Walaupun memang Fani sering mengantar Sherly sampai ke tempat kuliahnya itu,tapi itu berbeda,karena hari ini Sherly berangkat kuliah siang hari,dan mungkin saja akan banyak orang yang memperhatikan mereka.


“Baiklah”jawab Fani menyetujui permintaan Sherly.


Setelah cukup lama mobil itu berjalan,akhirnya mobil itu sampai di


depan universitas tempat Sherly kuliah.


Fani pun turun dari dalam mobil,ia pun membuka kan pintu untuk Sherly keluar.


Dan saat Sherly turun dari dalam mobil,ia telah di sambut dengan suara bisik-bisik yang tak jelas dari para mahasiswa dan mahasiswi yang ada di dalam gerbang universitas.


“Eh siapa itu?,bukannya itu Sherly ya?”ucap salah satu mahasiswi perempuan yang memakai baju berwarna pink.

__ADS_1


“Iya bukannya itu mahasiswi yang terkenal cantik dan pintar,kok bisa sih dia keluar dari mobil yang sangat bagus itu”timpal temannya si mahasiswi baju pink itu.


“Nggak tahu,mungkin aja dia simpanan om-om kali”ucap teman yang lainnya.


“Dih jijik banget kalau memang benar itu kenyataanya”ucap si baju pink itu lagi.


Dan masih banyak lagi bisik-bisik yang tidak enak mengenai diri Sherly.


Sherly yang mendengar itu,ia pun berusaha untuk mengabaikan itu.


‘Sabar Sherly,kamu jangan dengerin omongan mereka,kamu harus kuat,kalau kayak gini saja kamu takut,gimana nantinya jika mereka tahu akan posisi kamu yang sebenarnya, mungkin saja mereka akan memandang kamu dengan tatapan yang lebih buruk lagi karena iri ’.batin Sherly menguatkan dirinya sendiri.


“Biar saya urus masalah ini jika anda mengizinkan”ucap Fani yang hendak melangkah maju.


Tapi sebelum itu,Sherly pun sudah menarik tangan Fani seakan melarang Fani untuk melakukan sesuatu.


“Biarkan saja!”ucap Sherly singkat.


“Tapi jika tuan Alex tahu dia akan marah,dan mungkin saja beliau akan berbuat sesuatu yang membuat mereka semua menderita karena telah menuduh anda yang tidak-tidak”


Ucap Fani menjelaskan.


Sherly yang mendengar itu,ia pun hendak berbicara,tapi sebelum itu,tiba-tiba Bella dan citra datang menghampiri Sherly.


“Ada apa ini sher?,kenapa ramai banget di sini?”tanya citra saat ia telah sampai di samping Sherly.


“Aku ini...”ucap Sherly yang kesulitan untuk berkata-kata.


“Oh iya ok,dan Fani kamu bisa pulang lebih dulu aja,mungkin masalah ini nggak akan rumit jika kita tidak memperpanjangnya,jadi cukup untuk tidak mengatakan apa-apa pada Lexi maka dia juga nggak akan tahu masalah ini”ucap Sherly dengan nada memohon kepada Fani.


Fani yang mendengar itu,ia hanya diam,ia tidak menolak atau mengiyakan ucapan Sherly itu.


Fani juga mengerti arti nama Lexi yang berarti itu adalah Alex.


“Kalau begitu saya kembali duluan,dan jika anda perlu atau butuh sesuatu anda bisa untuk menghubungi saya secara langsung”ucap Fani sambil sedikit


menunduk kan kepala.


Setelah itu Fani pun langsung masuk ke dalam mobil,dan tak lama mobil itu pun berjalan pergi meninggalkan universitas tempat Sherly kuliah.


“Ayo sher kita masuk!”ajak Bella.


Sherly yang awalnya hanya diam sambil menatap kepergian Fani tadi,ia pun langsung menoleh saat mendengar ajakan Bella.


“Ayo!”jawab Sherly menyetujui ajakan Bella.


Setelah itu mereka bertiga langsung berjalan masuk,dan mengabaikan tatapan dari orang-orang yang menatap ke arah mereka dengan tatapan menghina.


Tak lama setelah itu,mereka pun sampai di ruangan kelas mereka.

__ADS_1


Sherly pun menggeser kursi miliknya,kemudian ia pun duduk di


kursi tersebut,diikuti oleh Bella dan


citra yang ikut duduk di tempat mereka


masing-masing.


“Ada apa sih sher,aku sudah penasaran banget nih?”tanya citra membuka pembicaraan.


“Ya ampun cit,masa kamu gitu aja nggak ngerti,kamu tahu nggak kalau Sherly di


lihatin sama anak-anak yang lain mungkin


karena tadi Sherly turun dari mobil bagus”jawab Bella,yang menjawab


pertanyaan citra tadi.


“Masa sih?,kok bisa?,memangnya kenapa kalau Sherly turun dari mobil mewah?”tanya citra polos.


“Yah mungkin mereka pikir Sherly simpanan om-om karena Sherly turun di mobil mewah”jawab Bella menjelaskan.


Sepertinya Bella memang sudah


mengerti akan keadaan Sherly tadi,


karena ia sempat mendengar


bisik-bisik mahasiswa dan mahasiswi


yang berbicara buruk tentang Sherly tadi.


“Ya ampun mereka berdosa banget,kok bisa sih mereka berfikir begitu”ucap citra dengan nada sedikit lebay.


“Yah mana ku tahu,tapi kamu nggak usah dengerin ucapan mereka sher,biar aja mereka pikir yang enggak-enggak tentang kamu,


asalkan kamu nggak ngelakuin itu,tapi jika


mereka sudah melewati batas baru kamu


bisa lapor ke kami biar kami yang akan


langsung marahin mereka,kami juga nggak akan terima jika mereka sampai menyakiti kamu”ucap Bella panjang lebar.


“Ya ampun aku terharu banget”bukan Sherly yang bicara,melainkan citra,ia berkata dengan nada lebaynya itu.


“Hohoho aku yang dengarnya aja sampai terharu gitu”ucap sebuah suara perempuan dengan nada meledek.


Kemudian setelah itu,perempuan itu pun berjalan bersama kedua temannya itu dan menghampiri tempat duduk Sherly.

__ADS_1


“Aku nggak nyangka ya sher ternyata kamu itu simpanan om-om tua,memang sih wajar kalau kamu jadi simpanan om-om,kan kamu anak yang nggak dipedulikan sama ayah kamu,mungkin kamu kekurangan uang jadi terpaksa deh harus bekerja seperti itu demi uang”ucap Risma dengan nada meledek.


Risma merupakan anak yang selalu iri kepada Sherly,entah itu karena kepintaran atau kecantikan Sherly,karena ia akan selalu iri jika ada orang yang lebih pintar dan lebih cantik darinya contohnya Sherly dan kedua sahabatnya,yang selalu di musuhi Risma bersama kedua teman-teman Risma.


__ADS_2