ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 34


__ADS_3

Setelah sampai di kamar miliknya,Alex pun meletakan tubuh Sherly di kasur dengan hati-hati.Ia mencium ujung kepala Sherly dengan lembut,dan mengusap kepala Sherly karena merasa iba dan bersimpati.Sambil menatap wajah Sherly dengan lekat,dengan tatapannya yang sangat dalam,seakan sedang menerawang jauh.


Saat telah puas menatap wajah Sherly,Alex pun berniat untuk menjauhkan wajahnya dari wajah Sherly,tetapi secara tiba-tiba Sherly pun terbangun.


Saat Sherly membuka matanya,ia melihat wajah Alex sangat dekat dengannya,dan secara refleks karena kaget,Sherly pun mendorong tubuh Alex, dan untungnya Alex memiliki reflexs yang cepat,ia pun berdiri dengan tegap sambil menatap kearah Sherly.


“Tuan anda mau apa?”tanya Sherly kepada Alex.


Sherly pun duduk dengan posisi kepala yang menyender di ranjang,setelah itu Sherly pun


sedikit membuka selimutnya,dan mengecek tubuhnya yang masih mengenakan pakaian yang lengkap.


Alex yang melihat itu hanya diam,ia pun berjalan ke depan ke tempat di mana Sherly berada,setelah sampai Alex pun duduk di sisi kasur.


“Memangnya aku sedang apa?”tanya Alex sarkas.


“Maaf tuan,saya hanya kaget,jadi tidak sengaja mendorong anda”jawab Sherly,ia sadar jika tidak seharusnya ia berbicara seperti itu,karena sekarang ia adalah istri Alex,jadi Alex berhak atas dirinya.


“Hmmm”alex hanya menjawab dengan berdehem.


Suasana di antara mereka hening untuk beberapa saat


“Saya...”ucap Alex memulai pembicaraan,


tetapi ia berhenti sejenak,memikirkan apa yang ia katakan.


Sherly yang melihat keterdiaman,ia pun hanya dapat diam dan menatap Alex heran.


“Boleh aku tahu tentang kisah hidupmu?”ucap Alex tiba-tiba, entah apa yang ada di pikiran Alex hingga, ia mengatakan hal seperti itu.


Sedangkan Sherly yang mendengar itu,ia hanya diam untuk sesaat,pandangannya ia alihkan ke samping,menghindar dari tatapan Alex,ia sebenarnya tidak ingin membahas masa lalu yang sangat menyakitkan itu,tapi ia juga tidak bisa menolak permintaan Alex.


“Kalau kamu tidak ingin menceritakannya juga tidak apa-apa,karena saya tidak dapat memaksa kamu untuk menceritakannya ke saya”ucap Alex tiba-tiba.


Alex sebenarnya sudah tahu kisah hidup Sherly,tetapi tidak semuanya,makanya ia ingin mendengar kisah hidup Sherly secara detail,agar ia bisa lebih memahami dan mengerti Sherly lebih dalam lagi.


Alex yang merasa tidak tahan dengan suasana hening itu,ia pun hendak bangkit,karena ia tahu, ia salah telah memaksa Sherly untuk bercerita kepadanya,tetapi tiba-tiba ia tidak jadi bangkit, karena ucapan Sherly.


“Baik”ucap Sherly menceritakan kisah hidupnya,ia pun menatap ke arah Alex.


Setelah itu Sherly langsung bercerita tentang kisah hidupnya,sedangkan Alex yang ingin menarik kembali kata-katanya,karena tidak ingin membuat Sherly sedih,tapi terlambat karena Sherly sudah mulai menceritakan kisah hidupnya.


Flashback.

__ADS_1


Saat terdapat dua orang anak yang sedang bermain sepeda bersama-sama,dua anak itu adalah Mira dan Sherly.


Mira yang saat ini sedang mengendarai sepeda,yang lebih besar dibandingkan Sherly,sedang Sherly ia mengendarai sepeda yang lebih kecil dibanding Mira,dan saat mereka berdua sedang asyik bermain sepeda,tiba-tiba sepeda yang di kendarai Mira terjatuh,dikarenakan tersandung batu,Mira pun terjatuh dengan lutut mengenai aspal,hingga lecet dan mengeluarkan darah.


Sherly yang melihat itu,ia pun langsung turun dari sepeda nya, dan menghampiri ke tempat Mira terjatuh.


“Kak Mira,kakak gak apa-apa kan?,sini Sherly bantu kakak berdiri”ucap Sherly setelah ia sampai di hadapan Mira.


Saat Sherly hendak membantu Mira,tetapi Mira menepis kedua tangan Sherly,yang ingin membantunya.


“Gak usah sok baik kamu,aku tahu kamu kan yang meletakan batu disini, biar aku jatuh,iya kan?”tuduh Mira.


“Enggak kak,Sherly gak lakuin itu”jawab Sherly.


Saat mereka sedang ribut,tiba-tiba Roy datang.


“Sayang kamu kenapa,nak?”ucap Roy,ia pun menghampiri Mira dan membantu,Mira berdiri,kemudian Roy menggendong Mira,di punggungnya,dengan Mira yang melingkarkan kedua tangannya di leher Roy.


“Ayah Sherly,yang buat aku jatuh dari sepeda”adu Mira.


“Sherly!!”marah Roy menatap Sherly tajam.


“Enggak ayah,itu gak benar,bukan Sherly yang buat kakak jatuh,tapi kakak sendiri yang jatuh dari sepeda”bela Sherly.


“Ya udah sayang kita obatin luka kamu aja”ajak Roy pergi meninggalkan Sherly,seolah ia tak mendengar penjelasan Sherly,padahal Roy mendengar ucapan Sherly tadi.


Sedangkan Mira yang berada di gendongan Roy,ia menoleh dan menatap ke arah Sherly,untuk sesaat Mira tersenyum mengejek ke arah Sherly.


Karena sebenarnya Mira sangat membenci Sherly,ia merasa tidak rela jika Sherly di sayang oleh Dewi,maka semenjak itu Mira selalu mengadu,yang tidak benar kepada Roy dan Roy akan percaya begitu saja tanpa menyelidiki terlebih dahulu.


Pernah suatu hari,saat Roy dan Sherly sedang berada di ruang keluar,Sherly yang sedang menonton televisi,tiba-tiba merasa tertarik dengan sebuah boneka yang ada di sebuah iklan


Sherly pun berjalan menghampiri Roy yang sedang membaca koran.


“Ayah Sherly ingin beli boneka”ucap Sherly setelah sampai di hadapan Roy.


Roy yang mendengar itu pun meraih dompet,dan memberikan beberapa lembar ratusan ribu kepada Sherly.


“Nih kamu beli sendiri,atau sama ibu kamu terserah kamu,ayah masih sibuk”ucap Roy setelah ia memberikan uang itu,ia pun melanjutkan untuk membaca koran.


Sherly yang melihat ketidakpedulian ayahnya terhadap dirinya,ia pun meremas uang yang di berikan Roy,dan melempar nya sembarangan arah.


“Sherly enggak mau ayah,Sherly hanya ingin ayah yang beliin,bukan ibu atau siapapun,Sherly hanya ingin ayah yang beliin”ucap Sherly marah,ia hanya ingin di belikan mainan oleh ayahnya,karena sherly juga ingin ayahnya peduli kepadanya seperti ayahnya mempedulikan kakaknya,bukan masalah harga atau apalah itu,Sherly hanya ingin ayahnya yang belikan itu yang Sherly inginkana.

__ADS_1


“Dasar anak nakal”ucap Roy hendak memukul Sherly,tetapi sebelum itu,Dewi datang dan melindungi Sherly.


“Mas,Sherly itu masih kecil,wajar kan jika ia nakal,dia hanya butuh perhatian kita,dan bimbingan kita,agar menjadi anak yang tidak nakal,bukan di marahin seperti ini”setelah mengatakan itu,Dewi membawa Sherly ke kamarnya,dan meninggal Roy yang hanya diam dengan tangan terkepal.


Tiba di kamarnya,Dewi pun mendudukkan Sherly di kasur dan ia pun duduk, di samping sherly.


“Sherly sayang,kamu jangan kayak gitu,itu gak boleh,kamu harus jadi anak yang nurut,gak boleh nakal,atau ngelawan ke orang tua”nasehat Dewi.


“Ibu kenapa ayah enggak pernah peduli sama Sherly,apa ayah enggak pernah sayang sama sherly”ucap Sherly sedih.


“Enggak,itu gak benar, ayah sayang sama Sherly,dia juga peduli sama sherly”ucap dewi


“Tapi kenapa ayah enggak pernah menunjukan rasa sayangnya ke sherly?”tanya Sherly lagi,dengan raut wajah yang sedih.


“Karena cara ayah sayang sama Sherly berbeda dari yang lain,dia sayang sama Sherly, tapi ayah enggak menunjukan rasa sayangnya langsung ke sherly”ucap Dewi,dengan air mata yang hampir keluar dari pelupuk matanya tapi ia tahan.


“Harusnya ayah langsung menunjukan rasa sayangnya ke Sherly dong Bu,justru Sherly senang kalau ayah langsung nunjukin rasa sayangnya ke sherly”ucap Sherly,dengan menggerutu.


Dan Dewi hanya menjawab dengan senyum,dengan air mata yang hampir jatuh.


“Ya udahlah,yang penting ayah sayang sama Sherly,kalau gitu Sherly main dulu”ucap Sherly,setelah itu ia pun langsung keluar kamar.


Tetapi tiba-tiba Sherly mengingat sesuatu,ia ingin bermain bersepeda bersama ibunya,ia pun menghampiri kamar ibunya,dan saat ia telah sampai ia melihat ibunya sedang menangis,Sherly yang melihat itu,ia pun tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


Sherly ingin masuk,tetapi sebelum itu,Roy datang.


“Sana pergi main!”ucap Roy mengusir Sherly.


Sherly pun awalnya menurut,ia pun pergi untuk bermain,tetapi setelah beberapa saat,ia pun kembali ke kamar ibunya ingin mengajak ibunya bermain bersama dengannya.


Tapi saat ia berada di luar kamar ibunya,ia mendengar kedua orang tuanya yang sedang bertengkar,sherly pun mendengkan apa yang menjadi pertengkaran mereka.


“Kamu harus ingat,Sherly lahir karena paksaan orang tua kamu,dan jika saja ibu dari Mira masih hidup,saya juga tidak akan menikah lagi dengan kamu”ucap Roy marah.


Shely yang berada di luar kamar dimana Dewi dan Roy bertengkar,ia hanya diam dengan tangan terkepal.


‘jadi kak Mira bukan kakak kandung aku,dan ternyata kita adalah saudara yang berbeda ibu,walaupun begitu aku akan sayang sama kakak Mira,tapi kenapa aku harus,jika karena sebuah paksaan,apalagi orang yang memaksa agar aku terlahir itu orang tua ibu,kenapa takdir ini,sangat menyakitkan’ Batin shely,setelah itu Sherly langsung berlari ke kamar nya dan mengunci kamarnya rapat-rapat


Sherly terduduk di lantai,ia menyederkan punggungnya di samping kasur,ia pun menekukkan kedua kakinnya,dan kedua tangan yang melingkar di kaki yang ia lekukkan itu, Sherly pun menunduk,ia pun menyembunyikan kepala nya di kedua kakinya itu,sambil menangis dan terisak.


“Kenapa Sher..ly harus lahir... kalau hanya karena sebuah pa..ksaan,Sherly lahir kedunia ini hanya ingin di sa...yang,dan di pedulikan bukan dianggap me...njadi sebuah beban,dan benalu,tuhan apa salah Sherly,hingga hidup Sherly sepe....rti ini,apa karena sherly nakal,tuhan tolong jangan hukum Sherly seperti ini,Sherly janji gak akan nakal lagi,asal ayah bisa sayang sama Sherly,pasti sherly akan jadi anak baik dan nurut”ucap Sherly,dengan sedikit bergetar karena menagis.


Semenjak hari itu,sherly selalu berusaha untuk jadi anak yang baik dan penurut,dan sherly juga selalu mengalah kepada Mira,ia tidak membenci Mira,karena ia senang dapat berbagi kasih sayang dengan mira.

__ADS_1


Tapi seberapa diam dan sabar Sherly menerima itu, ayahnya tetap tidak pernah memandang ke arahnya,padahal ia selalu berusaha untuk menjadi anak yang baik,dan berprestasi,tetapi tetap saja,hanya Mira yang lebih di pedulikan.


flasback end.


__ADS_2